Ajaran Sehat. Macam Apa Pulak?

January 30, 2009
By

Almanak Jumat 30 Januari 2009:

sayur.jpg

Tetapi engkau, beritakanlah apa yang sesuai dengan ajaran yang sehat. (Titus 2:1)

Mengapa Rasul Paulus menekankan penerusnya Titus agar menyampaikan ajaran yang sehat? Apa rupanya ajaran tak sehat atau tak benar yang berkembang pada waktu itu di kalangan kekristenan? Bila kita baca sendiri surat Rasul Paulus kepada Titus maka kita akan dapat beberapa hal. Yaitu: ada orang-orang yang mengajarkan orang Kristen harus disunat seperti orang Yahudi (1:10). Padahal kekristenan mengatakan sunat bukanlah kewajiban karena keselamatan adalah anugerah yang diterima berdasarkan iman. Selain itu berkembang juga ajaran yang mewajibkan orang Kristen kembali mematuhi hukum halal-haram dalam hal makanan (1:15) dan percaya kepada dongeng-dongeng tua (1:14). Rasul Paulus mengingatnya muridnya Titus agar menentang ajaran semacam itu.

Lantas bagaimana dengan kita sekarang? Adakah ajaran tak sehat atau tak benar yang sedang berkembang di tengah-tengah kekristenan moderen yang juga harus kita tentang. Ada.

Pertama: ajaran yang sangat memutlakkan “hal-hal rohani” dan sebaliknya mengabaikan hidup jasmani. Atau sebaliknya: melulu memikirkan materi dan melupakan pertumbuhan rohani. Itulah salah satu ajaran tak sehat itu. Kita tahu Tuhan Allah menciptakan manusia terdiri dari tubuh dan jiwa yang seimbang. Sebab tubuh dan jiwa, rohani dan jasmani sama pentingnya bagi kita.

Kedua: berkenaan dengan itu ajaran yang memisahkan secara mutlak ibadah dan kerja atau hidup, iman dan aktifitas sehari-hari (bisnis, politik, budaya). Seolah-olah tidak ada kaitan antara iman kepada Tuhan dengan kehidupan keseharian. Akibatnya yang terpenting hanyalah beribadah sebanyak-banyaknya. Etika dan moral kehidupan (bisnis, budaya, politik, seks dll) seolah bukan urusan kekristenan dan tak ada kaitannya dengan iman. Hari Minggu tampil begitu suci namun hari Senin s/d Jumat berperangai begitu jahat. Dalam ibadah menjadi merpati dan di dalam bisnis menjadi ular. Inilah ajaran tak sehat itu dan tak benar itu! Kekristenan mengatakan seluruh hidup dan aktifitas kita dari Senin s/d Minggu, di gereja maupun rumah dan di tempat kerja harus sejalan dengan firman Tuhan dan taat kepada hukum Tuhan.

Selanjutnya: ajaran tak sehat lain adalah yang mengajarkan orang kristen untuk bicara terlalu banyak, berdoa terlalu panjang dan bersaksi terlalu gampang. Boros dengan kata-kata. Padahal Yesus mengajarkan kita agar berdoa singkat dan penuh penghayatan. Juga agar tidak terlalu banyak mengumbar kata-kata.

Ayat Alkitab hari ini mengatakan bukan hanya tubuh yang harus sehat, tetapi ajaran Kristen yang kita terima pun harus sehat juga.

Doa:

Ya Allah, ajarlah kami menghargai kesehatan, mendisiplinkan diri menjaga tubuh dan jiwa yang Engkau karuniakan kepada kami. Tolong juga kami menyehatkan kekristenan kami, menjaga keseimbangan hidup, dan melakukan tugas dan tanggungjawab kami sebaik-baiknya. Tolonglah kami mengenal dan melawan ajaran-ajaran tak sehat dan tak benar yang bisa menjauhkan kami dari Tuhan. Jadikanlah kami cerdas dan bijak, tahu memilih mana yang baik, benar dan indah yang berasal dari Tuhan. Demi Kristus. AMIN.

Pdt Daniel Taruli Asi Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

8 Responses to Ajaran Sehat. Macam Apa Pulak?

  1. Soparov on January 30, 2009 at 8:33 am

    Roh Kudus sang pengajar yang sejati,
    yang hamba imani,
    adalah Roh Allah Bapa sang penciptaku,
    dan yang adalah Roh Jesus Kristus sang penebusku,
    bimbing dan ajarlah aku yang lemah dan tak berdaya ini,
    menapaki kehidupan di dunia ini yang dipenuhi oleh roh roh kegelapan, roh roh keinginan daging dan roh roh memegahkan diri,
    hingga akhirnya beroleh terangMU, kekudusanMu dan namaMu saja yang dipermuliakan.

  2. Beben Sihombing (YBSS) on January 30, 2009 at 9:33 am

    mauliate godang amang DTA atas pencerahan hari ini, kiranya semakin hari iman saya semakin bertumbuh sesuai dengan yang dimaksud oleh Tuhan Yesus, amin. Jesus bless all of us and Indonesia.

    ps: apa yang amang maksud dengan kalimat: “Selanjutnya: … untuk bicara terlalu banyak, berdoa terlalu panjang dan bersaksi terlalu gampang” ? :-) , apakah hal tersebut salah? terus terang saya kurang paham :-)

    Daniel Harahap:
    Ajaran yang membuat orang kristen sekarang bicara terlalu banyak, berdoa telalu panjang dan bersaksi terlalu gampang juga ajaran tak sehat. :-)

  3. A.K.P Panggabean on January 30, 2009 at 9:36 am

    Selain yang amang pdt. sebutkan diatas, berikut ini saya sebutkan beberapa “ajaran yang tidak sehat” : ramalan tentang tanggal hari kiamat, teologi sukses, bahasa roh, bertepuk tangan kepada Tuhan Yesus (emangnya artis), mencampuradukkan ajaran Kristen dengan ajaran-ajaran lain.

  4. Kimron Manik on January 30, 2009 at 11:16 am

    Yang penting kita harus was was, karena banyak ajaran yang tidak sehat terus berkembang di sekitar kita, kita harus tekun membaca Firman Tuhan setiap hari, supaya kita dapat menjalankan ajaran yang sehat.

  5. Robert Sibarani on January 30, 2009 at 11:24 am

    “Sebab tubuh dan jiwa, rohani dan jasmani sama pentingnya bagi kita”.
    “Etika dan moral kehidupan (bisnis, budaya, politik, seks dll) seolah bukan urusan kekristenan dan tak ada kaitannya dengan iman”.
    Sengaja kalimat ini saya kutip amang, saya mau bandingkan dengan kenyataan yang ada bahwa dilingkungan beberapa gereja masih ada Pendeta & para Sintua yang begitu habis kebaktian minggu langsung Menghisap Rokok, apakah ini tidak mengotori tubuh kita, Padahal dalam Alkitab dikatakan hendak kita hidup dalam kesucian: Ini gimana amang , Tolong pencerhannya, mudah mudahan bermanfaat bagi anak anak Tuhan yang masih terbelenggu Rokok sampai saat ini.

    Daniel Harahap:
    Fatwa Departemen Kesehatan: rokok itu dapat menyebabkan penyakit jantung, gangguan kehamilan dan janin, impotensi, kanker paru-paru. :-)

  6. rentha simbolon on January 30, 2009 at 12:24 pm

    Bentengilah diri dari ajaran2 yg tidak sehat dan sesat, minta campur tangan Tuhan disetiap langkah dan rencana kita. Pasti semuanya beres.

  7. S. Marihot Hutahayan on January 30, 2009 at 2:05 pm

    Manarik sekali renungan yang Amang kotbahkan hari ini, bahwa KESEIMBANGAN atau ‘Balancedscorecard’ kehidupan perlu kita miliki. Hidup kita adalah untuk pelayanan bagi para ‘stakeholder’ kita, maka berilah kasih untuk mereka semua.

    H3 orang Batak, bukan lagi ukuran keberhasilan orang Batak yang seimbang pada saat ini. Kalau kita hanya mengejar Hamoraon, Hagabeon dan Hasangapon, maka sesatlah kita. Barangkali scorecard yang seimbang bagi habatahon saat ini adalah H7 : Holong tu Tuhan dohot tu dongan, Habisuhon di pamikirion nang panghilaan, Hahipason di partondion dohot pardagingon, Hamoraon di parbinotoan nang siadongan, Hagabeon di ‘pengkaderan’ nang parianakkonon, Hasangapon di pangulaon nang pardonganon, dan Hasadaon mengulahon nang manghalasson.

    Saya rasa, saatnya HKBP ‘menggarami’ filosofi kehidupan orang batak untuk lebih seimbang dan utuh. Dan kotbah Amang hari ini bisa jadi salah satu fasilitasi untuk itu. Horas!

  8. Roni on February 1, 2009 at 1:52 pm

    Mohon pencerahan amang,
    Apa pedoman kita untuk menentukan ajaran itu sehat atau tidak?
    Karena kalau tidak ada pedoman, masing-masing orang pasti pendapatnya berbeda. ;)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*