Stop Perploncoan Biadab!

July 16, 2009
By Daniel T.A. Harahap

stop-perploncoan.jpg

Share on Facebook

7 Responses to Stop Perploncoan Biadab!

  1. Mangara Pakpahan on July 16, 2009 at 8:56 am

    Kalau perploncoan model sekolah pendeta HKBP, bagaimana menurut Amang DTA ? Ya contohnya, di STT HKBP, STT Jakarta, di UKDW atau di UKSW ?
    Trims..

    Daniel Harahap:
    Saya sejak dulu tidak setuju perploncoan di STT. Biasanya makin bodoh seorang senior di kelas makin galak pula dia saat “mengorientasi” mahasiswa baru. Dalam buku saya boleh dibaca bagaimana sikap saya tentang plonco tolol ini.

  2. JP Manalu on July 16, 2009 at 1:56 pm

    Setuju amang, saya juga belum melihat manfaat dari MOS, Mapram, Ospek (yang pernah saya terima dan berikan), selain hanya untuk sarana ‘pembalasan’ karena dulu juga sudah ‘dikerjain’ seniornya.

  3. Laston on July 16, 2009 at 6:45 pm

    LEBIH BIADAB DI IPDN, say aingin itu dulu dibersihkan. IPDN adalah akar dari semua ini

  4. m tampubolon on July 16, 2009 at 8:17 pm

    Pada dasarnya plonco itu gunanya apa, manfaat dan faedahnya, apa sih? Apakah itu membangun yang diplonco, dan yang memplonco?. Ada yang bisa menerangkan secara signifikan? please deck!. trimakasih

  5. Friska pardede on July 16, 2009 at 9:06 pm

    Coba kalau mos ,atau apalah namanya diganti menjadi kegiatan yg memancing murid2 dan mahasiswa diajak untuk lebih perduli kepada lingkungan saja dan salah satu acaranya membawa tanaman dari rumah masing2 dan menanamnya….wah satu pohon satu murid,bayangkan berapa banyak,,,,pohon yg bisa ditanam dan tak perlulah murid SMA yg di Surabaya itu sampai meninggal.

  6. S.Simatupang on July 17, 2009 at 10:40 am

    semua itu adalah ketidak mau tau dari Pemerintah.seolah-olah pemerintah ini tidak menjadi orang tua dalam rumah tangga mereka. jika mereka semua merasa jadi orang tua di rumah masing-masing pasti mereka melarang adanya Plonco.
    Sebab Pelonco ini membuka peluang berbuat jahat bagi generasi Muda bangsa ini. sebeb pada saat Plonco para senior tidak menunjukkan rasa saling menghargai namun menunjukan Power masing-masing .sehingga yg terkena Plonco akan berusaha membalaskan pada Pelonco berikutnya nanti.
    Anehnya tingkat SLTP,SMU sederajat sudah melaksanakan Plonco. Dimana sich hati nurani Para Guru sekarang ini apa ,apa ini sudah program wajib laksana dari Pemerintah sendiri ?
    Yth Para Guru2 diseluruh pelosok tanah air hilangkanlah program Plonco di tingkat SLTP dan SMU sederajat .Camkan dengan mendalam bagaimana jika itu anakmu sendiri thank,s

  7. Bergman Silitonga on July 18, 2009 at 7:20 am

    Sekolah dan kampus turut berkontribusi menumbuhkan budaya brutal di masyarakat. Akarnya dimulai dengan plonco. Maka tak heran bila tawuran antar sekolah dan antar kampus makin marak. Sekolah dan kampus harusnya menjadi pusat budaya moral dan budi pekerti. Saya heran, SMU 4 siantar siswanya bisa ditunggangi oknum politik untuk demo, padahal lokasi sekolah lama tidak layak, dan gedung pengganti yang baru jauh lebih modern dan nyaman. Setuju amang DTA , stop budaya tidak terpuji di sekolah dan kampus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*