Mitra Kerja Allah

January 28, 2009
By

Almanak Rabu 28 Januari 2009:

pekerja.jpg

Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah. (1 Korintus 3:9)

Ada banyak sekali lukisan atau tamsil dalam Alkitab untuk menjelaskan hubungan kita dengan Allah. Kadang kita digambarkan sebagai hamba dan Allah sebagai Tuan. Kadang kita diibaratkan sebagai anak dan Allah sebagai bapa, atau kita sebagai istri dan Dia sebagai suami, atau kita murid dan Dia guru.

Namun hari ini ada kita mendapatkan pernyataan yang sangat luar biasa: hubungan kita dengan Allah adalah kawan sekerja, mitra atau partner Allah. Alangkah hebatnya. Tuhan Allah, Sang Pencipta, mau bekerja sama dengan ciptaanNya. Sang Penebus bekerja bersama yang ditebusNya. Allah yang mahakudus menjadikan kita manusia berdosa sebagai kawan sekerjaNya. Bagaimana mungkin hal itu terjadi? Sulit dipikirkan namun telah dinyatakan Alkitab sendiri.

Disinilah kita disadarkan bahwa kita dipanggil bukan hanya untuk percaya kepada Allah saja dan menerima berkat-berkatNya, tetapi juga untuk bekerja bersama Dia. Allah bekerja sejak awal dan sampai sekarang (Kejadian 1, Yohanes 5,17, 9:4). Dan Dia mengajak kita mengambil bagian atau berpartisipasi dalam pekerjaanNya mendatangkan kebaikan dan kesejahteraan bagi dunia ini.

Masyarakat, jemaat, negara dan seluruh dunia adalah ladang Allah dan bangunan Allah. Kita dipanggil bekerja bersama Allah di ladang dan bangunan milik Allah itu. Sebab itu kita tidak bisa lagi menganggap kekristenan kita hanyalah untuk kepentingan, kenyamanan dan kenikmatan diri sendiri. Kekristenan, iman dan harapan kita kepada Allah, harus diwujudkan juga dalam kerja dan karya bakti kita di ladang dan bangunan Allah.

Doa:

Ya Allah kami hanya mampu bersujud merendahkan diri dan bersyukur sebab Engkau telah mengangkat kami sebagai mitra atau kawan sekerjaMu untuk mendatangkan kebaikan dan kesejahteraan kami. Sungguh kami merasa tidak pantas dan tidak layak menerima anugerah ini. Terpujilah namaMu. Rendahkanlah senantiasa hati kami. Engkaulah yang kudus, adil, benar dan mulia serta kuat. BagiMulah segala pujian syukur dan sembah. Ya Allah, kami mau ikut ambil bagian dalam pekerjaanMu. Lengkapilah dan bekalilah kami dengan Roh Kudus dalam nama Yesus. AMIN.

Pdt Daniel Taruli Asi Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

10 Responses to Mitra Kerja Allah

  1. Soparov on January 28, 2009 at 8:11 am

    Yesus Kristus, aku ini mitra kerjamu yang paling lemah. Kuatkanlah aku dan genggam erat untuk mengerjakan kehendakMu saja.

  2. A.K.P Panggabean on January 28, 2009 at 8:26 am

    Jadi menurut nats tsb diatas yang menjadi kawan sekerja Allah dalam pemberitaan Injil adalah semua orang Kristen, bukan hanya para pendeta, evangelis, bibelvrouw, diakones, sintua, dll.

  3. todungrs on January 28, 2009 at 8:45 am

    Renungan yang sangat bermakna buat memulai kerja dan kehidupan.

    Selamat juga buat rumametmet yang bisa melepaskan diri dari ‘chaos’ yang terjadi kemarin.

  4. Ruas-Bandung on January 28, 2009 at 10:20 am

    Todung…apa ‘chaos’ yang terjadi

    Daniel Harahap:
    Kemarin siang sampai malam, server Ruma Metmet di negeri sana kayaknya bermasalah, sehingga tidak bisa diakses. Namun sepertinya sudah pulih. :-)

  5. Beben Sihombing (YBSS) on January 28, 2009 at 10:56 am

    menjadi mitra kerja Allah dalam pekerjaanNYA memang sungguh suatu anugrah yang sangat luar biasa, akan tetapi sungguh sangat sukar dijalankan dan kadang-kadang (lebih sering) kita justru meninggalkan Allah dalam mengerjakan pekerjaanNYA, padahal kalau kita bermitra dengan manusia, pasti kita akan sungguh2 bekerja keras agar mitra kita tidak kecewa, kiranya dengan firman hari ini, saya dan seluruh jemaat Tuhan semakin dikuatkan dalam bekerja mendatangkan kebaikan di dunia ini, terima kasih Tuhan dan terima kasih amang DTA, syaloom. Jesus bless us, and bless Indonesia.

    ps: kalau boleh, sedikit koreksi amang, pada alinea ke tiga, tertulis “…….. kita dipanggil untuk hanya untuk percaya kepada Allah saja …”
    apakah kata “untuk” seharusnya tertulis “bukan” ? jangan marah ya amang? :-)

    Daniel Harahap:
    Thx atas koreksinya. Akan diperbaiki. :-)

  6. Erpesim on January 28, 2009 at 11:23 am

    Luarbiasa sekali jika kita manusia lemah dan hina ini bisa jadi “kawan sekerja, mitra atau partner Allah”.Saya penasaran dan coba-coba buka Bible KJV disana saya dapati terjemahan sbb : “For we are labourers together with God: ye are God’s husbandry,ye are God’s building”.(Versi Bibel Batak :” Ai dongan pangula ni Debata do hami:hauma ni Debata,bagas ni Debata do anggo hamu”).Apakah tepat kalo kita jemaat atau parhalado Gereja atau Pendeta,menyatakan diri sbg Mitra Allah atau Partner Allah?Nats terjemah Bhs Indonesianya sebagai kawan sekerja Allah adalah tepat walau pengertian “kawan” atau “pangula” kurang tajam (friend,mate,partner,colleague dll) ketimbang “labour”. Sedangkan pengertian umum,Mitra atau Partner kan mengandung arti kesetaraan dan saling mendukung atau saling menguntungkan.Meskipun kita yang menerima Yesus telah diangkat sbg anak Allah,tetapi kesetaraan dan ke”Maha”an hanyalah bagi Tuhan.

  7. Kimron Manik on January 28, 2009 at 12:01 pm

    Semoga kita dapat menjadi mitra Allah yang dipercaya dalam mengolah ladang-ladangNya.

  8. t.m.sihombing on January 28, 2009 at 12:58 pm

    Horas amang Pdt DTA.
    Suatu bangunan dapat kokoh apabila spec semen,besi,cat,atap,tukang sudah memenuhi. Begitu juga kita kalau suka bargadang tentu akan mudah sakit jantung dan penyakit lainnya dan juga kalau gampang marah akan dapat penyakit darah tinggi dan kemudian kalau ada sogokan uang akan mempengaruhi idealisme dan temuan KPK? dalam kehidupan sehari-hari sering kita melakukan hal tersebut sehingga
    dapat menyebabkan keserakahan, tidak dapat menyatakan kebenaran, menghalalkan segala cara. Kita mintalah roh kudus ke dalam penghidupan kita agar dapat menyatakan tidak terhadap hal yang salah dan ya terhadap hal yang benar , sehingga dampaknya akan selalu bersuka cita, tenang, damai. Bangunan itu tidak akan goyah apabila spec tehnis telah memenuhi, begitu juga kita sebagai bangunan Allah tidak akan goyah,tidak gampang tergoda melakukan hal yang sesat apabila Tuhan Yesus bersama dengan kita. Panggilah Tuhan Allah setiap saat, saat senang/susah sebagai pelindung dan pelita hidup. Dan harus beriman bahwa dekat Allah sangat damai,tenang dan selalu mengampuni dosa kita.

  9. Robert Sibarani on January 28, 2009 at 4:08 pm

    Jadilah mitra Allah yang siap menuai Tuaian yang sudah menguning.
    ORA ET LABORA

  10. sukija on February 4, 2012 at 11:14 pm

    dengan mitra kita akan selalu melaksanakan perintah Tuhan dan menjauhi larangannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*