<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Pesta Kedua ala HKBP</title>
	<atom:link href="http://rumametmet.com/2009/06/01/pesta-kedua-ala-hkbp/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rumametmet.com/2009/06/01/pesta-kedua-ala-hkbp/</link>
	<description>Pdt Daniel Taruli Asi Harahap</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 May 2012 09:27:24 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.4</generator>
	<item>
		<title>By: Albert_Siregar</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/06/01/pesta-kedua-ala-hkbp/comment-page-1/#comment-22410</link>
		<dc:creator>Albert_Siregar</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Jun 2010 04:02:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2226#comment-22410</guid>
		<description>Horasma dihita sude...
Molo hujahado akka natarsurat digijjang, tung mansai marsisirdo imbulukku, boasa ninna hamuma : Alana rap sudedo mulai sian pandita, parhalado dohot ruas mamboto akka kejadian i, jala sudedo dang lomo rohana dihari kedua i sepi sepi margareja, alai molo didok rupani adong sibahason mengenai peraturan dohot akka nasing mengenai dunia, jala didok muse disediakan makan malam,,, bah.... hatop hian ro, sms tu sms pe dang marna so, kadang-kadang 5 sappe 6 onom sms masuk dengan berita yg sama tanpa ada yg menyuruh, jala nijawab doon jala nitambaan muse akka komentar ( SMS A )
hape molo sms paingothon tu gareja ari paduahoni adongdo? palingmara molo mandapot sms iba dijawab dengan OK atau OK TKS, tanpa ada kalimat lain. (SMS B )

Dison pandapothu bahwa
( SMS A) seseorang itu berkerinduan dan ingin terlibat makanya dia respon sms tadi dengan kalimat tambahan kemudian mengirimkan ketemannya yg lain agar ikut juga.
( SMS B ) molo hukaitkan on tu (SMS A) berarti................seseorang itu kurang rindu... hehehe.. maaf 

Dison adong tugas pemikiran : 
1. Bagaimana menciptakan agar seperti (SMS A)
2. Bagaimana membuat (SMS B) supaya menjadi (SMS A)

Pertanyaan :
1. Tugas siapakah ad.2 diatas ???
2. Apakah harus melihat aturan organisasi ? ckckckckck</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Horasma dihita sude&#8230;<br />
Molo hujahado akka natarsurat digijjang, tung mansai marsisirdo imbulukku, boasa ninna hamuma : Alana rap sudedo mulai sian pandita, parhalado dohot ruas mamboto akka kejadian i, jala sudedo dang lomo rohana dihari kedua i sepi sepi margareja, alai molo didok rupani adong sibahason mengenai peraturan dohot akka nasing mengenai dunia, jala didok muse disediakan makan malam,,, bah&#8230;. hatop hian ro, sms tu sms pe dang marna so, kadang-kadang 5 sappe 6 onom sms masuk dengan berita yg sama tanpa ada yg menyuruh, jala nijawab doon jala nitambaan muse akka komentar ( SMS A )<br />
hape molo sms paingothon tu gareja ari paduahoni adongdo? palingmara molo mandapot sms iba dijawab dengan OK atau OK TKS, tanpa ada kalimat lain. (SMS B )</p>
<p>Dison pandapothu bahwa<br />
( SMS A) seseorang itu berkerinduan dan ingin terlibat makanya dia respon sms tadi dengan kalimat tambahan kemudian mengirimkan ketemannya yg lain agar ikut juga.<br />
( SMS B ) molo hukaitkan on tu (SMS A) berarti&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.seseorang itu kurang rindu&#8230; hehehe.. maaf </p>
<p>Dison adong tugas pemikiran :<br />
1. Bagaimana menciptakan agar seperti (SMS A)<br />
2. Bagaimana membuat (SMS B) supaya menjadi (SMS A)</p>
<p>Pertanyaan :<br />
1. Tugas siapakah ad.2 diatas ???<br />
2. Apakah harus melihat aturan organisasi ? ckckckckck</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: binsar paasaribu</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/06/01/pesta-kedua-ala-hkbp/comment-page-1/#comment-21574</link>
		<dc:creator>binsar paasaribu</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 May 2010 04:44:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2226#comment-21574</guid>
		<description>Aku juga bingung neh bang (status kesenioran) kalau memang Pentakoste itu diadakan dua kali dan Indonesia telah mengakui bahwa Kristen agama yang legal kenapa hingga saat ini tidak ada pemberlakuan hari Libur pada perayaan pesta kedua pentakoste? Salah satu yang perlu disikapi dengan bijak menurutku: sebab mengapa kita membuat pentakoste II itu menjadi peribadahan sedangkan jemaat yang datang aja tidak ada (saya melayani di HKBP Efrata Res Palembang). Sehingga untuk hari senin besok di sini tidak ada ibadah. padahal HKBP mengadakan persembahan ke JPIC. Kalau memang ibadah itu seperti yang dikatakan oleh Amang Pdt. Rahman Tua Munthe, maka perlu adanya sikap yang tegas: apakah ibadah pentakoste II itu hanya dilakukan di daerah Tapanuli (HKBP Berkembang) atau memang harus ada wacana yang dilampirkan kepada Menteri Agama selaku HKBP telah diakui pendiriannya dan legalitasnya pada tanggal 11 Juni 1931. Salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Aku juga bingung neh bang (status kesenioran) kalau memang Pentakoste itu diadakan dua kali dan Indonesia telah mengakui bahwa Kristen agama yang legal kenapa hingga saat ini tidak ada pemberlakuan hari Libur pada perayaan pesta kedua pentakoste? Salah satu yang perlu disikapi dengan bijak menurutku: sebab mengapa kita membuat pentakoste II itu menjadi peribadahan sedangkan jemaat yang datang aja tidak ada (saya melayani di HKBP Efrata Res Palembang). Sehingga untuk hari senin besok di sini tidak ada ibadah. padahal HKBP mengadakan persembahan ke JPIC. Kalau memang ibadah itu seperti yang dikatakan oleh Amang Pdt. Rahman Tua Munthe, maka perlu adanya sikap yang tegas: apakah ibadah pentakoste II itu hanya dilakukan di daerah Tapanuli (HKBP Berkembang) atau memang harus ada wacana yang dilampirkan kepada Menteri Agama selaku HKBP telah diakui pendiriannya dan legalitasnya pada tanggal 11 Juni 1931. Salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tohonan panjaitan</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/06/01/pesta-kedua-ala-hkbp/comment-page-1/#comment-12253</link>
		<dc:creator>tohonan panjaitan</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jun 2009 05:05:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2226#comment-12253</guid>
		<description>Sedikit cerita pribadi. 
Kebetulan saya salah seorang organis di gereja kami di Batam. Jujur aja, kalau &quot;pesta&quot; padouahon dilaksanakan jam kerja, saya tidak pernah mau kalau ditugasi jadi organis. Tapi kalau kebaktiannya malam, saya biasanya mau, tapi lebih senang kalau ada rekan organis yang lain yang bertugas, ha3. 
Kalau kebaktian minggu biasa, walau halangan apa pun biasanya sebisanya saya tetap gereja, apalagi kalau lagi bertugas organis. KAlau gak bisa geraja pagi, ya siang, atau sore. Tapi kalau udah kebaktian pesta paduahon (catatan : kalau kebaktiannya malam, bukan jam kerja) kalau bisa, saya datang, kalau ada halangan, walaupun halangannya tidak terlalu penting, saya gak datang, ha3. 

Biasanya di gereja kami, kalau kebaktian paduahon pada jam kerja, organisnya gak ada, karena organis lebih memilih kerja atau sekolah bagi yang masih sekolah. Karena bagi saya &quot;kerja juga ibadah&quot; (tolong koreksi amang kalau saya salah).
Jadi kalau pesta paduahon tetap mau dipertahankan, sebaiknya dilaksanakan pada malam hari.
Tapi sebenarnya saya lebih memilih pesta paduahon ditiadakan. Apalagi, ternyata pesta paduohon itu hanya berlaku di HKBP.

Tapi, bagaimana pula dengan tardidi yang biasanya dilaksanakan pada pesta paduahon Natal dan pesta paduahon Paskah?
Jadi bingung pula aku ini, kebetulan boruku tardidi pada pesta paduahon Natal....

Kemudian, kenapa disebut &quot;PESTA&quot;? Mohon penjelasannya juga amang.

Maaf, sedikit lari dari topik pesta paduohon, ini tentang pesta parjolo. Harapan aja kepada pendeta HKBP, mohon persiapan khotbah untuk kebaktian pesta ini (Natal, Paskah, Pentakosta) dimaksimalkan. Sebaiknya baca literatur yang banyak yang berhubungan dengan suasana pestanya, sangat baik kalau disertai cerita2 (tentunya cerita yang ada hikmahnya) yang berhubungan dengan suasana pesta itu. Karena sering kalau udah pesta begini, di awal2 kebaktian, parhalado menyambut dengan semangat dan ucapan selamat natal, paskah, dll, acaranya juga dibuat khusus dan dicetak, eh... pas giliran khotbah, gak kelihatan khotbahnya disiapkan untuk menyambut pesta itu. 
Apalagi kalau Natal, berhubung lagunya enak2, jangan sampai jemaat lebih senang waktu nyanyiin lagu natalnya (klimaks) daripada dengarin khotbah natalnya (anti klimaks).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sedikit cerita pribadi.<br />
Kebetulan saya salah seorang organis di gereja kami di Batam. Jujur aja, kalau &#8220;pesta&#8221; padouahon dilaksanakan jam kerja, saya tidak pernah mau kalau ditugasi jadi organis. Tapi kalau kebaktiannya malam, saya biasanya mau, tapi lebih senang kalau ada rekan organis yang lain yang bertugas, ha3.<br />
Kalau kebaktian minggu biasa, walau halangan apa pun biasanya sebisanya saya tetap gereja, apalagi kalau lagi bertugas organis. KAlau gak bisa geraja pagi, ya siang, atau sore. Tapi kalau udah kebaktian pesta paduahon (catatan : kalau kebaktiannya malam, bukan jam kerja) kalau bisa, saya datang, kalau ada halangan, walaupun halangannya tidak terlalu penting, saya gak datang, ha3. </p>
<p>Biasanya di gereja kami, kalau kebaktian paduahon pada jam kerja, organisnya gak ada, karena organis lebih memilih kerja atau sekolah bagi yang masih sekolah. Karena bagi saya &#8220;kerja juga ibadah&#8221; (tolong koreksi amang kalau saya salah).<br />
Jadi kalau pesta paduahon tetap mau dipertahankan, sebaiknya dilaksanakan pada malam hari.<br />
Tapi sebenarnya saya lebih memilih pesta paduahon ditiadakan. Apalagi, ternyata pesta paduohon itu hanya berlaku di HKBP.</p>
<p>Tapi, bagaimana pula dengan tardidi yang biasanya dilaksanakan pada pesta paduahon Natal dan pesta paduahon Paskah?<br />
Jadi bingung pula aku ini, kebetulan boruku tardidi pada pesta paduahon Natal&#8230;.</p>
<p>Kemudian, kenapa disebut &#8220;PESTA&#8221;? Mohon penjelasannya juga amang.</p>
<p>Maaf, sedikit lari dari topik pesta paduohon, ini tentang pesta parjolo. Harapan aja kepada pendeta HKBP, mohon persiapan khotbah untuk kebaktian pesta ini (Natal, Paskah, Pentakosta) dimaksimalkan. Sebaiknya baca literatur yang banyak yang berhubungan dengan suasana pestanya, sangat baik kalau disertai cerita2 (tentunya cerita yang ada hikmahnya) yang berhubungan dengan suasana pesta itu. Karena sering kalau udah pesta begini, di awal2 kebaktian, parhalado menyambut dengan semangat dan ucapan selamat natal, paskah, dll, acaranya juga dibuat khusus dan dicetak, eh&#8230; pas giliran khotbah, gak kelihatan khotbahnya disiapkan untuk menyambut pesta itu.<br />
Apalagi kalau Natal, berhubung lagunya enak2, jangan sampai jemaat lebih senang waktu nyanyiin lagu natalnya (klimaks) daripada dengarin khotbah natalnya (anti klimaks).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Daniel</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/06/01/pesta-kedua-ala-hkbp/comment-page-1/#comment-11773</link>
		<dc:creator>Daniel</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 07:56:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2226#comment-11773</guid>
		<description>Gereja lain yang punya pesta kedua selain HKBP saya tidak tahu.

Tapi dalam tradisi Katolik dikenal &quot;Oktaf&quot; (pesta seminggu berturut-turut) yaitu pada hari Natal dan Paskah.

Selama seminggu itu kemeriahan ditambahkan pada Misa hari biasa dengan Gloria in excelsis Deo dan Pengakuan Iman dinyanyikan, atau prakteknya sekedar diucapkan, dan pada oktaf Paskah madah Victimae Paschali Laudes dapat dinyanyikan atau diucapkan sebelum Evangelium. Dan secara fakultatif juga dikenal Oktaf Pentakosta, yang belakangan ini relatif tergantikan oleh Novena Pentakosta.

Rasanya Gereja-gereja Lutheran terutama yang konfessional juga masih merayakan Oktaf-oktaf itu. 

(Note: pesta oktaf itu biasanya juga tidak populer di kalangan jemaat gereja-gereja di atas)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Gereja lain yang punya pesta kedua selain HKBP saya tidak tahu.</p>
<p>Tapi dalam tradisi Katolik dikenal &#8220;Oktaf&#8221; (pesta seminggu berturut-turut) yaitu pada hari Natal dan Paskah.</p>
<p>Selama seminggu itu kemeriahan ditambahkan pada Misa hari biasa dengan Gloria in excelsis Deo dan Pengakuan Iman dinyanyikan, atau prakteknya sekedar diucapkan, dan pada oktaf Paskah madah Victimae Paschali Laudes dapat dinyanyikan atau diucapkan sebelum Evangelium. Dan secara fakultatif juga dikenal Oktaf Pentakosta, yang belakangan ini relatif tergantikan oleh Novena Pentakosta.</p>
<p>Rasanya Gereja-gereja Lutheran terutama yang konfessional juga masih merayakan Oktaf-oktaf itu. </p>
<p>(Note: pesta oktaf itu biasanya juga tidak populer di kalangan jemaat gereja-gereja di atas)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sam</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/06/01/pesta-kedua-ala-hkbp/comment-page-1/#comment-11741</link>
		<dc:creator>sam</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 00:39:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2226#comment-11741</guid>
		<description>Songon na menarik do tutu hal on, ala memang dao do otik na dohot di &quot;pesta paduahon &quot;  di jabodetabek on. Alai molo di hutata an attar lumayan do na ro,. ALAI tong do dang sa godang ni Ari pertama i. 

Jadi molo saroha do (Alai tetap do Tuhan yg berkenan) tetap ma adong Peta II uang pola di hapus, alai dang pola be ra ikkon wajib sude gereja Secaara National melaksankanhon na. Tergantung situasi pada saat i ma. 
Boi ma wilayah2 na so memungkinan dang pola ikkon ikkon wajib di gereja.

Boi ma Pesta II dalam bentuk na lain. - contohnya 1. di bagi acara sian gereja songon berupa acara na di lehon tu tiap2 keluarga asa melaksanakan ibadah di rumah masih2 (songon acara malam tahun Baru).
2. tergantung situasi masing2 wilayah ma, 

Peeta II tetap ada alai bentuk na ma ne beda. Alai Manang dia pe Ikkon na berkenan diroha ni Kristus Ama I.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Songon na menarik do tutu hal on, ala memang dao do otik na dohot di &#8220;pesta paduahon &#8221;  di jabodetabek on. Alai molo di hutata an attar lumayan do na ro,. ALAI tong do dang sa godang ni Ari pertama i. </p>
<p>Jadi molo saroha do (Alai tetap do Tuhan yg berkenan) tetap ma adong Peta II uang pola di hapus, alai dang pola be ra ikkon wajib sude gereja Secaara National melaksankanhon na. Tergantung situasi pada saat i ma.<br />
Boi ma wilayah2 na so memungkinan dang pola ikkon ikkon wajib di gereja.</p>
<p>Boi ma Pesta II dalam bentuk na lain. &#8211; contohnya 1. di bagi acara sian gereja songon berupa acara na di lehon tu tiap2 keluarga asa melaksanakan ibadah di rumah masih2 (songon acara malam tahun Baru).<br />
2. tergantung situasi masing2 wilayah ma, </p>
<p>Peeta II tetap ada alai bentuk na ma ne beda. Alai Manang dia pe Ikkon na berkenan diroha ni Kristus Ama I.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

