Siapa Ingin Berbangga Ria

February 4, 2009
By Daniel T.A. Harahap

SERMON MINGGU INI

kodok-46.jpg

Bahan: Yeremia 9:23-24 (Bibel Bahasa Batak Jeremia 9:22-23)

Oleh: Pdt Daniel T.A. Harahap

1. Tuhan Allah memanggil kita untuk bekerja dan berusaha di dunia ini, bukan hanya diam menganggur menungu-nunggu keajaiban datang atau masalah selesai dengan sendirinya. Tuhan Allah juga memberi kita akal budi dan menyuruh kita menggunakannya karuniaNya itu sebaik-baiknya. Dia juga menciptakan kita sebagai manusia yang selalu memiliki pengharapan dan cita-cita serta keinginan untuk berkarya. Dengan penjelasan di atas kita memahami bahwa keinginan dan tekad untuk menjadi pintar dan bijaksana, kuat dan sehat, serta kaya adalah sah dan tidak bertentangan dengan maksud penciptaan Tuhan. Kekuatan, kesehatan, kepintaran, kearifan dan kekayaan bukan saja dapat kita pergunakan untuk membuat hidup kita lebih maju dan sejahtera, tetapi juga dapat kita pergunakan untuk melayani Tuhan dan sesama, melakukan berbagai kebajikan demi kesejahteraan bersama. Sebab itu firman Tuhan dalam Yeremia 9:23-24 (dalam Bibel bahasa Batak ayat 22-23) jangan disalahtafsirkan seolah-olah Tuhan membenci kekuatan, kepintaran dan kekayaan sekaligus orang-orang yang memilikinya! Jangan juga berpandangan bahwa kelemahan, kebodohan, kemiskinan dan penyakit sebagai kebajikan atau kesucian. Yang tidak dikehendaki Tuhan adalah memperilah atau menganggap kekuatan, kekayaan dan kepintaran sebagai allah atau juruselamat.

2. Namun dipihak lain Tuhan Allah juga memanggil kita agar hidup rendah hati. Alkitab penuh dengan seruan agar kita selalu rendah hati atau jangan congkak. Tuhan sangat membenci orang-orang yang congkak, sombong atau tinggi hati. (Mazmur 18:28, Amsal 6:17, Amsal 21:4, Ayub 33:17, Yesaya 2:12, Lukas 1:51, Yakobus 4:16, 1 Petrus 5:5, 1 Korintus 4:6, dll). Barangsiapa meninggikan diri akan direndahkan oleh Tuhan. Sebaliknya barangsiapa merendahkan diri akan ditinggikan olehNya. (Matius 23:12, Lukas 14:11). Yesus sendiri bersikap rendah hati (Matius 11:29). Rasul Paulus juga menganjurkan agar orang Kristen rendah hati (Efesus 4:2, Filipi 2:3, Kol 3:12). Amsal berkata: kerendahan hati mendahului kehormatan (Amsal 15:33, 18:12). Ganjaran kerendahan hati adalah kekayaan dan kehormatan dan kehidupan (Amsal 22:4).

3. Melalui nabi Yeremia Tuhan Allah mengingatkan agar manusia jangan congkak atau menyombongkan apa yang dimiliki atau dicapainya. Peringatan ini ditujukan secara spesifik kepada tiga kelompok orang, yaitu: orang kuat, orang bijaksana dan orang kaya. (Bayangkanlah jika orang memiliki ketiganya sekaligus atau tak memilikinya sama sekali!) Kekuatan, kebijaksanaan dan kekayaan itu baik dan berguna namun jangan dijadikan dasar untuk membesarkan dan meninggikan atau membanggakan diri. Mengapa? Pertama: karena kekuatan, kebijaksanaan dan kekayaan itu berasal dari Tuhan atau anugerah Tuhan yang pantas disyukuri dan diterima dengan rendah hati. Kedua: karena kekuatan, kebijaksanaan dan kekayaan itu tidak abadi. Tuhan dapat seketika mengambilnya kembali. Ketiga: karena kebanggan kepada kekuatan, kebijaksanaan dan kekayaan itu jika sangat potensial membuat kita lupa diri, lengah, dan karena itu jatuh.

4. Hati-hati! Jika orang-orang yang memiliki kekuatan, kebijaksanaan dan kekayaan dapat menjadi sombong, maka orang-orang yang tidak memilikinya juga dapat jatuh ke dalam sikap iri hati, dengki, benci atau sikap menghakimi. Ini pun perlu kita waspadai. Pada saat kita memilikinya kita perlu tetap rendah hati namun ketika tidak memilikinya kita juga harus waspada agar tidak iri hati, bersungut-sungut, mencaci-maki atau bersikap benci.

5. Namun ada bentuk “kebanggaan” yang diperkenan Tuhan, yaitu: bila kita memahami dan mengenal Tuhan yang penuh kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi. Inilah wujud kebanggaan yang disukai Tuhan. Namun menarik untuk direnungkan: sebenarnya ketika orang benar-benar memahami dan menghayati kesetiaan, keadilan dan kebenaran Tuhan maka tidak mungkin lagi yang bersangkutan dapat membanggakan, membesarkan apalagi menyombongkan dirinya! Pemahaman dan pengenalan akan Tuhan yang setia, adil dan benar itu justru membuat kita sangat dan sangat merendah dalam hidup ini dengan penuh keikhlasan dan sukacita. Tak ada satu orang pun yang telah mengalami anugerah Tuhan mampu meninggikan dirinya. Karena itu jika masih ada orang yang berani bersikap sombong dan congkak sebenarnya dia belum mengenal Tuhan.

Renungan:

(1) Bagaimanakah ketekunan dan jerih lelah kita agar untuk mendapatkan kesehatan, kekuatan, kearifan dan kekayaan serta berbagai hal yang Saudara cita-citakan?

(2) Sejauhmanakah penghayatan dan pengalaman iman Saudara membuat Saudara bersikap selalu rendah hati dan bersyukur dalam kehidupan ini?

(3) Bagaimanakah penilaian Saudara terhadap orang yang tidak memiliki kekuatan, kekayaan dan kebijaksanaan namun bersikap sombong dan congkak juga?

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

10 Responses to Siapa Ingin Berbangga Ria

  1. Ninggor Pardede on February 4, 2009 at 10:01 am

    Boi ma ra endehonon ni par koor GABE PARHOLONG JALA PARDAME manang SORHA NI PADATI.
    Amang aha do umbahen berbeda pemenggalan ayat di bahasa batak dohot di alkitab?

  2. Andry Stefanus Pakpahan on February 4, 2009 at 11:32 am

    senada dengan diatas..
    kok beda ayat antara alkitab dengan bible.

  3. Friska Pardede on February 4, 2009 at 1:18 pm

    Ya sih amang dgn kerendah hati pastilah memperoleh ketenangan batin, tetapi seingkali dlm hidup ini sudah bekerja keras sejak di sekolah , dipekerjaan, loyal dgn atasan tetapi yg terpilih adalah org2 yg punya kelebihan menjilat, kita yg tdk bisa seperti itu ya “ditengokpun tidak”gondok kan! makanya saya buru2 keruma metmet mengadukan segalanya, jangan bosan ya amang dan sodara2.

  4. A.K.P Panggabean on February 4, 2009 at 2:20 pm

    Allah menentang orang-orang congkak, tapi mengasihani orang-orang rendah hati.

  5. Andy Harahap on February 4, 2009 at 2:27 pm

    Tapi bolehlah bangga sikit klo foto rumat metmet masuk kompas hari ini.. :-)

  6. A.K.P Panggabean on February 4, 2009 at 2:54 pm

    Ambal ni hata: Aha do hubungan ni tojak (kodok) dohot ginjang ni roha?

    Daniel Harahap:
    Jangan sombong kalau jadi kodok. Bercanda. :-)

  7. Beben Sihombing (YBSS) on February 4, 2009 at 7:00 pm

    yang benar Lae Andy harahap?, serius kah? :-) kompas tanggal berapa dan di halaman berapa ada foto ruma metmet? mauliate.

    Daniel Harahap:
    Maksudnya: kalau. Jikalau. :-)

  8. Andy Harahap on February 5, 2009 at 8:03 am

    @Lae beben, Maksud saya foto dari Ruma metmet, saya kurang tau klo kompas cetaknya.. klo link nya.. http://oase.kompas.com/read/xml/2009/02/04/02175384/sarkofagus.umur.2.500.tahun.ditemukan

    Daniel Harahap:
    Itu bukan foto karya saya, namun kayaknya pernah saya ambil dari Google sudah lama sekali.

  9. Asima Nainggolan on February 5, 2009 at 11:54 am

    terima kasih buat renungannya, Amang..

    pelajaran yg berharga sekali untuk selalu ingat merendahkan hati..

  10. eben ezer on September 2, 2009 at 7:34 am

    saya sangat sebagi orng batak karena orang batak diciptakan dengan kelebihan pada sumber daya manusianya.PUJI TUHAN
    JANGAN BIARKAN DUNIA BERSATU SEBELUM DUNIA MENGENAL ORANG BATAK.
    BRAVO SUKU BATAK!!!!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*