Kebangkitan Orang Mati

November 29, 2008
By Daniel T.A. Harahap

Almanak Sabtu 29 November 2008:

Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suaraNya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum. ( Yohanes 5 : 28 – 29)

Almanak hari mengingatkan kita kematian bukanlah akhir dari segala-galanya. Pada suatu ketika orang-orang mati akan mendengar suara Tuhan dan bangkit dari kuburnya. Pertanyaan: apa yang terjadi sesudahnya?

Orang yang berbuat baik bangkit untuk beroleh hidup kekal. Maksudnya: hidup bersama dan dalam Allah yang kekal. Bukan memperoleh hanya hidup selama-lamanya atau tanpa batas waktu, tetapi hidup penuh dan sejati. Sebaliknya orang yang berbuat jahat akan dihukum (walaupun semasa hidupnya di dunia dia lolos dari hukuman, atau pernah dihukum tetapi tetap jahat).

Alkitab tidak memberikan penjelasan lebih rinci tentang apa dan bagaimana kejadian sesudah hari kebangkitan orang mati kelak tersebut. Sebab itu kita juga tidak perlu berspekulasi atau membuat reka-rekaan berdasarkan pikiran kita sendiri tentang hidup sesudah mati. Yang paling penting bagi kita adalah: ternyata perbuatan kita sekarang baik atau jahat juga ikut menentukan keadaan kita nanti di masa depan, bahkan sesudah mati. Perbuatan baik mengantar kita hidup bersama dan dalam Allah yang kekal sebaliknya perbuatan jahat mengantar kita kepada penghukuman dan kehancuran abadi.

Lantas bagaimana dengan keselamatan hanya berdasarkan anugerah yang selama ini menjadi pegangan kita? Tetap berlaku. Kita hanya dibenarkan, diselamatkan dan ditebus dengan darah Kristus bukan karena perbuatan baik atau amal atau kesalehan kita. Dengan kata lain: perbuatan baik kita bagaimanapun juga tidak akan cukup sebagai bayaran atau syarat untuk hidup kekal. Namun sebagai orang-orang beriman yang telah menerima janji hidup kekal dari Allah kita bertekad dan berusaha berbuat baik. Sebab hanya dengan perbuatan baik itulah iman kita menjadi nyata.

Doa:

Ya Allah, sadarkanlah kami bahwa hidup kami di dunia ini, cepat atau lambat akan berakhir. Sebab itu biarlah kami rendah hati, siaga dan waspada. Ingatkan kami juga kepada hari penghakimanMu kelak, agar kami berhati-hati dengan tingkah langkah kami di dunia ini. Syukur bagiMu, Engkau telah menyelamatkan kami dengan darah PutraMu. Biarlah kami menjawab anugerah keselamatanMu dengan berbuat baik, jujur, setia dan rendah hati, sepanjang hidup kami. AMIN.

Pdt Daniel Taruli Asi Harahap

Share on Facebook

6 Responses to Kebangkitan Orang Mati

  1. Denny Gultom on November 29, 2008 at 7:26 am

    Yak 2:26 Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.

    Sepakat Sola gratia tetap berlaku, tapi tetap harus dijabarkan dalam perbuatan.

    Maranatha!!!

  2. Hitler P. Sigalingging on November 29, 2008 at 8:33 am

    Kelak Tuhan akan memisahkan kawanan domba dari kambing. Kesebelah kananNYa orang yang sungguh-sungguh percaya memperoleh hidup kekal dan ke sebelah kiriNYA orang yang memperoleh hukuman kekal selama-lamanya. IA adalah hakim agung yang akan mengadili setiap kita. Semua detail kehidupan kita terbentang nyata di hadapanNYA dan disaksikan berlaksa-laksa malaikat Allah tersungkur dan memujiNYa : “Kemuliaan bagi Allah untuk selama-lamanya”.
    Refleksi :
    Kalau begitu kelak akhirnya hidup setiap manusia, siapakah sesungguhnya kita di hadapanNYA? Siapakah kita yang berani mengatakan bahwa akulah yang paling benar? akulah yang paling hebat? akulah yang paling…paling…paling… Sesungguhnya DIAlah segalanya!! DIAlah yang menjadi fokus kehidupan, penyembahan, dan kesaksian hidup kita.
    Bagi DIAlah segala puji, hormat, syukur, dan kemuliaan kita persembahkan.

  3. Agus Karta Parulian Panggabean on November 29, 2008 at 10:32 am

    Terima kasih amang atas renungannya, Semoga renungan tsb dapat menjadi landasan bagi kami dalam bertingkah laku yang senantiasa mengingat akan kehidupan sesudah mati.

  4. Kimron Manik on November 29, 2008 at 11:50 am

    Ya Tuhan, kuatkanlah kami selalu agar dapat berbuat baik di sepanjang hidup kami didunia ini,
    jika kami terjatuh tolong Tuhan segera bantu kami untuk bangkit,
    jika kami mulai menyimpang dari jalan Mu segera tolong kami agar dapat kembali ke jalan Mu. Amin

  5. foni ernawati P. Batu Onom on November 29, 2008 at 9:09 pm

    bagus buanget renungannya Amang, Kebangkitan …..Dalam situasi sekarang yang dimaksud bangkit itu, bangkit : dari kemiskinan, kemerosotan dalam banyak hal, kebangkrutan dll. Mudah-mudahan banyak orang yang membaca / membuka renungan ini, biar nyadar dikit. Amang buat lagi renungan yang menggugah orang supaya menyadari bahwa hidup itu indah (balada hidup itu indah). salam kasih u/ Amang Pdt. Simanjuntak beserta Mamanya.

  6. St. B Manullang on November 29, 2008 at 10:31 pm

    Kita orang kristen telah punya jaminan hidup di dalam kerajaan allah karna kita telah di selamatkan oleh Tuhan Yesus Kristus yang mati di kayu salib sebab ti dak ada yang sampai ke dalam kerajaan bapa di sorga kalau tidak melalui dia itu sudah jaminan bagi kita pengikut kristus. tentu harus dengan perbuatan kita, tinggal kita pilih mau yang mana.jalan yang sempit atau jalan yang lebar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*