Masalah

June 29, 2009
By Daniel T.A. Harahap

Almanak Senin 29 Juni 2009:

Sesungguhnya gelora-gelora maut telah mengelilingi aku, banjir-banjir jahanam telah menimpa aku. Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada TUHAN, kepada Allahku aku berseru. Dan Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong masuk ke telinga-Nya. (2 Samuel 22:5,7)

Semua kita memiliki masalah.  Semua kita mungkin juga pernah menghadapi masalah  besar atau berat, yang membuat kita takut, pusing, cemas dan tegang serta mungkin juga lemas. Daud juga pernah menghadapi masalah berat dalam hidupnya, yang dilukiskannya bagaikan banjir jahanam.Yaitu ketika ia dikejar-kejar oleh Raja Saul. Apa yang dilakukan oleh Daud? Berteriak dan bersery kepada Tuhan Allahnya. Apa yang terjadi?Teriakan Daud sampai ke telinga Tuhan. Jeritannya didengarkan oleh Tuhan. Lantas Tuhan menolongnya dan Daud pun bermazmur. Apa yang bisa kita pelajari dari mazmur Daud ini?

Pertama: masalah harus dihadapi. Ingat: Hidup memang tidak pernah sepi dari masalah.  Tuhan Allah menyuruh kita menghadapi  masalah kita, bukannya melarikan diri atau menghindar darinya. Ingat: Tuhan tidak pernah mengijinkan  kita lari dari tugas dan tanggungjawab juga masalah hidup kita. Dia ingin kita menghadapinya dengan berani dan tenang.

Kedua: doa dan ibadah bukanlah sarana melarikan diri dari masalah atau kenyataan hidup. Kita tidak boleh menjadikan ibadah  sebagai sarana melupakan masalah dan beban hidup. Persekutuan ibadah kita juga tidak boleh dibuat menjadi kehidupan semu atau artifisial. Sebaliknya ibadah dan juga persekutuan justru adalah modal dan senjata kita menghadapi masalah. Sebab itu dalam doa kita tidak berseru agar Tuhan melenyapkan masalah kita sekejap bagaikan sulap, namun   meminta kekuatan dan penyertaan menghadapi dan memecahkannya. Ya, kita berdoa agar Tuhan mau menolong dan bersama-sama kita memecahkan masalah-masalah kita.

Ketiga: ada kalanya (tidak selalu dan selamanya!) masalah itu begitu berat dan pelik. Boleh jadi suatu ketika kita merasa sama sekali tak sanggup menghadapi dan memecahkan masalah itu dan ingin lari saja. Dalam hal ini pun jangan putus asa.  Tuhan mau bekerja atau berperang demi kita.  Tenanglah dan percayalah kepada Tuhan. Biarlah Dia yang membereskan masalah itu.

Doa:

Ya Allah, Engkaulah Bapa kami. Tolonglah kami memecahkan masalah-masalah kami. Jadikanlah kami berani dan kuat menghadapi masalah dan kenyataan hidup. Berilah kami kemampuan dan ketrampilan memecahkan masalah, mengambil keputusan dan menemukan solusi. Jauhkanlah kami dari keputusasaan. Saat-saat kami merasa sama sekali tak berdaya, tunjukkanlah kami kuasa kemuliaanMu. Bangkitkanlah kami. Dalam Kristus kami berdoa. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

16 Responses to Masalah

  1. A.K.P. Panggabean on June 29, 2009 at 8:23 am

    Inilah gunanya kita brpendidikan: yakni kita mampu mengatasi masalah2 yg kita hadapi. Semakin tinggi tingkat pendidikan kita, semakin tinggi kemampuan kita mengatasi masalah yg rumit sekalipun. Dan inilah gunanya kita beriman: yakni bahwa kita yakin TUHAN akan beri jalan utk menyelesaikan masalah2 tsb. Dan juga kita yakin pasti ada rencana yg indah yg akan Tuhan berikan pd kita.

  2. Zekson Pangaribuan on June 29, 2009 at 8:46 am

    Jangan harapkan lautan tak bergelombang
    Tapi arungilah lautan dengan gelombangnya
    Jangan harapkan hidup tanpa masalah
    Tapi hadapilah masalah kehidupan bersama Yesus

    Tuhan Yesus, beri kami kekuatan dan keberanian
    dalam mengarungi kehidupan kami dengan segala
    permasalahan yang kami hadapi, Amin.

  3. Agus Karta Parulian Panggabean on June 29, 2009 at 8:55 am

    Disinilah pentingnya kita beriman, yakni kita yakin bahwa Tuhan pasti akan berikan jalan buat kita untuk memecahkan permasalahan yang kita hadapi. Dan juga kita yakin bahwa akan ada rencana yang indah yang sudah Tuhan siapkan buat kita dibalik permasalahan yang kita hadapi.

    Selain itu disini pula pentingnya kitaberpendidikan, yakni kita dapat mengatasi semua masalah yang kita hadapi melalui ilmu yang kita dapatkan dibangku sekolah. Semakin tinggi ilmu yang kita miliki, semakin tinggi pula kemampuan kita untuk mengatasi masalah-masalah yang rumit sekalipun.

  4. yanti sihombing on June 29, 2009 at 9:30 am

    Selamat Pagi amang!
    Doaku…..Tuhan Terimkasih,masalah telah membentuk aku menjadi apa aku yang sekarang ini.

  5. yanti sihombing on June 29, 2009 at 9:32 am

    amang…. kangen nih dengan tulisan amang .lagi sibuk ya…… kok kayaknya sepi…. atau penjaga rumah metmet lagi kemana ya….

  6. Lala on June 29, 2009 at 10:25 am

    Ya Tuhan..kuatkan aku…aku tak mampu menghadapi Semua ini tanpaMu..tunjukkan jalan mana yang benar menurutMu yg harus aku tempuh..tolong aku Tuhan..Di dalam nama Yesus Kristus.Amin.

  7. Jansen H. Sinamo on June 29, 2009 at 11:14 am

    Tuhan Sang Penolong, Tuhan Sang Penguat, Tuhan Sang Penuntun; semua karena kasih-Nya. Itu sudah lebih dari cukup. Apa lagi yang kita harapkan dari seorang Bapa?

    Mauliate ma di Ho, ale Amang.

  8. Robert Sibarani on June 29, 2009 at 11:51 am

    Segala permasalahan yang kita hadapi dalam kehidupan ini tentunya sudah atas seijin Tuhan, dan melalui permasalahan ini kita diajarkan untuk selalu setia kepadaNya dan merupakan suatu prtoses pendewasaan Iman pengharapan kita akan pertolongan Allah walau terkadang masalah tersebut sudah tidak sanggup lagi kita selesaikan dan sudah diluar kemampuan rasional kita. Disitulah Tuhan menunjukkan KuasaNya …tergantung kita apakah kita mau secara sungguh sungguh menyelesaikan masalah tersebut dan berserah kepadaNYa….sesuai dengan jalan Allah?
    Allah akan selalu memberikan yang terbaik kepada kita yang menyerahkan pilihan kepada Nya.
    Ya Tuhan Kuatkan dan Teguhkan lah Iman percaya kami, bahwa kami sunggup mengahadapi dan menyelesaikan segala masalah yang kami hadapi karena kami karena kami mengandalkan NamaMU.

  9. Frisca Nainggolan on June 29, 2009 at 12:38 pm

    yang terpenting adalah kuatkan iman dan bersabar..baik dalam menghadapinya dan menunggu pertolongan Tuhan yang tidak pernah terlambat,dan yang pasti masalah itu tidak akan melebihi kekuatan kita,Tuhan selalu memegang tangan kita yang sebelah jika yg satunya lagi terlepas,Dia tak akan pernah meninggalkan kita sendirian,dan kita pun harus meminta kepadaNYA.

  10. Erpesim on June 29, 2009 at 3:27 pm

    Dunia mengatakan Masalah punya dua sisi.Bisa menjadi Penderitaan dan bisa jadi sebuah Peluang.Namun,jika Tuhan dipihak kita Masalah hanya bermakna tunggal yaitu peluang untuk mendapatkan kebaikan belaka.Kiranya Roh Tuhan memampukan kita hidup didalam HikmatNYA.Amin

  11. Hedmon Tampubolon on June 29, 2009 at 5:47 pm

    Dia lah satu-satunya Penolong Sejati disaat kita memerlukan pertolongan.

    Doa : Buka mata hati rohani kami melihat bahwa tangan Tuhan selalu tersedia utk kami pegang saat kami membutuhkan pertolongan.

  12. Friska pardede on June 29, 2009 at 6:52 pm

    Lalu bagaimana kalau masalah itu kita yang undang untuk mampir dalam hidup kita dan pada akhirnya masalah itu menjadi besar lebih besar lagi…. dan lebih besar lagi seperti yang dialami raja pop dunia Michael jackson, apakah jadinya ini disebut cobaan.??…..RIP Jacko

  13. Natal Panjaiatan on June 29, 2009 at 9:22 pm

    Yesus, aku mau menyelesaikan semua masalah ini tanpa ada pihak yg disakiti.

  14. Novalina Tampubolon on March 18, 2010 at 12:00 pm

    Aku baru kehilangan suami tercinta,papa dari anak2ku yg msh sangat kecil2 korban gempa dipadang 6bln yang lalu.. sampai saat ini aku msh merasakan keputus asaan, goyah, takut, mslh yg muncul dr kel.. Tuhan…kuatkah aku Tuhan? Kenapa cobaan slalu dtg silih berganti dan tekananpun slalu muncul..dalam hidupku…Beri aku kekuatan Tuhan..ketegaran dlm menjalani hidup beserta ke2 anakku…

    Daniel Harahap:
    Saya dan kami sekeluarga ikut berdua dan berdoa agar Inang mendapat penghiburan dari Roh Tuhan. Banyak hal kadang sangat sulit dipahami dalam hidup ini, namun satu hal yang pasti Dia baik dan merasakan dukacita kita yang terdalam.

  15. ari on December 31, 2010 at 10:39 pm

    saya baru saja kehilangan pekerjaan tetap ,,,dengan terpaksa saya harus meninggalkan pekerjaan yg begitu sangat membantu kehidupan saya dan keluarga,,dengan hilangnya pekerjaan itu,,,seperti saya berjalan diatas bara api,,,memang itu kemauan saya sendiri,,karena saya sudah tdk kuat dengan tekanan ,hinaan cacian dan tamparan tangan,,,dengan hati yg begitu berat ,terpaksa saya tingglkan,,,saya begitu tulus mencintai pekerjaan saya,,saya iklas dan tawakal menjalani pekerjaan saya,,tapi saya cuman seoarang perempuan ,,sekuat-kuatnya saya tetap lemah juga,,dengan pristiwa di25 desember pagi 2010 ,jam 7,45,,saya seperti mati saya seperti orang yg tiada guna,,,aku coba untuk bangkit,,walau aku harus mengagis hampir 3hari,,,sudah hampir 5th aku bekerja diperusahaan itu,,tapi harus hilang dengan 2 menit saja,,,saya tdk tau ,,kenapa sampe terjadi hal seperti ini,,,memang temanku selalu emocional dia selalu memojokkan saya ,,entah benar atau salah dia tetap menyalahkan saya,,,tapi saya tetap sabar,,karena aku hidup dinegeri orang,,aku selalu menghargai siapa saja temanku bekerja,,,tapi sudahlah ,dalam hatiku aku sudah memaafkan mereka ,,dan sekarang aku coba bangkit dan melamar pekerjaan lain yg mungkin akan lebih baik,,,tuhan akan selalu melindunggi setiap umatnya ,,walau sekarang aku harus pontang-panting ,,harus melamar pekerjaan dan itu harus dimolai dari nol,,,tapi itu lebih baik dari pada saya terus bekerja dengan perasaan sakit dan tekanan,,,,yg aku harapkan hanya tuhan yg maha esa ,,,tuhan akan memberi ganti ,,,memberi gantinya yg lebih indah,,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*