Almanak Selasa 27 Januari 2009:
Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. (Yohanes 16:13)
Ayat almanak hari ini meningatkan kita akan satu pekerjaan utama Roh Kudus, yaitu: memimpin orang-orang beriman masuk ke dalam seluruh kebenaran. Sebab Dialah sesungguhnya Roh Kebenaran itu.
Dalam bagian Alkitab lain dikatakan Roh Kudus membuat hati kita selalu gembira (Roma 14:17, 1 Tes 1:6), menghibur kita di saat berduka (Yoh 14:26), membuat kita percaya bahwa Yesus adalah Tuhan (1 Kor 12:3), menyatakan kita anak-anak Allah (Gal 4:6), membantu kita berdoa (Roma 8:26), memberi kita bermacam karunia untuk menjadi gereja (1 Kor 12-14) dan membuat kita berbuah (Gal 5:22-23), serta membantu kita bersaksi di saat penderitaan (Mat 10:19-20).
Melalui ayat hari ini dan berbagai kesaksian Alkitab di atas kita disadarkan betapa kita memerlukan Roh Kudus. Dia bukan sekadar membuat kita semangat atau bergairah beribadah, namun terutama mau mengajak kita masuk ke dalam kebenaran, tunduk kepada kebenaran, atau hidup berdasarkan kebenaran. Namun mungkin ada yang bertanya: apakah kebenaran? Jangan pusing-pusing. Jangan tenggelam dalam perdebatan yang tidak menuntun kepada pembentukan sikap. Bagi kita orang-orang beriman masalahnya sederhana saja. Segala sesuatu yang diajarkan, dikatakan, dilakukan dan terutama penderitaan dan kematian Yesus itulah kebenaran. Sebab itu kita mengartikan ayat hari ini Roh Kudus memimpin kita ke dalam segala yang diajarkan, diteladankan, dikerjakan dan terutama penderitaan dan kematian Kristus.
Pertanyaan: siapa mau?
Doa:
Ya Roh Kudus, Engkaulah Penghibur kami. Bawalah kami kepada Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami. Pimpinlah kami ke dalam kebenaran dan jadikanlah kami murid-murid Yesus di jalan salib dan kebangkitan. Engkaulah Penolong kami, sumber pengampunan dosa dan hidup baru kami. Teguhkanlah iman kami. AMIN.
Pdt Daniel T.A. Harahap
Share on Facebook
Ayat ini dengan tegas mengatakan bahwa yang akan datang setelah Yesus naik ke Surga adalah Roh Kudus. Dialah yang menyertai murid-muridNya memberitakan Injil ke seluruh dunia, sebab mereka pada saat itu dikejar-kejar, dianiaya bahkan dibunuh. Namun demikian pekerjaan mereka berhasil karena penyertaan Roh Kudus.
Ya Roh Kudus, kuatkan dan teguhkan kami ketika ada saudara, teman, sahabat, dan orang tuaku yang masih belum sepenuhnya menerimaMu.
Mungkin dari kata-kata kami percaya, namun dari sikap, perilaku kami masih sering menyakiti hatiMu.
Roh Kudus Adalah bagian dari Allah Tri Tunggal. Akankah Rohkudus datang tanpa kita undang? Seberapa lamakah Rohkudus mau tinggal dalam diri kita masing masing untuk memimpin setiap aktivitas kita? Oh terasa hidup ini hanya kadang kadang menyenangkan selainnya – lebih banyak “blank”. Tinggallah lebih lama dalam rohku,ya Rohkudus agar hidupku terpimpin.
Amang Pandita, saat berdoa dikeluarga kami tidak pernah mengakhiri doa dengan: Dalam nama Bapak, Anak dan Rohkudus, amin. Kerena kami beranggapan hanya hamba Tuhan-lah yang ber doa seperti itu dan kami merasa tidak pantas menyebutnya. Apakah hal ini mengurangi kadar doa ?
Daniel Harahap:
Gereja kita mengajarkan mengakhiri doa dalam nama Yesus.
Hari Senin kemarin greja kami mengadakan rapat huria tahunan yg hanya diwartakan hari Minggu tgl 25 yl dan sepert biasanya mewakili jemaat masing2 weyk ditunjuk 2 org , menurut bocoranh rapat itu hanya mengaminin saja alias ketok palu. sdh 3 thn ini greja kami seperti itu perwakilan weyk yg ditunjuk adalah orang2 yg berpihak ke pendeta kami,krn digreja kami sekarang terjadi pengelompokan hingga kejemaat.
Saya tidak mengerti apa yg dirapatkan oleh mereka2 itu krn tiap tahun tidak ada perbaikan pelayanan,tetap saja greja kami memungut iuran tahunan bukan pelean seperti digreja lain dan iuran itu ditentukan jumlahnya sedangkan digreja lain pelean tidak lagi ditentukan malah sumbangan jemaat lebih besar.
Ah …tolong ya para pengunjung Ruma metmet doakan greja kami agar kiranya Roh Kudus berkenan hadir dihati para pengurus supaya mrk memberikan yg terbaik untuk Tuhan melalui pelayanan.Soalnya saya dengar2 Uluan kami sdh dilaporkan kepolisi krn beberapa bulan yl memecat sintua dengan alasan yg kurang tepat.
Pertanyaan sdr silo, saya belum jelas amang tolong dijelaskan yg menanyakan Akankah Roh Kudus datang tanpa kita undang?
Daniel Harahap:
Roh Kudus bagaikan angin kita tidak tahu datang dari mana dan kemana, namun hanya merasakan dampaknya. Kita tidak bisa mengendalikan atau mengontrol Roh Kudus. Artinya Roh Kudus bisa saja datang tanpa kita undang. Namun sebaliknya Pengakuan Iman HKBP juga mengatakan Roh Kudus tidak dapat kita datang dengan usaha kita sendiri, namun hanya dengan Injil. Artinya pada saat kita membaca Injil maka kita juga menerima Roh Kudus
Bapa kami yang di surga, yang kami kenal di dalam nama Tuhan kami, Yesus Kristus, ajarilah dan kuatkanlah saya, istriku, anak2ku, orang tua kami, kakak dan adik2 kami dan seluruh umatmu dalam melakukan KEBENARAN yang datang dari padaMU, agar kami tidak hanya sekedar berdoa dan menangis di gereja, akan tetapi kami benar-benar TAKUT akan TUHAN dan melakukan seluruh KEBENARAN yang dari Tuhan dalam seluruh kehidupan kami sehari-hari, Berilah juga roh kebenaran kepada seluruh pemimpin bangsa ini.
Semoga Roh Kudus, sang Roh Kebenaran, selalu hadir dan memimpin perjalanan hidup kita di dunia ini.
Amen !
silo Says:
Amang Pandita, saat berdoa dikeluarga kami tidak pernah mengakhiri doa dengan: Dalam nama Bapak, Anak dan Rohkudus, amin.
Martin Luther mengajarkan kita untuk mengawali dan menutup doa pada pagi dan malam hari dengan membuat dengan tanda salib. Kalau membuat tanda salib tentu mengucapkan: Dalam nama Bapak, Anak, dan Roh Kudus, Amin.
Jadi tidak perlu takut mengucapkan itu.
utk ito friska program kerja huria disusun oleh seluruh seksi yang ada di Departemen Diakonia, Koinonia, Marturia yang dikoordinir oleh parartaon/bendahara/sekretaris dan dibicarakan dalam rapat parhalado. Setelah selesai dari rapat parhalado dilaksanakanlah rapat Huria yang tujuannya minta pendapat/komentar/usul dari wakil Jemaat sedangkan Sintua relatip hanya mendengar saja. Hanya ada benarnya juga bahwa dalam rapat parhalado/rapat huria banyak para sintua/utusan jemaat tidak buka suara/usul hanya 3 D : duduk, dengar,diam . Kemudian kita lihat bahwa waktu pelaksanaan rapat Huria masing-masing gereja adalah berbeda, misalnya HKBP Rawamangun sudah melaksanakan Rapat Huria pada bulan Desember 2008. Jadi harus kita lihat permasalahan apa yang terjadi dalam intern Huria, apakah konsep dari seksi-seksi terlambat dan apakah tidak ada konseptor ? mungkin dikarenakan pemecatan sintua ? ok ito, kita berdoa dan selalu damailah hati kita . mari kita sama2 mendoakan agar HKBP nabolon beserta parhaladonya dapat bersatu selalu . Horas