<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Berkat Bagi Yang Punya &amp; Tak Punya Anak</title>
	<atom:link href="http://rumametmet.com/2009/04/28/berkat-bagi-yang-punya-tak-punya-anak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rumametmet.com/2009/04/28/berkat-bagi-yang-punya-tak-punya-anak/</link>
	<description>Pdt Daniel Taruli Asi Harahap</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 May 2012 09:27:24 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.4</generator>
	<item>
		<title>By: sitindaon</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/04/28/berkat-bagi-yang-punya-tak-punya-anak/comment-page-1/#comment-11005</link>
		<dc:creator>sitindaon</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 May 2009 04:26:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2160#comment-11005</guid>
		<description>wahai para orang tua batak...kalau tidak siap untuk tidak punya cucu jangan pernah nikahkan anak-anakmu. jangan pernah kau tunjuk-tunjuk hela atau parumaen-mu kalau salah 1 dari mereka punya masalah untuk memiliki anak. setialah DOAKAN anak-anakmu..!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wahai para orang tua batak&#8230;kalau tidak siap untuk tidak punya cucu jangan pernah nikahkan anak-anakmu. jangan pernah kau tunjuk-tunjuk hela atau parumaen-mu kalau salah 1 dari mereka punya masalah untuk memiliki anak. setialah DOAKAN anak-anakmu..!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Br. Naibaho</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/04/28/berkat-bagi-yang-punya-tak-punya-anak/comment-page-1/#comment-10930</link>
		<dc:creator>Br. Naibaho</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 May 2009 00:49:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2160#comment-10930</guid>
		<description>Renungan yg begitu indah,,,,Bulan ini genaplah sepuluh tahun pernikahan kami dan belum dikaruniai anak, tetapi kami tetap bersyukur kepada Tuhan  dengan apa yg sudah kami dapat dari Tuhan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Renungan yg begitu indah,,,,Bulan ini genaplah sepuluh tahun pernikahan kami dan belum dikaruniai anak, tetapi kami tetap bersyukur kepada Tuhan  dengan apa yg sudah kami dapat dari Tuhan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: P.Ritonga</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/04/28/berkat-bagi-yang-punya-tak-punya-anak/comment-page-1/#comment-10852</link>
		<dc:creator>P.Ritonga</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2009 16:43:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2160#comment-10852</guid>
		<description>Semoga para ibu yang mengharapkan kehadiran anak diberi sukacita seperti Hanna dan Elisabet...berharap dalam sukacita</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Semoga para ibu yang mengharapkan kehadiran anak diberi sukacita seperti Hanna dan Elisabet&#8230;berharap dalam sukacita</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: FE</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/04/28/berkat-bagi-yang-punya-tak-punya-anak/comment-page-1/#comment-10849</link>
		<dc:creator>FE</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2009 15:00:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2160#comment-10849</guid>
		<description>Pada prinsipnya, pertanyaan yang terpenting mengenai kelahiran anak bukanlah &quot;apakah direncanakan?&quot; melainkan &quot;apakah dinanti-nantikan?&quot; Sudah tentu perencanaan adalah tindakan yang baik sebab perencanaan menandakan persiapan yang matang. Namun pada akhirnya, saya melihat   bahwa perencanaan manusia acap kali meleset. Ada yang sudah merencanakan untuk mempunyai anak, namun tidak memperolehnya; sebaliknya, ada yang belum merencanakan, namun mendapatkannya. Waktu Tuhan bukanlah waktu manusia. Oleh sebab itu, apa pun kondisinya, yang lebih penting adalah sewaktu Tuhan memberikan anak kepada kita, apakah kita bersikap menyambut atau menolaknya?

Salah satu alasan yang paling sering disebut oleh banyak orang mengenai mengapa seseorang harus (atau sebaiknya) menikah adalah untuk meneruskan keturunan mereka. Merupakan satu kebanggaan tersendiri bagi seorang suami bila ia dapat memiliki seorang anak. Demikian pula dengan seorang isteri jika dia dapat memberikan seorang anak kepada suaminya. Tetapi, jika hal itu masih belum juga terwujud di dalam pernikahan, bagaimana sikap para suami isteri dalam menghadapi realita itu?

Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya, tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan-Nya dari awalsampai akhir (Pengkhotbah 3:11). Kesadaran ini memberikan satu pemahaman penting bahwa belum (atau tidak) punya anak bukan berarti  pertanda buruk bagi pernikahan kita. </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pada prinsipnya, pertanyaan yang terpenting mengenai kelahiran anak bukanlah &#8220;apakah direncanakan?&#8221; melainkan &#8220;apakah dinanti-nantikan?&#8221; Sudah tentu perencanaan adalah tindakan yang baik sebab perencanaan menandakan persiapan yang matang. Namun pada akhirnya, saya melihat   bahwa perencanaan manusia acap kali meleset. Ada yang sudah merencanakan untuk mempunyai anak, namun tidak memperolehnya; sebaliknya, ada yang belum merencanakan, namun mendapatkannya. Waktu Tuhan bukanlah waktu manusia. Oleh sebab itu, apa pun kondisinya, yang lebih penting adalah sewaktu Tuhan memberikan anak kepada kita, apakah kita bersikap menyambut atau menolaknya?</p>
<p>Salah satu alasan yang paling sering disebut oleh banyak orang mengenai mengapa seseorang harus (atau sebaiknya) menikah adalah untuk meneruskan keturunan mereka. Merupakan satu kebanggaan tersendiri bagi seorang suami bila ia dapat memiliki seorang anak. Demikian pula dengan seorang isteri jika dia dapat memberikan seorang anak kepada suaminya. Tetapi, jika hal itu masih belum juga terwujud di dalam pernikahan, bagaimana sikap para suami isteri dalam menghadapi realita itu?</p>
<p>Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya, tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan-Nya dari awalsampai akhir (Pengkhotbah 3:11). Kesadaran ini memberikan satu pemahaman penting bahwa belum (atau tidak) punya anak bukan berarti  pertanda buruk bagi pernikahan kita.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Joice Butarbutar</title>
		<link>http://rumametmet.com/2009/04/28/berkat-bagi-yang-punya-tak-punya-anak/comment-page-1/#comment-10848</link>
		<dc:creator>Joice Butarbutar</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2009 13:18:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=2160#comment-10848</guid>
		<description>Saya turut merasakan apa yang teman teman rasakan, karena kami pun mengalami hal yang sama masa penantian bertahun tahun, adalah proses yang tidak mudah untuk dijalani sebuah keluarga yang belum dikarunia keturunan. Kadang kita mengeluh, menyalahkan satu sama lain dan banyak lagi..memang sangat berat..
Namun renungan hari ini sungguh indah, beruntunglah teman teman membaca renungan ini, karena Tuhan mempunyai rencana yang indah kepada setiap kita masing masing..dan semua rencanaNya adalah Indah pada waktunya..teruslah berdoa dan berusaha, berkarya dan mengasihi seperti apa kata Pak Pendeta, karena tiada yang mustahil bagiNya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya turut merasakan apa yang teman teman rasakan, karena kami pun mengalami hal yang sama masa penantian bertahun tahun, adalah proses yang tidak mudah untuk dijalani sebuah keluarga yang belum dikarunia keturunan. Kadang kita mengeluh, menyalahkan satu sama lain dan banyak lagi..memang sangat berat..<br />
Namun renungan hari ini sungguh indah, beruntunglah teman teman membaca renungan ini, karena Tuhan mempunyai rencana yang indah kepada setiap kita masing masing..dan semua rencanaNya adalah Indah pada waktunya..teruslah berdoa dan berusaha, berkarya dan mengasihi seperti apa kata Pak Pendeta, karena tiada yang mustahil bagiNya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

