Sekarang Atau Tidak Selamanya
Almanak Jumat 29 Mei 2009:
Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepadaNya selama Ia dekat. (Yesaya 55:6)
Apakah yang akan kita katakan tentang waktu? Pertama-tama waktu menunjuk kepada hari, minggu, bulan, dan tahun. Lebih rinci waktu menunjuk kepada jam, menit dan atau detik atau sepersekian detik. Namun bagi kita umumnya waktu tertentu itu semua mengacu kepada kehidupan, aktifitas dan peristiwa tertentu dalam hidup kita. Tanpa aktifitas atau peristiwa kehidupan pembahasan tentang waktu hampir tidak berarti bagi banyak orang. Makin maju seseorang atau sekelompok orang makin tinggi pula kesadarannya akan waktu.
Penulis Alkitab juga sangat serius berbicara tentang waktu. Semua peristiwa dalam Alkitab selalu memiliki perspektif waktu. Tuhan Allah menciptakan manusia pada hari keenam dan beristirahat pada hari ketujuh. Umat Israel mengembara di padang gurun empat puluh tahun. Yesus lahir pada pada pemerintahan Kaisar Agustus dan mati disalibkan pukul tiga petang. Dia bangkit pada hari Minggu. Empat puluh hari sesudah kebangkitanNya Dia naik ke sorga dan sepuluh hari kemudian Roh Kudus turun. Dan lain-lain.
Ayat alkitab hari ini juga mengingatkan kita tentang waktu, namun dalam pengertian: kesempatan, momentum, atau kairos. Nabi Yesaya mengingatkan bahwa inilah waktunya Tuhan berkenan dicari dan dijumpai. Besok atau lusa mungkin saja waktu semacam ini tidak ada lagi. Pandangan ini mengajak kita memahami waktu bukan sekadar durasi atau rentang. tetapi terutama kesempatan, peluang, momentum atau kairos yang tidak boleh disia-siakan. Kesempatan sering tak datang dua kali. Waktu tak bisa didaur ulang. Berhubung waktu itu begitu mahal, maka mari kita gunakan hanya untuk hal-hal yang paling baik, penting, dan pantas saja. Salah satu: mencari Tuhan, melakukan kasih dan kebenaranNya. Ingat: sekarang atau tidak selamanya.
Doa:
Ya Tuhan Allah, kami bersyukur sebab Engkau menganugerahi kami kehidupan. Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian agar kami bijaksana. Ya Tuhan, bantulah kami menggunakan waktu anugerahMu dengan sebaik-baiknya dan mempertanggungjawabkannya kepadaMu. Biarlah kami pakai waktu yang tersisa ini untuk bertobat dan mencari Tuhan, mengasihi sesama dan melakukan yang benar. Agar hidup kami sungguh-sungguh bermakna dan bahagia. Dalam Yesus. AMIN.
Pdt Daniel T.A. Harahap
Kembali ke halaman depan:
May 29th, 2009 at 8:09 am
mauliate amang DTA, memang benar, waktu sangat cepat berlalu, tidak terasa sekarang sudah jumat lagi, padahal terus terang saya tidak tau apakah saya sudah melakukan yang benar dan sesuai dengan kehendak Tuhan di hari-hari yang lewat, mungkin banyak perbuatan2 saya yang kurang berkenan dihadapanNYA, padahal kita tidak tau kapan waktunya Tuhan, semoga Tuhan masih memberikan waktu dan kesempatan untuk bertobat dan melakukan hal-hal yang benar.
May 29th, 2009 at 8:49 am
Waktu adalah uang — kata pembelajar bisnis
Waktu adalah kesempatan — kata pembelajar wirausaha
Waktu adalah anugerah — kata pembelajar kefanaan
Waktu adalah hidup — kata pembelajar biologi
Waktu adalah kronos — kata pembelajar fisika
Waktu adalah kairos — kata pembelajar teologi
Waktu adalah produk sekali pakai — kata pembelajar manajemen
Waktu adalah currency non-tertabung — kata pembelajar keuangan
Waktu adalah sukacita — kata pembelajar kebahagiaan
Waktu adalah keabadian — kata pembelajar cinta
Waktu adalah sia-sia — kata orang frustrasi yang bosan hidup
May 29th, 2009 at 8:56 am
Mauliate ma di renungan ni amang dimanogot ni arion, mansai manusuk sahat tu pusupusu, ai jotjot do hita dang marpartingkian ala ni angka ulaonta, gabe lupa hita pasahathon dirita tu Tuhan i.
Tingki dingoluon, tatompa be ma diri ta tu hadaulaton
May 29th, 2009 at 8:58 am
Terima kasih Tuhan beri aku kesempatan membaca dan merenungkan firmanMu melalui Ruma Metmet ini.. Tiap hari Tuhan sudah menunggu kita semua di Ruma Metmet ini, Dia siap membagikan sukacitaNya, firmanNya yang menguatkan, mengajari kita banyak hal. Semoga ini bukan rutinitas saja tapi suatu kerinduan ya. GBU
May 29th, 2009 at 9:24 am
Sekarang atau tidak selamanya?
Pertanyaan ajakan sekaligus mengingatkan kita akan pentingnya menghargai waktu. Seringkali kita beranggapan bahwa yang terpenting dalam hidup kita adalah harta yang kita miliki, jabatan yang kita emban, tanggung jawab yang kita pikul, dlsb. Namun seberapa pedulikah kita pada waktu. Pernah beberapa tahun silam saat mengalami harus membagi waktu antara kerja, menuntut ilmu, pelayanan dan keluarga. Wah rasanya ingin protes saja mengapa Tuhan waktu hanya 24 jam saja sehari? sedangkan banyak hal yang memnuntut pada waktu yang bersamaan mesti dikerjakan, diselesaikan?
Waktu bagi seorang akan berbeda maknanya bagi seorang yang lain. Waktu akan terus bergulir tanpa tiada seorangpun dapat menahannya. Tuhan inginkan melalui waktu kita seberapa sempitnya pun itu untuk datang kepadaNya setiap saat. Dan Ia pastinya akan meminta pertanggungjawaban kita terhadap waktu2 kita yang kita buang percuma.
May 29th, 2009 at 9:39 am
Bersyukurlah :
Bila alarm berdering pada jam 5 pagi
Repot mempersiapkan keperluan anak dipagi hari
Ketinggalan kereta dan terpaksa balik ke stasiun bis dengan jalan kaki
Lelah sepulang kantor dan harus mempersiapkan laporan besok pagi
Datang sms dari BPH Koor Ama/Ina/Sintua Wijk untuk mengajak Latihan koor dan Partangiangan.
Karena akan tiba saatnya
Pendengaran kita melemah dan tidak bisa dengar apa-apa lagi
Anak itu besar dan tidak butuh perhatian kita lagi
Kita tidak mampu menggerakkan kaki kita lagi
Kita tanpa kegiatan dan melewati lorong-lorong yang hampa.
Pita suara kita kaku, sementara teman-teman akan punya kesibukan sendiri, tidak akan mengajak lagi dan melupakan kita.
Yah selagi masih ada waktu, bersyukurlah atas segala kejadian dalam hidup ini..
Karena untuk segala sesuatu, ada waktunya (Pengkhotbah 3 : 1)
May 29th, 2009 at 9:48 am
Pertanyaan: Kapankah DIA tidak layak untuk ditemui? Hanya diwaktu senggang? Apakah Ia juga memiliki jadwal kerja yang padat seperti halnya kita manusia?
May 29th, 2009 at 9:51 am
Oh indahnya hidup ini pabila waktu yang diberikan Sang pemiliknya kita isi dengan hal hal yg baik2 saja walau tidak selalu bisa paling tidak kita usahakan dimulai dari diri pribadi lalu menular keorang terdekat(anak dan suami) lalu teman2 dstnya dstnya
May 29th, 2009 at 2:19 pm
Oh Tuhan Yesus berilah kekuatan kepadaku agar aku dapat mempergunakan waktu yang Tuhan berikan sebaik-baiknya .
June 3rd, 2009 at 8:41 am
Tuhan ubah aku untuk menjadi lebih baik lagi, untuk menjadi yang Kau ingini.