Almanak Senin 23 Februari 2009:
Sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, bersegeralah melepaskan aku! Jadilah bagiku gunung batu tempat perlindungan, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku! (Mazmur 31:2)
Sebagai seorang bekas prajurit Daud melukiskan kehidupan bagaikan peperangan yang sengit dan panjang. Dan sebagai seorang bekas prajurit juga Daud tahu betapa pentingnya gunung atau tempat yang tinggi untuk berlindung atau bertahan dari musuh. Maklumlah pada masa itu perang masih menggunakan pedang, panah dan tombak sebab itu gunung atau bukit batu adalah tempat yang selalu dipilih karena sulit dijangkau musuh namun mudah untuk menyerang. Dan kita baca hari Daud melukiskan TUHAN sebagai gunung batu tempat perlindungan dan benteng pertahanan yang tangguh.
Maksudnya hanya dalam TUHANlah Daud sungguh merasa aman serta terlindung dari berbagai ancaman. Tanpa TUHAN Daud merasa dirinya ibarat tentara di ladang terbuka yang dengan mudah digempur dan dihancurkan musuh dari segala penjuru.
Kita boleh-boleh saja membuat lukisan lain tentang bagaimana TUHAN senantiasa menjaga dan melindungi kita pada jaman sekarang. Berhubung sebagian besar kita bukan tentara dan tidak menghayati peperangan, mungkin kita lebih mudah menghayati Tuhan sebagai Pelindung, Pengawal dan Penjaga yang setia. Intinya sama. Dalam dan bersama Tuhan kita aman dan selamat. Sebaliknya tanpa TUHAN kita mudah sekali diserang.
Doa:
Ya Allah, Engkaulah Pelindung dan Penjaga kami yang setia. Bersama dan dalam TUHAN kami merasa aman dan tenteram. Jagalah dan kawallah kami senantiasa dengan kekuatanMu. Lindungilah kami dn keluarga kami melampaui apa yang bisa kami lakukan melindungi diri kami sendiri. Dalam Kristus kami berserah. AMIN.
Pdt Daniel T.A. Harahap
Share on Facebook
Tgl 22 Pebruari 2009 waktu Kebaktian Bahasa Indonesia, Jam 14.30 sore di HKBP Rawamangun diadakan pelantikan Badan Kerja Sama (BKS) Marturia dan BKS Diakonia antara Distrik 18,19 dan 21. Hujan sangat lebat sehingga kursi yang terisi kira2 45% . Jemaat HKBP Rawamangun dikatakan menjadi saksi dari seluruh jemaat yang ada di Distrik 18,19 ,21 dan kebetulan pula jam kebaktian tersebut banyak dihadiri oleh Naposo Bulung, Saya melihat sebenarnya acara tersebut akan lebih cocok bila dilaksanakan dalam kebaktian bahasa Batak jam 09.30 pagi karena yang ikut kebaktian adalah orang tua/dewasa dan anggota yang diangkat juga dari kalangan orang tua.
Harapan kita semoga BKS tersebut berhasil melaksanakan programnya sehingga iman seluruh jemaat akan lebih teguh dan tidak akan dengan mudah tergoda oleh iblis yang dapat menyesatkan hidup baik itu dalam sukacita maupun dalam penderitaan. Membiasakan diri untuk berdoa setelah bangun tidur, diperjalanan ke kantor ,setelah sampai dikantor, pulang kerja, merupakan hal yang sangat penting karena kehidupan akan lebih damai dan ceria, terhindar dari amarah dalam perjalanan dan bekerjapun akan lebih semangat.
Daniel Harahap:
Menyimpang dari topik. Gereja HKBP kita ini memang aneh. Tadinya Jakarta hanya satu distrik kemudian tanpa pengkajian dipecah jadi tiga, lantas setelah dipecah jadi tiga dibikinlah Badan Kerja Sama Tiga Distrik. Kalau memang Jakarta sekitarnya masih dianggap satu medan pelayanan kenapa dulu dipecah tiga? Ah, saya jadi ingat Protap lagi. Tapi bukan di posting ini tempat membahasnya.
Tuhanlah Pelindung, Pengawal dan Penjaga yang setia. Bukan polisi, bukan tentara, bukan satpam, bukan jimat, bukan dukun, dll. Hanya DIAlah Pelindung, Pengawal dan Penjaga kita yang setia
Amang, ini salah satu ayat terindah yang pernah saya baca, renungkan dan rasakan dalam kehidupan saya. Terima kasih untuk renungannya. Tuhan memberkati.
Selamat pagi amang DTA, senang sekali bisa “ketemu” lagi di sini, setelah 2 hari “libur”, terima kasih atas renungan hari ini, suangguh memberikan semangat dan kekuatan untuk bekerja dan “berjuang” di sepanjang hari2 dalam minggu ini, Tuhan memang baik dan hanya DIA lahPelindung, Pengawal dan Penjaga dan juga SAHABAT kita yang setia, amin.
Mauliate Amang untuk kotbah yang mengingatkan ulang kita semua, bahwa bukan batu ‘sakti’ Ponari, nlp, hipnotisn atau bahkan diri kita sendiri, holan Debata Jahowa. Horas!
Engkaulah Penjagaku…
Engkaulah Pelindungku…
Disetiap langkah-langkahku..
Terima kasih Yesusku…