Almanak Jumat 23 Januari 2009:
Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang (Kisah 17:25b)
Manusia apalagi kita orang-orang moderen sangat menghargai hasil atau milik yang diperolehnya dengan kerja keras, jerih lelah atau susah payah. Dan itu baik. Kekayaan, popularitas, dan kehormatan yang merupakan ganjaran dari perjuangan panjang dan melelahkan tentu jauh lebih bernilai artinya daripada yang diperoleh dengan mudah, cuma-cuma, apalagi dengan jalan tidak sah. Keberhasilan, kekayaan atau keternamaan yang diperoleh melalui perjuangan atau ketekunan sangat wajar dan sah dinikmati juga dibanggakan oleh yang bersangkutan.
Namun tanpa mengurangi semangat kerja keras, ketekunan dan usaha kita diajak untuk memahami hidup dan nafas sebagai pemberian Tuhan Allah. Bukan hanya itu: juga kerja keras dan buahnya. Sebagai orang-orang beriman kita menghayati bahwa apa yang kita capai dan miliki dengan kerja, usaha, perjuangan dan jerih lelah juga pada dasarnya juga anugerah atau pemberian Tuhan Allah kepada kita. Bukan prestasi kita semata-mata. Sebab hanya dengan pertolongan dan penyertaan Tuhanlah kita mendapatkan atau memilikinya.
Di awal tahun 2009 ini kita diundang untuk meneruskan kembali kerja, usaha dan perjuangan kita. Bahkan mungkin lebih kuat dan keras lagi. Namun kita diingatkan bahwa TUHAN lah yang memberi kita nafas dan hidup. Tanpa Dia segala kerja dan usaha kita akan gagal dan sia-sia. Tanpa Dia bahkan kita tidak akan dapat berbuat apa-apa. Sebab itu mari kita merendahkan hati dan bersyukur serta memuliakan Tuhan Allah. Lantas memulai kembali kerja keras dan jerih lelah kita dengan mengharap kepada belas kasihNya.
Doa:
Ya Allah, terima kasih sebab Engkau menganugerahkan kami nafas, hidup dan kesehatan. Terima kasih sebab Engkau memberi kami akal dan hati. Terima kasih juga sebab Engkau menyertai dan memberkati pekerjaan dan usaha kami. Dengan merendahkan diri kami bersyukur dan menyembah Engkau, serta memohon berkatilah kami berlimpah-limpah. Biarlah segala yang baik yang kami lakukan dalam nama Yesus berhasil dan berbuah banyak. Demi kemuliaan namaMu. AMIN.
Pdt Daniel Taruli Asi Harahap
Share on Facebook
Sesungguhnya dengan hanya kembali bangun di pagi hari, masih bernafas, adalah sungguh suatu mujizat dan keajaiban dari Tuhan.
Oleh karena itu, bekerja keras dan berbuah adalah wujud rasa syukur atas waktu yang masih diberi si pemberi nafas.
Memento Mori (selalu ingat hari matimu), tidak lama lagi..
Bapa kami yang di surga, terima kasih atas segala penyertaanMU kepada kami selama ini, kiranya Tuhan tidak henti-hentinya memegang tangan kami dan menunutun kami di jalan yang benar agar segala kerja keras kami dapat menjadi kemuliaan bagi namaMU dan kami bisa menjadi saluran berkatMU bagi orang-orang yang membutuhkan pertolongan, mampukan kami berbagi kebahagiaan bagi orang-orang di sekitar kami sehingga nama Tuhan semakin dimuliakan.
Harapan pupus? Nats hari ini mengingatkanku untuk tidak menyerah. “Jika belum terwujud, tak boleh menyalahkan-Nya.”, begitu aku mengingatkan diriku saat terjatuh. Namun, “Don’t let me down, My Lord.”
Ayat renungan hari ini “Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang” mengingatkan kita untuk selalu mengucap syukur atas pemberian Tuhan kepada kita dan melakukan apa yang telah dan sedang diajarkanNya kepada kita. Dan marilah melakukan perbuatan baik selama ‘hidup dan nafas’ itu masih ada di kita.
Bersyukur bersyukurlah selalu.
Sesungguhnya bila TUHAN tidak memberi hidup yang panjang (panjang umur) kepada maka mustahil kita dapat mengejar target atau rencana yang kita buat setiap awal tahun yang garis besarnya antara lain: ingin menambah keturunan, menambah kekayaan, naik pangkat/jabatan dll.
Demikian pula jika TUHAN menghentikan hembusan nafas kita hari ini, maka segala rencana yang kita buat untuk tahun ini hanya tinggal secarik kertas.
Karena itu RINGGAS MA HO O TONDINGKU, MAMUJI DEBATANTA (BE no. 1).
Hidup yang dipercayakanNya kepada sampai saat ini harus kita jalani dengan kekuatan doa dan pengharapan. Sebab hanya dia yang sanggup memberi kita kekuatan yang menjadikan kita mampu beraktifitas. Jangan mudah berputus asa, tapi mari teguhkan iman pengharapan kita.
Hidup yang dipercayakanNya kepada kita sampai saat ini harus kita perjuangkan dengan segala daya upaya kita sebab Tuhan semesta telah membekali kita dengan segala kemampuan, diberinya kita akal sehat dan fisik yang kuat. (bisuk, hapistaran dohot gogo)
Jatuh Bangun adalah sebagian liku – liku kehidupan yang lumrah kita alami, ketika kita sedang terjatuh maka ada satu Tangan yang bersedia menopang kita yaitu Tanagan Kasih Yesus, Dia yang mengerti segala problema kita. Tangan yang selalu terbuka untuk selalu menerima kita dan menopang kita , kapan pun dan dimana pun kita berada.
Ketika kita sedang jatuh ada Dia yang selalu siap mengulurkan TanganNya yang penuh kehangatan supaya kita tidak terjerumus jauh dari jalanNya yang mengangkat kita kembali menjadi mahluk yang terhormat dari segala ciptaaNya.
Ketika kita sedang di atas atau beruntung Dia datang mengingatkan kita supaya kita tidak lupa diri karena Dia sangat menyayangi kita.
Ketika harapan kita seakan akan pupus Dia menjajikan kita hari yang lebih baik.
Ketika kita sadar akan semua kebaikanNYa maka kita tidak perlu ragu lagi akan cintaNya. Mari kita serahkan saja hidup kita dengan segala asa dan harapan kita. Sebab bukan karena hebat kita, kiat bisa memperoleh segalanya , kita sukses dalam kehidupan kita. Tapi hanya karena Kasih karunia dari Tuhan Yesus semata.
“TUHAN lah yang memberi kita nafas dan hidup. Tanpa Dia segala kerja dan usaha kita akan gagal dan sia-sia. Tanpa Dia bahkan kita tidak akan dapat berbuat apa-apa.”
Penjelasan yang sangat-sangat mendasar tapi lucunya atau yang memalukannya seringkali kita bekerja / berusaha / berbuat apa2, jalan begitu aja dan “tanpa DIA”. Orang Medan bilang: “suka selonong boy”. Kalo dah nabrak baru minta ampun. Semoga Tuhan yang Maha Baik dan yang penuh Kasih setia dan Rahmat mengampuniku.
Puji Tuhan atas kemurahan-Nya bagi semua orang, yang jahat saja diberkati-Nya apalagi orang-orang yang berpengharapan hanya pada-Nya.
So….mari puji Dia…Hosana…Hosana…Hosana