Yang Berlindung Yang Bersukacita

Almanak Jumat 27 Maret 2009:

Tetapi semua orang yang berlindung pada-Mu akan bersukacita, mereka akan bersorak-sorai selama-lamanya, karena Engkau menaungi mereka; dan karena Engkau akan bersukaria orang-orang yang mengasihi nama-Mu. (Mazmur 5:11)

Sebagai manusia kita sangat membutuhkan pelindung atau tempat perlindungan. Sewaktu kanak-kanak kita dilindungi penuh oleh orangtua kita. Setelah dewasa dan sedikit-banyak kita melindungi diri sendiri dari berbagai hal kita butuh hukum, polisi, satpam dan tentara, serta pemerintah sebagai pelindung. Sehari-hari kita butuh rumah sebagai tempat perlindungan dari panas matahari dan hujan, juga dari gangguan-gangguan lain. Kita butuh berbagai alat pelindung, seperti payung, jaket, topi, sepatu dan lain-lain. Saat terjadi kerusuhan, bencana alam apalagi perang kita mengungsi ke tempat perlindungan.

Hari ini almanak mengingatkan kita Tuhan Allah adalah tempat perlindungan sejati atau sesungguhnya. Dalam Dia jiwa kita benar-benar aman dan tenteram. KepadaNyalah kita pertama-tama dan terutama berlindung. Dia mahakuat melindungi kita. Dia melindungi kita persis seperti seorang ibu melindungi anaknya dalam rahimnya atau sesudah lahir dalam pelukannya.

Namun tentu saja kita tidak boleh menafsirkan ayat hari ini sebagai pembenaran untuk melarikan diri selamanya dari tugas, tanggungjawab dan kenyataan hidup. Sebagai manusia kita tidak boleh selamanya bersembunyi. Kita dipanggil keluar untuk berjuang dan bertarung di tengah-tengah dunia, berusaha dan berkarya di tengah masyarakat. Kita dipanggil menghadapi tantangan dan masalah di kenyataan hidup. Namun ayat hari ini mengatakan jika kita lelah dan lemah, merasa sangat sulit dan terjepit, kita boleh melarikan diri kepada Tuhan berlindung kepadaNya. Nanti sesudah pulih dan kuat kita kembali lagi ke kenyataan hidup meneruskan perjuangan dan usaha kita.

Doa:

Ya Allah, kami bersyukur sebab Engkaulah Pelindung kami. Jiwa kami aman dan tenteram dalam naunganMu. Pulihkanlah kami dari kepenatan dan keletihan kami. Berilah kami kekuatan dan keberanian baru menghadapi dunia. Lindungilah kami dalam perjuangan dan usaha kami. Dalam Kristus. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

9 Responses to “Yang Berlindung Yang Bersukacita”

  1. JP Manalu Says:

    Terimakasih amang untuk renungan hari ini, Tuhanlah tempat kita mengadu dan berlindung untuk semua kesulitan dan tantangan yang kita hadapi.

  2. jonner sihombing Says:

    Terimakasih amang atas renungan hari ini. Tapi apakah renungan ini benar dari Mazmur 5 ayat 11??

    Daniel Harahap:
    Thx. Maksudnya ayat 12.

  3. Rumonang Says:

    Dulu sewaktu kuliah saya ke kampus naik motor dengan teman saya, sebelum naik ke motornya saya selalu berdoa dalam hati minta perlindungan. Suatu hari saya lupa karena sudah buru buru dan di tengah jalan kami keserempet jatuh akhirnya luka-luka dan dibawa ke klinik terdekat. Saat saya di klinik saya teringat bahwa saya lupa berdoa. Akhirnya saya berdoa dan mohon kesembuhan saya dan bekas luka itu masih membekas di tangan saya hingga sekarang. Pengalaman seterusnya adalah waktu saya berangkat dari Ajibata Parapat ke Medan naik PMH, sebelum naik saya juga berdoa dalam hati, setelah di Pematang Siantar kami bertukar tempat dengan yang di depan kami karena kaca jendelanya tidak bisa dibuka. Dalam perjalanan setelah lewat Tebing Tinggi bus PMH yang kami tumpangi bertabrakan dengan Truk besar. Korban sangat banyak, dan sekujur tubuh saya sudah penuh dengan darah tapi yang saya heran saya tidak merasa sakit. Orang yang berganti tempat dengan kami mengalami luka yang sangat berat. Kami dibawa ke klinik yang dekat dan ternyata saya tidak luka sedikitpun,ternyata darah yang ada di badan saya adalah cipratan dari luka- luka orang di sekitar saya. Orang yang berganti tempat dengan saya, lukanya sangat parah dan segera di bawa ke rumah sakit Pamela. Karena saya tidak apa apa, saya tetap ikut ke pamela karena saya ingin membantunya sekalipun saya belum kenal pada saat itu. Pada saat itu banyak orang menyatakan bahwa saya dukun dan punya pertahanan badan karena tidak ada sedikitpun luka. Saya tegaskan pada mereka itu adalah perlindungan Tuhan pada saya.
    Yang mau saya katakan dari pengalaman saya itu adalah di mana saja dan kapan sajapun maut siap menerkam. Tuhan menginginkan kita untuk selalu memohon perlindungan kepada-Nya dan jika kita berlindung kepada Tuhan maka kasih dan kuasa Tuhan akan melindungi kita sehingga kita terhindar dari semuanya itu. Dan jikalau kita mengalami bagaimana besarnya kuasa Tuhan melindungi kita, wah… tidak terkatakan rasa syukur dan sukacita kita.

  4. NN Says:

    Saya dan istri sedang dalam ketakutan dan kekuatiran yang teramat sangat dalam saat ini. Kami sedang dalam ancaman santet seorang paranormal/dukun/tukang urut saat ini. Kerinduan ingin memiliki keturunan mungkin menjadi titik awal persoalan ini. Kejadian nya bermula pada hari senen yang lalu tanggal 23 Maret 2009 Istri ditemani oleh Ibu mertua saya mendatangi seorang pintar (dalam benak Istri dan Ibu mertua saya saat itu orang pintar itu adalah tukang urut biasa) berdasarkan informasi dari saudara kami dikampung istri, yang sedang mengandung 2 bln setelah dijamah oleh paranomal itu. Kepergian mereka ke paranormal itu tanpa didampingi oleh saya dan atas sijin saya (Karena istri saya bilang saat ditelepon bahwa dia mau ke tukang urut). Saya dan istri sebenarnya dari awal sudah berkomitmen bahwa tidak percaya sama pengobatan model perdukunan, tapi masih memberi toleransi kepada pengobatan tukang urut yang mengawali proses pengobatannya dengan berdoa dan mengatakan bahwa semua adalah atas kehendak Tuhan (kami sudah sekitar 3 kali berobat ke tukang urut yang seperti ini).

    Paranormal (seorang jawa yang mengaku kristen jg) ini sebenarnya masih terbilang saudara dengan istri, karena istrinya masih semarga dan teman sekampung dengan istri saya (masih sada ulaun “marompu-ompu” dgn keluarga dari pihak istri saya). Hari senen itu pukul 21.30 istri saya meminta saya untuk menjemput mereka. Dalam perjalanan pulang saya menanyakan tentang proses pengobatan “tukang urut” yang baru mereka lakukan. Betapa kagetnya saya dengan keterangan istri saya. Proses nya sangat tidak masuk akal, si “tukang urut” katanya akan mentransfer rahim saudaranya yang subur ke rahim istri saya yang kurang subur. Dan sebelum proses itu berlangsung, si “tukang urut” men-sugesti istri dan mertua saya dengan atraksi ilmunya yang bisa melihat tanda2 lahir di tubuh istri saya dan orang2 yang hadir di ruangan pengobatannya saat itu, dia juga bisa merubah suaranya menjadi suara perempuan dan suara seorang perempuan yang hadir saat itu (temen istri saya) diubahnya menjadi suara laki2. Dia jg mengatakan bahwa dia adalah paranormal no. 4 di indonesia dan berteman akrab dgn ki Gendeng pamungkas. Dan dia mengaku kalau dia bisa menyantet orang.

    Akibat dari sugesti ini istri dan mertua saya dihinggapi rasa takut yang teramat sangat (menurut penafisran saya) shg istri saya mengiyakan saat si “tukang urut” meminta syarat 6 ekor kambing jantan (nilai 1 kambing = Rp. 1Jt, kata tukang urut itu). 6 Kambing ini katanya akan dijadikannya persembahan (kepalanya utk yang memberinya ilmu, dan badannya utk anak yatim). Apalagi si “Tukang urut” katanya dapat menjamin bahwa dalam waktu 3 bln istri saya akan hamil (macam Tuhan saja dia, kata saya nyela omongan istri saya). Dan dia mengatakan bahwa istri saya tidak akan bisa hamil melalui pengobatan manapun (dokter atau yang lainnya) selain hanya dengan pertolongannya.

    Untung istri saya tidak membawa uang dlm jumlah besar saat itu, tapi istri saya mengatakan akan mentransfernya. Si “tukang urut” ini mendesak terus agar diambil aja uangnya makam itu, tp istrinya membela istri saya dengan mengatakan “sudah malam, tidak ada lagi ATM yang buka”. Si “tukang urut” menerima dengan embel2 jika istri saya ingkar janji akan mengalami malapetaka dan kesusahan selamanya.

    Mendengar ceritanya itu, saya marah dan menyalahkan istri saya “mengapa pergi berobat ke dukun” padahal sudah komitmen tidak akan menempuh cara pengobatan perdukunan. Mertua saya membela istri saya, dan menyarankan supaya mentransfer uangnya, siapa tau berhasil dan istri saya jg berencana seperti itu (tapi saya rasa sebenarnya karena takut atas ancaman si “tukang urut” itu.

    Saya juga dihinggapi rasa takut saat itu, sehinga mengatakan kepada istri “terserah kalianlah mau bayar atau tidak”. Sebelum pamit pulang ke rumah, saya mengajak mertua, istri dan kakak perempuan istri saya berdoa bersama memohon pertolongan dan petunjuk dari Tuhan ttg masalah ini. Di mobil sepanjang perjalanan pulang ke rumah, rasa takut menghinggapi perasaan kami shg kami saling berdiam diri sambil merenung. Sesampai di rumah sblm tidur kami saling menumpahkan perasaan, dan Tuhan memang Maha Besar dan Ajaib, pertolongan-Nya datang dengan cepat. Tuhan menyatakan dalam hati dan pikiran saya (yang juga dirasakan istri saya) saat di monil tadi bahwa jika kami menyerahkan uang 6 jt itu berarti kami sudah ikut mendukung penyembahan berhala. Kami pun sepakat tidak akan mentransfer uang itu, dan mohon ampun pada Tuhan karena kami telah menempuh jalan yang salah dalam usaha kami memperoleh keturunan, dan membuat pernyataan kepada Tuhan (dalam doa kami malam itu) bahwa kami hanya ingin mendapatkan anak yang dari Tuhan saya, kami tidak mau anak yang kami dapat karena usaha orang yang menyembah berhala. Dan saya meminta istri agar menukar no HP nya agar tidak dihubungi oleh si tukang urut itu. Perasaan kami lega setelah berdoa, dan dapat tidur nyenyak malam itu.

    Namun persaan takut kami muncul sejak tadi malam saat Laeku/hula2-ku (saudara laki2 istriku) menelepon kami mengabarkan bahwa si “tukang urut” itu mencari dan menanyakan keberadaan kami melalui orang suruhannya ke rumah Laeku. Si tukang urut itu mengatakan tidak dapat menghubungi kami lewat HP. Melalui orang suruhannya iru si “tukang urut” itu mengatakan bahwa jika sampai hari ini (kemarin) kami tidak mentransfer uangnya, kami akan menghadapi masalah besar.

    Kami berdoa sebelum tidur 9pukul 00.30 WIB agar Tuhan menjauhkan kami dari Kuasa2 jahat, santet dan Nita jahat orang kepada kami. Perikop yang kami baca juga dalam Renungan harian yang dikeluarkan oleh HKBP (Nats hari Jumat 27/3/09) sangat menguatkan kami.

    Tapi aku dan istri masih sangat takut dan kuatir… bagaimana sikap kami Amang Pendeta, apakah kami harus bicara langsung dengan orang itu? berdasarkan info dari istriku, tadi mertuaku sudah berbicara langsung dengan istri tukang urut itu lewat HP. Mertuaku mengatakan “supaya mereka jangan mengharapkan uang itu, karena kami membatalkan rencana kami menempuh pengobatan itu. Mohon juga Doakan kami, supaya bebas merdeka dari masalah ini!

    Daniel Harahap:
    Saya ikut berdoa Amang. Pertama: Tuhan mahakuat. Iman sebesar biji sesawi yang dikaruniakanNya mampu memindahkan gunung, mengusir setan, dan menolak perbuatan si jahat. Percayalah tak ada yang mampu memisahkan orang beriman dari Kristus Tuhannya. Kedua: saya juga mau ikut berdoa agar Tuhan menatap kerinduan kalian mendapatkan anak. Tuhan maha pengasih. Kiranya Dia mendengar doa kita.

  5. Panca Bonar Says:

    Kepada yang terkasih Sdr.NN

    Dalam situasi yang serba sulit saat ini, berbagai cara akan dilakukan manusia demi untuk mencari kesenangan, baik itu dengan cara yang benar, hampir benar, sedikit benar, salah, sedikit salah, dan sangat salah.

    Mungkin sudah pernah membaca berbagai berita yang memuat teknik penipuan yang dilakukan oleh para penjahat dengan modus yang kadang membuat kita sangat mudah tertipu sebagai contoh dengan menyebarkan amplop coklat yang berisi berbagai surat berharga dan surat cek miliaran rupiah dan lebih banyak lagi dan lebih sering dengan menggunakan telefon genggam yang menyatakan anda mendapat hadiah dan silahkan menghubungi nomor sekian dst…dst.

    Merujuk pada permasalahan yang saudara utarakan di atas, bahwa saudara dirundung oleh kerinduan ingin mendapatkan keturunan, dan akhirnya terjebak dalam situasi seperti yang diutarakan di atas memang adalah suatu keadaan yang sangat sulit sehubungan dengan tekanan budaya batak yang sangat menekankan akan arti keturunan terutama keturunan jenis kelamin laki-laki sebagai penerus dalam tarombo.

    Namun ada baiknya kita kembali lagi kepada arti atau tujuan perkawinan yang sesungguhnya: bahwa tujuan perkawinan adalah untuk mencapai keutuhan seseorang sebagai manusia, sedangkan memperoleh keturunan adalah buah dari perkawinan. Jadi seseorang yang tidak memperoleh keturunan bukan berarti gagal dalam perkawinan. Hal inilah yang harus dicermati karena selama ini banyak yang beranggapan keliru mengenai tujuan perkawinan.

    Dan bilangan itu adalah 666.. tapi yang penting kita harus cermat dan bijaksana … itulah dilukiskan dalam bibel yang menggambarkan kemajuan teknologi informasi yang saat ini telah menguasai seluruh kegiatan manusia, nah kalau dicermati dengan seksama bahwa seluruh nomor pin, bar code , kartu kredit ,telefon genggam dasarnya adalah bilangan 666, jadi kita harus waspada dan hati-hati dalam menyikapi sehingga kita terhindar dengan pekerjaan iblis/ stress akibat penggunaan telefon genggam sebagai contoh dalam permasalahan di atas.

    Suatu hal yang perlu dipahami, bahwa Tuhan menciptakan manusia secara pribadi-pribadi tentu ada maksudNya kepada masing-masing pribadi. Ada manusia yang diciptakan untuk bisa memperoleh keturunan, ada yang diciptakan tidak memperoleh keturunan, ada manusia yang diciptakan warna hitam, putih, kuning , tentu semua ada porsi tujuan masing-masing , yang penting adalah sejauh mana kita memahami keberadaan kita tercipta sebagai manusia. Perlu kita ingat bahwa eksistensi dan kesuksesan kita sebagai manusia bukan ditentukan oleh karena bisa memperoleh keturunan, pangkat,jabatan, gelar, kekayaan , akan tetapi yang paling utama apakah kita berguna atau tidak, dalam kasih tentunya. Salam dalam Kristus

  6. Rumonang Says:

    Buat NN:
    Kami turut berdoa amang buat Amang sekeluarga supaya Tuhan menolong Amang dalam semua masalah yang dialami itu. Penguatan yang perlu kami sampaikan adalah “si tukang urut itu adalah ciptaan Tuhan kita dan Tuhan kita lebih kuat dan lebih berkuasa dari tukang urut itu”, jadi jikalau pertolongan yang kita dapatkan jauh di atas tukang urut itu maka kita tidak perlu takut. Kita serahkan semuanya kepada Tuhan dengan doa yang tiada putusnya maka Tuhan akan memulihkan semuanya. Dia adalah Maha Kuasa.Maha…Maha… Maha Kuasa, tidak kuasa apapun yang mampu melebihi-Nya. Kita tidak perlu takut. Kita juga berharap semoga tukang urutnya bertobat dan memperoleh kasih karunia Tuhan kita.Semoga tidak ada lagi orang yang menjadi korbannya.

  7. Nita Hutajulu Says:

    Tiada perlindungan yg kuat selain Tuhan kita, mari senantiasa meminta perlindungan dari Tuhan, karena kita sebagai manusia memiliki keterbatasan dalam melindungi diri kita. Dimanapun, kapanpun, kejahatan bisa terjadi, tapi kalau kita berserah dan minta perlindungan dari Tuhan, kita pasti akan dilindungi.
    Buat Keluarga NN, saya turut berdoa, dimanapun keluarga Bapak NN berada biar Tuhan lindungi dan diberikan keturunan.

  8. Friska pardede Says:

    Untuk keluarga NN saya juga ikut prihatin tetapi percayalah tiada yang lebih kuat dari kuasa yang dimiliki junjungan kita Bapa di sorga dan anakNya Tuhan kita Yesus Kristus, jangan pernah berhenti berdoa. Mari kita doakan juga saudara2 kita yg menjadi korban dari bencana akibat jebolnya tanggul Situ Gintung dimana banyak sekali korban yg meninggal dan yg blm ditemukan, semoga mereka tabah menghadapi segala derita.

  9. Beben Sihombing (YBSS) Says:

    horas amang DTA, apa kabar? saya mohon maaf sudah lama tiadk singah dan berkunjung dikarenakan kesibukan di luar kota, maaf kalau pekerjaan mengalahkan kerinduan membaca almanak harian.
    terima kasih juga ats firman hari ini, memang hanya Tuha Allah saja tempat kita berlindung, tanganNYA tidak akan melepaskan kita walau sedetikpun, amin. May Jesus bless all of us and Indonesia.

Leave a Reply