Luka Tuhan Kesembuhan Kita

April 3, 2009
By Daniel T.A. Harahap

Almanak Jumat 3 April 2009:

anak-domba-allah.jpg

Ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadaNya dan oleh bilur-bilurNya kita menjadi sembuh. (Yesaya 53:5b)

Beberapa ratus tahun sebelum peristiwa penyaliban Yesaya menuliskan sebuah puisi tentang seseorang yang tidak bersalah namun dihukum, yang tidak berdosa namun menderita, yang memikul beban sangat berat demi orang lain. Gereja purba dan kita yang sekarang segera melihat bahwa puisi itu (Yesaya 53:1-12) menunjuk kepada Yesus Kristus, Putra Allah yang menderita dan mati demi kita.

Pertama: kita pantas merendah dan bersyukur atas pengorbanan Yesus ini. Seharusnya kitalah yang harus dihukum mati oleh Allah karena dosa-dosa kita, namun Yesus telah rela memikul dosa-dosa kita mati di salib. Penderitaan dan kematianNya telah menjadi pokok kehidupan dan sumber keselamatan bagi kita. Melalui penderitaan dan kematianNya itu kita telah diperdamaikan kembali dengan Allah, hubungan kita dengan Allah telah pulih kembali. Sebab itu pantaslah kita bersyukur dengan seluruh hati dan tubuh serta jiwa kita.

Kedua: penderitaan dan kematian Yesus menginspirasi dan memotivasi kita tentang tindakan penebusan dan pengorbanan. Sedikit-banyak atau kecil-besar kita juga harus belajar menebus dan berkorban bagi orang lain. Luka-luka Yesus memanggil kita tidak hidup bagi diri kita sendiri tetapi bagi banyak orang juga. Apakah yang dapat kita berikan untuk kebaikan banyak orang? Apakah yang dapat kita korbankan agar kehidupan bersama lebih baik? Siapakah dalam kehidupan sehari-hari harus kita tebus (mungkin bukan harus dengan darah atau nyawa, namun dengan waktu, tenaga, daya dan dana yang ada pada kita)?

Doa:

Ya Kristus, kami sungguh mensyukuri pengorbananMu demi kehidupan dan keselamatan kami. Oleh luka-lukaMu kami sembuh. Melalui kematianMu kami hidup kembali. Jadikanlah kami murid-muridMu. Biarlah kami juga belajar dari Tuhan tentang hidup memberi, berbagi dan berkorban. Jauhkan dari kami egoisme. Namun penuhi jiwa kami dengan semangat mengasihi. Sedikit-banyak ajar juga kami agar mau menebus dan berkorban demi orang-orang yang Tuhan hadirkan dalam kehidupan kami. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

16 Responses to Luka Tuhan Kesembuhan Kita

  1. Beben Sihombing (YBSS) on April 3, 2009 at 8:32 am

    terima kasih Tuhan Yesus atas pengorbananMU di kayu salib, sehingga dosaku bisa ditebus, karena tanpa pengorbananMU, saya tidak mungkin mampu menebus semua dosa2ku, namun saya dan seluruh keluargaku menjadi selamat, terpujilah Tuhan Yesus sampai selama-lamanya, amin.

  2. abrianto Nababan on April 3, 2009 at 8:36 am

    Belajarlah menjadi orang yang pertama berbuat baik,agar dimana ada ada pertikaian, kita datang membawa damai,dimana ada kesedihan, kita datang membawa penghiburan

  3. A.K.P. Panggabean on April 3, 2009 at 9:25 am

    Amazing grace….how sweet the sound…that saved a wretch like me……….

  4. elumban on April 3, 2009 at 9:49 am

    Untung ada rumametmet…..almanak kami di rumah cuma lembaran putih untuk ayat harian dari kamis sampai minggu

    Daniel Harahap:
    Saya ingin mendengar apa kata percetakan HKBP jika dikomplain ke sana. :-)

  5. jonner sihombing on April 3, 2009 at 10:35 am

    Terimakasih Amang Pendeta atas renungannya yang selalu menyegarkan hati. Seringkali saya membaca ayat renungan yang ada dalam almanak tapi tidak dapat dan sulit memahami maknanya. Syukurlah setelah membaca uraian renungan yang Amang tuliskan saya jadi memahami maknanya. Kiraya renungan yang selalu saya baca bisa semakin menambah iman percaya saya.

  6. jonner sihombing on April 3, 2009 at 10:48 am

    Terimakasih Amang Pendeta atas renungannya yang selalu menyegarkan hati. Seringkali saya membaca ayat renungan yang ada dalam almanak tapi tidak dapat dan sulit untuk dapat memahami maknanya. Syukurlah setelah membaca uraian renungan yang Amang tuliskan saya jadi memahami maknanya. Kiraya renungan yang selalu saya baca bisa semakin menambah iman percaya saya.

  7. Panca Bonar on April 3, 2009 at 10:54 am

    Biarlah kami juga belajar dari Tuhan tentang hidup memberi, berbagi dan berkorban.

    Ada dua jenis berkorban yakni berkorban dengan sadar dan berkorban tanpa sadar. Jenis yang pertama biasanya dengan pamrih dan umumnya adalah pura-pura berkorban, sebagai contoh seperti yang marak kita lihat saat ini sehubungan dengan banyaknya orangyang pura-pura berkorban untuk memperoleh kursi legislatif maupun berkorban agar memperoleh kedudukan, dan contoh kecil misalnya mengorbankan sesuatu demi memperoleh sesuatu.

    Jenis berkorban yang kedua adalah berkorban tanpa disadari, jenis ini biasanya tanpa pamrih, spontan, dan tidak pura-pura. Kadang kita telah berkorban tapi kita tidak menyadari telah melakukan pengorbanan, dan biasanya kita sering bertanya mengapa terjadi demikian sehingga kita mengalami penderitaan akibat pengorbanan yang tanpa disadari telah kita lakukan dan jawabannya baru kita dapat setelah beberapa lama kemudian. Inilah pengorbanan yang sesungguhnya. Ala ni bugang Na malum tahilala.

  8. Soparov van Hotank on April 3, 2009 at 10:57 am

    Pada kaki salibMu, Yesus ku berlindung,
    Air hayat Golgota, pancaran yang agung,
    SalibMu salibMu yang kumuliakan,
    Hingga akhirnya ke sorga kelak, ada perhentian.

  9. Hodbin Marbun on April 3, 2009 at 11:23 am

    Terima kasih Tuhan untuk berkatMU hari ini,Amin.

  10. anggung purba on April 3, 2009 at 11:24 am

    apa kata percetakan Hkbp disiantar ya??

  11. florasilaban on April 3, 2009 at 1:23 pm

    Pengorbanan Kristus tidak akan bisa kita bayar dengan apapun dan semoga Kristus mengampuni kita karena sering melakukan pekerjaan yang baik untuk mengharapkan balasan, semoga apa yang sedang saya perjuangkan untuk menegakkan kebenaran dapat terwujud sesuai dengan kehendak Kristus.

  12. Friska pardede on April 3, 2009 at 3:38 pm

    Kukatakan kepada putri pertamaku thn depan kamu coba lagi bw setiap kegagalan adalah keberhasilan yg tertunda ketika dia memberitahukan padaku bw teman akrabnya yg dia bujuk2 untuk mencoba ikutan test beasiswa S2 yg diadakan oleh Menkoinfo ke 9 negara putriku kalah di Test Potensi Akademik(TPA) yg menargetkan skor 550 ternyata putriku hanya diangka 530.

  13. FE on April 3, 2009 at 5:20 pm

    “… tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan [dosa] …” (Ibrani 9:22). Jadi supaya dosa kita diampuni Tuhan Yesus harus mati dengan cara yang sangat menyakitkan seperti itu.

    Selain itu apa yang telah Tuhan Yesus perbuat untuk kita dengan cara mati yang seperti itu? Di dalam Yesaya 53:4-5: “Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya [Tuhan Yesus] kita menjadi sembuh.”

    Apakah saat ini kita datang kepada Tuhan dalam keadaan sakit? Mungkin ada diantara kita yang sakit secara fisik, mental, jiwa, tekanan / ketakutan, kebingungan dan tidak tahu apa yang harus diperbuat. Mungkin hubungan di dalam keluarga tidak baik: hubungan suami istri, hubungan orang tua anak, hubungan antar keluarga, dan juga masalah ekonomi / keuangan. Tetapi oleh bilur-bilur Tuhan Yesus kita percaya dengan iman apa yang terjadi zaman dahulu bisa juga untuk “masa kini”. PERCAYA DG KEYAKINAN IMAN YG TEGUH.

    apa yg saya sampaiakan ini juga menantang kehidupan saya pribadi…..teguhkah saya atau sebaliknya? jadi di ruma ini kita saling menguatkan.

  14. elumban on April 3, 2009 at 6:17 pm

    Sepertinya memang kami kebagian almanak yg bermasalah-salah cetak, krn ternyata banyak2 halaman2 yg putih bersih. Ngak apalah, mudah2an msh ada stock gantinya. Ngak usahlah di complain ke percetakan HKBP. Kalau satu rusak dari 4 juta almanak cincailah.

  15. hetty aimamora on April 14, 2009 at 3:38 pm

    terimakasi pa pdt.benar tanpa pengorban Tuhan mungkin kita sekarang ini hidup ini tak berarti.. hanya berserahlah dan mengingat pengorbanan Tuhan hidup ini lebih berarti dan lebih bisa merendah hati…biarlah dgn pengorbang Tuhan Kita semua diselamatkan oleh kasih karunianya….Amin

  16. hetty simamora on April 14, 2009 at 3:40 pm

    Terimakashi pa pdt.benar tanpa pengorban Tuhan mungkin kita sekarang ini hidup ini tak berarti.. hanya berserahlah dan mengingat pengorbanan Tuhan hidup ini lebih berarti dan lebih bisa merendah hati…biarlah dgn pengorbanan Tuhan Kita semua diselamatkan oleh kasih karunianya….Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*