SERMON MINGGU INI
Oleh: Pdt Daniel T.A. HarahapÂ
Bahan : Lukas 9 : 57 – 62
Dikisahkan Yesus memanggil orang lain lagi untuk menjadi muridNya. Kita tahu Yesus memang proaktif memilih murid-muridNya. Orang itu mau menjadi murid Yesus, namun dia meminta ijin untuk menunaikan kewajibannya sebagai seorang anak: menguburkan ayahnya. Namun apa jawaban Yesus? “Biarlah orang mati menguburkan orang mati tetapi engkau pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah dimana-mana.”
Ada orang ketiga menawarkan diri menjadi pengikut Yesus namun dia memohon permisi sebentar untuk pamitan dengan keluarganya. Namun Yesus mengatakan: “Setiap orang yang hendak membajak tidak boleh lagi menoleh ke belakang”.
2. Kita tahu Yesus acap kali menggunakan kata-kata yang sangat tajam dan ekstrim untuk menantang para pendengarNya mendengar seksama pesan yang disampaikanNya, meninjau ulang seluruh pemahaman dan sikap yang bersangkutan serta mengambil keputusan baru. Sebab itu kata-kata Yesus acapkali tidak boleh ditafsirkan secara hurufiah. (contoh lain: membenci ayah dan ibu, memotong bagian tubuh yang berdosa, menenggelamkan penyesat ke laut dengan batu dll). Bila ditafsirkan hurufiah maka justru kita kehilangan pesan yang sesungguhnya.
3. Mengikut Yesus Harus Sepenuh Hati. Dalam bagian yang pertama kita menemukan pesan bahwa mengikut atau menjadi murid Yesus tidak dilakukan setengah atau separuh hati apalagi sekadar dengan antusiasme atau semangat dangkal belaka. Yesus menantang orang yang hendak mengikut Dia dengan mengatakan diriNya ibarat pengembara yang tidak punya apa-apa kecuali iman kepada Allah. Siapa yang mau mengikut Dia harus berani seperti Yesus melepaskan rasa aman dan tenteramnya dan bergantung mutlak kepada Allah. Bagi banyak orang termasuk kita jaman sekarang, iman tanpa syarat atau iman tanpa pamrih ini tentu sangat riskan dan menakutkan. Kita tahu, sadar atau tak sadar, diakui atau tak diakui, ada banyak sekali syarat yang diajukan seseorang untuk menjadi pengikut Tuhan, antara lain: kesehatan, kecukupan materi, keamanan diri dan kenyamanan dll. Namun Yesus menantang kita agar tidak menjadikan satu pun hal itu sebagai syarat. Siapa mau?
4. Mengikut Yesus Berarti Memprioritaskan Allah Melampaui Segalanya. Bagi orang Yahudi dan juga bagi semua manusia yang beradab, hormat dan kasih kepada orangtua adalah suatu perintah utama. Salah satu penghormatan yang tertinggi kepada orangtua adalah mengadakan upacara dan memakamkan mereka sebaik-baiknya pada saat meninggal. (Hal ini juga berlaku di komunitas Batak kita). Namun Yesus tidak mengijinkan penghormatan kepada orangtua itu menghalangi atau bahkan sekadar menunda kita menjadi muridNya. Kerajaan Allah (baca: pemerajaan Allah) begitu penting dan mendesaknya, dan tidak ada satu kewajiban atau kepentingan apapun yang boleh mengalahkannya. Sebab itu terhadap panggilan Yesus ini hanya ada kata YA, dan sama sekali tidak boleh ada kata TIDAK atau bahkan NANTI.
Disini kita disadarkan bahwa Allah menuntut kita menjadikan ketaatan kepadaNya sebagai prioritas pertama dan utama. Segala kebutuhan, kepentingan dan kewajiban harus kita tempatkan dibawah atau dalam rangka ketaatan kepada Allah. Itulah juga yang dikatakan Rasul Petrus: Kita harus lebih taat kepada Allah daripada manusia (Kisah 5:29).
5. Mengikut Yesus Berarti Menjadikan Allah sebagai Yang Paling Bernilai. Bagi Yesus tidak ada satupun yang lebih bernilai atau berharga daripada ketaatan kepada Allah. Sebab itulah Yesus tidak menghindar atau menolak salib yang ditentukan Allah bagiNya. Pertanyaan: apa sajakah yang sangat bernilai atau berharga bagi kita yang potensial menjadi lebih utama dari Allah? Dalam kisah ini yang paling bernilai bagi orang itu adalah keluarganya (kita juga mungkin demikian). Namun melalui kata-kata yang tajam ini Yesus mau menyentakkan kesadaran calon pengikutNya bahwa keluarga sekalipun tidak memiliki hak atau kuasa menunda apalagi menghalangi kita menjadi pengikut Yesus.
Disini kita harus berhati-hati. Ucapan-ucapan Yesus yang tajam ini tidak boleh ditafsirkan hurufiah sehingga kita menyepelekan atau memusuhi keluarga kita. Yesus menyuruh kita mengasihi keluarga kita. Yesus sendiri dalam keadaan tersalib masih tetap mengasihi IbuNya! Namun yang dikatakan Yesus: agar kita menjadikan iman kita sebagai yang paling berharga atau bernilai, yang tidak akan kita korbankan atau lepaskan demi apapun juga.
Pertanyaan Membantu Renungan:
1. Sejauhmanakah kita telah dan sedang menjadikan ketaatan kepada Allah sebagai prioritas pertama dan terutama dalam hidup ini?
2. Apakah usaha-usaha yang kita lakukan untuk menjadikan keluarga, persahabatan dan kekayaan sebagai faktor pendorong kita beriman dan bukan sebagai kendala?
Holan Ho do haporusan.Suman ma ra ende on patupaon di ari Minggu.
Daniel Harahap:
Minggu on ima minggu invocavit: Jounna ma Ahu jadi alusanKu ma ibana (Psalm 91:15a)
Alternatif (aha do tahe bahasa batak ni on) na mangihut “Ro ma tu Ahu”
Daniel Harahap:
alternatif = sipilliton na asing?
1. indah diucapkan… tidak mudah untuk dilaksanakan… manusia
2. nyatakan persahabatan, keluarga, & kekayaan bisa menjadi kendala yang utama… So God help us… amen
Memang borat do gabe siihuthon Kristus na tutu situtu. Ingkon siap marsitaonon (menderita), ingkon siap dikucilkan, jala ingkon siap dianiaya.
Alani haKristenonta i gabe maol ma dapotonta IMB ni gareja, ditutung (dibakar) halak ma garejanta, maol naik pangkat manang naik gaji dohot angka na asing. Alai nang pe songon i, ingkon siap do hita manaon sitaonon i.
Daniel Harahap:
Saotik patingkoshon. Siap di hata Batak marasing do siap di hata Indonesia. Di hata Batak lapatan ni siap: musnah, punah, habis. Disiaphon = dimusnahkan. Ra nidok ni Lae AKP: rade do. Rade manaon, rade manghophop.
Satolop ma ahu disi amang.
Alternatif = Sipilliton na asing.
Haha… Beta marhata Batak.
On ma ra sada dalan asa sahat tu 2000 manopot bagas ta on.
Daniel Harahap:
Amang DTA…dinatartulis i tong do didok molo si ihut kristus ingkon memikul salib dohot menyangkal diri. Boi do diperjelas amang aha do lapatan ni kalimat i? Sungkun-sungkun on untuk memperdalam pengertianku do tentang mengikut Kristus. Mauliate.
Apakah ada pendeta lain membuat seperti yang Amang buat ini ?
Sangat bermanfaat bagi penyebaran Injil dan pengetahuan (secara khusus mengenai ‘habatahon’).
Secara khusus saya berdoa untuk kesehatan Amang dan berkat yang berkelimpahan buat Amang.
Daniel Harahap:
Yang terakhir itulah yang paling saya butuhkan Amang. Terima kasih.