Almanak Kamis 29 Januari 2009:
Apabila kamu menjadi marah, janganlah berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada iblis. (Efesus 4:26-27)
Semua manusia pernah dan bisa marah. Marah adalah manusiawi. Bahkan hewan pun tampaknya bisa juga marah. Hati-hati, jangan salah tafsir! Alkitab tidak mengatakan marah itu dosa. Alkitab juga tidak melarang kita agar tidak pernah marah atau menahan dan memendam marah (lantas sakit sendiri).
Alkitab hanya mengatakan: apabila kamu menjadi marah janganlah berbuat dosa! Maksudnya kelolalah dan kuasailah kemarahanmu sedemikian agar kita tidak melakukan dosa atau kejahatan saat marah. Sebab saat marah, pikiran dan perasaan bisa tidak terkendali, dan kita dengan mudah melakukan dosa. Lantas bagaimana? Belajarlah marah menggunakan kata-kata yang baik dan santun. Tariklah nafas berulang dan pilihlah dengan sadar kata-kata yang hendak kita ucapkan mengekspresikan kemarahan itu. Kendalikanlah diri dengan cepat dan lihatlah situasi, pilihlah tempat dan waktu yang tepat mengungkapkan kemarahan itu. Contoh: jangan marahi anak di depan orang banyak, ajaklah dia ke kamar. Dengan kata lain: marahlah di tempat dan waktu yang tepat! Masih ada lagi: jangan merusak diri sendiri atau orang lain, atau benda-benda, saat marah. Satu lagi: jangan terlalu lama marah. Sebab menyimpan amarah di hati hanya merusak diri sendiri.
Bagaimana caranya melakukan semua itu? Kuasailah dan kendalikanlah diri. Jadilah orang merdeka yang tidak pernah bisa diperbudak oleh apapun termasuk oleh perasaan dan kemarahan sendiri. Sebab itu serahkanlah diri untuk tetap dikuasai oleh Tuhan, termasuk saat marah atau murka. Tips: Sampaikanlah kemarahan kepada Tuhan melalui doa, dijamin kemarahan segera reda atau surut.
Catatan terakhir: hati-hati jika marah, jangan beri kesempatan iblis beraksi.
Doa:
Ya Allah, terima kasih sebab Engkau melimpah dengan kasih dan pengampunan. Engkau sangat mengasihi kami dan menerima kami apa adanya. Biarlah kami hidup dalam kasih dan pengampunanMu. Namun ajarlah kami juga mengendalikan diri kami, terutama saat-saat kami marah, kecewa atau sedih. Biarlah kami tetap taat kepada Tuhan bagaimanapun sulitnya perasaan kami atau apapun kondisi dan situasi hidup kami. Demi Kristus.
Pdt Daniel T.A. Harahap
Share on Facebook
Terima kasih banyak atas renungannya amang, memang benar, “pengelolaan” marah sangat penting dalam kehidupan ini. Jujur, saya masih sering “tergelincir” dalam pengelolaan “kemarahan”, tetapi dengan membaca renungan hari ini, saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengelolanya, terutama dengan salah satu ‘tips’ dari amang untuk “mengkomunikasikannya” kepada Dia yang punya kehidupan.
anger management…
memang sulit, dan renungan hari ini sangat membuat aku malu kalau mengingat diri dalam kondisi marah.
mudah-mudahan bisa lebih baik.
Sungguh Tuhan itu Maha Baik, sehingga IA berikan cara kepada umatNya untuk menghindari penyakit stroke melalui ayat tsb diatas.
Tuhan Jesus juga pernah marah saat melihat rumah ibadah dijadikan tempat berjualan. DIA memporakporandakan fasilitas tempat berjualan tersebut (Apakah contoh marah ini bisa saya justifikasi sehingga saat marah saya bisa melakukan perusakan yang ‘tolerable’?????….mohon didiskusikan amang DTA dan juga ruas rumametmet.com.
Daniel Harahap:
Para ahli mengatakan apa yang dilakukan Yesus adalah tindakan simbolik atau perlambang yang kerap dilakukan para nabi. Kita hanya satu kali mendengar Yesus mengusir pedagang di Bait Allah. Ketika disalibkan Yesus malah memohonkan pengampunan bagi yang menyisksaNya.
Dengan kata lain manajemen konflik, hal ini perlu kita tanamkan sejak dini bagi anak-anak remaja khususnya remaja HKBP. Sungguh, pengalaman pribadi rasa malu akan timbul kemudian saat kita tidak bisa melakukan manajemen konflik termasuk manajemen amarah.Ya betul sekali secara medis marah itu perlu karena hal tersebut adalah manifestasi fisiologis untuk keseimbangan tubuh akibat tekanan psikis yang dialami seseorang. Cuma kuncinya ya ayat ini yang harus kita ingat di saat kita masuk dalam fase marah.
Daniel Harahap:
Selain mengingat ayat, pada saat marah banyak-banyaklah tarik nafas, minum air putih, dan berolahraga.
Marah bisah menghasilkan out put jenis-jenis nama di kebun binatang, darah tinggi, kalah sebelum perang, bila stroke akan menyebabkan putus asa ( tu aha mangolu ?) , biaya rumah sakit yang tinggi, sakit hati , dendam. Marah dapat saja terjadi tetapi sebaiknya terkendali supaya norma/etika sosial tetap terpelihara dan hendaknya marah disertai/dibarengi adanya kasih sayang. Suatu masalah dalam keluarga terutama Isteri, janganlah penyelesaian marah sampai menunggu malam berganti atau siang berganti, selesaikanlah hari itu juga dan harus mampu mengakui suatu kesalahan atau minta maaf , kalau memang marah kita itu tidak beralasan. Atau adakah diantara kita masih mamastap inantana ? atau terus menerus memukli anaknya ? ta paso mai sude. horas
Wow. Ada tips lagi buat kita2 kalau marah:
Bacalah rumametmet.com. Kalau masih marah, kembali lagi ke rumametmet.com. Dijamin amarahnya terkontrol.
Diberkatilah pendeta HKBP yang menata renungan harian yang berkelanjutan setiap minggunya (yg saya rasa cukup baik) dan kepada komisaris, direktur, staf rumametmet yang rutin menjabarkannya dengan gaya yang membumi. Salut buat para pendeta HKBP.
Daniel Harahap:
Lae informasi: Komisaris, direktur, staff dan pesuruh Ruma Metmet dirangkap oleh 1(satu) orang. Makanya tetap metmet.
Pagi Amang….thanks buat Tuhan Yesus yang mengajarkan bgm mengelola management marah, sy malu krn hr ini rencana akan marah ke seluruh staff sy krn hanya masalah target, tapi puji Tuhan Saat ini sy serahkan semua urusan pekerjaan hr ini pada Yesus….
Mauliate Amang …..tensiku tdk naik , dan aku msh bs stay cool….
Pas sekali 2 hari ini saya sedang bergumul dengan cara mengungkapkan amarah yg ada di hati. Sering sekali saya punya amarah yang saya tak pernah bisa mengungkapkannya. Saat rasa amarah itu datang kerap saya menghindar karena saya tidak suka konfrontasi. Tapi setelah amarah mereda saya jadi enggan untuk mengungkapkan amarah saya. Adakah masukan amang untuk orang seperti saya? Karena saya ingin lebih bijak lagi untuk marah.
Daniel Harahap:
Kemarahan juga bisa dituliskan. Tetapi sebaiknya jangan dikirimkan kepada yang bersangkutan sebelum diendapkan semalam dan dibaca ulang. Kata seorang ahli pada saat marah sebaiknya menggunakan lebih banyak kata “saya” atau “aku” untuk mengungkapkan perasaan-perasaan terdalam yang ada. Namun penggunaan kata “kau” atau “kamu” saat marah cenderung memberi label atau cap kepada orang lain sementara perasaan yang sesungguhnya tetap tersembunyi.
Setuju Amang, marah harus dikendalikan. Amarah yang tidak terkendalikan akan membawa banyak permasalahan. Sudah banyak contoh-contohnya.
Tambahan amang, selain mengingat ayat, banyak-banyaklah tarik nafas, minum air putih, berolahraga juga TERSENYUM atau TERTAWA.
Mauliate Amang,
Marah dan pemarah tentunya bisa berbanding lurus. Marah memang bukan dosa, karena suatu ekspresi perasaan yang sudah tak tertahan atas ketidaksetujuan akan suatu perilaku, adalah hal wajar. Marah yang terpimpin, ini yang sulit Amang. Covey ,menyebutnya marah atau katarsis tetapi tetap proaktif, dimana gejolak perasaan yang ‘meledak’ masih dipimpin oleh pikiran yang tetap jernih. Dan kalau kita amati 4 elemen proaktif : kesadaran diri, imajinasi, kehendak bebas, dan ‘hati nurani’ (psikologi : id). Barangkali memang pengendali tertinggi dari emosi yang meluap adalah Tuhan yang memberikan ‘hati nurani’ atau Roh Kudusnya untuk memimpin roh kita untuk berkehendak bebas (memutuskan) mau berlaku apa saat marah. Senyum, air putih, musik, olah raga, bahkan hubungan atau sapaan tulus, akan menjadi ‘penetral’ kemarahan untuk kembali kepada marah yang proaktif.
Yang gawat, ya pemarah….. Maup ma!
Saya melihat, ada kaitannya dengan kesombongan atau keangkuhan sikap untuk merasa paling ‘benar’ dan orang lain tidak ‘sebenar’ dia. Sehingga selalu lebih melihat pihak lain yang selalu salah atau menyimpang dari ‘kebenaran’ dia. Semua jadi memantik kemarahan bagi dia. Maka marah melululah dia.
Barangkali, kerendahan hati dan penurunan kadar ‘perusak’ di pembuluh darah harus dimiliki. Jika tidak, dia akan menjadi awet muda, masih muda sudah ‘diawetkan’…he..he..he. Maka doa tulus yang Amang panjatkan perlu diaminkan dalam kehidupan kita saat marah atau sudah jadi pemarah : “…Biarlah kami tetap taat kepada Tuhan bagaimanapun sulitnya perasaan kami atau apapun kondisi dan situasi hidup kami. Demi Kristus.” Amin!
Tuhan aja pernah marah apalagi kita manusia biasa yg penuh dosa ini, Memang kalu kita marah harus dapat mengendalikan diri biar tidak merusak diri dan orang disekitar kita, kita juga harus mempunyai manajemen marah.
Kalau aku marah tu amanta dijabu pintor huingotdo angka nadenggan nahea dibaeena tuahu, saya naikkan keurutan teratas dihati saya kebaikan2 yg paling berkesan yg pernah saya terima darinya,resep paling ampuh untuk pernikahan kami yg hampir 23 thn.
Untuk meredam amarah kepada anak2 saya yg 3 org itu! begitu amarah mamuncak saya berdiri didepan kaca besar dan memandang wajah saya ,lalu terlihatlah disana wajah iblis hi…. seram ga jadi deh marahnya.
Bila MARAH….ingat saja untuk membalik kata tersebut…ha…ha…ha…
amang DTA, sangat susah mengendalikan amarah
, apalagi kalau pasangan kita marahnya ternyata lebih galak, kadang2 saya marah justru hanya karena “gengsi” belaka, marah itu sangat capek, jantung berdebar lebih keras dan kepala jadi pusing…semoga Tuhan memberi kekuatan dalam melawan hawa nafsu amarah ini, karena dalam marah hanya ada IBLIS dan kejahatan, kasih menjadi tertutup, mari kita menguatkan iman dan Kasih agar jangan gampang terpancing kemarahan.
for amang DTA, doakan kami
Daniel Harahap:
Amang, marah itu suatu pilihan bukan kewajiban.
Tadinya saya mau marah kepada sahabat lama yang saya pikir telah melupakan (berusaha melupakan) kebaikan/pengorbanan yang pernah saya lakukan terhadap dia, namun saya pikir semuanya itu hak dia dan saya tidak boleh menuntut apapun kepadanya termasuk mengungkit bantuan yang kulakukan padanya di masa lalu. Lalu saya bawa dalam Doa semua gejolak dan protes yang timbul dihati dan pikiran saya, sebab saya yakin hanya Bapa yang di Sorga yang bisa memahami masalah saya, tak terasa setelah mengadukan semuanya kepada Tuhan Yesus hingga saya menitikan air mata…amarahku hilang dan perasaan saya lega dan segar.
Bapa…Engkau sungguh baik…
Ya Amang, cocok sekali renungangan ini bagi kita orang dari daerah Tapian Nauli karena kerap kali mudah melakukan ……..yang menjadi topik renungan ini. Doa saya kiranya banyak orang yang berasal dari tapian nauli yang membaca renungan ini dan menerapkan dalam hidupnya, dan akan menjadi penyebar atau garam atau terang dalam lingkungan kehidupannya, yang lambat laun nantinya, pameo negatif oleh orang banyak tentang orang yang berasal dari tapian nauli menjadi yang positif, positif dan positf serta menjadi contoh telaudan bagi orang lain.
Boleh juga pendapat amang/inang ruas bandung, mari kita buat ……..ITU JADI HARAM (dibalik) dalam hidup kita atau mungkin perlu dibuatkan fatwa ya……..songon dongannta najojot marfatwa…..
Tapi ada satu pesan yang saya terima dulu dari almarhum ayah saya yang menjadi idola saya: APA YANG KAMU INGINKAN DARI ORANG LAIN PERBUATLAH ITU KEPADA ORANG LAIN (YESUS juga berpesan seperti ini).
Karena kita ………. tentu ada sebabnya, dan sebabnya itu jika kita timbang2 dan renungkan adalah kekurangan/kesalahan kita sendiri.
Tuhan memberkati amang DTA dan semua yang membaca renungan ini.