Oleh: Pdt Daniel T.A. Harahap
Pagi ini Martha terbangun pukul setengah lima. Lampu rupanya sudah menyala. Namun betapa kagetnya Martha melihat di cermin hidungnya hitam. Apa yang terjadi? Aneh. Seprai juga bintik-bintik hitam. Jas dokternya yang putih tergantung di kamar juga berbintik-bintik hitam. Kika, Nina dan Wili masih lelap. Namun wajah Nina tampak pucat. Martha memeriksa sekeliling. Betapa kagetnya dia. Meja belajarnya yang terletak di ruang tidur berkerak hitam dan kacanya telah terbelah dua. Barulah Martha sadar apa yang terjadi. Dia langsung mencium bau sengit.
Kemarin sekitar pukul dua belas malam lampu padam. Nina dan Wili sudah tertidur. Hanya Kika yang masih belum lelap. Si kakak menawarkan Mamanya untuk memasang lilin dan meletakkannya di atas meja. Lantas mereka pun tidur. Rupanya Kika memasang alas lilin itu dari piring plastik (entah dari mana dai mendapatkannya). Anak-anak mungkin kecapean belajar mempersiapkan ulangan semester dan Martha keletihan bekerja (entah kenapa pulak pembantu mendadak minta pulang paginya) sampai mereka tidak sadar sama sekali bahwa alas lilin dari plastik itu meleleh dan hangus terbakar di meja belajar. Kata Kika, dia mendengar seperti suara senter jatuh dan membiarkannya, mungkin itulah bunyi kaca alas meja terbelah dua.
Saya tidak tahu mau mengatakan apa-apa, kecuali: terpujilah Tuhan yang telah datang melawat anak-anakNya. Saya tahu betul meja belajar itu penuh buku dan tumpukan kertas. Seandainya api lilin menyambar buku dan kertas itu menimbulkan kebakaran hebat sementara Martha, Kika, Nina dan Wili tertidur lelap. Seandainya asap memenuhi kamar dan keempat orang bagian hidup saya kedapatan mati lemas. Oh betapa ngeri dan buruknya hidup ini! Namun Tuhan rupanya masih kasihan kepada kami dan kepada saya. Dia tidak mengijinkan malapetaka itu terjadi. Saya tidak tahu apa yang dilakukan Tuhan malam itu. Saya ada di Serpong dan istri serta anak-anak saya di Palembang. Mereka juga tidak tahu sebab semuanya lelap. Namun iman saya mengatakan Tuhan datang untuk memadamkan api di kamar tidur kami dan menghalau asapnya, lantas memeluk Martha, Kika dan Nina dan Wili tidur nyenyak sampai pagi. Ya, Dia telah datang di saat kami masih menanti-nantikanNya di minggu-minggu Adven ini. Dia memberi kami kesempatan meneruskan bersukacita dan berbahagia. Sebab itu: mulialah namaNya.
Serpong, Adven 03 Desember 2008
Pdt Daniel T.A. Harahap
Share on Facebook
SYUKURLAH SEMUANYA BAIK2 SAJA. GOD BLESS…
TERPUJILAH TUHAN YANG MAHA BESAR
KARENA PERBUATAN TANGAN NYA YANG AJAIB…
BERBAHAGIALAH SETIAP ORANG YANG SELAU BERHARAP DAN MENANTI-NANTIKAN PERTOLONGAN TUHAN..
SOLA GRACIA. SOLI DEO GLORIA
Sekali lagi, pertolongan Tuhan akan datang dengan cara dan waktu yang ajaib. Terpujilah Tuhan atas kebaikan-Nya.
Salam buat keluarga ya Amang…Horas.
Doa : Mengucap syukur senantiasa kepada Tuhan.
Puji Tuhan semua baik-baik saja. Memang Tuhan selalu mempunyai cara yang misterius untuk menjaga dan melindungi kita. Suatu pertanda mungkin supaya kita lebih berhati-hati….Horas….
Suatu fakta nyata kalau kita selalu mengandalkan Tuhan dalam kehidupan ini, maka seluruh kehidupan kita dijaga oleh Tuhan.
Terpujilah Tuhan.
Saran Amang: Untuk antisipasi kalau mati lampu, baiknya di rumah disediakan lampu emergency.
Pertolongan tak hanya melepaskan ibu dan anak-anak dari mara bahaya, tapi sekaligus itu mengingatkan kita untuk selalu waspada dan berhati-hati, sedikit saja kesalahan dapat berakibat fatal…
Terkadang kita mengabaikan hal-hal kecil, hanya melihat yang besar.
Tuhan memberi peringatan mulai dari hal-hal yang kecil.
Saya seringkali ragu akan keberadaan Tuhan, logika saya mengalahkan kepercayaan akan Tuhan..
Namun dari hal-hal yang kecil yang saya alami maupun pengalaman orang lain senatiasa menyadarkan saya kembali…akan keberadaan Tuhan.
Walaupun saya terus bergumul dengan itu…
Terpujilah Tuhan Kita Yesus Kristus. Maha Besar Kasihn-NYA bagi orang2 pilihan-NYA. Janjinya digenapi, “tak sehelai rambutpun tanggal dari kepalamu jika bukan karena kehendak-KU”
Sedikit saran : “Agar lebih waspada!!!!”
tapuji ma tuhanta. syukurlah mereka lolos dari bahaya amang.

“hanya Kika yang masih belum lelap” (holan kika na dungo dope).
pasahat tabekku tu kakak dohot akka surusuruan i.
Daniel Harahap:
kalau kepada kakakmu, segera pun kusampaikan salammu. Tapi kepada suru-suruan itu, dia sudah pergi menolong yang lain lagi.
aku sampe merinding membacanya. syukurlah semua baik2 saja. Tuhan maha baik.
saran: jangan lupa sediakan lampu emergency, banyak yang murah kok. berkisar 100rb.
Terima-kasih Kristus atas perlindungan yang diberikan kepada keluarga Amang Pdt.D.T.A.Harahap.
Ada dua berita yang hampir sama saya baca hari ini. Pertama berita Amang DTA dalam artikel ini dan satu lagi berita dari Inang MANNA dalam komentarnya atas renungan hari ini. Inilah cuplikannya:
… Malam yang baru saya lewati merupakan malam ajaib. Ajaib karena Tangan Tuhan selalu siap menjaga dan tidak membiarkan kamar tidur anak-cucuku kebakaran. Lilin yang dipasang karena lampu mati (hal “biasa” dan “lumrah” di kota kami) ternyata membakar alas yang terbuat dari plastik sampai habis. …
Apakah ini dua kejadian yang berbeda?

Daniel Harahap:
Yang menuliskan di komen almanak hari ini adalah opungnya anak-anakku alias inang simatuaku.
Semakin menguatkan iman percaya saya
malaikat Tuhan yg berkemah n berjaga disekeliling org2 yg takut akan Dia itu mgkn yg hembus lilinnya amang.. mulialah namaNya
ternyata di palembang sama kyk di medan suka mati lampu, dasar emg pabrik lilin negara..
Tuhan itu sungguh baik. Hanya dialah yang empunya KEMULIAAN.
Mauliate ma di Jahowa disiala pangaramotionna di hita na so mansohot i, ai dipalua do keluarganta sian mara. Tapuji ma tontong Ibana di sude panggulmiton ni parngoluonta. Horas.
When the night i go to sleep fourteen angels watch do keep..
two my head are guarding
two my feet are guiding
two are on my right hand
two are on my left hand
two who warmly hold me
two with love enfold me
two who show me when i rise the way to heaven’s paradise.
……
……
Terpujilah Tuhan. Kuasanya nyata di keluarga DTA. Saya tambah yakin masa sekarang ini adalah masa penggenapan kuasa Tuhan kepada orang2 yang berseru kepadaNya.
Manusia hanya bisa membuat evaluasi setelah kejadian, lalu selanjutnya membuat rencana-rencana yang baik menurutnya. Namun, berserah adalah kata yang tepat bila semuanya tidak dapat lagi kita kendalikan. Marilah bersandar hanya kepada-Nya. ADA PENJAGA YANG TAK PERNAH TERTIDUR! Dialah TUHAN semesta alam.
Amang : “Saya tidak tahu apa yang dilakukan Tuhan malam itu. Saya ada di Serpong dan istri serta anak-anak saya di Palembang.”
Tuhan bekerja dengan caraNya sendiri. Tuhan maha kuasa, maha rahmati, maha hadir.
Bersyukur buat apa yang telah terjadi dan semoga kesaksian Amang membawa berkat bagi kita semua.
Buat Amang sekeluarga : “Amsal 14:26, Dalam takut akan Tuhan ada ketenteraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anakNya.”
“Mazmur 46:1, Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.”
“Amsal 10:29a, Jalan TUHAN adalah perlindungan bagi orang yang tulus.”
huwaaaa..tak dapat berkata-kata banyak…..
untunglah tidak ada yang buruk terjadi… cara kerja Tuhan memang unik…
tapi,,next time alas lilinnya pake yang agak mangkok aja amang, trus di isi air… berjaga-jaga jauh lebih baik…
Terpujilah Tuhan ! Syukurlah semua baik2 saja ya Amang.
Pengalaman adalah guru yang terbaik. Semoga ini juga menjadi peringatan buat kita semua untuk selalu berhati-hati dan terutama selalu berserah pada Tuhan. Amin
Puji Tuhan, Terima-kasih Kristus atas perlindungan yang diberikan kepada keluarga Amang D.T.A.
Tuhan akan senantiasa melindungi anak-anak yang selalu berserah kepada Dia setiap saat. Kalau adat orang batak nunga dilehon “sipir ni tondi ” ke anggota keluarga. Berkat di atas segala berkat datangnya adalah dari Bapa., ate amang. Salam buat semua paramanku dan untuk eda di Palembang.Horas.
Terpujilah Tuhan hai seluruh bumi
Tuhan maha baik
Tuhan maha tahu
Tuhan maha menjaga
Tuhan maha pemurah
Terpujilah Tuhan
TUHAN menyelamatkan keluarga Pak Pdt DTA dan kita semua mendapat peringatan untuk lebih berhati-hati khususnya terhadap bahaya kebakaran.
Salam buat Bu Martha, Kika, Nina dan Wili serta Opung Kika/Nina/Wili.
Terima kasih TUHAN.
Terpujilah Dia yang melindungi keluarga Amang dan kita semua
Puji Tuhan,…..hanya itu yang dapat terucap. Bukan hanya telah melawat keluarga Amang Pdt DTA dan terluput dari mara bahaya tersebut, akan tetapi juga yang memberikan kesempatan kepada Amang DTA untuk menyurakan firman Tuhan untuk mengajak kita tetap hidup dalam pengharapan sebagaimana kita sedang dalam minggu-minggu advent ini.
Feeling saya menduga bahwa ketika Amang DTA khusuk untuk menyiapkan renungan almanak hari ini, Inang dan keluarga di Palembang belum “ngeh” apa yang sedang terjadi (mungkin belum bangun), dan belum menyampaikan kejadian tersebut kepada Amang DTA, sehingga dalam penulisan tersebut tidak terpengaruh oleh kondisi yang sedang amang alami. Kalau itu terjadi mungkin judul renungan hari ini bukan “Ajakan bangun dari kejatuhan”, tapi mungkin judul lainnya. Sehingga kita kehilangan kesempatan untuk mengatakan – “Ya….saya harus bangkit apapun yang akan menimpaku….”.
Kita pun mungkin tidak “ngeh”…akan komentar dari Inang Manna tentang kejadian yang menimpa anak-cucunya dan melewatkan itu sebagai suatu komentar biasa. Akan tetapi ketika muncul tulisan Amang ini….kita mencoba menempatkan diri kita pada posisi amang DTA seandainya itu terjadi pada diri kita sendiri……..apakah kita akan sanggup untuk mengatakan “tadi pagi Tuhan Engkau telah mengatakan kepada kami untuk selalu hidup dalam pengharapan dan akan selalu bangkit kembali dari keterpurukan dan kehancuran yang menimpa kami. Teguhkanlah hati kami kepada kasih dan pengampunanMu. Jangan biarkan kami putus asa dan apatis. Dalam Engkau kami akan bangkit kembali dan memperoleh terang kehidupan. AMIN. (di tulis kembali dari doa DTA)?
Puji Tuhan……sungguh indah pengalaman kita pada perayaan Advent tahun ini
Tuhan memang selalu datang tepat waktu. Tak pernah terlambat pertolongannya.
Terpujilah Tuhan..
Semoga Inang, Kika,Nina,Willy begitu juga Amang di lindungi oleh Tuhan dan sehat2 selalu.
Meski terlambat…syukur kepada Tuhan atas segala perlindunganNya
TUHAN selalu memelihara orang2 yang berpengharapan dan percaya kepada DIA.
Inilah mungkin yang bisa saya renungkan dari kejadian kel Amang DTA. Jika bukan demikian mungkin sudah lain ceritanya.
Dan syj adi teringat dengan kejadian yang hampir sama menimpa saya tahun 70an dimana saya dengan 3 teman satu kelas SMA bepergian dari tempat kami ke kota Medan untuk jalan2 dan nonton Medan Fair. Setelah menonton, kami pulang kerumah Inanguda untuk nginap malam itu. Tidak jauh dari lokasi Medan Fair. Pada saat kami mau tidur kira2 jam 2, kami tidur diruang tamu dengan tikar. Inanguda sy menyalakan lilin kira2 2mtr dari sisi teman paling pinggir, (karena saat itu penerangan rumah Inaguda sy adalah patromax blm ada listrknya} dan memberikan kami bantal dan guling. Ternyata teman paling pinggir tsb, tidurnya tidak tenang (suka margalapas), sehingga tanpa diduga satu guling terbakar oleh lilin tsb. Untung Inanguda sy datang dari kamar tidurnya karena sudah mencium bau asap rupanya, beliau berteriak dan kami buru2 ambilkan air. dan akhir kata tidak terjadi hal2 yang lebih gawat. Sedangkan rumah Inanguda sy itu rumah petak, dan tidak terbayangkan jika TUHAN tidak memberi pertolongan pada saat itu.
Pada periode tersebut kami ber4 memang dalam tahap marguru/sekolah sidi sehingga masih tahap belajar untuk lebih percaya kepada Tuhan.
Tetapi sejak saat itu sy percaya bahwa Tuhanlah yang memelihara hidup ini.
Terpujilah TUHAN yang memelihara hidup keluarga Amang DTA, sehingga luput dari parmaraan.
Pir tondi madingin Pir tondi matogu,
Sai TUHANTA ma natong2 manjamin,
hita orang percaya tong2 mangolu.
Horass, Horas, Horasssssss.
Terpujilah Tuhan…
Pertolongannya memang selalu indah dan tepat waktu.
maaf amang DTA, saya baru baca artikel ini, saya ga bisa komentar apa2, hanya puji sukur kepada Tuhan atas penyertaan dan perlindunganNYA kepada keluarga amang, ini satu lagi bukti bahwa Tuhan memang tidak pernah tidur dan selalu menjaga anak2NYA, TERPUJILAH TUHAN KITA YANG BAIK YESUS KRISTUS, amin.
Artikel baru saya baca.
Saya tidak punya comments, hanya ucapan terima kasih dan syukur karena DIA yang punya rencana dan rancangan bagi kita umatNYA. amin. Yesus bless us.