Roh Kudus Bagai Hujan Lebat

June 18, 2009
By Daniel T.A. Harahap

Almanak Kamis 18 Juni 2009:

“Sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus, dan hujan lebat ke atas tempat yang kering. Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas keturunanmu, dan berkat-Ku ke atas anak cucumu. ” (Yesaya 44:3)

Bayangkanlah suatu tanah kering dan gersang yang haus akan air. Atau suatu musim kemarau panjang yang membuat tanah retak dan pecah karena rindu air. Namun bayangkanlah tiba-tiba turun hujan lebat membasahi, mengairi dan meresapi tanah itu. Apa yang terjadi? Tanaman kembali bertunas hijau. Udara kembali segar. Kehidupan pulih. Seperti itulah nabi Yesaya melukiskan Roh Kudus: hujan lebat yang turun ke tanah yang kering dan tandus.

Dengan lukisan hujan lebat itu nabi Yesaya menggambarkan peran Roh Kudus yang diberikan Allah kepada umatNya, yaitu: menghidupkan dan memulihkan. Kita tahu tanpa air tanah dan semua yang tumbuh dan binatang di atasnya akan mati. Seperti itu jugalah manusia dan bumi tanpa RohKudus.

Ada saat kita mengalami hidup kita juga seperti tanah kering atau tanah haus di musim kemarau panjang itu dan kita benar-benar merindukan hujan lebat.  Kita butuh Roh Kudus menghidupkan kembali hati kita yang kering kerontang dan gersang itu. Sebab itulah marilah berdoa bersama sang pemazmur: Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair. (Mazmur 63:2).

Doa:
Ya Roh Kudus, turunlah bagaikan hujan lebat. Basahilah hati dan jiwa kami, hidupkanlah kembali kami. Biarlah jiwa kami kembali hidup dan segar karena RohMu datang dan kami bersorak-sorai memuji dan memuliakan Alllah kami dalam Kristus. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

15 Responses to Roh Kudus Bagai Hujan Lebat

  1. Waspada Marbun on June 18, 2009 at 9:07 am

    Amang Pdt DAT, dari nats diatas jelas terbaca bahwa mecurahkan roh kudus ke keturunanmu dan berlaku ke anak cucumu. Apakah bisa kita artikan ke anak cucu Bangsa Israel, atau bangsa Jahudi?, apakah kita termasuk didalamnya?. Sering kita melihat jika seseorang mengalami goncangan hidup, dia semakin jauh dari Tuhan walaupun sebenarnya dia meminta kedatangan roh kudus, mungkin tidak hanya cukup berdoa namun menyatakannya dengan perbuatan. Oh Ya minggu yang lalu saya berkunjung ke Jerusalem, dan melihat di Jerusalem yang lama yayitu didalam tembok dimana Bail Allah dulunya ada 3 agama, Kristen, Islam dan Jahudi, dan mereka rukun dan damai, yang patut di contoh. Pilgrimates ke Jerusalem sangat indah dan jika ada kesempatan ingin saya kembalai melihat Holy Land.

  2. abrianto nababan on June 18, 2009 at 10:08 am

    Apalagi yang membuat kita ragu…??? jawabannya tidak ada….haleluyah puji Tuhan….

  3. Nainggolan Prabu on June 18, 2009 at 10:18 am

    Amin. Hujan memang menyejukkan. Demikian juga Roh kudus. Kehadirannya dalam hidup dan kehidupan ini sangat menyejukkan, karena atas kebaikannya sebagai pendamping yang sangat setia, kami masih boleh melihat dan menikmati segala karunianya hari ini.

    Ya…Hujan sehari bisa menghapus kemarau setahun.Demikian juga Roh Kudus yang menhalau semua petaka dari kehidupan ini, karena dia setia bagi setiap orang percaya. Syalom.

  4. Jansen H. Sinamo on June 18, 2009 at 11:35 am

    Menurut ilmu cuaca (klimatologi) total air di Bumi tidak pernah berubah sejak purbakala; ia hanya bersirkulasi. Jadi, air yang pernah diminum atau dipakai mandi oleh Adam dan Abraham atau Yesaya dan Yesus, itu juga yang kita minum dan kita pakai mandi sekarang.

    The point is: air itu abadi menghidupi kita dalam kedinamisannya; analog dengan itu: roh Tuhan itu kekal menghidupi kita dalam kedinamisan-Nya.

    Biarlah roh-Nya berdetak dalam tubuhku detik demi detik hingga Omega.

  5. Erpesim on June 18, 2009 at 11:41 am

    Amin,Ya Roh Kudus Sang penolong.Aku membutuhkan kehadiran Mu disetiap aspek hidup ku.Peganglah tanganku,segarkanlah jiwaku dan tuntunlah hidupku.

  6. Friska pardede on June 18, 2009 at 12:41 pm

    Hatiku tidak gersang lagi apalagi ada ruma metmet yang memberikan wadah yang sangat baik untuk membuatnya menjadi segar.

    Doaku: Terima kasih Bapaku di sorga yang telah memberikanku kesehatan yang prima hari ini sehingga keinginanku untuk menyumbangkan sedikit darah yang Engkau berikan padaku bisa kusumbangkan kepada sesamaku setelah 2 bln yang lalu gagal karena darah rendah yg memang sering kualami, biarlah sampai kapanpun rutin kulakukan juga kedua anakku yg sudah dewasa menjadi berkat buat orang lain dan buat keluargaku , amin

    Ngomong2 kemarin ko ga ada renungannya amang! mudah2an hanya halangan biasa bukan halangan yg menyusahkan

  7. Hedmon Tampubolon on June 18, 2009 at 1:08 pm

    Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair demikian sebenarnya hati kita, jauh didalam lubuk hati ada kerinduan yg tidak dapat kita pahami. Namun karena kesibukan dunia, selalu tidak kita sadari hal tersebut.

    Ajar kami Tuhan untuk lebih lagi memenuhi kerinduan kami tersebut.

    Doa : beri hati yang sungguh mencari Tuhan.

  8. Mangara Pakpahan on June 18, 2009 at 1:09 pm

    Roh Kudus…. Roh yang menyejukkan hati…
    Sehingga jiwa kita tak kehausan lagi…..

  9. florasilaban on June 18, 2009 at 1:18 pm

    Tuhan Yesus yang baik curahkanlah RohMU kepadaku agar aku dapat melakukan hal-hal yang baik dan semakin dikuatkan untuk menjalani pelayanan dihari-hari yang akan datang.

  10. Jan Winner Sinaga on June 18, 2009 at 1:20 pm

    Biarlah Roh Kudus membimbing, mengajari dan memberi kami ketenangan dan kekuatan dalam menghadapi hidup ini. Terimakasih Tuhan.

  11. Meb on June 18, 2009 at 2:13 pm

    Seperti apa hidup yang kering dan kerontang itu?
    Hidup tanpa berbagi, hidup tanpa perbuatan yang bermanfaat bagi sesama manusia,, hidup tanpa kehidupan!
    so… lakukan hal-hal yang perlu untuk membuat hati yang teduh dan subur, dan hiduplah dengan kehidupan yang penuh..
    Horas! :)

  12. Beben Sihombing (YBSS) on June 18, 2009 at 4:46 pm

    Terima kasih Bapa yang di surga, atas segala berkat dan kemurahan hatiMU, terima kasih atas pekerjaan-pekerjaan yang saya terima, dan terima kasih juga atas kekuatan yang KAU berikan untuk menerima berita sedih minggu ini. ya Bapa, berilah kekuatan kepada anakku tercinta, agar dia tabah menerima kegagalannya, sehingga dia tetap tegar, dan berhasil bangkit, terima kasih ya Bapa atas kasihMU kepada anakku itu, terima kasih atas segalanya, dan sekali lagi terima kasih atas Roh KudusMU, dalam nama Yesus Kristus, amin.

  13. Leony on June 18, 2009 at 8:01 pm

    Kiranya Allah memberi berkat berkelimpahan pada kita melalui Roh Kudus yang menjadi penuntun hidup kita. Jangan abaikan suara Tuhan melalui Roh KudusNya yang senantiasa membimbing kita menuju hidup berkelimpahan… Kita semua pasti akan dimampukan dalam segala hal oleh karena Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus……………..

  14. Lala on June 18, 2009 at 9:44 pm

    Roh Kudus..Baharui terus hidupku,biarlah aku semakin menjadi seperti yang Dia ingini..amin.

  15. hotlas on June 19, 2009 at 10:16 am

    Berarti sejak dahulu memang sudah ada roh kudus..

    namun resminya ketika Tuhan Yesus naik ke Surga

    Sungguh besar dan Mulialah Allah kita…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*