<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Lebih, Cukup, atau Kurang</title>
	<atom:link href="http://rumametmet.com/2009/04/30/lebih-cukup-atau-kurang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rumametmet.com/2009/04/30/lebih-cukup-atau-kurang/</link>
	<description>Pdt Daniel Taruli Asi Harahap</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 May 2012 09:27:24 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.4</generator>
	<item>
		<title>By: Jansen H. Sinamo</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/04/30/lebih-cukup-atau-kurang/comment-page-1/#comment-10967</link>
		<dc:creator>Jansen H. Sinamo</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 May 2009 06:05:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2164#comment-10967</guid>
		<description>Saya kira Tuhan pun belum merasa cukup. Persisnya, Tuhan belum merasa puas atas kondisi gereja-Nya, atas kondisi dunia, atas kondisi Indonesia.  

Khususnya, Tuhan belum puas atas kondisi saya. Ketidakpuasan Tuhan itu menjadi ketidakpuasan saya juga. Therefore, I need to grow. Kebutuhan semacam ini saya sebut &quot;kebutuhan yang kudus&quot; yang menjadi semangat dan energi perubahan dan perbaikan pada semua aspek kedirian saya dan lingkungan saya.

Tapi sabar-Nya setinggi langit ke atas dan sedalam langit ke bawah maka saya pun harus sabar juga atas kondisi saya kini -- dan atas kondisi yang lain-lain tadi -- tanpa kehilangan rasa butuh primordial yang berkobar abadi di inti keinsananan saya.

Hanya orang mati yang sungguh-sungguh merasa cukup, merasa puas, lelap dan lelas.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya kira Tuhan pun belum merasa cukup. Persisnya, Tuhan belum merasa puas atas kondisi gereja-Nya, atas kondisi dunia, atas kondisi Indonesia.  </p>
<p>Khususnya, Tuhan belum puas atas kondisi saya. Ketidakpuasan Tuhan itu menjadi ketidakpuasan saya juga. Therefore, I need to grow. Kebutuhan semacam ini saya sebut &#8220;kebutuhan yang kudus&#8221; yang menjadi semangat dan energi perubahan dan perbaikan pada semua aspek kedirian saya dan lingkungan saya.</p>
<p>Tapi sabar-Nya setinggi langit ke atas dan sedalam langit ke bawah maka saya pun harus sabar juga atas kondisi saya kini &#8212; dan atas kondisi yang lain-lain tadi &#8212; tanpa kehilangan rasa butuh primordial yang berkobar abadi di inti keinsananan saya.</p>
<p>Hanya orang mati yang sungguh-sungguh merasa cukup, merasa puas, lelap dan lelas.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rachman Tua Munthe</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/04/30/lebih-cukup-atau-kurang/comment-page-1/#comment-10927</link>
		<dc:creator>Rachman Tua Munthe</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2009 14:19:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2164#comment-10927</guid>
		<description>percuma Dia Gembalaku bila Dia tidak menuntun aku untuk memperoleh secukupnya bagiku hari ini (setiap hari ...). Dia sebagai Gembala kupikir lebih mengetahui apa yang kubutuhkan dan menuntun aku untuk memperoleh kebutuhan itu, lebih, cukup atau kurang, tentu aku akan terima seadanya. Yang kupikirkan sekarang bagaimana supaya banyak orang juga mau digembalai dan dituntunNya ... bukan ke tempat yang dikehendakinya sendiri tetapi ke tempat yang dikehendaki Dia si Penggembala itu sendiri ... Dalam TUHAN penuh stamina, kekuatan .... hidup selalu segar dan aman dalam perlindunganNya ....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>percuma Dia Gembalaku bila Dia tidak menuntun aku untuk memperoleh secukupnya bagiku hari ini (setiap hari &#8230;). Dia sebagai Gembala kupikir lebih mengetahui apa yang kubutuhkan dan menuntun aku untuk memperoleh kebutuhan itu, lebih, cukup atau kurang, tentu aku akan terima seadanya. Yang kupikirkan sekarang bagaimana supaya banyak orang juga mau digembalai dan dituntunNya &#8230; bukan ke tempat yang dikehendakinya sendiri tetapi ke tempat yang dikehendaki Dia si Penggembala itu sendiri &#8230; Dalam TUHAN penuh stamina, kekuatan &#8230;. hidup selalu segar dan aman dalam perlindunganNya &#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kimron Manik</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/04/30/lebih-cukup-atau-kurang/comment-page-1/#comment-10924</link>
		<dc:creator>Kimron Manik</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2009 10:30:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2164#comment-10924</guid>
		<description>Siapa yang selalu berdoa dan bekerja dengan baik serta berani mengucap syukur kepada Tuhan dengan kekurangan dan kelebihan yang ada padanya, maka dia tidak akan pernah kekurangan, semua pasti dicukupkan oleh Tuhan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Siapa yang selalu berdoa dan bekerja dengan baik serta berani mengucap syukur kepada Tuhan dengan kekurangan dan kelebihan yang ada padanya, maka dia tidak akan pernah kekurangan, semua pasti dicukupkan oleh Tuhan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: J. Sitorus</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/04/30/lebih-cukup-atau-kurang/comment-page-1/#comment-10923</link>
		<dc:creator>J. Sitorus</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2009 09:21:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2164#comment-10923</guid>
		<description>Horas Amang Pdt. DTA Harahap,

Terima kasih untuk renungan Amang Pendeta. Salam saya dari Vienna untuk jemaat Resort HKBP Serpong dan teman-teman pecinta Rumamatmet.  Saya ingin berbagi pengalaman juga tentang hal tersebut, saat saya selalu merasa diri kurang maka timbul keinginan keras untuk memenuhi kekurangan diri tersebut dengan berbagai cara seperti mendorong diri untuk bekerja lebih keras lagi, membangun semangat pantang menyerah, melawan segala rintangan, muncul keinginan untuk membuktikan bahwa saya mampu bahkan ingin mengalahkan orang lain.  Tetapi ketika secara sengaja mengatakan bahwa saya sudah dicukupkan Tuhan bahwa pagi ini ada udara segar,  ada makanan maka timbul keinginan dalam diri saya menanyakan Tuhan apa lagi yang dapat saya lakukan hari ini untuk memuliakan Tuhan dan tentu akan muncul banyak hal yang menyenangkan hati Tuhan, termasuk bekerja lebih keras dan bertanggung jawab. Salam.
&lt;em&gt;
Daniel Harahap:
Horas ma nang di hamu di Sintuanami. Mansai las roha pajumpang hita  muse di jabu na metmet on. Beres do sude dibahen dongan di Serpong on. Pasonang hamu ma disan sahat tu taon baru on. :-) &lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Horas Amang Pdt. DTA Harahap,</p>
<p>Terima kasih untuk renungan Amang Pendeta. Salam saya dari Vienna untuk jemaat Resort HKBP Serpong dan teman-teman pecinta Rumamatmet.  Saya ingin berbagi pengalaman juga tentang hal tersebut, saat saya selalu merasa diri kurang maka timbul keinginan keras untuk memenuhi kekurangan diri tersebut dengan berbagai cara seperti mendorong diri untuk bekerja lebih keras lagi, membangun semangat pantang menyerah, melawan segala rintangan, muncul keinginan untuk membuktikan bahwa saya mampu bahkan ingin mengalahkan orang lain.  Tetapi ketika secara sengaja mengatakan bahwa saya sudah dicukupkan Tuhan bahwa pagi ini ada udara segar,  ada makanan maka timbul keinginan dalam diri saya menanyakan Tuhan apa lagi yang dapat saya lakukan hari ini untuk memuliakan Tuhan dan tentu akan muncul banyak hal yang menyenangkan hati Tuhan, termasuk bekerja lebih keras dan bertanggung jawab. Salam.<br />
<em><br />
Daniel Harahap:<br />
Horas ma nang di hamu di Sintuanami. Mansai las roha pajumpang hita  muse di jabu na metmet on. Beres do sude dibahen dongan di Serpong on. Pasonang hamu ma disan sahat tu taon baru on. <img src='http://rumametmet.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  </em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: t.m.sihombing</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/04/30/lebih-cukup-atau-kurang/comment-page-1/#comment-10922</link>
		<dc:creator>t.m.sihombing</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2009 08:31:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2164#comment-10922</guid>
		<description>Horas Amang Pdt DTA.
Kerinduan duniawi pingin mengalami sesuatu seperti acara di TV berganti Nasib sementara yaitu Orang Kaya merasakan penderitaan orang miskin dan orang miskin merasakan kebahagiaan orang kaya. Keadaan seperti ini tidak bisah dipaksakan karena ada Talenta ataupun nasib yang berbeda-beda. Sebagai orang beriman bahwa tidak pernah bahwa Orang miskin meminta menjadi orang kaya dan orang kaya supaya tambah kaya dan doa kita selalu memohon &#039;Lehon ma tu hami hangoluan siganup ari&#039; dan dituntut kepada kita mensyukuri apa yang kita peroleh , dan bila iman kita penuh dengan buah-buah roh kudus tentu Tuhan akan menambahkan berlipat ganda seperti kesehatan, ketenangan, keberadaan,.dsb.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Horas Amang Pdt DTA.<br />
Kerinduan duniawi pingin mengalami sesuatu seperti acara di TV berganti Nasib sementara yaitu Orang Kaya merasakan penderitaan orang miskin dan orang miskin merasakan kebahagiaan orang kaya. Keadaan seperti ini tidak bisah dipaksakan karena ada Talenta ataupun nasib yang berbeda-beda. Sebagai orang beriman bahwa tidak pernah bahwa Orang miskin meminta menjadi orang kaya dan orang kaya supaya tambah kaya dan doa kita selalu memohon &#8216;Lehon ma tu hami hangoluan siganup ari&#8217; dan dituntut kepada kita mensyukuri apa yang kita peroleh , dan bila iman kita penuh dengan buah-buah roh kudus tentu Tuhan akan menambahkan berlipat ganda seperti kesehatan, ketenangan, keberadaan,.dsb.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

