Allah Pasti Baik. Bagaimana Kita?
Almanak Jumat 28 November 2008:
Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?” (Lukas 18:8b)
Agar ayat di atas dapat dipahami dengan jelas, kita harus membaca ayat sebelumnya: Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Artinya: Allah itu dijamin baik dan penuh belas kasih. Dia pasti membenarkan kita orang-orang yang berdoa kepadaNya dan tidak mengulur waktu menolong kita. Pertanyaan: Apakah setelahnya kita tetap beriman kepadaNya?
Jika demikian almanak hari ini mengajak kita menyadari dua hal. Pertama: Allah sungguh mengasihi kita dan tidak pernah mau menunda-nunda waktu menolong kita. Dia setia dan dapat dipercaya. PertolonganNya tidak pernah terlambat. BerkatNya terus melimpahi kita. Kedua: kita diajak menanggapi kasihNya yang besar itu dengan tetap beriman kepadaNya, tidak hanya tahu meminta tetapi juga tahu bersyukur kepada Allah. Tidak hanya ingat kepadaNya di saat kita susah atau terjepit, tetapi juga saat senang atau lega.
Doa:
Ya Allah kami sungguh mensyukuri anugerahMu. Ampunilah kami sebab kami sering melupakan Engkau disaat kami senang dan aman. Tuhan terus-menerus menolong kami namun kami sering lupa bersyukur kepadaMu. Tumbuhkanlah dan peliharalah iman kami. Jadikanlah kami murid-murid Kristus yang setia. AMIN.
Pdt Daniel Taruli Asi Harahap
Share on Facebook
November 28th, 2008 at 8:35 am
Terima Kasih untuk firman yang begitu boleh mengingatkan kita semua akan segala hal atas kebaikan dan kasih Tuhan dan tetaplah bersyukur sebab berkat Tuhan selalu berlimpah bagi kita semua.
November 28th, 2008 at 8:53 am
Pertolongan dlm bentuk apa yg langsung diberi oleh Tuhan dan tidak ditunda-tunda oleh Nya? Lalu bagaimana dgn orang2 yg meminta tp tidak diberi juga oleh Nya. Apakah mereka2 itu msh kurang imannya?
November 28th, 2008 at 11:16 am
Tetaplah kita menjaga iman kita kepada Tuhan Jesus Kristus selama sisa hidup kita di dunia ini, karena itulah yang diinginkan Tuhan Jesus di kala kedatanganNya yang kedua kali.
November 28th, 2008 at 12:42 pm
Jika kita telah memiliki kepada Allah maka kita dapat meneladani DIA. Mengasihi DIA dan sesama, tidak pernah mau menunda-nunda waktu, setia dan dapat dipercaya agar berkatNYA terus mengalir.
Partitur koor di http://qartha.wordpress.com/
November 28th, 2008 at 2:20 pm
DTA :
Allah sungguh mengasihi kita dan tidak pernah mau menunda-nunda waktu menolong kitaDan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?
Castle sianipar:
Bukti yang jelas ternyata memang Allah yang empunya semuanya termasuk WAKTU yang Dia ‘pinjamkan’ kepada manusia PANTAS! semuanya di bawah kendali dan DAPAT mengkondisikannya dengan bebas (Pkh.3 ?)
November 28th, 2008 at 2:37 pm
ucapan syukur kepada Allah dapat kita wujudkan melalui kehidupan sehari-hari, namun godaan iblis sering membuat kita tidak bersyukur,karena kita selalu membanding-bandingkan kehidupan yang kita alami dengan orang lain.
Terima-kasih Amang atas renungannya.
November 28th, 2008 at 2:57 pm
Tuhan memperlengkapi kita untuk melakukan perbuatan baik. Bahkan Ia berjanji akan memberi kita kekuatan untuk melakukan perbuatan yang lebih besar…
Kalau begitu caranya, ayo kita terus berbuat baik… jangan tunggu terlalu lama… sekaranglah waktu terbaik untuk berbuat baik…
GOD IS GOOD!!
November 28th, 2008 at 4:31 pm
“Mengingat Tuhan di saat senang dan aman” seperti lagu dalam KJ dalam susah pun senang dalam segala hal, aku bermazmur dan ucap syukur…dst.
Dalam keadaan kita yang senang dan aman sesungguhnya akan ada rasa haru apabila kita berusaha menyadari benar campur tangan Tuhan hingga hal itu terjadi dan selanjutnya kita akan mengucap syukur. Dengan demikian juga rasa senang dan aman yang kita rasakan tidak over dan tidak menjadi batu sandungan untuk orang lain, yang kadang kala berpotensi terjadi terutama mungkin bagi yang memiliki personaliti Sanguin/Periang.
November 28th, 2008 at 4:44 pm
Betapa besar kasih Allah kepada kita yang selalu setia menjagai kita di setiap langkah kita tinggal kita apakah kita juga setia kepadanya? Dan bersungguh percaya Tuhan lah yang mengaturhidupkita? Amin