Saya & Feizbuk.

April 28, 2009
By Daniel T.A. Harahap

capung-merah3.jpg

Oleh: Pdt Daniel T.A. Harahap

Terima kasih kepada Santi Simanjuntak yang pertama kali mengundang saya ke kampung Feizbuk. Saya ingat lama saya hanya diam dan bingung di kampung besar feizbuk ini karna tak paham apa yang mesti dilakukan. Saya tak mencatat kapan persisnya pencerahan itu terjadi. Tiba-tiba saja saya menemukan Feizbuk ini adalah suatu dunia baru yang sangat hebat. Saya bukan saja bisa bertemu dengan begitu banyak orang baru atau lama, atau setengah baru setengah lama, namun juga bisa mengekspresikan pikiran dan perasaan saya dengan bebas. Sekaligus menerima ekspresi orang lain.

Terus terang saya tidak berminat mencoba segala macam fitur dan asesoris yang disediakan feizbuk. Selain tidak begitu pintar dalam teknologi saya mungkin juga sudah terlalu tua untuk genit-genitan apalagi di depan publik. :-) Bagi saya cukuplah feizbuk ini tempat mengungkapkan pikiran (tanpa harus terlalu serius apalagi ilmiah) termasuk kekesalan atau kadang-kadang rindu. Cukuplah saya membaca ungkapan hati dan pikiran orang-orang sambil melihat-lihat fotonya dengan berbagai tingkah. Dan terutama saya sudah sangat bahagia menulis dan membaca komen jenaka baik di lembar saya maupun kawan. Berhubung saya Batak yang sedikit-banyak mewarisi darah “hobi tengkar” tak jarang juga lembar fezibuk saya tak hanya berisi kata-kata manis tetapi juga debat panas yang menaikkan adrenalin.

Hampir semua anggota keluarga saya ada di Feizbuk (istri, ipar, abang, kakak, adik, keponakan, bahkan juga ibu mertua). Hampir semua kawan saya ada disini. Juga banyak anggota jemaat. Saya dengan mudah menjangkau dan dijangkau mereka. Mereka selalu tersedia bagi saya. Dan saya pun bisa membuat diri saya tetap available bagi mereka. Lantas apa lagi? Betapa bahagianya kita yang hidup di jaman feizbuk ini. Terima kasih kepada Tuhan yang memberkati kita dengan akal budi dan nurani.

Namun kini halaman feizbuk saya sudah sangat sesak. Kuota yang disediakan feizbuk 5000 orang. Sementara di rumah saya sudah ada 4950 orang. Sesuai dengan nama pemberian ibu saya “taruli asi” saya lagi-lagi mendapatkan belas kasih. Seorang teman (saya belum pernah berjumpa di dunia nyata dengannya) Berlin Sianipar mengusulkan agar saya membuka pages. Apa itu kata saya? Ya semacam feizbuk juga tetapi lebih besar. Biasanya dipakai oleh selebritis, artis atau politikis. :-) Terus terang saya ragu. Saya bukan tipe “pendeta selebritis” yang bisa bernyala-nyala di depan lautan massa. Saya jujur lebih menikmati duduk-duduk diskusi dengan belasan atau puluhan orang saja. Dan istilah “fans” itu sangat mengganggu. Saya tidak butuh fans tetapi kawan. Jujur, saya tidak ingin jadi pusat perhatian tetapi lebih nyaman menjadi pendamping mengejar tujuan. Tapi hati kecil saya juga mengatakan: bukankah halaman baru super luas di pages feizbuk ini juga kesempatan memperluas perkawanan, jaringan dan distribusi pikiran yang pada akhirnya bisa diabdikan kepada Tuhan kepada kebajikan?

Entahlah. Saya sudah membuka halaman baru ini namun saya masih ragu. Kaki sudah saya langkahkan namun saya tidak bisa memastikan apa yang terjadi di depan sana. Kita lihat nantilah. http://www.facebook.com/pages/Pdt-Daniel-TA-Harahap/76717021177 :-) Seandainya keputusan membuat pages ini salah, saya berharap Tuhan mau mengkoreksinya.

Horas.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Catatan: kalau ada teman2 yang tahu cara mengganti istilah “fans” di pages feizbuk dengan “teman” beritahulah saya. Saya lebih membutuhkan kawan daripada penggemar. Lebih membutuhkan pengertian daripada sanjungan. Jujur saya tidak begitu suka dikritik apalagi saat lelah, tapi saya tahu itu sehat bagi jiwa saya. :-)

Share on Facebook

16 Responses to Saya & Feizbuk.

  1. richard hutahaean on April 28, 2009 at 12:14 pm

    Sebagai “fans”, saya langsung buka alamat diatas. Bangus tuh. Meskipun ada banyak hal mengganggu seperti iklan Biro Jodoh, apalagi iklan “Tahan lama bercinta mau?”. :) Namanya juga gratisan. :)
    Ambal ni hata : serius nih udah merasa terlalu tua untuk genit-genitan? :)

  2. richard hutahaean on April 28, 2009 at 12:28 pm

    Tambahan : koleksi foto nya mana? Saya suka melihat foto amang dengan “wajah culun” :) waktu masih belom kawin di Palembang, dan foto masa kanak-kanak dengan “wajah minta dikasihani”. :) Jangan lupa pula foto tanpa jenggot dan kumis ya… :) Mohon di upload semua. Bravo Pdt. Taruli Asi.

    Daniel Harahap:
    Sabar jo. Na dirimpu ho do holan i ma ulaon? :-)

  3. A.K.P. Panggabean on April 28, 2009 at 1:50 pm

    Anggo di kantornami nga dicekal facebook na tahatai on. Alana gabe lupa do hami di tugasnami be alani facebook on.

    Daniel Harahap:
    Pukul 13 dope. Sian dia do diposting hamu komen on. :-)

  4. halak-hita on April 28, 2009 at 3:44 pm

    no comment………

  5. Ninggor Pardede on April 28, 2009 at 4:27 pm

    Menyesal ahu manjaho komen nomor 1-3 on, ai gabe holan na mengkel ahu, laos diparengkeli dongan. Nga sega be on.

  6. rumanap on April 28, 2009 at 4:57 pm

    @richard hutahaean
    Ngerti juga lae soal feizbuk rupanya ,, kirain ngertinya ..sahabat pena.. hehehe.. nahubereng do rambut mi Lae hira si Jaja Miharja..Jadul gitu lo.

  7. Faber Siagian on April 29, 2009 at 7:19 am

    Aku tau kalau Amang gak bakal terseret ke dunia ‘selebriti’ di facebook. Amang kan punya prinsip pribadi yang kuat :D

  8. A.K.P. Panggabean on April 29, 2009 at 8:27 am

    Holan facebook i do na dicekal kantornami, amang.

    Daniel Harahap:
    Oooo. Tuani ma ndang dohot rumanta on diambat. :-)

  9. Saurdot on April 29, 2009 at 9:35 am

    Nunga hurasahon manfaat ni feizbuk i, tung mansai ringkot do tu pardonganon. Tung tabo do antong muse boi manghata-hata i tu angka dongan na uju i. Margait muse di angka status ni dongan. Alai, gabe lalap do iba. Olo sipata lupa angka ulaon. Di kantor nami pe ndang boi be mar-feizbuk ala diblok. Molo holan sekedar larangan do so diterge, tong do disangahon mambungka. Tung na hebat ma antong na mambahen ide on.

    Di au sandiri, nunga hona virus feizbuk. Hape sebelumna pe nunga hona virus rumametmet. Ah tehe. :-)

    Daniel Harahap:
    Diambat dison mullop disan. Ai marhite mobe na birong eh blackberry boi do nuaeng angka dongan marfeizbuk manang sian dia pe, termasuk sian parsitabunian, santabi. Uee jaman na maju on. :-)

  10. abrianto nababan on April 29, 2009 at 12:02 pm

    hati2 hamu angka dongan mambuka feizbuk i, olo adong angka virus….virus lupa diri, gabe tarambat angka ulaon, alai anggo halak hita ( Batak ) sai na adong do carana asa tong boi marfeizbuk nangpe naung diblok kantor jaringani…dang dao hape sian goar ni suku tai BATAK = banyak Taktik….

  11. Grace Simanjuntak on April 30, 2009 at 7:45 am

    Inilah dunia maya……Setiap pribadi hendaknya memimpin diri sendiri.

    Katanya sih bagus kalo seorang pekerja berehat sejenak dari kejenuhan kerja dengan melakukan kesenangan dari internet (kalo sekarang emang demam pesbuk, hehehe, saya juga). Katanya lagi bisa meningkatkan semangat untuk melanjutkan kerja. Ini memang berpengaruh besar pada diri saya, saat menunggu loading processing data di komputer yang cukup lama, bisa refresh lagi setelah lihat status/komen temen2 yang lucu di pesbuk…

    ASAL : jangan sampai tidak terkendali, lupa melanjutkan tugas. Hal ini yg mungkin mengakibatkan banyak kantor yang memblokir beberapa situs internet supaya para pekerjanya tidak terlena..

    Semoga tempatku kerja tidak melakukan hal yang sama. Kalo ga bisa internet, buka email, rumametmet, pesbuk, google,… APA KATA DUNIA…??? :P

  12. Tumpal Silitonga on April 30, 2009 at 8:44 am

    Hati-hati pada jebakan kesombongan ya amang.

    1 Petrus 3:12 Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat.

    Daniel Harahap:
    Terima kasih untuk peringatan dininya. Jangan bosan-bosan memperingatkan. Soalnya baru tiga hari namun jumlah “fans” saya di pages: 884 orang. :-)

    http://www.facebook.com/pages/Pdt-Daniel-TA-Harahap/76717021177

  13. Beben Sihombing (YBSS) on April 30, 2009 at 6:42 pm

    amang DTA, saya jadi penasaran nih, dan pengen cepat2 buka, saiapa tau diijinkan menjadi salah satu fans ni amang :-) , btw, komentar di atas semuanya membuat saya tertawa terpingal-pingkal, membuat staf saya yang kebetulan lewat dari depan ruangan menjadi heran melihat saya ketawa-ketiwi pada jam segini……mungkin mereka pikir saya ikut2an stress seperti beberapa caleg yang gagal…hahahaha…. :-) mauliate amang DTA, saya akan selalu mendoakan amang agar tidak menjadi lupa diri dan menjadi sombong, saya percaya amang akan tetap menjadi amang DTA yang rendah hati dan tetap “penyu yang mencoba mencapai lautan”.

    Daniel Harahap:
    Pertama: katanya untuk menjadi “fans” di pages FB http://www.facebook.com/pages/Pdt-Daniel-TA-Harahap/76717021177(entahlah istilah ini sangat risih di telinga saya) bebas dan tidak perlu di-add/di-app.
    Kedua: terima kasih tulus doanya agar saya tidak lupa diri dan lantas maup. (bhs indonesianya: tenggelam)
    Ketiga: anak penyunya sudah sampai di laut, dan sedang berenang di laut lepas sambil megap2. :-)

  14. O. Pasaribu on May 1, 2009 at 9:57 am

    koreksi dikit bahasa bataknya amang. maup artinya bukan tenggelam tetapi hanyut. tenggelam dlm bhs bahasa adalah mogap.

    Daniel Harahap:
    Thx. :-)

  15. Victor Pakpahan on May 15, 2009 at 9:28 am

    koreksi dikit juga utk pak O.Pasaribu: tenggelam bukan mogap tapi lonong. mauliate.

  16. enji on December 16, 2011 at 11:53 am

    wkwkwkwk….
    habis baca…

    ini Amang Pendeta gokil….
    Jempol deh Amang

    God Bless

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*