I say to you today, my friends, so even though we face the difficulties of today and tomorrow, I still have a dream. It is a dream deeply rooted in the American dream.
I have a dream that one day this nation will rise up and live out the true meaning of its creed: “We hold these truths to be self-evident: that all men are created equal.”
I have a dream that one day on the red hills of Georgia the sons of former slaves and the sons of former slave owners will be able to sit down together at the table of brotherhood.
I have a dream that one day even the state of Mississippi, a state sweltering with the heat of injustice, sweltering with the heat of oppression, will be transformed into an oasis of freedom and justice.
I have a dream that my four little children will one day live in a nation where they will not be judged by the color of their skin but by the content of their character.
I have a dream today.
I have a dream that one day, down in Alabama, with its vicious racists, with its governor having his lips dripping with the words of interposition and nullification; one day right there in Alabama, little black boys and black girls will be able to join hands with little white boys and white girls as sisters and brothers.
I have a dream today.
I have a dream that one day every valley shall be exalted, every hill and mountain shall be made low, the rough places will be made plain, and the crooked places will be made straight, and the glory of the Lord shall be revealed, and all flesh shall see it together.
This is our hope. This is the faith that I go back to the South with. With this faith we will be able to hew out of the mountain of despair a stone of hope. With this faith we will be able to transform the jangling discords of our nation into a beautiful symphony of brotherhood. With this faith we will be able to work together, to pray together, to struggle together, to go to jail together, to stand up for freedom together, knowing that we will be free one day.
This will be the day when all of God’s children will be able to sing with a new meaning, “My country, ’tis of thee, sweet land of liberty, of thee I sing. Land where my fathers died, land of the pilgrim’s pride, from every mountainside, let freedom ring.”
Martin Luther King Jr, 1963
Share on Facebook
And your dream has come true last year, Mr. Luther. Your brother, Barrack Obama, has been elected as a new President of the United States.
Very inspirate for us…and Indonesia
Only one question: “Is there the spirit of Obama that believe in change, also inspiring HKBP to change?”.
Nunga mansai godang sungkun-sungkun, uneg-uneg, curhat, inspirasi, na sude mangarahon asa adong perubahan di huria na bolon on; alai tong dope tung mansai lambat padengganhon dirina …
Mungkin masih kurang dahsyat “revolusi” beberapa tahun yang lalu, atau penguasa HKBP adalah juga orang-orang “pelupa”?
Daniel Harahap:
Menurut saya, bukan Obama tetapi Pdt Martin Luther King Jr yang lebih cocok dijadikan HKBP sumber inspirasi dan motivasinya.
Molo disangkapi rohanta naeng adong perubahan di HKBP ta on, tabereng majolo dirinta masing masing nunga siap be hita naeng berubah.
nunga boi be hita bolonghon “H O T E L ” sian rohan ta Be?
Dream,Hope & Faith. Mimpikan,berharap dan Yakinilah sesuatu. Ini adalah Power dan dengan kekuatan keyakinan/iman melangkah menapak hari-hari. Nilai2 yg disampaikan Marthin Luther King ini pada hakekatnya adalah umum dan biasa2 saja.Tapi jika dilakoni dan dilakukan dengan sungguh-sungguh,maka hasilnya sanagalah luar biasa.Indonesia juga punya Dream seperti “ADIL dan MAKMUR.Mari kita tingkatkan bersama menjadi Hope,Faith dan Kekuatan hidup.
Daniel Harahap:
Nilai2 yang disampaikan Martin Luther King menurut saya sama sekali tidak biasa. Sebab itulah dia harus membayar dengan nyawanya.
Kita semua merindukan agar tidak ada lagi Nyamuk DBD yg kali ini menyerang Wlly dan yg lain.
Kita merindukan tidak ada labi banjir sehingga sdh 2x saya pulang dr jln krn jln menuju kantor kebanjira.n.
Kita merindukan agar ongkos angkot turun padahal BBm sdh turun.
Kita merindukan semua harga2 turun (minyak tanah,gas dan kebutuhan pokok lainnya).
Kita merindukan agar Pilpres nanti terpilih Presiden yg benar2 mensejahterakan rakyat kecil, dan saya merindukan Uluan digreja kami secerdas amang DTA agar kemelut2 yg ada tidak melebar, dan masih banyak mimpi2 yg lainnya, untuk itulah kita hidup
I have a dream…
Our church become a real church who cares the others…
I have a dream…
Our church will lead the bataknese and also the others become a winner!!
I have a dream…
Our leader’s church hear what people say…
I have a dream…
Church (not only our church) will standing for all the people in the world
Mungkinkah??? Jauh dari gantang kayaknya….
Thats why Mahatma Gandhi said (kalau tidak salah) I like Christ but I dont like Christian like u because your behaviour.. Dan juga ada Renungan Harian yang saya baca selain dari amang
kayaknya ngena nih untuk HKBP
Suatu hari, seorang pendeta dimintai bantuan oleh seorang wanita malang yang tidak punya tempat berteduh. Karena sangat sibuk dan tak berdaya untuk membantu, pendeta itu berjanji akan mendoakan wanita tersebut. Beberapa saat kemudian wanita itu menulis puisi seperti ini:
Saya kelaparan … dan Anda membentuk kelompok diskusi untuk membicarakan kelaparan saya
Saya terpenjara … dan Anda menyelinap ke kapel untuk berdoa bagi kebebasan saya
Saya telanjang … dan Anda mempertanyakan dalam hati kelayakan penampilan saya
Saya sakit … dan Anda berlutut menaikkan syukur kepada Allah atas kesehatan Anda
Saya tidak punya tempat berteduh … dan Anda berkhotbah tentang Allah sebagai tempat perteduhan abadi
Saya kesepian … dan Anda meninggalkan saya sendirian untuk berdoa
Anda kelihatan begitu suci, begitu dekat kepada Allah… Tetapi saya tetap amat lapar, kesepian, dan kedinginan …
Tidak akan ada mimpi yang menjadi kenyataan kalau kita tidak pernah bermimpi. So, mari kita bermimpi…mimpikan HKBP yang damai dan mimpikan semua jemaat HKBP melantunkan koor “…jadilah Kehendak-Mu di bumi seperti di sorga…Datanglah Kerajaan-MU”
Mimpi Rev. Marthin Luther King Jr. sudah hampir terwujud sepenuhnya.
Yang perlu kita teladani bukan isi mimpinya..tapi sang pendeta.
Mimpi akan suatu harapan yang tidak mustahil…rangkaian doa sejatinya..
Kita umumnya berharap agar senang bersama tapi pernahkah kita berharap seperti yang pernah diharapkan Rev. Marthin Luther King Jr. seperti ini
This is our hope. This is the faith that I go back to the South with. With this faith we will be able to hew out of the mountain of despair a stone of hope. With this faith we will be able to transform the jangling discords of our nation into a beautiful symphony of brotherhood. With this faith we will be able to work together, to pray together, to struggle together, to go to jail together, to stand up for freedom together, knowing that we will be free one day..
Yang saya maksud “Dream” yang disampaikan Almarhum Marthin Luther King Jr,bahwa nilai2 tsb identik dgn common sense manusia umumnya (terutama yang sudah menerima Injil Keselamatan).Sama seperti KASIH adalah nilai yang umum dan normal.Semua orang punya dan menerapkannya dengan cara, gaya dan momen waktu masing2.Allah Bapa menyatakan KasihNYA melalui Pengorbanan Yesus di Kayu salib.Bunda Theresa mentransformasikannya di kehidupan kaum fakir miskin di India dengan luar biasa.Namun sejarah juga mencatat hambatan,rintangan dan pengorbanan yang harus dialaminya.Marthin Luther King Jr, memolitisasi energi “ingin mendapat persamaan Hak “(Common sense) dari begitu banyak orang di lingkungan masyarakat kulit hitam yang sedang terzalimi oleh sistem pemerintahan Amerika waktu itu.Beliau sampai berkorban nyawa dan sejarah mencatatnya sebagai Pahlawan Besar.Di Indonesia Alm Munir didaulat sbg Pahlawan HAM,karena Dream (penegakan Hak asasi manusia di semua lapisan dan elemen masyarakat).Nilai2 HAM juga umum dan normal karena semua orang menginginkannya.Di HKBP tercinta kita, Dream nya atau common sense umat pasti ada.Ada yang sudah terpenuhi atau mungkin ada yang belum terpenuhi. Masalahnya apa,kenapa,kapan dan bagaimana mentransformasikan untuk kemanfaatan semua umat?
Sudah lahirkah calon ephorus HKBP 50 tahun lagi? atau pada Jubileum 200 Tahun HKBP? Karena kita belum bisa bermimpi terlalu banyak pada Jubileum yang lebih dekat 150 tahun yang mau datang. Mari bermimpi tentang HKBP yang kokoh, mapan, inklusif, dialogis, terbuka, ramah, maju, manajemennya bagus, mantap, modern, pendetanya berkelimpahan, jemaatnya juga, ephorusnya membanggakan, dll.
(Kecuali kalau Tuhan kita datang keduakalinya dan mengangkat HKBP dan gereja lainnya ke Sorga sebelum Jubileum-jubileum itu)
bermimpilah maka Tuhan akan merangkul mimpi-mimpimu (Arai – Sang Pemimpi)