Almanak Sabtu 27 Juni 2009:
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. (Mazmur 23:2-3)
Pada masa mudanya Daud adalah seorang gembala. Dia sangat menghayati hidup sebagai gembala. Dia sangat mencintai dan hidup bagi domba-dombanya itu, memperhatikan kebutuhan hidupnya, memimpinnya mengembara mencari padang rumput dan air, dan menjaganya dari serangan binatang buas dan perampok.
Dalam perjalanan hidupnya Daud menemukan bahwa Tuhan Allah juga bertindak bagaikan seorang gembala terhadapnya. Apa yang dilakukan Tuhan kepadanya persis dan bahkann melebihi apa yang dilakukan Daud dan para gembala lain kepada domba-dombanya. Sebab itulah Daud bermzmur memuji Tuhan sebagaimana kita baca dalam Mazmur 23 yang sangat indah dan menghibur itu.
Bagaimana dengan Saudara dan saya? Kemungkinan besar kita tidak memiliki latar belakang gembala atau dunia pertanian, apalagi di Timur Tengah, seperti Daud. Namun kita dapat menghayati ungkapan perasaan Daud itu. Tuhan juga memimpin kita ke masa depan cerah dan gemilang, memenuhi kebutuhan hidup kita, menjaga kita senantiasa.
Doa:
Ya Allah, Engkaulah Gembala kami. Engkau menuntun kami ke hidup yang sejahtera dan baik. Engkau menjaga dan melindungi kami. Engkau memenuhi segala yang kami perlukan. Sungguh, Engkaulah Tuhan, Pemimpin dan Gembala kami. Dalam tuntunanMu jiwa kami bahagia dan tenteram. Mulialah namaMu selama-lamanya dalam Kristus, Sang Gembala Agung, yang telah menyerahkan nyawanya demi hidup kami. AMIN.
Pdt Daniel T.A. Harahap
Kembali ke halaman depan:
Tuhanlah Gembalaku, Aku takkan kekurangan.
Ai na sian dia do hamu, pdt nami. Na marsahit do hamu na 3 ari on?
Daniel Harahap:
Saya baru dari Palembang membawa anak-anak pindah ke Serpong. Kemarin berangkat ke bandara Palembang pukul lima pagi. Di rumah baru belum ada koneksi internet.
Amang pandita molo naeng lao hamu to luar kota, marboa-boa amang asa unang sungkun2 hami. Ndang pola mangihut hami, annong tamba biaya muna. Horasma.
Selamat ya amang atas perpindahan keluarga, akhirnya keluarga amang kumpul kembali.
Protes sedikit nih kok amang bilang bawa anak2 pindah dari Palembang apa inang tidak ikut dibawa?????
IA membaringkan aku diladang yang berumput hijau
Ayat dan renungan ini benar-benar suatu hal yang sangat menenangkan jiwa, sebab dalam Dia tidak ada yang kurang. Bahkan Dia sebenarnya sudah mencukupkan kebutuhan hidup kita.
Hidup dan kehidupan ku, kuserahkan dalam tangan pengasihan Tuhan.
Doa : Ajar kami Tuhan utk senantiasa berserah dalam naungan kasih dan rahmat-Mu. Amin
Ai disarihon do sude angka naringkot di ngolu ku,
Dipasong do rohangkon, Dipadao sude angka parmaraan sian lambung hi
Mauliate ma di sude holongMi ale Amang Paredenggan Basa Namauliutus