Almanak Kamis 26 Februari 2009:
Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN Allah adalah gunung batu yang kekal. (Yesaya 26:4)
Percaya arti sesungguhnya mempercayakan. Maukah Saudara dan saya mempercayakan anak-anak pergi dengan orang yang tidak Saudara kenal? Maukah Saudara mempercayakan orang yang tidak jelas integritasnya menjaga rumah Saudara saat harus pergi ke luar negeri misalnya? Seandainya Saaudara harus menitipkan uang atau perhiasan milik Saudara yang sangat berharga itu kepada siapakah Saudara titipkan dan mengapa kepadanya?
Pertanyaan-pertanyaan di atas membantu kita memahami dan menghayati bahwa percaya kepada TUHAN artinya mempercayakan keseluruhan hidup, masa kini dan masa depan kepada TUHAN. Dengan kata lain percaya artinya menjaminkan dan menggantungkan hidup kepada TUHAN. Di sana ada unsur penyerahan. Ketika kita mempercayakan anak-anak kita diantar atau dijaga oleh seseorang maka kita menyerahkan anak-anak itu kepadanya. Begitulah kita diminta menyerahkan seluruh diri dan hidup kita kepada TUHAN.
Alkitab mengatakan orang yang percaya kepada TUHAN akan hidup aman, tenteram dan selamat. TUHAN setia dan sungguh dapat diandalkan. Dia tidak mau mengecewakan atau mempermalukan orang yang percaya atau menyerahkan diri kepadanya. Dia kuat dan baik. Dia kudus dan benar. Mari kita mempercayakan seluruh hidup: pekerjaan, karir, bisnis, rumah tangga, keluarga, anak-anak, masa depan dan keamanan kita kepada TUHAN. Selama-lamanya.
Doa:
Ya Allah karuniakanlah kami iman sejati yang berasal dariMu. Ajarlah kami mempercayakan seluruh hidup dan masa depan kami kepadaMu. Engkaulah TUHAN dan Allah kami satu-satunya. KepadaMulah kami bergantung dan menyerahkan hidup kami dan kami tidak akan mendapat malu. Demi Kristus. AMIN.
Pdt Daniel T.A. Harahap
Kembali ke halaman depan:
Sai dipargogoi Tuhan I ma hita laho manghaporseai Ibana.
Terima kasih untuk renungan pagi ini, Amang. Sesungguhnya saya tidak pernah ragu untuk mempercayakan hidup saya, keluarga saya, anak-anak saya , dan apapun yang ada pada saya kepada Tuhan. Segalanya kubawa kepada Tuhan. Amang, bagaimana menjelaskan ayat ini dengan Lukas 9 : 58
ale Tuhan sai unang tadingkon, au saleleng diportibion, ala ho na ma gabe partogi disude na parjalangan hi, nang galumbang nang pe haba-haba, parmaraan siboluson hi, dang tahutan be au,tung so ganggu be au, molo Ho donganki.
Sering kita mengalami kewhatiran bila telah berada di dalam pesawat udara apalagi cuacanya tidak bagus dan kemudian kita berseru untuk minta tolong untuk dilindungi. seharusnya kita berdoa sebelum masuk ke peswat dan menyerahkan segala jiwa raga kita dan jangan lupa mendoakan keluarga, bila kita sudah menyerahkan diri kepadaNya badai apapun kita tidak akan takut karena semuanya Dia yang menciptakannya.
Percaya kepada Tuhan sangat memerlukan komitmen yang kuat dari kita, karena terkadang kita kecewa di saat permohonan dan doa kita tidak segera dikabulkan oleh Tuhan.
syallom
Trima kasih Atas renungan Nya pagi ini. emang benar dan nyata, tanpa dia niscaya kita tidak akan bisa apa-apa. Hanya Tuhan lah yang selalu dan selalu menjaga umatNya apabila kita mempercayai dan menyerahkan hidup kita sepenuhNya. Amien. besok saya tunggu lagi renunganNya bapak pendeta. Tuhan Memberkati
Yang perlu juga kita renungkan sesewaktu adalah apakah kita sendiri adalah pribadi yang dapat dipercaya oleh Tuhan dan apakah talenta yang diberikanNya kepada kita sudah kita pergunakan sebagaimana yang dikehendakiNya.
Nang gumalussang angka laut, ro pe nang halisungsung i , lao mangharomhon solungki, molo Tuhan marhata saut, mandok hata Na ingkon saut, sai saut do i , sai saut doi , sai saut do i.
Dang be mabiar au disi, mangalugahon solungki, ai Tuhan hu dongan hi, ai tung godang pe musung hi, lao mngarongom ngolung hi, sai dao doi, sai dao do i , sai dao do i. Hatop marlojong do solung hu tu galumbang na sonang, na so adong be dalan hasusaan i, tudos tu si nang pardalanan hi, lao mandapothon Tuhan hi.
Sipata naeng lonong do au, so halugaon galumbang i, tu ise ma haporusan hi , ingkon hutiop tongtong Jesus i. Ditogu-togu tangan hi di dalan na sai maol i, diparungkilon hasusaan, tu Jesus haporusan hi,nang pe di dalan lao tu surgo , diiring Jesus au disi.
Ada satu hal yg perlu dilihat: mana duluan, percaya atau kenal. Kalau menurut saya (dalam konteks kepada Tuhan) yang pertama adalah percaya, tentunya setelah tahu. ‘Pengenalan’ akan tumbuh setelah ‘saya’ mempercayakan hidup ‘saya’, kalau tunggu kenal dulu, pasti akan banyak hal yang akan didebat dan bisa2 gak habis2nya masa kenal ini. Mari percaya untuk kenal. JBU
hanya kepada Allah saja aku menyembah dan mempercayakan hidupku, istriku tercinta dan semua anak2ku yang kusayangi, karena aku percaya Tuhan Allahku adalah Allah yang hidup dan mengasihi serta memegang tanganku setiap saat, dalam nama Yesus Kristus aku akan selalu percaya, amin.
Pengalaman saya amang sbg ibu rmh tgg,saya sangat membutuhkan pangurupi,tp unt zaman skrng sangat sulit mendapatkan pangurupi yg burju dan boi di percaya,maka dari itu martameang ahu tu Debata di Surgoi asa dilehon tu hami pangurupi yg boi dipercaya dan yg burju,lama jg ahu memohon tu Debata asa di lehon tu hami pangurupi yg burju,3bln kemudian baruma hami di lehon pangurupi na burju.Mauliate tu Tuhanta Debata Na Burjui.(maav ya amang kalo bhs batak saya rada dang denggan ini sedang mw dilatih spy denggan
Yth. Bapak Pendeta.
Terima kasih atas renungan dan doanya.
Berbahagialah orang yang tidak melihat namun percaya padaNYA.
Selamat Pagi Amang, Semua pengunjung rumah ini,
Sya ingin berbagi, ketika usaha dah mentok karena usaha dan kekuatan sendiri, barulah kembali kepada kemurahan Tuhan.
Tuhan memang tak mau kita jauh dari Dia. Ketika kita mulai jauh, Dia menegur dengan berbagai cara dan kesempatan. Untung masih teguran itu lembut, cepat cepat tinggalkan kekuatanmu yang tidak seberapa itu. Tuhan mau kita senantiasa mengandalkan kemurahanNya dan kekuasaanNya. Amin.