Kepada Siapa Lagi Kami Harus Pergi?

January 19, 2009
By Daniel T.A. Harahap

Almanak Senin 19 Januari 2009:
Jawab Simon Petrus kepada-Nya: “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.” (Yohanes 6:68-69)

Banyak orang mengundurkan diri dari murid Yesus dan tidak mau lagi mengikuti Dia. Yesus bertanya mengapa kedua belas muridNya tidak ikut pergi meninggalkanNya? (ayat 66-67). Lantas Simon Petrus pun menjawab: Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? PerkataanMu adalah perkataan hidup kekal, dan kami telah percaya dan tahu bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah. Sungguh suatu ucapan yang keluar dari permenungan yang sangat dalam akan perjumpaan dan pengalaman bersama Yesus.

Itu jugalah seyogianya ucapan kita di saat-saat krisis atau sulit. Firmannya adalah firman kehidupan. Dan Dia adalah Anak Allah, Juruselamat, dan Penebus dunia. Lantas kepada siapa lagi kita harus pergi? Apa alasan meninggalkan Dia?

Hari ini kita diajak sungguh-sungguh mengenali Yesus: perkataan, tindakan, terutama penderitaan, kematian dan kebangkitanNya. Dalam dan melalui Dialah kita menerima hidup sejati, hidup yang penuh makna dan kebahagiaan, bahkan hidup Allah sendiri. Dalam dan melalui Dialah kita menerima pengampunan dosa kita, hidup baru dan kekal dari Allah. Jika semua itu kita pahami dan benar-benar hayati maka jelas tidak ada alasan mundur atau pergi meninggalkanNya, juga di saat-saat kita sakit, miskin, atau dihadang masalah apapun sehari-hari.

Doa:
Ya Kristus, kepada siapakah lagi kami harus pergi? FirmanMu adalah kehidupan sejati. Engkau Anak Allah yang kudus dan mulia yang telah mati demi membebaskan kami. Dalam Engkaulah kami menerima keselamatan dan pengampunan dosa kami serta hidup baru. Terimalah kami sebagai murid-muridMu. Berkatilah dan teguhkanlah iman kami agar kami sepenuhnya menyerah dan bergantung kepadaMu: firman yang kekal. AMIN.

Pdt Daniel Taruli Asi Harahap
Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

11 Responses to Kepada Siapa Lagi Kami Harus Pergi?

  1. Natal on January 19, 2009 at 6:50 am

    Kadang kala ap yg kt ucapkn tdk sesuai dg ap yg kt perbuat.
    Tuhan berkati spanjang hr ini dlm kami melangkah.Kami ingin agar spanjang hr nie,kami menikmati tiap FirmanMu pd spanjang hr nie..
    Bangkitkn smangat n gairah hdp dlmMu.
    Amen…

  2. t.m.sihombing on January 19, 2009 at 7:01 am

    Trims amang DTA atas renungannya, saya tiba di kantor jam 06-30 dan terus berdoa dan buka internet, dan menyatakan secara Jelas harus menyerahkan jiwa/raga ke Tuhan Yesus. Jaman sekarang banyak yang mengorbankan imannya untuk mendapatkan jabatan dalam perusahaan, dan sering pembenaran diri misalnya berobah keyakinan hanya dalam KTP dan hati/jiwa hanya untuk Tuhan Yesus. Penyangkalan seperti ini tetap saja salah dan sangat Durhaka terhadap Tuhan Yesus, dan perlu kita aminkan bahwa yang kita terima sekarang adalah kehendak Yesus karena tidak ada seorangpun yang mengetahui apa yang akan diberikan Tuhan kepada kita di Surga dan kapan Tuhan mengabulkan permohonan kita dan sebagai orang yang percaya harus selalu berpengharapan. Tetapi kita sering kurang menyadari bahwa permohonan kita sudah dikabulkan oleh Tuhan misalnya kesehatan, adanya suka cita sehingga kita dapat bekerja dengan semangat dan menyadari untuk mengaminkan apa yang kita dapat . Horas

  3. Soparov on January 19, 2009 at 8:28 am

    Songon ursa na mauas, songon i do nang tondingku, sai tu Ho do au maporus, Jesus si Pangolu ahu.

  4. Beben Sihombing (YBSS) on January 19, 2009 at 8:48 am

    Horas amang DTA, apa kabar? selama minggu lalu, saya banyak absen dari Ruma metmet, semoga amang pendeta selalu sehat2 dan tetap semangat :-) , mauliate atas firman pagi ini.
    di saat krisis seperti sekarang ini, dimana segalanya terasa agak berat dan sulit (karena barang2 mahal dan langka :-) ), kita harus semakin dekat dan menyerahkan diri kepada Yesus, karena DIA tidak akan membiarkan kita kekurangan, sebagaimana Tuhan telah memelihara Elia di masa krisis, pertanyaannya adalah: MAUKAH kita menerima uluran tangan Tuhan? mauliate, Jesus bless us and bless Indonesia.

    btw, amang, kemarin di gereja saya, kotbahnya adalah dari Matius 9:14-17, saya sangat terkesan akan maknanya, kapan2 kalau amang ada waktu, bolehkah ayat itu diterangkan lagi? dan satu hal, kalau boleh minta tolong, tolong doakan sahabat saya AK, agar Tuhan menjamah hatinya, mauliate

  5. Agus Karta Parulian Panggabean on January 19, 2009 at 8:51 am

    Jika sudah ada Allah telah mengaruniakan seorang Juruselamat, untuk apa kita pindah ke agama lain? Agama lain tidak menyediakan seorang Juruselamat yang bersedia menghapus dosa-dosa kita. Bahkan sebaliknya, kita harus berusaha sendiri untuk mendapatkan kasih karunia Allah bahkan untuk masuk surga sekalipun.
    Keselamatan yang IA anugerahkan kepada kita jauh lebih berharga daripada jabatan, pria tampan atau gadis cantik, kekayaan, dll.

  6. Robert Sibarani on January 19, 2009 at 12:02 pm

    Memang benar hanya Dia satu-satunya tempat kita mengadu , segala permasalahan yang ada pada kehidupan kita , mari kita serahkan kepada Dia , Tuhan kita Yesus Kristus sanggup memberikan jalan yang terbaik buat kita. jangan pernah berifikir akan menempuh jalan yang lain yang dijanjikan oleh dunia ini, sebab apa yang dijanjikan dunia ini semu adanya. Sebab Tuhan telah merancang kehidupan kita jauh lebih Indah dari apa yang kita rencanakan dan yang kita cita-sitakan jauh sebelum kita lahir di duni ini, asalkita mau berserah diri dan mengikuti jalannNya serta menjadi pelaku firmanNya.
    Satu hal yang mungkin harus kita ingat : Bahwa segalanya akan Indah pada waktunya apabila kita berajalan bersama Dia.

    Btw. Amang Pendeta dan ruas Rumametmet semua:
    Mohon didoakan ya Keluarga amang Pdt. Undangan Simbolon (Pendeta kami di HKBP Resort Pasar Rebo – KIWI ), dimana Beliau (Amang Pdt Undangan Simbolon) sudah di panggil oleh Bapa disurga Pagi tadi Pkl. 01.00 WIB di RS Cikini (Karena sakit Empedu). Semoga Keluarga yang ditinggalkan , Tabah dan segera dapat penghiburan dari Tuhan kita Yesus Kristus demikian juga para jemaat disana.

    Daniel Harahap:
    Saya barusan dapat kabar dari sekretaris konven pendeta bahwa Pdt Undangan Simbolon telah kembali. Doa saya dan kami untuk keluarga dan jemaat Pasar Rebo. Saya tidak bisa hadir di rumah duka karena sedang di Palembang menemani anak bungsu kami yang opname karena DBD.

    Trimakasih ,Tuhan Yesus memberkati.

  7. Robert Sibarani on January 19, 2009 at 1:05 pm

    Trimakasih amang doanya, dan saya juga berdoa semoga anak Amang yang sedang Dirawat di Rumah sakit (DBD) semoga Tangan Tuhan Yesus ditumpangkan kepada anak Amang, agar anak Amang segera sembuh Tuhan Yesus memberkati , Amin.

  8. Agus Karta Parulian Panggabean on January 19, 2009 at 4:08 pm

    Turut berdukacita atas kepergian amang Pdt. U. Simbolon (mantan Pendeta Rossort Depok tahun 2000-2004).

  9. Kartika Saragih on January 19, 2009 at 8:50 pm

    Kepada Siapa Lagi Kami Harus Pergi ?

    ” Hanya Kepada Yesus Tuhan dan Juruselamatku Yang Hidup “

  10. Hengki Tampubolon on January 19, 2009 at 9:01 pm

    Kepada Keluarga dan Jemaat HKBP Pasar Rebo, kami ucapkan turut berdukacita atas meninggalnya Amang Pdt. U. Simbolon. Kiranya seluruh keluarga dikuatkan dan dihibur olehNya dan seluruh acara penguburan almarhum bisa dapat terlaksana dengan baik.

    Bagaimana sekarang dengan kondisi adik kita Willy yang di opname karena sakit DBD Amang? Kami sekeluarga termasuk Jeremy, Jordy dan Jason, mendoakan agar Wiily cepat sembuh.

    Tuhan Yesus memberkati kita semua.

  11. UPtampus on January 20, 2009 at 2:19 am

    Biar Bumi akan berlalu , Biar Bulan tak beecahaya lagi …………
    Tetapi Tuhan Jesusku, tak pernah ingkar janji…………..

    Tuhan Jesus do si Parmahan…………………..
    Jesus gok di ngoluku ……………

    Lagu Lagu yg menguatkan , kala ada beban atau Tantangan melanda
    di Kehidupan Kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*