Almanak Senin 25 Mei 2009:
Dengarlah, TUHAN, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku! (Mazmur 27:7)
Kita hidup di era moderen yang sangat menjunjung manusia dan kemanusiaan. Selain menghargai hak-hak azasi manusia di era moderen ini kita juga sangat menekankan otonomi, kedauladan dan kebebasan manusia itu. Kita juga sadar akan berbagai kemampuan manusia dibidang pengetahuan dan teknologi. Dalam benak kita manusia sungguh berharga dan mulia, tidak perlu dikasihani, dan tidak boleh diperlakukan sembarang. Semua pemahaman dan sikap itu baik. Alkitab juga memang mengatakan bahwa manusia itu sungguh berharga dan mulia (Mazmur 8, Yes 43:5, Kej 1:27). Lantas bagaimana kita memahami doa di atas?
Dengan semua penghargaan kita kepada manusia dan kemanusiaan di era moderen ini, baiklah kita tetap merendah di hadapan Tuhan Allah. Dia adalah Allah dan kita adalah ciptaanNya. Dengan semua apresiasi dan respek kita kepada diri kita, baiklah kita tetap mengaku bahwa kita tidak bisa meninggikan diri di hadapan Allah yang mahakuasa dan mahaagung itu. Kita hanya bisa bersujud dan merebah serta menyembah mengharap belas kasihanNya.
Itulah yang dilakukan oleh Daud dalam mazmur yang kita baca di atas. Sekali pun dia seorang raja yang sangat berkuasa, panglima perang yang sangat handal, kepada Allah dia tetap merendah dan menyembah seraya memohonkan belas kasihanNya. Itu jugalah yang dilakukan raja Hizkia (2 Raj 20:1-7) dan semua raja yang baik dan benar dalam Alkitab. Dan itu jugalah yang seharusnya dilakukan oleh kita orang-orang beriman di jaman moderen ini: tetap merendah dan menyembah Tuhan, seraya memohon belas kasihanNya.
Doa:
Ya Allah kasihanilah aku. Ya Tuhan, kasihanilah umatMu. Kami hanya dapat hidup karena belas kasihanMu. Di hadapanMu kami sesungguhnya hanyalah debu. Namun Engkau mengasihi dan menghargai kami. Sembuhkanlah dan pulihkanlah kami. Bebaskanlah kami dari berbagai belenggu yang menyusahkan hati dan pikiran kami. Sungguh hanya Engkaulah andalan kami. KepadaMulah kami serahkan seluruh hidup dan masa depan kami dalam Kristus. AMIN.
Pdt Daniel T.A. Harahap
Share on Facebook
Apa yang Tuhan berikan kepada kita umatnya adalah kebaikan semata, jika kita tidak menganggapnya demikian, itu karena kita melihatnya dari kacamata manusia yang terbatas
Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk menyombongkan diri sebanyak apapun harta kita, setinggi apapun jabatan kita karena kita sesungguhnya hanyalah debu.
Tuhan hanya Engkaulah tempat saya berteduh dan mengadu, saya serahkan seluruh hidup saya dan keluarga saya hanya kepadaMU, berkati dan campur tanganlah Kau terhadap seluruh pekerjaan saya hari ini, jangan tinggalkan saya ya Tuhan meskipun hanya sedetik, karena tidak akan ada yang bisa kukerjakan dengan baik tanpa kehadiranMU disisiku
Ampunilah segala dosaku, kasihanilah saya, karena hanya dengan belas kasihMU saya masih bisa hidup dan bekerja sampai dengan detik ini, KehendakMU lah yang jadi…Amin
Ketika kita selalu dekat kepada Tuhan, kita semakin tahu apa yang Dia kehendaki dalam hidup kita.
Saban hari kita menghirup 10 meter kubik udara, itu berarti oksigen 2 kubik, yang dihasilkan tetumbuhan. Tanpa oksigen 20 menit saja kita semua niscaya mati.
Prestasi teknologi manusia bahkan tak mampu hanya bikin oksigen saja. Sungguh berlebihan anggapan tekno-sains manusia hebat.
Sungguh benar — dalam makna hurufiah — di luar Tuhan kita tak bisa apa-apa. Sungguh benar pula — secara hurufiah — sola gratia maka kita bisa hidup [secara primitif sekalipun]; jadi tak hanya untuk selamat masuk sorga.
Ya Tuhan hanya karena anugerah dan belas kasihan-Mu saja kami bisa hidup. Begitu niscaya ketergantungan kami pada-Mu: bernafas, minum air, makan ubi atau nasi, sehat, waras, berpikir, sentosa
Tolonglah kami menyadari semuanya agar syukur kami semakin berlimpah tiap saat, agar hati kami jangan sampai bercongkak tanpa pemahaman.
Kristus, kasihanilah kami.
Dengarlah Tuhan seruan yang kami sampaikan. Demikian doa kami. Saat ini ada 2 orang anggota kami yang terkena dampak krisis ekonomi global. Mereka di PHK. Mereka adalah orang2 yang punya kommitmen bersama-sama dengan anggota2 dalam kelompok paduan suara kami yang ingin bisa eksis menjadi pelayan2-Mu dalam Gereja. Jangan kendorkan semangat mereka dengan apa yang mereka alami saat ini. Karena kami tahu bahwa Tuhan akan memelihara orang2 yang bekerja di ladang-Mu. Amin
Kiranya para petinggi yang ada di dunia ini (entah itu kepala negara/kepala pemerintahan, entah itu PANGAB atau Commander in Chief, entah itu Preskom atau Presdir) juga melakukan hal yang sama yang dilakukan oleh Raja Daud dan Raja Hizkia.
Entah sampai kapan Tuhan, Engkau membiarkan kami jemaat HKBP gunung putri harus berpindah dari satu rumah kerumah yang lain untuk bersekutu, memuji dan memuliakan Tuhan. Dengarlah Tuhan seruan kami, tolonglah kami dalam bermasyarakat, tunjukkanlah cara yang benar untuk mengerti jalan Tuhan. Mampukan kami menjadi pelayanMu.Hanya Engkaulah tempat kami mengadu dan memohon belas kasihan. Kami yakin doa kami berbuah, seperti Hizkia yang telah menerima buah doanya. Amin
Tuhan yang maha mendengar setipa Doa dan Seruan kita semua.
Penyertaan MU Tuhan …itulah yang selalu kami dambakan, Bimbinglah kami di jalanMu agar kami dapat melakukan yang sesuai dengan kehendakMu saja.Ajarkan lah kami agar senantiasa berharap padaMu saja. yakinkan kami bahwa Engkau selalu bersama kami…Engakau adalah gembala kami yang paling setia…yang paling mengerti akan keberadaan kami.
Terpujilah Engakau selamanya atas kebaikan Mu kepada kami anak anak -Mu.
Mungkin ayat ini bisa sebagai pendukung renungan hari ini:
“Tetapi semua orang yang berlindung pada-Mu akan bersukacita, mereka akan bersorak-sorai selama-lamanya, karena Engkau menaungi mereka; dan karena Engkau akan bersukaria orang-orang yang mengasihi nama-Mu. (Mazmur 5:11)”
Ya tuhan yang Maha baik kiranya Kasih SetiaMu akan selalu melindungi perjalanan hidup kami sampai hari akhir hidup kami nanti, Ampunkan segala dosa dosa kami agar kami layak menjadi anak anakMu.
Amen.