Pengakuan Hana

February 24, 2009
By Daniel T.A. Harahap

Almanak Selasa 24 Februari 2009:

burung-542.jpg

Tidak ada yang kudus seperti TUHAN, sebab tidak ada yang lain kecuali Engkau dan tidak ada gunung batu seperti Allah kita. (1 Samuel 2:2)

Apa yang kita baca di atas bukanlah pernyataan seorang teolog, pendeta atau penginjil besar. Bukan pula penjelasan teoritis di sebuah seminar agama atau slogan stiker kebangunan rohani. Lantas apa? Itu adalah bagian doa seorang perempuan yang merasa dirinya sangat kecil serta dihina karena tidak memiliki anak. Doa Hana, istri Elkana, yang kelak mendapatkan anak jawaban doanya.

Hana mengajak kita, di saat-saat sedih dan krisis sekali pun, agar tetap percaya dan mengaku bahwa TUHANlah satu-satunya Allah, dan Dia kudus, adil dan benar, serta penuh belas kasihan. Hana tidak berpaling kepada yang lain. Di tengah kerendahan, kegalauan dan kerinduan jiwanya dia tetap percaya dan bergantung kepada Allah.

Apakah Saudara dan saya percaya kepada Allah di saat sehat, kuat, kaya dan aman? Itu baik. Pertanyaan selanjutnya: maukah Saudara tetap percaya kepada Allah di saat sakit, lemah, miskin dan terancam? Ya, maukah Saudara tetap percaya TUHANlah Sang Penolong dan Penolong, di saat Saudara memiliki kerinduan yang sangat kuat, kebutuhan yang sangat mendesak, atau harapan yang lama tertunda? Hana melakukannya dan TUHAN mendengar doanya, kini dia melalui Alkitab hari ini mengajak kita melakukan hal yang sama.

Doa:

Ya TUHAN, di saat-saat sedih, getir dan kritis, biarlah kami tetap percaya dan mengaku Engkaulah satu-satunya Allah kami. Tidak ada Penolong lain bagi kami. Karuniakanlah kami iman sejati. Jauhkanlah dari kami kekuatiran dan keputusasaan. Demi Kristus, Sang Juruselamat kami satu-satunya. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

24 Responses to Pengakuan Hana

  1. lela on February 24, 2009 at 7:44 am

    Thanks untuk renungan hari ini.

  2. Dongan sahuta on February 24, 2009 at 7:52 am

    Terima kasih buar renungan hari ini Amang.

  3. Rumahorbo on February 24, 2009 at 7:52 am

    Semoga Tuhan mendengar dan mengabulkan doa kita, supaya kita diberi kekuatan, kesabaran dan ketabahan dalam menghadapai segala problem dalam hidup kita masing-masing.

  4. Jimmy Simanjuntak on February 24, 2009 at 8:25 am

    Bener amg, terkadang aku jga merasakan hal yg sama. Banyak hal yg membuat kita melupakan bahkan mengesampingkan Tuhan. Saat sedih kita pasti nyari Tuhan, tp begitu kita mendapat sukacita pasti kita melupakanNya.

    Permasalahan utama yg sering aku hadapi justru di saat aku mendapat masalah, harus aku akui sering mencela bahkan menuding Tuhan tidak adil. Mungkin aku harus belajar lagi untuk bersabar buat sesuatu hal sudah Tuhan siapkan untuk aku walaupun aku tidak tau kapan akan terjadi.. Amang skalian aku minta tips dong gmn caranya untuk bisa berserah kepada Tuhan dalam suasana senang ataupun susah. Thanx ya amang.

  5. Intan on February 24, 2009 at 8:26 am

    Menurut saya, hal seperti ini perlu kita tanamakan dalam diri kita masing-masing, karena memang benar bahwa hanya Tuhan lah yang mampu menolong kita dalam setiap kekacauan hati kita.
    Namun, terkadang jika hal sepertini terjadi dalam diri saya, saya sering ragu dan mencoba menguatkan hati untuk tetap percaya dengan pertolongan Tuhan.

  6. Agus Karta Parulian Panggabean on February 24, 2009 at 8:55 am

    Marhite jamita sadarion dipaingot hata ni Tuhanta do hita bahwa tiada yang suci atau kudus selain Tuhanta. Tidak ada itu yang namanya orang suci.

  7. Meb on February 24, 2009 at 9:07 am

    firman yang indah amang, cuman biasanya kebalikannya yg kita alami, biasanya, kalau kita sehat, kuat, kaya kita lupa ama Tuhan, malah kalau kita lagi susah barula kita mendekatkan diri kepadaNya… :)

  8. abrianto Nababan on February 24, 2009 at 9:52 am

    SELAMAT PAGI AMANG PDT. HARAHAP,
    JOT2 DO HITA TARLAMBAT MANDOK MAULIATE TU TUHAN I DI SUDE ANGKA PASU2 NAPINASAHAT NA TU HITA, JOT2 DO HITA MURUK TU TUHAN I MOLO DANG HATOP DI ALUSI PANGIDOANTA, ALAI TETAP DO DIHAHOLONGI TUHAN I HITA, NANG PE SONGONI

    NAHUHABIARI AMANG, ‘UNANG NIAN SAMPE TUHAN I NA MURUK TU HITA’ ALANI ANGKA PANGALAHONTA…..ANGGIAT MA HITA SONGON SI HANA NA TETAP MARHAPOSAN TU TUHAN I..AMEN

    Daniel Harahap:
    Mauliate ma Amang. Catatan: sahalinari uang sude bahen hamu huruf na balga (kapital). Ala asing do lapatan nii di portibi maya manang halindo on.

  9. Risna on February 24, 2009 at 10:20 am

    “Kehendak-Mu lah yang jadi atas kami”. sebab apapun yang ku kerjakan dan kualami kalau bukan kehendak Tuhan akan sia-sia. dan jika aku berdoa dan berharap selalu aku katakan KEHENDAKMU LAH YANG JADI, dan kuyakini memang segala sesuatunya adalah kehendak Tuhan. Ternyata jawaban doa kami juga terkabul sebab 26 tahun perkawinan kami dan umur ku sekarang 48 tahun dengan suami umur 54 tahun kami belum dipercaya untuk melahirkan anak kandung, tetapi disaat kami lagi krisis kasih sayang dan perasaan yang tidak tergambarkan Tuhan jawab doa ku dengan memberi 2 anak sekali gus kakak adek pula. Terima kasih Tuhan, kiranya anak yang dua ini menjadi orang yang berguna dan takut akan Tuhan.

  10. Beben Sihombing (YBSS) on February 24, 2009 at 10:40 am

    ingat Tuhan dan berserah kepada Tuhan pada saat susah, menderita, sakit maupun saat miskin? itu sih LUAR BIASA karena membutuhkan Iman yang kuat dan keberanian untuk percaya bahwa tiada yang mustahil bagi Allah.
    sedangkan apabila kita ingat Tuhan dan bersyukur pada Tuhan pada saat senang, sehat, bahagia, kaya raya, itu sih biasa-biasa saja dan layak dilakukan, karena yang lebih sering terjadi, kita biasanya (pasti?) lupa kepadaNYA pada saat semua keinginan dan cita2 kita tercapai.
    Melalui firman hari ini, melalui contoh yang diberikan seorang Hana, kita diajarkan bahwa dalam keadaan sangat susah sekalipun (apalagi senang) untuk tetap percaya dan mengaku bahwa Tuhan satu2nya Allah kita yang baik dan adil yang selalu memegang tangan kita untuk keluar dari segala permasalahan hidup kita, GOD is good, thank you GOD.

  11. Saurdot on February 24, 2009 at 11:06 am

    Cerita Hana dan Elkana adalah salah satu pengalaman hidup (sejarah dalam alkitab) yang sering dipakai untuk menetramkan hati orang yang gundah dan khawatir menanti belas kasih TUHAN atas hadirnya seorang buah kasih. Happy Ending. Di masa tuanya, mendapatkan seorang anak yang di kemudian hari menjadi Imam Besar Bangsa Israel bernama Samuel. Tapi, apakah kami pantas disamakan dengan mereka? (dalam hati kecilku menjerit). Sucikanlah kami TUHAN agar layak mendapatkan belas kasih-Mu.

  12. abrianto Nababan on February 24, 2009 at 12:41 pm

    mauliate amang di si pasingot munai, maklum ma amang ate, ai sambil karejo nangkining, sambil mengetik tanggapan…gabe tiap pagi do hubuka web ni amang on, gabe songon sada pegangan harian di au laho mangula ulaon…

    Daniel Harahap:
    Mauliate ma ala ro hamu manopot bagasta na metmet on. :-)

  13. Robert Sihombing on February 24, 2009 at 1:32 pm

    Terimaksih Tuhan Yesus, karena krisis global ini telah mempertemukan aku dengan amang Pdt. Harahap di Ruma Metmet ini. Seandainya krisis ini tidak datang, aku pasti selalu sibuk dengan urusan duniawi. Aku yakin semuanya adalah campur tanganMU atas doaku..Amen

  14. Rudi Juan Carlos Sipahutar on February 24, 2009 at 1:45 pm

    Ya, Tidak ada yang lain yang melindungi kita selain Allah.
    Dalam kondisi tersulitpun kita tetap harus sabar menanti pertolongan dari TUHAN, jangan berpaling menuju pengobatan dukun cilik ataupun dukun licik.

  15. Riris Hutapea on February 24, 2009 at 3:14 pm

    Terimakasih amang buat renungannya..
    Sekarang saya tambah yakin untuk tidak mengunakan kata “mudah-mudahan diterima” lagi, ketika saya mengirimkan lamaran kerja saya ke perusahaan-perusahaan yang sedang membuka lowongan kerja. Seolah-olah saya tidak yakin Tuhan akan menjawab doa-doa saya. Saat ini, saya sedang mencari pekerjaan, dan saya percaya Tuhan akan buka jalan untuk saya mendapat pekerjaan itu. Sekalipun saat ini sedang terjadi krisis global. Sambil saya menunggu Tuhan menjawab doa saya, saya juga sedang berusaha mencari-carinya. Saya juga percaya, Tuhan slalu memakai sesuatu untuk mencurahkan berkat-Nya yang berlimpah.
    Seperti halnya Hana, yang tetap percaya bahwa Tuhan adalah Allah, Dia yang kudus yang adil dan benar serta mempunyai belas kasihan.

  16. Panca Bonar on February 24, 2009 at 3:42 pm

    Baru pe takkas lapatan ni barita ni si Hanna ( dua do n na tahe? ) dohot si Elkana bah, ai tikki marguru malua iba hurang torang do diajari vorhanger dohot bibelprow. Oooo tahe gabe sabar do iba molo sai manaili iba tu akka barita na uli i ate , patut do didok barita nauli pittor sobbu do uas jala na umporlu dang magopo tikki saleleng mangolu hape. Lamu sadar ma iba jala lamu torang mata mamereng sude akka namasa on. Jala satikkosna patar do hape sude molo marnida hita di bagasan tondi, nang pe adong fenomena na mambahen ganggu haporseaon songon si ponari, dungi akka peramal, dohot lan na asing na boi mangganggu roha dohot haporseaon. Maulitate ma Tuhan.

  17. r.h. sibuea on February 24, 2009 at 4:36 pm

    Molo hita rimang-rimangi sabotulna..mancai godang do “pasu-pasu” ni DEBATA na boi gabe kesaksian hidup di hita asa lebih mangalehon roha lebih jonok tu DEBATA bahkan lobi do sian na hita harappon. Alai jotjot do selalu hurang puas hita jolmaon, bolo nunga songonon, ingkon ma songonan, bahkan adongdo na hita pangido tu Debata dilehonNA do, alai lupa do hita alana menurut kedagingannta ndang masa pe na hita pangidoanntai parjolo i.

    Antong, jotjot do mandok mauliate tu TUHAN i..boi hita songon na adong sonarion..bolo pe adong ambat-ambat di ngolutta ndang na so boi hita mengatasi…ambat-ambat i bunga-bunga parlovean doi sian DEBATA asa jonok hita tu IMANA.

  18. Nita Hutajulu on February 24, 2009 at 4:53 pm

    Sering kali disaat qta senang, byk uang, karir meningkat, punya jabatan tinggi, pokoknya hal2 yg enak yg qta dpt dlm hidup ini membuat qta lupa kpd YESUS, malas berdoa, malas gereja,malas baca Alkitab, tp coba klo qta dlm mslh berat, ketika sudah tdk ada jln keluar, ketika teman, sahabat, pacar bahkan keluarga mengecewakan qta, sering kali qta berdoa lebih sungguh2, menangis berdoa. Jd ada baiknya jg qta sering2 mengalami masalah, jd lebih dekat dgn YESUS, hehehehe… :-)

    Tp apapun kondisi & keadaan kita saat ini, tetaplah percaya pada 1 Pribadi yg tdk pernah meninggalkan kita, yg slalu menerima qta apa adanya, kpn & dlm situasi apapun. Jd jgn pernah tukarkan YESUSMU gdn apapun, krn hanya DIA yg bisa memberikan qta jln keluar, sesulit n sesukar apapun jln yg qta hadapi saat ini, tetaplah percaya dan jaga imanmu utk slalu percaya pd YESUS. DIA BAPA yg tahu memberikan yg terbaik dlm hidup qta, jauh melebihi apa yg qta pikirkan. Tanpa masalah maka mujizat tdk akan pernah terjadi.
    Terima kasih amang bwt renungan hari ini, bwt teman2 semua tatap pertahankan imanmu tetap semangat mengiring YESUS.

  19. hendry yunan pakpahan on February 24, 2009 at 5:31 pm

    hari ini aku dapat penguatan akan nats di rumametmet,biarlah kuasa roh kudus menyertai hidupku ,baik suka maupun duka ….. dan aku semakin berserah kepada kristus Tuhan yang empunya kehidupanku…..

  20. Robert Sibarani on February 24, 2009 at 7:37 pm

    Tuhan kuatkanlah kami dalam menjalani kehidupan ini, disaat saat keadaan yang tidak menenntu seperti ini supay kami tidak gentar dan takut akan segala permasalahan yang , Teguhkan keyakinan bahwa hanya Kaulah satu satu nya Tuhan yang sanggup memberi pertolongan yang sempurna bagi kami, amin.

  21. jekson siahaan on February 25, 2009 at 6:18 am

    Dear,

    Benar……., kondisi dan pengakuan seperti ini adalah hal yang susah kita dinyatakn dalam setiap orang kristen. Banyak orang yang lupa dan ragu akan janji keselamatan yang diberikan ATuhan kita, padahal jelas firman Tuhan itu hidup. Tuhan tak pernah meninggalkan kita umatnya yang percaya dan dari Dia kita beroleh selamat. Kemulaan bagi Tuhan hari ini sampai selamanya

  22. t.m.sihombing on February 25, 2009 at 7:34 am

    Tuhan akan mengabulkan segala permohonan, karena kitasebagai orang Kristen yang selalu berpengharapan, Dalam Alkitab kalimat menyatakan : Jangan permalukan aku Tuhan di depan musuh-musuhku. Saya mengartikan bahwa dalam diri kita ada suatu pengakuan bahwa dosa kita sangat banyak akan tetapi mau berobah tidak mau melakukan hal-hal yang bertentangan denganNya dan menginginkan suatu keajaiban atau berkat nyata dari Tuhan, dengan syarat bahwa kita mempertaruhkan dan menyatakan bahwa Tuhanku mampu mewujudkan semua keinginan kita. Ada cerita Pendeta kami saat dia bertugas di hita an, dia lewat dari satu rumah dengan melihat kerumunan orang banyak, dan ternyata di dalam rumah ada orang yang sakit sedang proses pengobatan oleh dua orang dukun, tetapi tidak juga sembuh. Kemudian parjabu minta supaya pendeta dapat mengobatinya dan pendeta langsung turun tangan dan berdoa saat itu juga yang doanya: Jangan permalukan saya Tuhan didepan dukun-dukun ini buatlah kesembuhan untuk anak yang sakit ini. Kemudian diperciknya air ke badan yang sakit dan ajaib anak itu dapat sembuh dari sakitnya.(artinya ada pernyataan dalam diri kita bahwa Tuhanku lebih perkasa dari dukun-dukun itu). Harus yakin bahwa Tuhan akan mengabulkan segala permohonan kita dan jawabannya hanya Tuhan yang mengetahui dan kita aminkan semua perintah Tuhan dan menjauhkan segala perkara dosa. Banyak dosa yang kita sudah lakukan dan kalau ditulis sudah terlalu banyak sehingga ada keraguan mungkinkah Tuhan mengabulkan permohonanku ?Tuhan selalu penuh kasih tidak mau membiarkan kita hancur dan selalu siap menerima kita kapan dan dimana saja sepanjang kita mau bertobat dan berjanji menjadi hidup baru artinya meninggalkan perbuatan yang tidak baik.

    Daniel Harahap:
    Lain kali pendeta itu tidak usahlah pake percik-percik air segala untuk mendoakan kesembuhan, nanti dikira pulak dia dukun baru. :-)

  23. siahaan on February 25, 2009 at 6:20 pm

    Mungkin nggak nyambung comment ku ya Amang, tp pas baca renungan ini, teringat akan si “ayah biologis” yang menitipkan nama “Hana” untuk anak kami nanti.
    Di renungan ini, aku jadi tau lebih detail arti nama dan kisah hidup Hana.
    Nice thought!

  24. wiwi on December 7, 2009 at 1:20 am

    Iya..saya sedang mngalami kerinduan,akan hadirnya anak di kel saya..saya merasa tdak lengkap jika saya tdak punya anak..saya mrasa saya mnjadi wanita dan seorg istri yg payah…stlah saya baca ini,sya mrasa di berikan jalan oleh TUHAN thx

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*