Kuatlah dan Teguhlah

March 25, 2009
By Daniel T.A. Harahap

Almanak Rabu 25 Maret 2009:

jejak-kaki.jpg

Kuatkanlah tangan yang lemah lesu dan teguhkanlah lutut yang goyah. (Yesaya 35:3)

Ada banyak sekali hal dalam hidup ini yang bisa menyebabkan kita lemah lesu dan goyah. Antara lain: penyakit yang lama tak sembuh, masalah berat yang tidak terselesaikan, penantian yang tak kunjung datang, perpisahan dengan orang yang dikasihi dan lain-lain Dan lain lain-lain.

Apapun masalah yang sedang kita hadapi, hari ini Tuhan berfirman agar kita saling menguatkan dan meneguhkan. Tuhan Allah ada dan kuat. Dia mau menolong kita. Sebab itu jangan putus asa, jangan takut, dan jangan bersembunyi dari masalah. Kuatkanlah kaki untuk berdiri dan tangan untuk bekerja menghadapi masalah. Kuatkanlah hati dan tegakkanlah wajah menghadapi kenyataan.

Tuhan tidak ingin kita terus-menerus lesu, murung atau muram dalam kehidupan ini. Dia menghendaki kita kuat, selalu semangat dan gembira menciptakan masa depan bersama-sama Dia, merayakan kehidupan hari ini dalam kasih, kesetiaan dan kerendahan hati. Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah lesu. Teguhkanlah lutut yang goyah. Bangkitlah.

Doa:

Ya Allah, kami membutuhkan kekuatanMu untuk bangkit. Kami membutuhkan kekuatanMu agar sanggup menghadapi realitas kehidupan, menyelesaikan masalah dan memenangkan berbagai pergumulan kami. Sertailah kami. Peganglah dan peluklah kami di saat-saat hati kami sangat lesu dan lemah serta goyah. Sinarilah kami dengan wajahMu. Biarlah jiwa kami kembali hidup dan bersorak-sorai dalam Kristus. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

13 Responses to Kuatlah dan Teguhlah

  1. Tio on March 25, 2009 at 7:40 am

    Horas… slamat pagi dunia
    terkadang hidup ini senang dan sedih, kadang kita diatas dan terkadang dibawah. renungan hari ini mempunyai makna dalam hidup kita

  2. Manna on March 25, 2009 at 7:57 am

    Hari ini aku mau turut menguburkan seorang remaja laki 15 tahun yang menderita kanker. Sepertinya aku sangat turut merasa begaimana letih, pahit perasaan dan emosi orangtuanya. di samping ekonomi keluarga yang sungguh tidak menunjang. Tuhan memang telah memberi kesempatan padaku dan boruku untuk berbagi, menunjukkan bahwa Tuhan Yesus sangat baik pada anak tersebut dan ortunya. Namun kini yang harus kami dan seluruh yang mengasihi dituntun Tuhan mendampingi keluarga menghadapi kenyataan ini, mau bangkit dan dituntunNya.

  3. elumban on March 25, 2009 at 8:03 am

    Kok lain Amang sama Almanak kami?. Hari ini di almanak yang kami punya natsnya dari Mazmur 122:1.
    Terlepas dari perbedaan itu, terima kasih untuk nats di atas, semoga menjadi peneguhan bagi kita, terutama saudara2 yg menghadapi kesulitan saat ini akibat krisis global yg terjadi.

    Daniel Harahap:
    Terima kasih Amang. Barusan saya juga ditelpon oleh Lae Rumanap Sihombing tentang hal yang sama. Yesaya 35:3 memang ayat untuk hari Senin 30 Maret. Maaflah. Memakai bahasa Batak: naung i ma i. Terjemahan: sudahlah itulah itu. :-)

  4. t.m.sihombing on March 25, 2009 at 8:08 am

    Horas Amang Pdt.DTA.
    Hal yang sulit diterima oleh orang yang menderita agar dia kuat menahan derita dan menyerahkan segala kehidupannya ke Tuhan Yesus dan selalu muncul keluhan kenapa Tuhan tidak adi ?l atau tidak mendengar keluhannya ? Saya melihat bahwa sebagian penderitaan sakit dapat juga disebabkan oleh perbuatan kita sendiri misalnya makan terlalu kenyang(Rakus?), bergadang,terlalu cape, dan merokok ditempat tertutup , makan tidak teratur, main joker sampai pagi hari, kurang tidur, sehingga tidak menyadari dampaknya. Pada saat kita sehat tersebut lupa untuk menjaga kesehatan dan lupa pula beribadah dan mengucap syukur atas kesehatan dan lupa pula menyerahkan segala tubuh kita sebagai persembahan yang kudus di hadapanNya. Pola seperti ini perlu kita tinggalkan dan pada saat kita dalam keadaan sehat kita lakukanlah pendekatan dan penyerahan diri dengan Tuhan , biarkanlah DIA yang mengatur hidup kita dan kehendakNya lah yang jadi dalam segala aspek kehidupan kita. Semua orang akan mendapat penderitaan atau masalah apakah dia berada dalam posisi orang kaya atau sebagai orang miskin, maka untuk menyelesaikan semuanya ini kita memohon tuntunanNya dan pemelihraanNya agar kita teguh dan kuat iman sehingga segala masalah / penderitaan/pergumulan/kesediahan dapat kita terima dan mensyukuri apa yang kita peroleh saat ini dan semua kejadian yang kita hadapi adalah Kehendak Tuhan dan selalu berseru memanggilNya sepanjang masa dalam kehidupan kita.

  5. Hedmon Tampubolon on March 25, 2009 at 8:19 am

    Syalom…
    Selamat pagi dunia…
    Ku bersyukur kepada Tuhan atas kasih karunia-Nya yang senantiasa menyertai hidupku disaat-saat sulit, saat senang serta dalam situasi apapun. Kutahu bahwa Dia senantiasa memegang tanganku…

    Doa : Terimakasih Tuhan atas kasih setia-Mu yang kualami dalam hidupku. Kuatkanlah dan teguhkanlah hatiku utk tetap berharap kepada Mu dalam hidupku. Dalam Kristus ku bersyukur dan berdoa . Amin

  6. eric arac on March 25, 2009 at 9:13 am

    Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, terkadang kita bisa lemah dan goyah hanya karena hal kecil dan sepele. Tuhan, kuatkan dan teguhkanlah hatiku untuk tetap bersandar kepada Anugrah dan kasih setiaMU. Dalam nama Yesus. Amin.

  7. Rumonang on March 25, 2009 at 11:09 am

    Mazmur 122,1 adalah renungan hari ini yang saya baca di Almanak yang isinya
    “Nyanyian ziarah Daud. Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: “Mari kita pergi ke rumah TUHAN.”
    Adalah suatu kebahagiaan bagi kita untuk datang bersama – sama dengan teman seiman kita kepada Tuhan.
    Untuk datang kepada Tuhan kita perlu saling menguatkan supaya tidak ada yang tertinggal dari saudara kita untuk menerima kekuatan dari Tuhan hanya karena kesusahan ataupun penderitaan. Jikalau seseorang mengalami suatu kesusahan atau penderitaan adalah sangat sulit baginya untuk berpikir jernih bahkan situasi keadaannya itulah yang menguasainya sehingga seseorang itu lupa akan kekuatan Tuhan yang siap membantunya. Ini bisa terjadi pada siapapun juga sehingga pada saat seperti inilah kita perlu saling menguatkan, saling menghiburkan dan saling membangkitkan dan saling mengingatkan. Dengan demikian sesorang itu tidak akan mengambil jalan pintas atau putus asa tetapi dia akan ingat kepada Tuhan dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan untuk dipulihkan. Memang ngomong sih gampang, tapi manakala kita mengalaminya adalah sangat sakit dan sulit. Jadi marilah kita membantu dan menguatkan orang yang kesusahan karena kita juga membutuhkan kekuatan dan bantuan pada saat kita kesusahan dan itulah yang diinginkan Tuhan dari kita.

  8. Erpesim on March 25, 2009 at 11:50 am

    Renungan Firman Tuhan hari ini menyapa,menghibur dan memberikan kekuatan.Menguatkan lalu membangkitkan semangat bukan hanya bagi yang lemah atau sedang menderita saja.Firman Tuhan hari ini juga mengingatkan kita saat2 dimana kita ada atau pernah melewati keadaan tertekan,lesu,lemah,menderita atau putus asa.Sehingga Firman Tuhan ini juga membuat kita utk boleh bersyukur atas Kasih setia,Penghiburan dan KekuatanNya.Kemuliaan bagi nama Tuhan Yesus.

  9. Friska pardede on March 25, 2009 at 12:07 pm

    Ketka keletihan dan kelesuan sudah sampai puncaknya akhirnya orangtua dari sahabat baikku dipanggil Tuhannya, beliau sdh berusia 83 thn menderita kanker tulang akut yg baru diketahui 3 bln yl ketika masih menyetir sendiri dari Solo ke Jakarta, kukatakan pada sahabatku ini sebaiknya kalian anak2nya memberitahukan kepada beliau bw penyakitnya sdh tidak bisa diobati dan paling lama usianya 3 bln lagi mumpung beliau msh bisa diajak bicara, menurutku beliau sdh mendapatkan anugrah luar biasa sampai usia segitu dan selama ini sangat sehat.

    Tetapi sahabatku ini tidak mau memberitahukan pada ayahnya katanya takut melukai hatinya, saya bilang katakan dgn halus agar beliau mempersiapkan diri dgn sangat baik, terakhir beliau masuk ICU selama 10 hari dan tdk bisa apa2 lagi sahabatku ini menyesal tdk memberitahukannnya, dari sisi keimanan bagaimana menurut amang?

  10. FE on March 25, 2009 at 1:04 pm

    menghadapi krisis sekarang ini, spirit-spirit emang sangat dibutuhkan. Baik dari keluarga , teman-teman, ato dari pihak gerejawi (lewat renungan-renungan), terlebih lagi dari Tuhan…..dengan kata lain kita juga harus bersandar , berserah dan melakukan bukan pasif. Susah untuk seperti itu….tapi harus dicoba, lama-lama terbiasa. …….selamat .

  11. Riris Hutapea on March 25, 2009 at 2:10 pm

    Sai tiop ma tanggak ku,
    sai togu au.
    Paian tos hosa ku
    ramoti au.
    Dang olo au mardalan
    sasada au..
    ai Ho ma ale Tuhan manogu au..

    Saya lupa ini dari Buku Ende no berapa??
    Tapi saya senang menyanyikan lagu ini.
    Kira-kira, ini cocok kan amang dengan renungan hari in??

  12. Nita Hutajulu on March 25, 2009 at 4:25 pm

    Besryukur dlm segala hal memang sgt sulit, apalagi ketika kita dlm pencobaan. Tetapi kalau kita senantiasa minta kekuatan dari Tuhan, DIA pasti memberikan kekuatan itu. Hanya bersama DIA kita bisa berjalan & tetap tegak didlm hidup ini. Hidup yg penuh ketidak pastian, hidup yg penuh dgn masalah, persoalan, pergumulan, beban, dll. Tapi bersama dgn DIA hidup ini pasti, saat kita lemah YESUS akan memberi kekuatan, dlm Firman Tuhan ada Jawaban, Kekuatan, pengharapan, penghiburan & jalan keluar bwt hidup kita.

  13. Jansen H. Sinamo on March 25, 2009 at 10:30 pm

    Jangan pernah melecehkan ‘modal dengkul’, kata saya cukup kerap belakangan ini, sebab tanpa dengkul yang prima sekadar berjalan pun anda tak bisa.

    Dan ini harafiah buat saya: segmen terakhir yang akan pulih pasca stoke setahun lalu, ya itu, dengkul saya yang belum sepenuhnya utuh, terintegrasi, dan kompak; lutut goyah, sai olo tarsilandit:-))

    Di klinik fisioterapi, semboyan kami adalah ‘kita kalahkan stroke dengan semangat’ dan masih saya tambah dengan berenang tiap hari, kadang 2 kali, pagi dan sore.

    Kalau orang kena stroke, datang ikut membonceng perasaan lesu, sedih, depresi, rasa tak berharga, tak berguna, hilang harapan, gampang tersinggung dll. Dan para pembonceng ini lebih berbahaya daripada yang dibonceng. Sayangnya, sekitar 85% pasien terboncengi. Jelas, kebanyakan anggota masyarakat kita tidak kompeten memotivasi diri.

    Jadi kalau melangkahkan kaki kiri, pas lutut berada pada beban maksimal, saya bilang kepadanya: ayo kuatkan, kompak, semangat, pintar, seimbang, dst, dst.

    Saya bersyukur sekarang mendapat mata kuliah stroke. Dahulu, saya pernah mendapat nilai A pada kuliah fisika kuantum, sekarang saya pun harus lulus dengan nilai A pada ujian stroke.

    Sekalian mohon doa dari jemaat ruma metmet. Terimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*