Almanak Senin 20 Juli 2009:
“Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari pada-Mu dan Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya; dalam tangan-Mulah kekuatan dan kejayaan; dalam tangan-Mulah kuasa membesarkan dan mengokohkan segala-galanya.” (1 Tawarikh 29:12)
Ayat di atas adalah doa Raja Daud. Raja termashur itu mengaku bahwa sesungguhnya Tuhan Allah-lah yang empunya kekayaan, kemuliaan, keagungan dan kebesaran. Dan dari Tuhanlah Daud menerima segala kekayaan dan kebesaran yang ada sekarang. Sebab itu di hadapan Tuhan, Daud hanya dapat merendah dan menyembah dengan syukur.
Namun baiklah kita sadar bahwa tidak semua kekayaan otomatis berasal dari Tuhan. Kita juga bisa kaya tanpa Tuhan. Bahkan kita bisa kaya dengan melanggar hukum Tuhan, yakni dengan mencuri, merampok atau korupsi. Itu artinya tidak semua kekayaan berasal dari Tuhan dan merupakan berkat Tuhan. Sebab itu kita harus berhati-hati dan tidak menganggap dengan simplistis bahwa semua orang yang kaya secara material berarti orang yang diberkati Tuhan. Sebaliknya: jangan juga menganggap orang miskin sebagai orang yang kurang diberkati.
Lantas bagaimana? Pertama: Doa Daud yang kita baca hari ini mengajak kita untuk mencari kekayaan, kebesaran dan kekuasaan dari Tuhan atau dengan jalan-jalan yang dikenan oleh Tuhan. Sebab hanya dengan demikianlah kekayaan dan kuasa itu menjadi berkat dan kebahagiaan bagi kita. Di luar Tuhan kekayaan dan kuasa hanya menjadi sumber kesusahan dan bahkan bencana.
Selanjutnya kita diajak untuk mengaku bahwa Tuhan Allah adalah sesungguhnya yang empunya kekayaan, kuasa dan kerajaan sampai selama-lamanya. Hanya Dialah yang abadi atau kekal. Kekayaan dan kuasa manusia terbatas dan sementara. Sebab itu kepada Tuhanlah kita sebaiknya bergantung dan berlindung.
Doa:
Ya Tuhan, Engkaulah yang empunya kerajaan, kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Engkaulah sumber segala yang baik yang ada pada kami sekarang. BerkatMu adalah kehidupan kami. Biarlah hanya kepadaMu saja kami mengadu dan berlindung. Sebab Engkaulah Allah yang abadi, kekal selama-lamanya. AMIN.
Pdt Daniel T.A. Harahap
Share on Facebook
Amang, dikaitkan dengan firman Tuhan yang mengatakan bahwa kita akan menjadi kepala bukan ekor, bagaimana dengan yang amang bilang diatas ‘orang miskin sebagai orang yang kurang diberkati’? terima kasih sebelumnya ya amang…
Daniel Harahap:
Orang yang paling miskin di dunia ini adalah Yesus. Dia tidak punya tanah dan rumah bahkan bantal untuk meletakkan kepalaNya. Siapa berani Yesus mengatakan kurang diberkati? Bahkan Dialah sumber berkat.
Selanjutnya ayat tersebut tidak harus diartikan hurufiah. Orang kristen bisa juga menjadi anak buah atau bawahan dan harus menjadi anak buah/ bawahan yang baik. Apapun profesi dan pekerjaannya orang kristen harus benar-benar baik dan taat kepada Tuhan.
Masalahnya dimasyarakat kita orang dihormati dan mendapat tempat selalu di VVIP(termasuk di acara greja2 HKBP) tercinta ini krn kekayaan dan jabatannya, ukuran kesuksesan adalah kedua hal itu.
Tapi buat saya sih…menjadi kepala kek, perut kek atau ekor sekalipun akan mencoba menjadi seseorang yg disayangi , baik oleh atasan maupun saudara, terutama oleh keluarga kecilku bukan krn jabatan( saya pegawai rendahan) tetapi krn kasi sayangku terhadap mereka yg tiada batas.
Ai Ho do nampuna harajaon, dohot hagogoon, ro di hasangapon, saleleng ni lelengna. Amen – amen – amen.
3H ini tidak selalu berarti politikal dan meterial, bisa juga intelektual, mental, dan spiritual. Yesus sangat miskin dalam artian material-politikal tetapi sangat berkuasa dalam artian marturia, sangat luar biasa dalam artian koinonia, dan sangat kaya dalam artian diakonia.
Marilah kita tak terlalu melihat dan menilai hidup ini secara material-politikal.
Ya Yesus, raja kehidupan kami, anugerahkanlah apa saja yang perlu bagi kami (material, fisikal, politikal, mental, spiritual, intelektual, sosial) untuk bisa hidup secara optima dan paripurna dengan sesuai rencana-Mu untuk masing-masing kami di dunia ini.
syalom terimakasih amang DTA