Jangan Keraskan Hati

February 16, 2009
By

Almanak Senin 16 Februari 2009:

tanah-gembur.jpg

Tetapi apabila pernah dikatakan: “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman” (Ibrani 3:15)

Kotbah kemarin mengibaratkan hati manusia seperti tanah terhadap benih. Ada tanah yang sungguh-sungguh keras dan tertutup, ada tanah tipis berbatu-batu, ada tanah bersemak duri dan ada pula tanah gembur dan subur dimana benih dengan mudah bertumbuh, berakar dalam dan berbuah banyak. Kita diminta agar seperti tanah yang kondusif bagi firman, dan segala yang baik yang berasal dari Allah.

Hari ini kita mendapatkan penegasan: jika kamu mendengar suaraNya, jangan keraskan hatimu seperti yang pernah dilakukan umat Israel di padang gurun. Kekerasan hati hampir tidak ada gunanya. Kita hanya boleh meneguhkan dan mengeraskan hati dalam melakukan hal yang kita sungguh yakini benar dan baik, serta dikehendaki Tuhan. Itupun kita harus berhati-hati dan selalu merelakan diri untuk melakukan permenungan kembali.

Alih-alih mengeraskan, marilah kita melembutkan hati kita untuk mendengar baik-baik suara Tuhan dan membiarkanNya meresap ke dalam hati kita terdalam. Biarkanlah suara Tuhan masuk dan menggema ke ruang-ruang terdalam dan tersembunyi batin kita. Ya, mari kita membuka diri kita seluas-luasnya untuk disapa, dikoreksi, diperingatkan, dikuatkan dan dihibur oleh Tuhan. Dia bermaksud menolong dan membahagiakan kita.

Doa:

Ya Tuhan, lembutkanlah hati kami untuk mendengar dan menerima firmanMu. Jadikanlah hati kami tanah yang gembur dan subur agar firmanMu tumbuh dan berkembang serta berbuah. Berilah kami Roh Kudus, agar kami selalu mau dikoreksi, diubah dan dibaharui. Dalam nama Yesus. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

4 Responses to Jangan Keraskan Hati

  1. Agus Karta Parulian Panggabean on February 16, 2009 at 8:18 am

    Yang ada gunanya adalah keinginan keras, bukan hati yang keras manang sijugal baut.

  2. t.m.sihombing on February 16, 2009 at 10:23 am

    Masih banyak Jemaat HKBP mengikuti kebaktian hanya pada perayaan besar seperti Natal dan tahun baru, setelah itu sepanjang tahun jarang mengikuti kebaktian minggu di Gereja. Adakalanya mereka menjawab bahwa Firman Tuhan dapat juga didengar melalui radio dan media lainnya dan kebenaran pelaksanaan firman hanya Tuhan yang tau.
    Begitu enaknya kalau mengikuti ibadah secara bersama-sama karena kita dituntun secara baik dan alasan datang ke gereja karena kita semuanya secara sadar adalah manusia yang sering melakukan kesalahan sehingga sangat membutuhkan perlindungan, pengampunan dan berpengharapan agar Tuhan mengabulkan permohonan.
    Kalau kita menasehati/penghiburan terhadap orang yang susah, menderita, kemalangan (duka cita) sering kita menyatakan agar sabar dan teguh dalam iman dan menyerahkan segala perkara kepada Tuhan, namun kalau kita tidak tahan menderita akan melakukan tindakan putus asa, masa bodoh, perbuatan amoral, tindakan seperti ini tidak pernah mendapatkan pengharapan dan Tuhan tidak menghendakinya. Pengharapan muncul apabila kita dapat melewati kesusahan/penderitaan dan memohon agar kehedakNyalah yang jadi dalam kehidupan kita.

  3. Friska Parde on February 16, 2009 at 2:20 pm

    Nats diatas coba kita jalankan dirumah tangga masing2 terhadap pasangan kita dan anak2 kita pasti akan menjadi kebiasaan dimanapun kita berada.

  4. kimron manik on February 16, 2009 at 11:05 pm

    Marilah kita introspeksi diri dengan membaca renungan hari ini, semoga hati kita dapat menerima Firman Tuhan dan melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*