Hati Bersyukur Tubuh Gembira

May 7, 2009
By Daniel T.A. Harahap

Almanak Kamis 7 Mei 2009:

bunga-menari.jpg

Pada waktu itu anak-anak dara akan bersukaria menari beramai-ramai, orang-orang muda dan orang-orang tua akan bergembira. (Yeremia 31:13)

Perasaan sukacita atau gembira di hati kadang begitu kuatnya dan tidak bisa ditahan. Sukacita itu bukan hanya nampak dalam mimik, namun mampu membuat tubu seseorang bergerak: melonjak-lonjak dan berlari-lari kesana-kemari. Lihatlah anak-anak kita jika kegirangan mendapatkan sesuatu yang sangat diidamkannya, atau dijanjikan akan mendapat wisata istimewa, atau saat melihat orangtuanya pulang ke rumah. Lihatlah juga reaksi penonton sepak bola saat tim kesayangannya menang. Ingat apa yang Anda kerjakan beberapa waktu lalu saat hati Anda begitu penuh dan meluap dengan sukacita.

Nabi Yeremia menubuatkan akan tiba hari pembebasan dari pembuangan Babel itu dan pada saat itu seluruh umat Tuhan juga akan bersorak-sorai dan menari-nari gembira. Baik para gadis maupun pemuda, juga orangtua. Tuhan Allah akan datang membebaskan umatNya dari tanah pembuangan di Babel, membawa mereka pulang bagai arak-arakan, dan memulihkan mereka kembali sebagai bangsa dan pribadi yang kuat dan menang.

Tuhan berkali-kali membebaskan umatNya. Dia bahkan telah membebaskan kita dari penjara, jurang, dan perangkap yang terberat, yaitu dosa dan kematian. Kini Dia juga berjanji membebaskan kita dari berbagai masalah dan hambatan. Sebab itu jangan pernah mau putus asa dan tinggal dalam kesedihan, bagaimanapun beratnya masalah dan hambatan yang kita alami sekarang. Duka akan diubahNya menjadi suka. Kelesuan bisa digantikanNya dengan semangat. Perasaan kalah dan terhina akan dibalikkanNya menjadi kemenangan dan kemuliaan. Tarian dan nyanyian perkabungan akan diubah Tuhan menjadi tarian akan dan nyanyian pesta. Lihatlah Dia datang membawa keselamatan.

Doa:

Ya Allah, Engkaulah Tuhan Sang Pembebas. Engkau telah membebaskan umatMu dahulu dari Mesir dan Babel. Dengan darah PutraMu yang kudus Engkau bahkan telah membebaskan kami dari belenggu dosa dan maut. Kini Engkau datang membebaskan kami dari berbagai belenggu dan hambatan yang merendahkan kemanusiaan kami. Yakinkanlah kami, ya Allah, bahwa tanganMu yang perkasa akan kembali nyata memulihkan hidup kami. Biarlah kami segera kembali bersukacita dan bersukaria merayakan karya kasih dan pembebasan Tuhan. Demi Kristus. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

13 Responses to Hati Bersyukur Tubuh Gembira

  1. robert sibarani on May 7, 2009 at 7:39 am

    Hidup yang putus asa tiada arti, jalan dengan tanpa harapan, Masih ada tangan yang berlubang paku, yang akan menjamah hidup kita menjadi baru.
    Keyakinan akan darah Yesus yang telah tercurah di Kayu Salib telah membebaskan kita dari belenggu dosa dan kekelaman dunia ini.
    Trimakasih Tuhan Yesus yang baik, ajarkanlah kami untuk selalu setia kepadaMu dan selalu berharap pertolongan hanya padaMu saja.
    Amen.

  2. Go thie on May 7, 2009 at 7:56 am

    benar jika hati bersyukur tubuh akan bergembira, dan sebaliknya juga jika hati selalu susah maka tubuh akan selalu sakit, tetapi ada juga pepatah mengatakan mensano in kor pore sano ” di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat” dan kita yakin jika Roh Tuhan ada dan selalu bersemayam di hati kita pasti pikiran dan tubuh kita juga akan selalu happy.

  3. r.h. sibuea on May 7, 2009 at 7:58 am

    Haleluya…marilah kita jadikan hidup keseharian kita penuh suka cita dan damai sejahtera dengan selalu mengucap syukur sebab:

    Lukas 1:47: dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku. DIA tidak menjanjikan hari-hari kira sukacita terusdan DIA tidak pernah menjanjikan tidak ada ada persoalan dalam hidup kita tapi DIA berjanji menyertai kita DIA ingin kita hidup dalam kegembiraan….. Yohanes 16:22: Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu.

  4. Kimron Manik on May 7, 2009 at 8:26 am

    Bersyukurlah kepada Tuhan dan gembiralah setiap saat ….walaupun terkadang masalah, bencana serta duka menghampiri kita.

  5. Lala on May 7, 2009 at 8:34 am

    Hatiku bersyukur dan tubuhku bergembira karena masih bisa membaca firman Tuhan hari ini…Trima kasih Tuhan, Amin.

  6. A.K.P. Panggabean on May 7, 2009 at 8:46 am

    Hati yang gembira…..adalah obat.

  7. Friska pardede on May 7, 2009 at 8:59 am

    Oprah br pardede dalam salah satu episode acaranya di Metro Tivi menghadirkan seorang pendeta sebagai nara sumbernya mengajak semua orang untuk mencoba tidak mengeluh selama 22 hari(kalau lolos katanya sih org ini akan memiliki kebahagiaan sempurna) ternyata jemaat pendeta tsb banyak yg berhasil dan saya mencobanya boro2 22 hari 2 jam saja keluhanku sdh banyak, entah itu udara yg panas, entah itu klining servis yg tdk bersih membersihkan meja ,entah itu anakku tdk menaruh piring kotornya ditempat kotor dll, apakah ada diantara kita????mari mencobanya.

  8. abrianto nababan on May 7, 2009 at 9:08 am

    Puji-pujian, hamuliaon ma di Ho Tuhan, sangap digoarMU Tuhan sipalua ahu sian dosa,togu ma ahu bahen tulambungMU tu nasonangi, rap taendehonma Halleluyah….

  9. Jansen H. Sinamo on May 7, 2009 at 9:35 am

    Tak pelak lagi, kegembiraan teramat sangat vital buat kita. Saya sering menyebutnya GOS = gembira, optimis, semangat. Yesss, GOS!

    Kita boleh tak kaya, boleh tak berpangkat, boleh tak cantik/ganteng, boleh tak punya ini tak punya itu, tapi kita harus GOS.

    GOS adalah hak semua orang; GOS itu milik pertama kita, milik terpenting kita, dan milik terakhir kita. Bayangkan: pada saat kita mau mati pun, saat sanak saudara mengelilingi kita, dari wajah kita masih terpancar GOS. O, alangkah indahnya kematian seperti itu.

    Buat aku sekarang: GOS adalah obatku, kekuatanku, energi hidupku; tiap hari, dari momen ke momen, hingga nanti berujung di terminal Omega.

    Buat kita: sumber abadi GOS itu adalah Yesus yang telah bangkit. Terpujilah Dia. Selamanya.

  10. Victor Pakpahan on May 7, 2009 at 12:18 pm

    Hati adalah Pancaran Jiwa
    Sedikit saya kembangkan pokok renungan di atas dengan mengutip Firman Tuhan: “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.” (Amsal 17:22). Kita mengaminkan bahwa hati yang selalu tenang, ceria dan damai akan mengimpartasikan ke seluruh tubuh kita hal-hal yang baik. Suasana hati kita akan terpancar dalam ekspresi muka kita. Bila suasana hati kita tenang, damai dan sukacita maka pancaran muka kita pun akan sama. Bila suasana hati kita tidak tenang, redup dan kelam maka pancaran muka pun akan manyun-bermuram durja…siapa mau? hehehe….Mungkin inilah maksud Yeremia yang selalu mengajak umat Allah agar menjaga suasana hati (yang diterangi Roh Tuhan) selalu bersyukur atas apa pun yang mereka alami saat itu. Dalam keterhimpitan hidup, beban yang berat, persoalan yang belum selesai, menantang dan mengajak kita untuk senantiasa menjaga hati kita agar bersyukur untuk keadaan tersebut. Bersyukur…bersyukur…dan bersyukur selalu…adalah cara kita untuk menerima jawaban yang Tuhan siapkan bagi kita, yang tentunya akan mendatangkan kebaikan. Jawaban Tuhan dalam berkat-berkat yang disiapkanNya walaupun masih tersembunyi akan memberi yang terbaik bagi kita (blessing in disguise). Mari kita jaga hati kita untuk selalu dan selalu bersyukur pada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati kita!

  11. Fredy on May 7, 2009 at 9:49 pm

    “ Kiranya Tuhan sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sebagaimana kamu percaya padaNya , dengan demikian kamu akan melimpah dengan pengharapan oleh kekuatan dari Roh Kudus “ ( Roma 15:13 )

  12. Ruth Vera on May 8, 2009 at 4:02 am

    Shalom amang pendeta…
    Renungan hari yang menyatakan bahwa ketika kita bersukacita, tubuh kita gembira…Amang tadi malam saya commit ke Tuhan utk melupakan masa lalu saya dan minta sama Tuhan agar saya dilimpahkan KasihNya sehingga saya mampu mencintai kembali orang orang yang menyakiti saya selama 6 tahun ke belakang ini…Benar amang ketika saya bilang sama Tuhan ya aku mau berubah dan mau mengampuni dan mencintai mereka kembali, seperti apa yang amang describe di renungan pagi ini, hati saya damai dan jiwa saya tenang setelah selama satu tahun ini saya gelisah dan sulit tidur…Ternyata semua itu ada kaitannya dengan saya tidak mengampuni dan tentu kalau tidak mengampuni saya tidak sukacita…

  13. Joy on May 23, 2009 at 8:25 pm

    hati yang bersyukur……kadang sulit buat aku untuk bersyukur dalam segala hal dan untuk semua perkara yang terjadi dalam hidupku sehari ini, tapi ada satu pelajaran penting yang aku dapat ketika org yg aQ kaihi (PapaQ) pergi, ada seorang k2 pelayan mengatakan bahwa aku harus bersyukur, aku harus gembira terhadap apa yang Tuhan buat sekarang. berjalannya waktu gk ada orang yang bisa aku andalkan dan tempatku curhat, dari situlah aku belajar utk jadikan Jesus sm kaya papa : Tempat Curhat dan apa aja yang aku buat, apa yang aku inginkan aku bilang semua buat Jesus dan aku sangat bersyukur sampai hari ini. dalam kondisi aku yang paling sakitpun hari ini aku bahagia karena aku tidak langsung down tapi aku masih bisa tetap tersenyum dan kebayakan orang berpikir aku tidaklah punya masalah padahal semuanya salah aku punya banyak masalah yang hampir2 bkn aku mau lari Papa Jesus, tapi karena aku masih sering komunikasi dan sering curhat, maka sampai hari ini aku masih bisa tetap tersenyum dalam tiap masalahku . thank

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*