Siapa Yang Harus Disembah

January 26, 2009
By Daniel T.A. Harahap

Almanak Senin 26 Januari 2009:

kembang-api.jpg

Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” (Matius 4:10)

Ayat hari ini adalah bagian kisah pencobaan Yesus pada masa puasaNya di padang gurun. Yesus menghardik iblis yang menawarkan seluruh dunia dengan segala kemegahannya asalkan Yesus mau sujud menyembah dia. Bagi Yesus hanya Allah sajalah yang harus disembah dan kepadaNya sajalah kita berbakti. Tak ada satu pun alasan, kepentingan atau bahkan kebutuhan yang boleh dijadikan pembenar menyembah yang bukan Allah. Bagaimana dengan kita?

Penolakan Yesus menyembah iblis walaupun ditawarkan seluruh dunia dan segala kemegahannya (sebenarnya tidak ada hak iblis memberikan dunia sebab semua dunia juga milik Allah) memberi kita motivasi dan inspirasi untuk juga menyembah hanya kepada Allah saja. Terutama saat-saat kita sangat lapar dan letih, sakit dan merindukan kesembuhan, memiliki suatu kerinduan atau obsesi, agar kita tetap setia hanya mau menyembah kepada Allah saja. Kita tidak akan pernah mau menukar ketaatan kepada Allah dengan apapun juga termasuk dunia dan segala kemegahan, kenikmatan dan keindahannya.

Namun hal ini hanya bisa kita lakukan jika kita sungguh-sungguh (di hati terdalam) mengaku dan percaya bahwa Allah-lah yang pertama dan utama dalam hidup kita ini. Allah lebih berharga dari apa pun juga, sebab itu tidak ada yang bisa menggantikan Allah dalam hidup kita. Tanpa itu dengan mudah kita tergoda melepaskan iman dan ketaatan kita kepada Allah demi: kesembuhan fisik, pangkat, materi, kesenangan sesaat atau bahkan keamanan diri. Kita tidak mengatakan bahwa semua itu tidak penting dan tak berharga bagi kita. Namun ada yang paling penting dan paling berharga: Tuhan Allah. Dan kita percaya dari Dia sajalah kita menerima semua yang kita butuhkan dan inginkan tersebut.

Doa:

Ya Allah, Engkaulah yang empunya kerajaan, kuasa dan kemuliaan. Engkaulah satu-satunya Tuhan dan Allah kami. Hanya Engkau sajalah yang kami sembah dan hanya kepadaMulah kami sujud menyerah. NamaMu sungguh kudus dan mulia. Ya Allah, karuniakanlah kami Roh Kudus agar kami mengikut Yesus setia kepadaMu. Yakinkanlah kami bahwa hanya dengan iman dan ketaatan kepadaMu sajalah kami memperoleh kehidupan dan segala yang kami perlukan. Demi Kristus. AMIN.

Pdt Daniel T.A. Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

6 Responses to Siapa Yang Harus Disembah

  1. richard hutahaean on January 26, 2009 at 9:12 am

    Walau di luar konteks ayat hari ini, tidak ada salahnya kita ucapkan : Gong Xi Fa Coi bagi pengunjung web ini yg merayakannya…Semoga Tuhan Allah meyertai tiap lankah kita….

    Bagi pengelola web ini, tidak ada salahnya bagi-bagi angpaw dong…

    Daniel Harahap:
    Angpaw maya atau virtual? :-)

  2. richard hutahaean on January 26, 2009 at 9:12 am

    Walau di luar konteks ayat hari ini, tidak ada salahnya kita ucapkan : Gong Xi Fa Coi bagi pengunjung web ini yg merayakannya…Semoga Tuhan Allah meyertai tiap langkah kita….

    Bagi pengelola web ini, tidak ada salahnya bagi-bagi angpaw dong…

  3. P.Ritonga on January 26, 2009 at 10:23 am

    Jadi ingat nyanyian ibuku dulu : ” Haru gok pe di au arta di tano on, dang adong na boi pasonang au ” Oleh sebab itu hanya Tuhan Yesus yang layak disembah dan sesuai janji-Nya, Dia akan mencukupi segala kebutuhan kita

  4. silo on January 26, 2009 at 12:46 pm

    Selamat tahun baru cina Amang….( sedang musim ) imlek..
    Semoga tambah sehat dan bugar selalu.
    Amang Pandita, boleh dong kita meggeser aplikasi “somba marhula-hula” jadi hormat marhula-hula, ato apalah yang penting jangan sembahmenyembah. Supaya singkron, agar tidak terjadi “pelanggaran”.
    Kadang kalau ketemu orang semarga istri rasanya, duh orang ini harus diembah ini.Trus kalau ketemu boru niba, nah ini yang sembah gua ni, kalau nggak bakalan susah hidupnya….
    Bagaimana Amang, apa setuju agar hubungan kekeluargaan seperti itu didasarkan hanya pada saling mengasihi, dan saling menhormati?.
    Untuk orang yang melahirkan kita saja hanya diperintahkan menghormati, tak diperintahkan menyembah.
    Mauliata Amang Pandita.

  5. Natal on January 27, 2009 at 6:28 am

    “Kaulah Tuhan yg berjanji tak sekalipun Kau ingkari…”
    Penggalan lagu tsb mengisyaratkn bahwa Tuhan tdk akan meninggalkn kt UmatNya,utk itu tdk ada yg perluh d hawatirkn slama kt d dlmNya..

  6. t.m.sihombing on January 27, 2009 at 8:09 am

    Boleh nyimbrung ya lae silo, kalau menurutku istilah somba marhula-hula sudah sangat tepat karena : hanya merupakan istilah, tidak pernah menembah, tidak pernah mengsakralkan, kita berasal dari rahim ibu yang marganya beda dengan kita, ibu kita sudah menjadi pembawa marga bagi suaminya , jambar hula2 hanya pada saat lahir, pesta kawin, mati.
    Hormat adalah salah satu aplikasi dari somba, dan dgn istilah somba ini seolah-olah ada suatu pembatasan bahwa kita tidak boleh sembarangan dengan hula-hula, tidak boleh anggap enteng dan istilah somba ini lebih terlihat dalam pelaksanaan adat , sedangkan perlakuan terhadap hula-hula dalam kehidupan sehari-hari adalah kelakuan/perbuatan seperti hubungan kakak beradik. ada suatu contoh : dalam pesta adat jambar hula-hula sering diberikan saat hari pesta adat dan jambar uangnya pun sedikit dan cara memberikannya leas/anggap enteng karena hula2nya miskin atau tidak berpendidikan. Hita ma jolo denggan do songoni ? Hita mamora karena didampingi isteri, anakta/borunta mamboan marganta , dan semua ini berasal dari ibu kita yang telah menanggalkan peran dari marganya. Seharusnya sebelum menyerahkan jambar hula-hula harus mendatangi rumah hula-hula, formil , nilai yang wajar/relatip,hormat dan mengutarakan maksud dengan kasih. Jadi Somba marhula-hula konotasinya tidaklah menjadi penyembah dewa berhala tetapi merupakan suatu cara kalau berhadapan dengan hula-hula memang pelaksanaannya harus hormat. Ingkon las do roha ni hula-hulanta baik dari cara penyampaian, pemberian materilnya (relatip). Horas

    Daniel Harahap:
    Pada jaman dahulu somba marhula-hula memang dalam pengertian “sembah” sebab hula-hula dipandang sebagai sumber berkat (pasu-pasu). Namun bagi orang Batak Kristen jaman sekarang tentu tidak lagi. Sumber berkat adalah Allah. Hula2 atau Tulang hanyalah salah satu agen atau penyalur berkat itu. Tuhan Allah bisa menyampaikan berkatNya dengan atau tanpa hula-hula. Sebab itu kita mengartikan “somba marhula-hula” sebagai “hormat ber-hulahula”. Lebih jauh sikap hormat itu bukan hanya hendak kita sampaikan kepada hulahula tetapi kepada semua orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*