Almanak Senin 22 Juni 2009:
Sungguh, Allah itu keselamatanku; aku percaya dengan tidak gementar, sebab TUHAN ALLAH itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku. Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan. (Yesaya 12:2-3)
Apakah keselamatan? Mungkin baik kita bertanya ulang: apakah makna kata keselamatan yang sangat sering kita ucapkan atau dengarkan, atau baca, sebagai orang-orang kristen? Secara umum boleh dikatakan sebagian besar orang kristen mengartikan keselamatan dengan hidup sesudah mati, masuk sorga, atau hidup selama-lamanya. Pengertian itu tidak salah, karena keselamatan memang mencakupnya. Namun tidak hanya itu.
Keselamatan artinya hidup dalam damai sejahtera atau syalom Allah. Damai sejahtera atau syalom atau keselamatan dari Allah mencakup: sukacita dan bahagia, perlindungan, pengampunan, pendamaian, pembaharuan, kepenuhan dan kesejahteraan hidup di dunia ini, kini dan disini. Juga nanti dan di sana, sampai selama-lamanya. Dan keselamatan semacam itu hanya dapat diperoleh dalam Allah.
Sebab itulah nabi Yesaya bermazmur memuji-muji Allah, sumberdan pokok keselamatannya. Nabi Yesaya bukan hanya bersyukur karena nanti sesudah mati dia hidup sentosa di sorga mulia bersama Allah, tetapi juga karena sekarang dia juga hidup sentosa di dunia bersama Allah itu. Keselamatan Allah itu bagaikan mata air jernih yang memancar untuk menghidupkan dan menyegarkan jiwa. Dan nabi Yesaya mengajak umat bergiran menimba air dari sumur keselamatan itu.
Doa:
Ya Allah, Engkaulah pokok dan sumber keselamatan kami. Dalam Engkau kami hidup aman dan tenteram, sejahtera dan bahagia. Engkaulah pengampunan, penebusan dan pembaharuan hidup kami. Biarlah kami mensyukuri keselamatan yang Kauanugerahkan dalam Kristus PutraMu dengan menjaga hidup kami benar dan baik. AMIN.
Pdt Daniel T.A. Harahap
Share on Facebook
Terimakasih Tuhan untuk keselamatan yang Kau anugerahkan kepada kami, biarlah kami boleh lebih mengerti dan berjalan sesuai dengan jalanMu.
salam kenal ruma metmet…
Tuhan memberkati
Amin, amin, amin. Demikianlah kebaikan dan kemurahan Tuhan belaka mengikuti aku, menyongsong aku, dan menyertai aku setiap hari selama hidupku. Dan aku akan diam di rumah Tuhan selama-lamanya.
Saya yakin semua pengunjung ruma ini mengharapkan seperti nabi Yesaya hidup sentosa di sorga bersama Allah Bapa tapi sebelum kesana pastinya kita didunia juga ingin hidup damai sejahtera, kita memperoleh hal itu tentu dgn ketaatan yg sungguh kepada aturan2 yg ada dilingkungan kita masing2.
Ada yg lucu hari ini di kantorku, tadi pagi kami apel dalam rangka ulang tahun ibukotaku yg ke 482 thn, semua karyawati wajib memekai kebaya encim dan prianya pakai baju koko9 tiba2 saja semua orang berubah menjadi orang Betawi), waktu ada instruksi dari gubernur kami semua bersungut2 terbayang hal yg amat merepotkan , sudah berangkatnya lebih pagi blm lagi naik angkot krn bersarung ria, tetapi kami mencoba patuh (tdk ada pilihan) ternyata….. pas upacara lucu juga jadinya krn hal ini baru pertama kali, inilah rangkaian puncak acara setelah banyak acara2 seblmnya( beberapa hari yg lalu diadakan donor darah) dari 900 org karyawan hanya 100an yg mau mendonorkan darahnya dan diantara temanku yg HKBP 18 org hanya kami berdua yg ikutan( padahal berdua ini termasuk sdh agak tua).
Begitulah amang dan kawan2 sekalian setelah renungan di ruma metmet agak tersendat beberapa hari ini, eh…pagi ini sudah muncul buat menyegarkan jiwa2 yg menginginkannya dan pagi ini aku berkomentar teantang apa yg terlintas di hati ini. Mauliate ma berkali2 untuk amang panditanami, nga mulai rapi be ra ate amang alani parpindaanmuna dang pola ro hami mangurupi….!
Hanya Yesus lah sumber keselamatan di dunia dan di akhirat selamanya.