Almanak Senin 05 Januari 2009:
Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus. (Filipi 4:19)
Puncak Pesta Natal dan Tahun Baru telah usai. Hari ini mungkin sebagian besar dari antara kita telah kembali bekerja. Anak-anak juga telah sekolah lagi. Berbagai masalah yang selama masa pesta “terlupakan” telah teringat lagi. Ya, pesta sudah usai dan kita telah kembali ke realitas lagi. Dan itu bisa membuat banyak orang ragu, kuatir, takut, gamang atau pusing. Salah satu memikirkan bagaimana mencukupkan kebutuhan hidup sehari-hari. Yang lain bagaimana menghadapi dan menyelesaikan masalah itu dan ini.
Di awal hari kerja ini Rasul Paulus meneguhkan iman kita: Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaanNya. Ya Allah itu sangat kaya dan mulia. Dan Dia sanggup mencukupkan kebutuhan kita, memelihara hidup kita, dan membuat kita sejahtera dan bahagia. Sebab itu jangan kuatir. Jangan ragu. Mari kita mulai hari-hari kerja kita di tahun baru 2009 ini dengan penuh semangat dan terutama dengan iman tertuju kepadaNya.
Allah kita kaya dan mulia. Dan Dia sungguh baik dan mengasihi kita.
Doa:
Ya Allah, kami bersyukur atas hari, minggu, bulan dan tahun yang baru. Kami bersyukur atas kehidupan baru yang Kauanugerahkan. Biarlah kami menjalani hidup kami dengan rasa syukur, semangat dan sukacita. Karuniakanlah kami iman yang berasal dari Engkau sendiri. Kami percaya bahwa di tahun 2009 yang baru ini Engkau memelihara hidup kami serta memenuhi segala keperluan kami, baik jasmani maupun rohani. Demi Kristus. AMIN.
Pdt Daniel Taruli Asi Harahap
Share on Facebook
Bekal yang baik untuk memulai yg baru lagi.
Horas Amang pdt,sy “nongol lg” hehe…:-D
D saat td pagi sy bangun,sy senang krn akan mulai bekerja kembali.Saat nie sy lg ada d bis,smoga aja ga telat krn nie hr pertama kt mulai krj d thn 2009.Sy ingin mengawaliny dgn penuh Sukacita..
Tuhan,jadikan hr nie tiap anak2MU merasakn Sukacita dlm aktifitasnya,dmana kami Siap menjali karyaMU.Tetap Semangat…
O y Amang pdt,sy mau tanya arti “Taruli” itu apa y?sbelumnya Terima Kasih..
Daniel Harahap:
Taruli itu artinya: kebagian, mendapat. Taruli Asi: kebagian belas kasih.
Terima kasih….
Bekal menjalani tahun 2009
SLMT TAHUN ABRU MA JOLO DI HITA SALUHUTNA.
Kalau dilihat untuk tahun 2009 adalah ulaon asi ni roha dan dikaitkan dengan kesulitan ekonomi,PHK maka orang yang percaya akan Tuhan Yesus akan mempunyai keteguhan,kesabaran,kedamaian menghadapi semu masalah dan akan mendapatkan jalan keluar . Namun perlu juga dilakukan suatu langkah oleh HKBP membentuk suatu wadah komersil/sosial yang dapat dilakukan oleh Jemaat(Lingkungan) dan semua aktivitasnya dilakukan diluar Gereja akan tetapi sebaiknya tidak diboncengi dengan muatan politik.
Saya membaca komentar sebelumnya bahwa habatahon sudah menjadi nomor satu dari pada Tuhan, sebenarnya hal itu tidaklah mutlak benar dan umumnya saya lihat pada pesta batak selalu mendahulukan Tuhan baru pelaksanaan adat , kalau habatahon maksudnya adalah budaya maka saya pikir tdk perlu ditinggalkan karena Dalihan na tolu sangat penting/indah yang merupakan aplikasi kasih,hormat. Kalau habatahon yang dimaksudkan adalah sifat , saya masih menjunjung kekerasan tetapi tegas,jujur,baik, tetapi kalu sifat itu adalah HOTEL(Hosom,Teal,Elat) perlu diperbaiki pada tahun 2009 ini, bagaimana kita berbuat suatu aktivitas sosial kalau dalam diri kita masih ada sifat HOTEL? tabolokkon ma sian dirinta sifat HOTEL songon parsalpu ni taon na buruk i.
SELAMAT TAHU BARU BUAT REKAN-REKAN YG ADA DIMILIS INI, Mari kita songsong thn 2009 dengan sukacita, optimis dan penuh harapan karena didalam pengharapan pasti ada jalan keluar ………. Amin ….
Selamat Tahun Baru amang DTA dan seluruh jemaat Tuhan, mari kita menjalani tahun yang baru ini dengan tetap semangat, sukacita
dan penuh pengharapan walaupun kata orang tahun ini akan semakin sulit karena krisis global, akan tetapi sebagai umat Tuhan, tapi kita ga perlu khawatir karena TANGAN TUHAN TETAP memegang tangan kita dan TIDAK akan melepaskannya walau sedetikpun, dan kita harus yakin dan percaya dengan iman, kita tetap akan keluar sebagai pemenang. Jesus bless us and bless our nation. Horas
Bohal partondion na denggan situtu do jamitamuna i di ari parjolo laho karejo dung sae libur natal dohot taon baru.
Jika kita menginginkan HOTEL itu hilang dari dalam diri kita maka kita harus rela meninggalkan habatahon (kebatakan) yang diwarisi oleh ompunta i. Diantaranya hagabeon (balita), hamoraon (harta) dohot hasangapon (tahta). Sebab asal muasal timbulnya HOTEL di kalangan orang batak adalah hamoraon (harta) dan hasangapon (tahta). Sesudah hotel muncul, maka timbullah parbadaan.
Daniel Harahap:
Numpang tanya: Anda tidak menginginkan kaya (mamora), punya keturunan (gabe) dan terhormat (sangap)? Terus terang, saya menginginkannya, namun tidak diijinkan Tuhan menjadikannya sebagai satu-satunya keinginan atau yang tertinggi.
Yang saya inginkan adalah kekayaan rohani, bukan kaya materi.
Kalau keturunan, ya jelas….mau. Namun hagabeon yang diajarkan ompunta i bisa menghasut kita menjadi budak sex sebab ompunta i mengajarkan “Maranak sampulu pitu, marboru sampulu onom”. Kalau sudah begini, maka kita menjadikan kaum wanita sebagai pabrik bayi, bukan sebagai teman sepadan kaum lelaki.
Jika kita rendah hati, murah hati, santun, baik hati dll maka orang lain pun hormat dengan kita. Jabatan, pangkat, dll itu adalah kehormatan semu atau palsu.
Pesan sekaligus janji yang melegahkan untuk mengawali hari baru.
Semoga kekhawatiran akan global krisis tidak menggoyahkan harapan dan iman kita semua.
untuk lae AKP Panggabean, maaf seribu maaf kalau pertanyaan saya yang berikut ini salah.
sudah sejak lama saya baca komentar2 lae tentang batak dan segala hal2 yang berkaitan dengan batak (termasuk adatnya), tampaknya lae seperti sedikit “alergi” dengan “habatahon”, ada apa lae? saya setuju dengan amang DTA, sebagai orang Batak, ga salah kita menginginkan kekayaan (hamoraon), keturunan (hagabeon) dan kehormatan (sangap), asal kita harus ingat, bahwa kita adalah orang Batak yang sudah percaya YESUS dan TAKUT akan TUHAN yang harus melakukan semua perintah2nya, sehingga ketiga hal tersebut di atas TIDAK membuat kita menjadi “ginjang roha” yang menjadi penghalang hubungan kita dengan sesama manusia dan khususnya tidak membuat kita menjadi jauh dari Tuhan. Sekali lagi saya mohon maaf apabila komentar saya kurang berkenan di hati lae dan siapa saja, kiranya KASIH dari Tuhan Yesus selalu berada diantara kita semua. Horas & JBU
tahun 2009 dtetapkan sbg thn kreatif bangsa indonesia, sementara di hkbp dijadikan tahun mangula asi ni roha, beruntunglah kita sebagai jemaat hkbp karena kita bisa menyatukan kedua hal tsb. untuk memperbaiki ekonomi mikro, setiap orang harus lebih kreatif untuk membuka peluang usaha. saat ini yang bisa bertahan adalah usaha2 yang berbasis kreatifitas, mis. mendaur ulang kemasan detergent, pewangi, m.goreng, gula, rokok dll, menjadi dompet, tas, penutup komputer, dll. untuk memasarkan cukup promosi dr mulut ke mulut dan melalui internet (gratis). itu hanya salah satu contoh, masih banyak lg peluang usaha lain, terutama di bidang pertanian spt pembibitan utk penghijauan yg sdg digalakkan saat ini, menyilang tanaman buah/hias utk mendapat varietas baru, dll. saya yakin msh banya ide kreatif lain yg bs dikembangkan (or batak kan pintar2….hehehe). hanya dibutuhkan sedikit keberanian utk memulai dan keuletan utk mengembangkannya. jika banyak org mau memulai berpikir dan bertindak kreatif, mdh2an ekonomi dpt bergerak dan membaik. dengan ekonomi yang lebih baik, tentunya kita semakin mampu untuk melakukan banyak kegiatan belas kasih (ulaon asi ni roha) kepada orang2 disekitar kita. ayo kita jadikan thn 2009 thn kreatif dan penuh belas kasih. Viva Indonesia …. viva HKBP, GBU
Marilah kita memulai pekerjaan kita di tahun 2009 ini dengan ayat renungan hari ini : “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus. (Filipi 4:19)”.
Jadi tidak ada alasan untuk kita merasa terlalu khawatir akan kecukupan kebutuhan kehidupan kita. Percayakan saja 100% kepada Tuhan dan lakukan seluruh ajaran KasihNya. Dan mari kita wujudkan tahun 2009 ini sebagai Tahun Diakonia HKBP.
Selamat Tahun Baru 2009. Sebagaimana Doa dalam renungan hari ini semoga kita dimampukan menjalani tahun 2009 dengan rasa syukur, semangat dan sukacita. Mau ikutan komentar , Mengenai “HOTEL ” memang sering diplesetkan menjadi ciri Orang Batak. Tapi kenyataannya itu bisa jadi milik sapa saja, koq. Mengenai Habatahon adalh identik dengan Tri “Ha”,saya tdk setuju dan saya sependapat banget dengan jawaban Amang DTA diatas.Kita menginginkannya sebagai basa2 bukan tujuan utama. Apalagi kalo ditambah 1 “Ha” lagi,yakni Habengeton. Mantap,dah!.Jadinya kan Ha..Ha..Ha…Ha.
Horas amang pendeta
terima kasih untuk bimbingan nya di dunia maya ini..
semoga ditahun 2009 ini,….kami ini semua anak2 mu dapat memberikan yang terbaik buat keluarga, masyarakat dan terlebih kita bisa memberikan yang baik untuk Tuhan….
amang kadang kita anak2 mu ini gampang sekali tergoyangkan akibat pengaruh duniawi kita sendiri…dan sering kita merasakan klo semua kehidupan ini hanya suatu yang biasa dan tidak ada artinya..
mohon di doakan agar kami ini dapat bertumbuh dan beriman seperti apa yang Tuhan Allah hendaki kepada kami ini semua…..amang.
selamat tahun baru dan salam hangat untuk keluarga amang di rumah dari kel. St. JP. Sihombing ( HKBP Kebon Jeruk )
Daniel Harahap:
Selamat Tahun baru juga untuk Keluarga St JP Sihombing.
Selamat Tahun Baru 2009 bagi kita semua. Suatu firman yang indah untuk mengawali aktifitas kita.
Saya bangga banget menjadi orang batak, karena punya rasa hormat mar hula-hula, manat mardongantubu, elek marboru dan ada lagi suhi ampang na opat, ini juga bisah merupakan tempat penyaluran kasih/holong dan juga sebagai alat mempererat talih kasih keluarga,suami isteri, dan kepada semua pihak dalihan na tolu ini harus saling menghargai karena semuanya berasal dari istilah anak raja dan boru ni raja (duniawi). Apalagi kita pemegang predikat Anak-anak Tuhan dituntut melaksanakan semua hal dengan penuh kasih , ulaon asi ni roha dan secara duniawi akan memperoleh upah berupa basa-basa (Angka ONDENG) a.l kesehatan,panjang umur,hamoraon,hagabeon,habengeton, hasangapon dan atas kebaikan,kerendahan hati,kemuliaan hati akan mendapatkan upah yang paling berharga dari Tuhan Yesus yaitu kita mendapatkan kelayakan tempat di Surga. Songon na serius istilah hotel i ate. Unang adong na esmosi …. ate. Dan saya sangat senang bahwa perbedaan persepsi yang berbeda dan salah pengertian ini juga dapat dibawa bapak pendeta DTA dlm khotbahnya. Horas
Saya ingin berbagi kebahagiaan nih dgn sobat2 di milis ini bw saat acara tahun baruan kami sekeluarga mendapat hadiah yg luar biasa dari Bapak di sorga melalui putri pertama kami ( sejak usia 12 thn sdh melayani di greja kami sbg organis yg berkualitas) menhadiahi kami dgn kelulusannya dr FH UI yg dia selesaikan selama 3,5 thn, giliran dia mandok hata dia mengambil secarik kertas dan memberikannya ut sy bc ternyata berita acara sidangnya tgl 31-12-08 jam 10 pagi.
Betapa Tuhan sangat baik kepd kami jadi rasanya tahun ini kami awali dgn kebahagiaan yg luar biasa, harapan sy amang DTA mendoakannya juga sahabat semua agar ia mendapatkan pekerjaan yg baik agar ia bs berbuat banyak terhadap grejanya he he he … pamer nih (termasuk hotel ga ya)
Hamoraon, hasangapon dan hagabeon itu bukan ditolak atau jadi “alergi” atasnya, HHH itu dipahami, dikontemplasi… dari saya sbb :
Hamoraon : di surga tidak perlu hamoraon. Petrus pun ketika diminta oleh peminta-minta berkata : padaku tidak ada emas dan perak, tapi yang ada padaku akan kuberikan kepadamu…(apakah itu ?
).
Hagabeon : anak-anak kita itu bukanlah anak kita (btw saya punya anak 3), tubuh fisiknya aja yang dari kita, anggo roh, roh ni dakdanak i, sian Bapa do i, sian Allah, anak-anak Allah.
Hasangapon : di mata Allah semua orang itu sangap kok (Kej 1:26, Kej 1:31), kitanya aja yang bikin diri kita jadi tidak sangap (kejatuhan dalam dosa). Sangap di mata Allah beda loh sama sangap di mata dunia.
. Sangap di mata Allah itu pemberian Allah bukan atas upaya kita sendiri, jadi apa mau kita bilang itu atas upaya kita (kita cari
). Sudah berdosa pun manusia, kita masih sangap, masih berharga dimata Allah, karenanya Dia mengutus Yesus Kristus..
Shalom,
Rio
Selamat Taon baru ma dihita saluhutna, sai tongtong ma hita didongani Asi dohot Holong ni roha ni Tuhan i ma hita masuk, mandalani Ruar di Taon 2009 on, Sai lam tutambana ma, halak na ro mangihut hon Jesus si Parholong i, Tarlobi ma mandalani ari ari ni ngolunta di taon 2009 on, na mangihut on angka analisa ni na malo, ninna taonon ma i masa Krisis Global, Alai molo Tuhan Jesus donganta, boi doi tardalani hita asal ma Hita olo mangihutton Dalan ni Tuhan i.
Ale amang perdenggan basa tu ho ma hupasahat hami nasa panggulmiton ni ngolu nami, Ro ma Ho asi ma rohaM di hami, Tiop Tongtong tangan nami asa unang tarsuladit hami, asa tiur /torang ngoludi taon 2009 on, On ma na boi sipangidoannta tu Tuhan i dibagasan pengharapan na togu dibagasan Tuhan Jesus i.
Buat Lae B. Sihombing,
Benar lae, saya memang alergi dengan hagabeon (balita), hamoraon (harta) dan hasangapon (tahta) yang diajarkan oleh ompunta sijolojolo tubu.
Sebab kalo kita mau jujur (tanpa dipengaruhi oleh ajaran-ajaran para teolog) ketiga falsafah orang batak tsb BERTENTANGAN DENGAN ajaran Alkitab.
Mengenai hagabeon, ompunta mengajarkan “maranak 17, marboru 16″. Dengan demikian kita para lelaki akan menjadi budak sex untuk memiliki anak sebanyak itu, dan para wanita menjadi pabrik bayi. Sedangkan Alkitab mengatakan bahwa kaum wanita itu TEMAN SEPADAN kaum pria, bukan pabrik bayi.
Mengenai hamoraon, hal ini merupakan salah satu pemicu berdirinya HOTEL (hosom, teal, elat, late) di hati sanubari orang batak. Sebab yang ada di benak kita adalah bagaimana caranya agar kita menjadi kaya raya. Jika teman kita duluan menjadi kaya, timbullah iri hati dll. Sedangkan Tuhan Yesus dengan tegas mengatakan agar kita tidak mencari kekayaan duniawi, sebab di dunia ini banyak penjahat (pencuri, perampok, penipu, dll) yang akan merampasnya, melainkan harta sorgawi
lah yang pantas kita cari selama kita masih hidup di dunia ini, yakni hidup yang kekal di Sorga kelak. Itulah harta orang Kristen yang sejati.
Mengenai hasangapon, hal ini juga merupakan pemicu berdirinya HOTEL di hati sanubari orang batak. Sebab untuk menduduki jabatan tertentu kita tidak segan-segan mencemarkan nama baik orang lain, bahkan membunuhnya. Kalau sudah begini, untuk apa kita menjadi orang Kristen?
Untuk apa kita berbuat dosa demi mengejar kehormatan sesaat? Untuk menjadi orang terhormat resepnya sederhana kok: Jadilah orang yang baik hati, murah hati, rendah hati, santun bertutur kata, dll maka orang lain pun akan segan atau hormat pada kita. Jika kita berhasil masuk Sorga, maka kita adalah orang-orang terhormat di hadapan Allah, bukan di hadapan manusia.
Daniel Harahap:
Hamoraon = kekayaan, hagabeon = kesuburan, punya keturunan dan hasangapon = kemuliaan, kehormatan. Lae alergi atau tidak suka dengan ketiga hal itu? Numpang tanya: apakah Lae sungguh-sungguh ingin hidup miskin, tidak punya keturunan, dan tidak dihormati di dunia ini? Jangan bercanda ah.
Ingin menengahin antara Pak Pdt Harahap dan Bpk Panggabean.
Pak Pendeta:
……saya menginginkannya, namun tidak diijinkan Tuhan menjadikannya sebagai satu-satunya keinginan atau yang tertinggi.
Bpk Panggabean:
…….. rendah hati, santun bertutur kata, dll maka orang lain pun akan segan atau hormat pada kita.
urutannya yang harus di perhatikan.
Kejar 3 H tanpa Moral lalu nyumbang di Pesta Pembangunan Huria ini yang salah. (Huria berlatar belakang Mafia=spt Gereja di Orde Baru)
kejar rendah hati, santun bertutur kata, dll baru dapat 3H inilah yang benar
CARILAH DULU KERAJAAN ALLAH (Sep. Bpk Panggabean sampaikan)
SEMUANYA DI TAMBAHKAN (Hamoraon, Hagabeon dht Hasangapon).
inilah yang kita harapkan.
Daniel Harahap:
Agus Karta dalam salah satu komennya sebenarnya juga menginginkan hagabeon (punya keturunan). Tolong koreksi saya jika dia tidak menginginkannya.
Anda ingin menengahi atau bikin pendapat sendiri?
Kok Renungan Pagi hr nie blm ada.??
MulyaTe da Amang atas jawabanny mengenai “Taruli”.Sy nanya arti Taruli krn nama sy jg Taruli,Taruli Natalia PanjaiTan..keren khan Amang..
hahaha…:$ Sbelumny sy blm th arti Taruli itu sndr…
O y Amang,sy mau tanya klo kt menghadapi org yg mudah marah/emosi gmn y?krn klo ad org mrh2 sm kt n kt diam aj seakan2 mrk marahny jd semauny aj.Tolong kasih tau kiap tegas menghadapi org yg marah sama kt…
MulyaTe…
Menanggapi pertanyaan amang pdt: apakah Lae sungguh-sungguh ingin hidup miskin, tidak punya keturunan, dan tidak dihormati di dunia ini? Jangan bercanda ah.
Saya ingin hidup sederhana secara materi tapi kaya rohani. Ingin punya anak, tapi tidak sebanyak yang diajarkan oleh ompuntai (maranak 17, marboru 16). Saya lebih suka dihormati oleh Allah daripada di hormati oleh dunia.
Agama kita melarang kita untuk mencari hormat di hadapan sesama.
Daniel Harahap:
(tak ada orang batak moderen yang berpikir normal ingin punya anak 33 orang!)
Kalau begitu tidak ada bedanya Lae dengan saya dan banyak orang Kristen-Batak lain.
baru sempat baca2 renungan dari ruma metmet hari ini.
gak afdol rasanya tidak mengucapkan selamat tahun baru 2009 yah bang, buat kak martha dan adik2ku KNW. semoga kita semua mendapat kebahagiaan dan kesehatan sepanjang tahun 2009 ini. amin.
AKP Panggabean:
“Saya lebih suka dihormati oleh Allah daripada di hormati oleh dunia”.
JP Manalu:
Baru kali ini saya baca tulisan seseorang yang menginginkan dihormati oleh Allah…. Paling banter saya pernah dengar “dilayakkan” oleh Allah. Atau lae barangkali bisa berbagi pengalaman atau bacaan yang menyatakan manusia dihormati Allah?
Tong mai alani Ende “marragamn ragam” Dohot umpasa “TUBU SANGGAR DI DOLOK DOLOK..aha muse tanggapan ni amang AKPP molo tubu anak ganup manogot. Unang marsalpuan akka hata Lumobi tu oppu i si jolo2 tubu. Ikkon bisuk do hita mangalapati sude akka Hata umpama manang umpasa. Allah memenuhi keperluan kita di dalam kristus yesus.
Molo tung hahurangan hita manang melarat sekalipun..Bisa aja Tuhan masih menguji kita atau doa kita blm Tuhan kabulkan sepenuhnya. Pada dasarny Tuhan menyediakanSemuanya.
Sebelumnya mauliate godang atas tanggapan lae AKPP, terima kasih lae tidak marah, karena memang perbedaan pendapat tidak harus menjadi permusuhan. Namun kalau masih boleh menanggapi, tampaknya lae terlalu menginterpretasikan hal2 yang berbau habatahon itu secara harafiah dan emosional, karena sebagaimana dikatakan amang DTA, mana ada sih jaman sekarang ini ada pasangan batak kristen yang mau punya anak laki2 17 dan anak perempuan 16? walaupun pada saat menikah, pasangan tersebut dibekali dengan umpasa “maranak 17 dan marboru 16″
. Maksud dari pantun2 para leluhur atau tetua adat tersebut tentunya hanyalah doa2 agar pasangan batak-kristen tersebut memiliki keturunan baik yang baru menikah atau yg sdh lama menikah tapi belum punya keturunan.
Adapun mengenai hamoraon, saya rasa, orang Batak-Kristen yang sudah percaya Yesus, TIDAK pernah menghalalkan segala macam cara agar menjadi kaya dan tidak irihati melihat saudara2nya menjadi kaya, karena orang batak sejak kecil sudah diajarkan untuk bekerja keras, jadi wajarlah kalau yang bekerja lebih keras
mungkin memiliki kekayaan yang lebih daripada yang kurang giat bekerja. saya juga ingin bertanya ttg apa maksud lae dengan pendapat lae yang menyatakan “ingin hidup sederhana secara materi tapi kaya rohani”, apakah maksud lae, “lae memiliki materi yang berkelebihan tapi hidup secara sederhana dengan mengutamakan kaya rohani” atau “lae hanya ingin memiliki materi yang sederhana alias cukup makan tapi memiliki kekayaan rohani”?.
Memang niat lae itu sangat bagus, karena memang Tuhan telah mengajarkan “carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya maka semuanya akan ditambahkan kepadamu”, tentu akan lebih bagus lagi kalau lae memiliki kekayaan rohani karena telah lebih mendahulukan mencari kerajaan Allah dan kebenaranNYA, maka lae sekaligus memiliki kekayaan materi, karena dengan kekayaan rohani tersebut maka lae akan dengan MURAH HATI menjadi saluran berkat bagi sesama manusia dengan kekayaan lae tersebut, sehingga semakin banyak sesama manusia yang bisa menikmati berkat Tuhan melalui tangan lae, gimana lae ku, bukankah itu lebih baik?
.
Sedangkan mengenai hasangapon, menurut saya, orang batak yang sudah Kristen TIDAK perlu harus menjadi pejabat atau menduduki posisi penting baru mendapat hasangapon, karena orang Batak Kristen yang hidup jujur, dan mengasihi sesama tentu juga dihormati dan disegani oleh sesama manusia lainnya tanpa harus mengejar jabatan dengan menggunakan segala cara (mungkin yg lae maksud yg suka mengejar jabatan dgn menghalalkan segala cara adalah batak yg bukan Kristen dan tidak menjalankan hukum Tuhan
Daniel Harahap:
Menurut saya Lae Agus Karta kurang konsisten. Katanya beliau menolak hamoraon (=kekayaan) nyatanya menginginkan hamoraon tetapi dalam bentuk partondion (rohani). Agar konsisten menolak hamoraon (=kekayaan) Harusnya Lae Agus juga tidak menginginkan kekayaan rohani (hamoraon partondion) tetapi memilih hidup miski rohani (pogos dibagasan tondi) sebagaimana dikatakan Yesus dalam kotbah di bukit.
Saya sudah sering membaca presepsi Amang Panggabean tentang habatahon, sorry, saya ingin menyampaikan anda untuk mempelajari dengan “hati” tentang orang batak, jangan hanya dari sampulnya saja. Saya tidak melihat anda punya referensi yang baik ttg orang batak, baik secara literatur maupun secara interasi sosial. Refernsi anda ttg orang batak hanya yang anda dengar atau barangkali yang anda rasakan dalam scope kecil di sekitar anda, sehingga nampaknya anda sangat traumatic thdp habatahon.
Lha kan HAMORAON yang diajarkan oleh ompunta sijolojolotubu hanyalah hamoraon dalam bentuk materi. Jolma sipelebegu tidak mengenal itu yang namanya kekayaan rohani. Nggak ada itu!!!!!!!!!!
Daniel Harahap:
Ah jangan gitulah Lae. Ompunta memang belum mengenal Kristus, tetapi mereka orang-orang jujur dan sederhana, dan tidak rakus. Tapi tahukah Lae marga yang lae pakai itu tidak berasal dari Alkitab, tetapi nama seorang nenek moyang masih sipelebegu?
Buat Lae Agus Karta PP : Kalo bisa saya mao koreksi sedikit Mengenai hagabeon, ompunta mengajarkan “maranak 17, marboru 16″. Dengan demikian kita para lelaki akan menjadi budak sex untuk memiliki anak sebanyak itu, dan para wanita menjadi pabrik bayi. Sedangkan Alkitab mengatakan bahwa kaum wanita itu TEMAN SEPADAN kaum pria, bukan pabrik bayi.
Saya pikir lae agak keliru nih, sebab gak ada opputa najolo mengajarkan supaya kita maranak 17, marboru 16, mohon dikoreksi ya. Tapi dalam Uppama disebutkan : Naung 17 jumani 18 Maranak ma Riris Marboru pe Torop ( Yang berarti ini adalah harapan dan Doa supaya diberikan keturunan yang banyak oleh sang pencipta (Opputa mulajadi Nabolon)
Lae juga bilang dengan begitu bahwa kita para laki akan menjadi budak sex, dan wanita jadi pabrik bayi hal ini tidak benar dan sangat tdk benar.
Yang Berikut :
Saya ingin hidup sederhana secara materi tapi kaya rohani. Ingin punya anak, tapi tidak sebanyak yang diajarkan oleh ompuntai (maranak 17, marboru 16). Saya lebih suka dihormati oleh Allah daripada di hormati oleh dunia.
Bulankah kita yang harus menghormati Allah kita , sebab kita belum pantas untuk di hormati oleh Allah sampai kapan pun, kita hanya pantas diadili dihakimi dan di sayangi olehNYA itupun kalo Dia berkenan. (mohon dikorksi ya)
Saya pikir Lae perlu mendalami arti dari pada Salib.:
Yang Horizontal adalah menggambarakan bagaiman kita berhubungan dengan sesama kita , saling menghormati antar sesama), Dan Yang Vertikal Bagaimana hubungan Langsung kita dengan Tuhan kita ( Harus menghormati Tuhan Kita Yesus Kristus)
Hamoraon bukanlah pemicu HOTEL seperti yang Lae sebut, tapi ketika kita tidak bisa menempatkan diri dan lupa diri itulah yang menimbulkan HOTEL tersebut sebab banyak Orang kaya yang dermawan yang benar benar tulus mendermakan hartanya u/ kerajaan Tuhan. ( Jadi itu tergantung orangnya.) Tidak secara otomatis apabila seseorang itu kaya maka secara otomatis pula oarng lain jadi HOTEL, belum tentu Lae, Nggak tau kalo Lae sendiri gimana ya . saya juga Yakin Lae nggak seperti itu.
yang berikut :
Mengenai hasangapon, hal ini juga merupakan pemicu berdirinya HOTEL di hati sanubari orang batak. Sebab untuk menduduki jabatan tertentu kita tidak segan-segan mencemarkan nama baik orang lain, bahkan membunuhnya. Kalau sudah begini, untuk apa kita menjadi orang Kristen
Wah sadis juga orang batak ini rupanya Lae, Tapi saya gak yakin kalo orang Batak semuanya begitu dan kalaupun ada yang seperti itu apakah lantas kita harus mengatakan ” Untuk apa kita menjadi seorang Kristen ” Saya pikir ini juga mohon dikoreksi juga lae ya, Menjadi seorang kristen itu butuh waktu dan perjuangan yang sangat panjang dan setelah menjadi kristen bukan berarti tidak ada lagi tantangan , bahkan menurut saya tantangan duniawi itu akan semakin kencang datangnya.Nah kalupun ada diantara orang 2x Kristen yang seperti itu ya itu tugas kita semua , yang namanya pengikut Kristus harus ikut memberikan penerangan bahwa apa yang diperbuatnya itu adalah salah, jadi disini ada proses saling mengingatkan, ada saling menolong spy orang 2x yg dikukungan HOTEL tersebut bisa meninggalkan sifat HOTEL itu tadi.
Jadi Tatanan Hidup yang sudah diatur oleh Nenek Moyang kita itu sdh bagus, tapi mungkin perlu penyempurnaan , untuk itulah Than mengutus Op IL Nomensen ke tanah Batak, supaya tatanan Hidup Orang Batak yang sdh ada disempurnakan oleh Tuhan Yesus melalui Op. IL Nomensen.
Yang Berikut :
Untuk apa kita berbuat dosa demi mengejar kehormatan sesaat? Untuk menjadi orang terhormat resepnya sederhana kok: Jadilah orang yang baik hati, murah hati, rendah hati, santun bertutur kata, dll maka orang lain pun akan segan atau hormat pada kita. Jika kita berhasil masuk Sorga, maka kita adalah orang-orang terhormat di hadapan Allah, bukan di hadapan manusia
Pada dasarnya tidak ada Manusia yang mau berbuat Dosa , Sebab Upah Dosa itu sudah Jelas Maut. Tpi cara dan pola manusia untuk Hidup dan mempartahankan hidup itu kadang yang menjadi sumber dosa. Jadi mungkin Kalimat yang benar adalah : Untuk apa kita mengejar Kehormatan Sesaat kalo toh kita harus berdosa. (Begitu kali yah lae?)
Dan resep untuk menjadi manusia terhormat ini , untuk menyebutnya memang gampang tapi pelaksanaannya : Hanya Tuhan lh yang tau apakah itu sudah kita lakukan sepenuhnya, saya hanya menambahkan sayu lagi dan mungkin ini yang paling Pokok Jadilah Pengikut YESUS Yang Setia Padanya.
Terima kasih untuk bapak Robert Sibarani. Tambah lagi Pengetahuan kita, Kiranya Kelimpahan dari padaNya terus
mengalir agar kita seperti Bapak B Sihombing katakan jadi saluran berkat bagi sesama, hingga namaNYA dapat dipermuliakan di muka bumi.
horas..saya baru baca tentang manajemen manusia unggul di harian kompas landasan hidup orang yang memandang bumi ini diciptakan berkecukupan, disebutkan dalam tulisan tersebut adalah abundance mentaly. jika kita perca ya akan janji Allah seperti yang dikatakan oleh Rasul Paulus maka kita harus memiliki mental abundance ini yang mana dalam menjalankan kehidupannya dengan cara kompetisi produktif atau kreatif bukan kompetisi kontraproduk tif. dalam pemenuhan tugas kehidupan memilih kompetisi kontraproduktif adalah penyangkalan terhadap janji Tuhan karena pada kompetisi kontra produktif mempunyai ekses yang merugikan, merusak, menyakiti dan menghancurkan oranglain. Untuk itu manifestasi percaya akan janji Tuhan dalam proses pemenuhan tugas kehidupan ini jalankan dengan kompetisi produktif atau kreatif… Syaloom.. GBU