<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Panombang</title>
	<atom:link href="http://rumametmet.com/2009/05/07/panombang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rumametmet.com/2009/05/07/panombang/</link>
	<description>Pdt Daniel Taruli Asi Harahap</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 04:25:09 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.4</generator>
	<item>
		<title>By: Tetty Sihombing</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/05/07/panombang/comment-page-1/#comment-11499</link>
		<dc:creator>Tetty Sihombing</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 May 2009 05:48:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2145#comment-11499</guid>
		<description>Suku Batak adalah salah satu suku bangsa yang sangat diberkati!
Terimakasih untuk catatannya Amang.
Horas.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Suku Batak adalah salah satu suku bangsa yang sangat diberkati!<br />
Terimakasih untuk catatannya Amang.<br />
Horas.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Info penerimaan</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/05/07/panombang/comment-page-1/#comment-10996</link>
		<dc:creator>Info penerimaan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 May 2009 15:40:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2145#comment-10996</guid>
		<description>Permisi, numpang lewat.... 
( Just Info , siapatau sedang di tunggu-tunggu )
Saat ini sebagian sudah mulai dan sebagian akan mulai penerimaan prajurit (Bintara, Akpol, Perwira Karir, dll ) di POLRI, TNI AD, TNI AU.
Silahkan klik &quot;Info penerimaan&quot; di atas dan lihat di Page Info Penerimaan.
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Permisi, numpang lewat&#8230;.<br />
( Just Info , siapatau sedang di tunggu-tunggu )<br />
Saat ini sebagian sudah mulai dan sebagian akan mulai penerimaan prajurit (Bintara, Akpol, Perwira Karir, dll ) di POLRI, TNI AD, TNI AU.<br />
Silahkan klik &#8220;Info penerimaan&#8221; di atas dan lihat di Page Info Penerimaan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Lintong Nababan</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/05/07/panombang/comment-page-1/#comment-10921</link>
		<dc:creator>Lintong Nababan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2009 08:10:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2145#comment-10921</guid>
		<description>Salut buat saudara-saudara (baca:batak)yang ada di qatar
Semoga Tuhan menyertai saudara2 semua</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salut buat saudara-saudara (baca:batak)yang ada di qatar<br />
Semoga Tuhan menyertai saudara2 semua</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rjh</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/05/07/panombang/comment-page-1/#comment-10860</link>
		<dc:creator>rjh</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2009 01:30:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2145#comment-10860</guid>
		<description>@ elumban
&quot;pekerja musiman&quot; seperti dari Siborongborong, dulu, ke Tarutung seingat saya disebut sebagai &quot;pangombo&quot; yaitu membantu pemilik sawah pada musim panen atau musim turun ke sawah dan menerima upah sesuai kesepakatan, kemudian pulang ke kampung. para &quot;panombang&quot; disamping membuka lahan, mengelola, selalu mendirikan tempat tinggal, dan akan menetap di sana jika panombangan mereka berhasil. Hanya para panombang yang gagallah yang pulang ke kampung atau mencari lahan panombangan ke daerah yang lain.

boleh-boleh saja &quot;pangaranto&quot; disebut parjalang, atau pangaranto adalah kata lain dari parjalang. namun karena kata &quot;jalang&quot; dalam bahasa Batak ada konotasi positip dan negatipnya maka pada umumnya orang Batak lebih suka memakai kata pangaranto walaupun kata parjalang bisa juga dipakai. Horas ma. Songon na manambai do i laho pamorahon pangantusionta.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ elumban<br />
&#8220;pekerja musiman&#8221; seperti dari Siborongborong, dulu, ke Tarutung seingat saya disebut sebagai &#8220;pangombo&#8221; yaitu membantu pemilik sawah pada musim panen atau musim turun ke sawah dan menerima upah sesuai kesepakatan, kemudian pulang ke kampung. para &#8220;panombang&#8221; disamping membuka lahan, mengelola, selalu mendirikan tempat tinggal, dan akan menetap di sana jika panombangan mereka berhasil. Hanya para panombang yang gagallah yang pulang ke kampung atau mencari lahan panombangan ke daerah yang lain.</p>
<p>boleh-boleh saja &#8220;pangaranto&#8221; disebut parjalang, atau pangaranto adalah kata lain dari parjalang. namun karena kata &#8220;jalang&#8221; dalam bahasa Batak ada konotasi positip dan negatipnya maka pada umumnya orang Batak lebih suka memakai kata pangaranto walaupun kata parjalang bisa juga dipakai. Horas ma. Songon na manambai do i laho pamorahon pangantusionta.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: elumban</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/05/07/panombang/comment-page-1/#comment-10846</link>
		<dc:creator>elumban</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2009 11:41:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2145#comment-10846</guid>
		<description>@rjh:
mauliate amang atas penjelasannya, pertanyaan saya tersebut didorong oleh keragu-raguan saya atas pengertian &quot;manombang&quot; dengan mengacu pada pengalaman yang saya saksikan di masa kecil saya terhadap orang-orang yg katanya pegi &quot;manombang&quot; ke sumatera timur. 
Dari pengalaman tersebut saya melihat bahwa manombang dilakukan pada saat itu sifatnya temporer. Beberapa sanak saudara dari desa-desa kecil sekitar Siborong-borong pada suatu bulan tertentu akan rame datang ke kota Siborong-borong utk pergi Manombang, dan beberapa bulan kemudian akan menjadi rame kembali ketika para &quot;panombang&quot; tersebut pulang kampung. 
Dari kondisi tersebut saya mencoba menafsirkan bahwa dorongan manombang adalah ketika hasil panen dari lahan yang tersedia (ala ni tungil ni tano humbang), tidak mencukupi utk keluarga tersebut, sementara kondisi lahan tidak bisa dipaksakan lagi utk produktive, sehingga pada periode menunggu pengolahan lahan tersebut, atau masa panen yg akan datang, orang-orang pergi manombang dan akan pulang kembali ketika masa &quot;mangula&quot; di kampung halaman sudah akan mulai. Jadi mereka tidak membuka lahan baru - &quot;mambuka huta&quot;, di lahan yang belum pernah disentuh sama sekali. Dalam konteks saat ini menurut saya panombang adalah &quot;pekerja migran&quot;, yang tujuan utamanya hanya mendapatkan pekerjaan untuk saat tertentu saja. Menurut saya &quot;Pangaranto&quot; atau dikampung kami sering disebut sebagai &quot;Parjalang&quot;, adalah orang-orang yang secara sengaja pergi keluar dari daerahnya kesuatu tempat untuk tujuan memulai hidup baru  menetap di daerah baru tersebut. 

Maaf ini hanya intermesso saja.....saya tetap salut dan hormat kepada teman-teman yang bisa dan mampu bekerja di luar negeri - terutama angka pinaribot, namarbaju boru Batak na &quot;koji&quot;. Keberhasilan mereka bisa bekerja di luar negeri pasti didukung oleh keberanian yang luar bisa dan kemampuan intelektual dan skill yang jauh lebih baik dari teman-teman seperti saya ini yang hanya bisa laku kerja di pasar domestik.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@rjh:<br />
mauliate amang atas penjelasannya, pertanyaan saya tersebut didorong oleh keragu-raguan saya atas pengertian &#8220;manombang&#8221; dengan mengacu pada pengalaman yang saya saksikan di masa kecil saya terhadap orang-orang yg katanya pegi &#8220;manombang&#8221; ke sumatera timur.<br />
Dari pengalaman tersebut saya melihat bahwa manombang dilakukan pada saat itu sifatnya temporer. Beberapa sanak saudara dari desa-desa kecil sekitar Siborong-borong pada suatu bulan tertentu akan rame datang ke kota Siborong-borong utk pergi Manombang, dan beberapa bulan kemudian akan menjadi rame kembali ketika para &#8220;panombang&#8221; tersebut pulang kampung.<br />
Dari kondisi tersebut saya mencoba menafsirkan bahwa dorongan manombang adalah ketika hasil panen dari lahan yang tersedia (ala ni tungil ni tano humbang), tidak mencukupi utk keluarga tersebut, sementara kondisi lahan tidak bisa dipaksakan lagi utk produktive, sehingga pada periode menunggu pengolahan lahan tersebut, atau masa panen yg akan datang, orang-orang pergi manombang dan akan pulang kembali ketika masa &#8220;mangula&#8221; di kampung halaman sudah akan mulai. Jadi mereka tidak membuka lahan baru &#8211; &#8220;mambuka huta&#8221;, di lahan yang belum pernah disentuh sama sekali. Dalam konteks saat ini menurut saya panombang adalah &#8220;pekerja migran&#8221;, yang tujuan utamanya hanya mendapatkan pekerjaan untuk saat tertentu saja. Menurut saya &#8220;Pangaranto&#8221; atau dikampung kami sering disebut sebagai &#8220;Parjalang&#8221;, adalah orang-orang yang secara sengaja pergi keluar dari daerahnya kesuatu tempat untuk tujuan memulai hidup baru  menetap di daerah baru tersebut. </p>
<p>Maaf ini hanya intermesso saja&#8230;..saya tetap salut dan hormat kepada teman-teman yang bisa dan mampu bekerja di luar negeri &#8211; terutama angka pinaribot, namarbaju boru Batak na &#8220;koji&#8221;. Keberhasilan mereka bisa bekerja di luar negeri pasti didukung oleh keberanian yang luar bisa dan kemampuan intelektual dan skill yang jauh lebih baik dari teman-teman seperti saya ini yang hanya bisa laku kerja di pasar domestik.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

