Almanak Rabu 24 Juni 2009:
Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu. (Amsal 27:19)
Bagaimana caranya kita hendak mengetahui wajah sendiri? Bercermin. Dulu orang bercermin ke air bening dan sekarang ke cermin kaca. Bagaimana caranya mengetahui kepribadian dan kemanusiaan kita? Lihatlah ke hati sendiri.
Hati mencerminkan manusia itu sendiri, kata Amsal. Bukan wajah, penampilan fisik, atau harta milik, tetapi hati manusialah yang mencerminkan siapa sesungguhnya kita. Jika hati kita jorok atau jahat maka itulah kita. Jika hati kita tulus, bersih, baik dan pengasih, maka baiklah juga.
Namun tak banyak orang ingin memeriksa hatinya sendiri. Sebagian karena terlalu sibuk dan sebagian lagi mungkin karena takut mengetahui kebenaran. Sebagian lagi tak perduli. Sebagaimana ada saja orang yang tidak suka bercermin memeriksa wajahnya maka lebih banyak lagi yang tidak suka bercermin ke hatinya. Artinya: tidak mau memeriksa diri, kepribadian dan kemanusiaannya dan karena itu tidak tahu siapa dia sesungguhnya.
Namun masih ada lagi cermin yang lebih baik: salib kasih Kristus. Dalam Dia kita melihat diri kita yang sesungguhnya, yang dicintai dan ditebus Allah.
Doa:
Ya Allah, ajarlah kami memeriksa dan mengenali diri kami yang sesungguhnya. Bersihkanlah hati kami. Murnikanlah motivasi-motivasi dalam diri kami. Namun Engkau memberi kami sebuah cermin lagi yang lebih bening: salib anakMu Yesus Kristus. Dalam Dia yang mati dan bangkit itu kami melihat diri kami yang sesungguhnya, yang berdosa namun dibenarkan dan dikasihi Allah. Mulialah namaMu selama-lamanya. AMIN.
Pdt Daniel T.A. Harahap
Share on Facebook
Mari kita undang Tuhan Yesus untuk selalu berada di dalam hati kita, niscaya sifat,sikap dan perilaku kita akan selalu terjaga dengan baik.
iya..ya.. amang….thx atas renungan hari ini. Selamat pagi!
Doa ku:
“Bapa .. sentuh hati ku .. ubah hidup ku .. menjadi yang baru..
Bapa .. ajar ku mengerti .. sebuah kasih.. yang selalu mengenali diri ..
Agar salib MU menjadi cermin terhadap perbuatan ku .. Amin..”
Terima Kasih Amang untuk firman hari ini yang boleh mengajarku untuk tetap bercermin sehingga boleh tetap mengenal diri dan berjalan di JalanMu.
AjarKu untuk tetap berjalan dan bercermin melalui salibMu.
Semoga kita semua bisa menjadi prisma ilahi: membiaskan cahaya Kristus menjadi pelangi puspa warna.
Memang benar Amang sulit untuk melihat diri sendiri, apalagi kita orang Batak sude do raja. Ada pepatah orang Batak mengatakan seperti indahan di balanga yang diartikan sangat terbuka, karena semuanya terlihat, sebenarnya tdk jika di lihat dari bawah. Ada juga yang membilang seperti kapas yang di letakkan didalam kaca, kita bisa melihat dari arah mana saja. Bagaimana kita bisa melihat hati kita sendiri, jika kita tidak bisa menempatkannya seperti kapas?. Orang bijak juga membilang bahwa mendengar adalah salah satu kunci untuk berkomunikasi, mungkin bisa kita pakai untuk mengoreksi diri, jika Sdr, Teman dsb memberikan masukan kepada diri sendiri, namun sering kita lupakan karena tidak mau mendengar.
Menarik sekali, hati senantiasa mengingatkan kita, membunyikan alarm peringatan atas tindakan yang tidak atau kurang sesuai dengan norma-norma yang ada. hal yang sering bikin gundah adalah ketika hati bersinggungan dengan rasio, yang mengakibatkan pilihan yang sulit untuk membuat keputusan.
Saat ini aku melihat kecermin, ku lihat wajah yang sedih..Tuhan, beri aku kekuatan menghadapi semua ini…bersihkan hatiku, jangan biarkan tumbuh kesedihan, kemalasan, putus asa karena pergumulanku ini..ajari aku untuk mampu berserah kepada KehendakMu, amin.
mauliate amang renungan muna i. mansai hona do tu parngoluan saonari on. horasma.
Hati adalah pemberian sang Khalik yang paling suci, indah dan mulia
Dia ada disetiap insan, dia akan selalu jujur meski si empunya jahat dan kejam
Dia takkan pernah padam meski gelap menyelimuti.
Jangan relakan hatimu terpolusi oleh kedengkian, kenistaan kemunafikan dan kejahatan
Hatimu adalah cerminan dirimu
Berkacalah maka kau akan temukan siapa sesungguhnya dirimu……
Ini adalah cuplikan dari puisi antah siapa yg mengarang, kebetulan aku baru tadi siang membaca iseng yg dimiliki seorang teman.
Sulingkiti ma rohangku ale Tuhan…..anggiat tama ma pangalhong ku di jolo ni natorop , tarlumobi ma di joloMi na gabe las ni rohaMi ale Debata hu.
thank