Hati Bersih dan Teguh

July 17, 2009
By Daniel T.A. Harahap

Almanak Jumat 17 Juli 2009:

Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh! (Mazmur 51:12)

Apa yang kita baca di atas adalah bagian dari doa pengakuan dosa Raja Daud setelah berselingkuh dengan Batsyeba dan membunuh dengan terencana suaminya yaitu Uria, yang adalah panglima perang Daud yang setia. Daud melakukan kejahatan yang luar biasa kejam. Hati sang raja benar-benar telah keruh dan kotor serta rusak. Hanya Tuhan Allah sajalah yang mampu mentahirkan atau membersihkan kembali hati itu dan membuatnya kembali pulih. Dan Tuhan mau melakukannya karena belas kasihanNya yang besar.

Kita  tidak boleh melakukan kekejian  seperti Daud apapun alasannya. Hukum jelas mengatakan kita tidak diperkenankan mengambil milik orang lain dan tidak boleh merencanakan pembunuhan bagi orang lain. Kita juga harus belajar setia kepada pasangan hidup kita. Kita harus benar-benar hidup dengan benar, adil dan kudus. Namun seandainya kita terlanjur melakukan kesalahan atau kejahatan maka Tuhan memanggil kita segera mengaku dosa dan menyesali perbuatan kita itu, seraya memohonkan pengampunan. Selanjutnya bertekad hidup baru.

Namun sebelum kesalahan dan kejahatan terjadi sebaiknya kita diajak senantiasa menyegarkan dan membaharui hati kita dengan pertolongan Tuhan. Kita tidak harus menunggu sampai sesuatu yang fatal terjadi dulu sebelum melakukan pembaharuan batin. Kita justru dipanggil senantiasa  mengadakan pemeriksaan batin dan pembaharuan hati itu. Sebab itu hari ini pun marilah kita berdoa: Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!

Doa:

Inilah doa kami hari ini, ya Allah: Jadikanlah hati kami senantiasa bersih dan tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batin kami selalu dengan roh yang teguh! Jauhkanlah kami dari pencobaan. Bantulah kami melawan godaan berbuat jahat dan mematikan keinginan yang tidak sesuai dengan kebenaran dan kasihMu. Dalam Kristus. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

7 Responses to Hati Bersih dan Teguh

  1. Beben Sihombing (YBSS) on July 17, 2009 at 8:10 am

    terima kasih amang DTA atas renungan hari ini, sungguh menguatkan hati agar tetap setia kepada pasangan yaitu istri tercinta dalam keadaan apapun, apalagi mengingat saat ini begitu banyak godaan-godaan yang sungguh bisa menyesatkan dan menjauhkan kita dari pasangan terutama dari Tuhan, kiranya tangan Tuhan selalu memegang tangan kita semua dalam menghadapi segala pencobaan, Haleluya, amin.

  2. Sondang Pasaribu on July 17, 2009 at 8:42 am

    Pagi ini aku membaca Saat Teduh yg diterbitkan HKBP Rwg yg natsnya sama dengan diatas tapi dengan uraian yg berbeda. Ini menambah inspirasi dan pemahaman ku lagi atas nats ini. Terima kasih Amang. God Bless you.

  3. Mangara Pakpahan on July 17, 2009 at 8:49 am

    Hati adalah pusat Allah bekerja pada diri kita. Jika hati kita bersih, maka bersih pula lah perbuatan kita. Jika hati kita kotor maka kotor pula lah perbuatan kita. Tetapi syukur bagiNya yang selalu mengasihi hidup kita, walau terkadang hati kita kotor, akan tetapi ia tidak membiarkan itu terus berkembang. Justru Ia mau mentahirkan, asalkan kita mau sadar dan bertobat. Firman Tuhan yang sungguh indah. Trims buat amang Pdt DTA.

    Doa ku:
    “Tuhan, jadikanlah hati ku tahir. Perbaharuilah batin ku, agar perbuatan ku mampu mencerminkan kasihMu. Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, sahabat ku yang sejati, ku bersyukur. Amin”

  4. florasilaban on July 17, 2009 at 2:15 pm

    Untuk mecapai tujuan kadang-kadang kita melakukan segala cara, begitupun dengan menjalani kehidupan ini sering sekali kita melanggar perintah Tuhan.
    Tuhan yang baik ampunilah dosaku, karena aku menyadari bahwa setiap hari banyak dosa yang telah kulakukan.

  5. M Donal Panjaitan on July 17, 2009 at 4:07 pm

    Terimakasih Tuhan Yesus karena Engkau begitu setia dan adil.
    Ampuni hamba jika pernah menyimpang dari kebenaran FirmanMU

  6. Friska pardede on July 17, 2009 at 5:25 pm

    Turut berduka cita kepada negararaku Republik Indonesi terutama kepada Keluarga yg ditinggal mati akibat bom Kuningan untuk yg kesekian kalinya….tidurlah dalam damai wahai para korban.

    Andaikan pelaku sempat membaca renungan hari ini pasti ceritanya akan berbeda

  7. Jansen H. Sinamo on July 17, 2009 at 6:55 pm

    Jadikanlah hati dan batinku baru ya Tuhan: teguh dan bersemangat, positif dan berwawasan, cerdas dan berintegritas, ikhlas dan berdayatekun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*