Almanak Kamis 2 Juli 2009:
Asyur akan rebah oleh pedang, tetapi bukan pedang orang, dan akan dimakan habis oleh pedang, tetapi bukan pedang manusia; mereka akan melarikan diri terhadap pedang, dan teruna-terunanya akan menjadi orang rodi. (Yesaya 31:8)
Israel pada waktu itu adalah negeri kecil yang dikelilingi negara-negara adidaya seperti Mesir, Babel, Persia dan Asyur. Nengara-negara adidaya itu acap kali berperang satu sama lain dan menggilas negeri-negeri kecil diantaranya seperti Israel. Persis seperti pepatah: gajah bertarung dengan gajah pelanduk mati di tengah-tengah. Israel selalu digoda atau ditekan untuk tunduk kepada salah satu kekuatan adidaya itu. Dan itu yang menjadi pokok kritik dan kemarahan Tuhan sebagaimana disuarakanpara nabi. Sebab menurut Tuhan yang disampaikanNya lewat para nabi Israel hanya boleh tunduk dan bergantung kepada Allah saja dan bukan kepada salah satu negara adidaya itu.
Dalam pesan yang kita baca hari ini nabi Yesaya mengingatkan umat Israel bahwa Asyur yang di mata orang Israel sangat hebat, dan karena itu ditakuti dan dituruti itu, akan berakhir. Bukan karena pedang salah satu negara adidaya saingannya tetapi justru oleh pedang Tuhan Allah sendiri. Ya, Allah akan menghukum Asyur dan menunjukkan siapa sesungguhnya yang mahakuat dan mahakuasa.
Sebab itu kepada umat Israel dahulu dan kita sekarang diingatkan agar jangan bergantung kepada manusia, melainkan hanya kepada Allah saja. Jangan sekali-sekali memperlakukan manusia, siapapun dia, sebagai ilah atau dewa untuk dipuja dan disembah. Sebaliknya: sembah dan taatilah Allah saja. Kuasanya abadi atau selama-lamanya. TahtaNya tidak pernah goncang dan firmanNya tetap akan menjadi kenyataan.
Doa:
Ya Allah, ingatkanlah kami Engkaulah yang empunya kuasa, kerajaan dan kemuliaan selama-lamanya. Jauhkanlah kami dari godaan dan ancaman untuk menyembah manusia. Sebaliknya teguhkanlah iman kami untuk taat dan bergantung kepadaMu saja. Dalam Kristus kami hidup aman, tenteram dan sejahtera. AMIN.
Pdt Daniel T.A. Harahap
Share on Facebook
Amin. Hanya Tuhan Allah dalam Yesus Kristus yang layak disembah. Bukan manusia, bukan pula penguasa. Syalom
Terpujilah Tuhan
Engkau telah menjadi keselamatan kami
Menjadi perisai dan pedang bagi kami
Terhadap si angkara murka nan durhaka
Aku mau sentosa di dalam naungan sayap-Mu
Aku mau bahagia di balik keperkasaan-Mu
Biarlah itu sangat nyata
Biarlah itu sangat kentara
Amin, amin, amin
Jadi tidak usah menyembah bigboss masing2 krn suatu saat diapun akan kembali menjadi manusia biasa apalagi menyembah berhala dan kuburan2 nenek moyang kita hi…..
Saat diri kita diperhadapkan pada kekuatan Allah, kemahasempurnaan Allah, maka siapakah kita? Manusia lemah tak berdaya. Manusia yang setiap saat jatuh dalam kelemahan dan kekurangan, dan dosa. Manusia yang tiada dapat berbangga atas dirinya sindiri. Manusia yang tiada dapat mengandalkan dirinya sendiri dan orang lain sampai memujanya begitu rupa. Memang pada momen tertentu kita tidak akan lepas dari pertolongan orang lain semisal waktu kita masih bayi, kecil, hingga waktu menjadi seorang kakek/nenek tua. Namun yang menjadi pujaan hati kita, iman kita, dan penyelamat kita satu-satunya adalah Allah dalam diri Yesus Kristus, Tuhan kita. Bagi Dialah segala kemuliaan, hormat, pujian, dan syukur kita persembahkan seumur hidup kita.
Ini yang agak membingungkan buat saya, Iman kristen berdasarkan kasih, yang lemah lembut, penyayang, murah hati… kita kenal dengan Tuhan yang maha pengampun, sehingga kita juga wajib mengampuni orang yang bersalah kepada kita. ada tertulis, kita memaafkan orang sebanyak 7x7x7x7…, yang manakah wajah Tuhan kita yang sebenarnya?
tolong pencerahannya amang…
Horas3x
Terima kasih amang atas renungannya hari ini, relevan dengan kondisi saat ini. Firman Tuhan ini dapat kita jadikan sebagai pegangan dalam menjalankan tugas kesaksian kita di mana pun kita berada.
Bapa,teguhkan hatiku untuk selalu mengandalkan Engkau dalam hidupku..amin.
Amin, amin, amin. Trimakasih amang atas renungannya hari ini.