Almanak Senin 15 Juli 2009:
“Barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.” ” (Yohanes 4:14)
Di Timur Tengah kuna juga sekarang air sangat langka. Mata air atau sungai sangat jarang ditemukan seperti di desa-desa Indonesia. Padahal tanpa air manusia siapapun juga akan kehausan dan mati. Sebab itu kebutuhan dan penghargaan akan air bersih yang dapat diminum sangat dipahami dan dihayati.
Yesus memakai kondisi kelangkaan air itu untuk menyampaikan pesanNya. Dialah sumber air atau sumber hidup. Barang siapa yang datang kepada Yesus tidak akan kehausan lagi dan tidak akan mati. Dia memberikan kepada orang-orang yang datang kepadaNya air, yang akan menjadi sumber dan mata air yang terus-menerus memancar dan tidak pernah kering dalam diri orang itu. Air semacam apakah yang diberikan Yesus disini? Atau apakah maksud Yesus sebenarnya dengan air itu?
Yang dimaksudkan Yesus dengan air disini adalah persekutuan denganNya, anugerah keselamatan dan Roh Kudus. Itulah yang menghidupkan orang-orang beriman dan membuat kita tidak pernah haus lagi. Bahkan itulah yang menjadi sumur, sungai, mata air membual dalam diri kita. Persekutuan dengan Yesus, anugerah keselamatan dan Roh Kudus bagaikan mata air yang tidak pernah kering dalam diri kita, menghidupi, mengairi dan menyuburkan hidup kita. Sumber inspirasi dan motivasi, sumber kekuatan, dan sumber kebahagiaan kita yang abadi.
Doa:
Terima kasih Allah, sebab Engkau telah menganugerahkan kami persekutuan dengan anakMu, keselamatan dan Roh Kudus. Kami tidak akan pernah kehausan atau mati kekeringan. Sungguh Engkau telah menjadi sumber kehidupan, mata air yang tidak pernah kering dalam hidup kami. Terpujilah Engkau selamanya, ya Yesus. AMIN.
Pdt Daniel T.A. Harahap
Kembali ke halaman depan:
Amin…
Daniel Harahap:
Saya dapat kabar dari Pdt Aldemak Simanjuntak HKBP Taman Adiyasa Cikasungka bahwa kiriman sudah sampai. Terima kasih banyak. Semoga tetap menjadi sumber mata air bagi jemaat yang membutuhaknnya.
Doa ku:
“Isilah hidupku Tuhan dengan air kehidupanMu, agar hidupku tidak ketergantungan dengan air yang bersifat sementara dari dunia ini.
Penuhi hatiku Tuhan dengan kasihMu, agar jalan ku dapat tertuju untuk meraih cinta kasihMu sehingga dengan demikian hidup ku mampu memancarkan air kehidupan yang telah Engkau berikan bagi sesama ku. Amin”
Engkaulah Allah Sumber Kehidupanku..Engkau selalu mencukupkan yang ku butuhkan,aku tak akan pernah kekurangan,sbab Allah memeliharaku. Ajari aku senantiasa tahu mengucap syukur. Terpujilah Engkau Bapa,Anak, dan Roh Kudus..amin.
Mauliate amang !
Selamat pagi amang!
air kehidupan itu telah menjadi energy dalam hidupku… dan aku masih mau lagi….
Horas amang DTA, sdh lama aku mengikuti renungan yg amang buatkan utk umat yg mengakses rumametmet ini. namun renungan x ini ada kalimat yg kurang jelas ku mengerti amang : Bahkan itulah yg menjadi sumur, sungai, mata air membual dalam diri kita. Tolong amang di perjelas maksd membual dalam diri kita pada kalimat ini. Mauliate.
Daniel Harahap:
Membual maksudnya : meluap, memancar, mengalir deras. :-)
Mauliate ma amang DTA sdh jelas dimengerti, Tuhan memberkati kita.
Luar biasa…ternyata Dialah sumber mata air yang tak pernah kering itu…