<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Tentang Perayaan Natal: Surat Terbuka</title>
	<atom:link href="http://rumametmet.com/2008/11/27/tentang-perayaan-natal-surat-terbuka/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rumametmet.com/2008/11/27/tentang-perayaan-natal-surat-terbuka/</link>
	<description>Pdt Daniel Taruli Asi Harahap</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 04:25:09 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.4</generator>
	<item>
		<title>By: poltak limbong</title>
		<link>http://rumametmet.com/2008/11/27/tentang-perayaan-natal-surat-terbuka/comment-page-2/#comment-14964</link>
		<dc:creator>poltak limbong</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 19:36:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=1465#comment-14964</guid>
		<description>Kepada bapak pelayan di HKBP....kami dari jemaat HKBP Limbong Sagala) yang sedang kuliah di medan membuat paniatia natal tuk kami rayakan bersama orang tua kami dikampung. kami ingin mengambil tema tentang keadaan alam di negara kita ini (gempa) tapi kami kesulitan untuk mendapatkan bahan. kami minta tolong kepada bapak ibu pelayan hkbp untuk mencari naskah tentang itu......kami berharap bantuan bapak.....klo boleh bersama drama.....terima kasih....

&lt;em&gt;Daniel Harahap:
Kenapa tidak membuat Natal bertema lingkungan saja? Misalnya Natal dan pemulihan alam pulau Samosir dan Danau Toba? :-)&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kepada bapak pelayan di HKBP&#8230;.kami dari jemaat HKBP Limbong Sagala) yang sedang kuliah di medan membuat paniatia natal tuk kami rayakan bersama orang tua kami dikampung. kami ingin mengambil tema tentang keadaan alam di negara kita ini (gempa) tapi kami kesulitan untuk mendapatkan bahan. kami minta tolong kepada bapak ibu pelayan hkbp untuk mencari naskah tentang itu&#8230;&#8230;kami berharap bantuan bapak&#8230;..klo boleh bersama drama&#8230;..terima kasih&#8230;.</p>
<p><em>Daniel Harahap:<br />
Kenapa tidak membuat Natal bertema lingkungan saja? Misalnya Natal dan pemulihan alam pulau Samosir dan Danau Toba? <img src='http://rumametmet.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Davijani Rumengan</title>
		<link>http://rumametmet.com/2008/11/27/tentang-perayaan-natal-surat-terbuka/comment-page-2/#comment-6821</link>
		<dc:creator>Davijani Rumengan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2008 01:59:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=1465#comment-6821</guid>
		<description>Boleh donk nimbrung dikit, saya adalah warga GPIB. Artikel blog ini memang belum saya caba seutuhnya tapi saya hanya tertarik dengan salah satu komentar pengunjungnya mengenai masa advent. Di GPIB saat ini sudah tidak diperbolehkan merayakan perayaan natal sebelum tanggal 25, dengan alasan itu adalah masa penantian. Tentu saja semua alasan dan dasar teologisnya sudah dipikirkan sebelumnya.  Dan d GPIBpun pro dan kontra tetap saja ada tetapi ketika hal  itu di putuskan maka apapun alasan kita menolak  yah tetap harus menghormati keputusan bersama.

Maaf rasanya Pendeta Daniel Harahap pernah melayani di Palembang yah.... 

&lt;em&gt;Daniel Harahap:
Saya di Palembang 1991-1996. Saya sudah mulai tua: kita sudah pernah bertemu? :-)&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Boleh donk nimbrung dikit, saya adalah warga GPIB. Artikel blog ini memang belum saya caba seutuhnya tapi saya hanya tertarik dengan salah satu komentar pengunjungnya mengenai masa advent. Di GPIB saat ini sudah tidak diperbolehkan merayakan perayaan natal sebelum tanggal 25, dengan alasan itu adalah masa penantian. Tentu saja semua alasan dan dasar teologisnya sudah dipikirkan sebelumnya.  Dan d GPIBpun pro dan kontra tetap saja ada tetapi ketika hal  itu di putuskan maka apapun alasan kita menolak  yah tetap harus menghormati keputusan bersama.</p>
<p>Maaf rasanya Pendeta Daniel Harahap pernah melayani di Palembang yah&#8230;. </p>
<p><em>Daniel Harahap:<br />
Saya di Palembang 1991-1996. Saya sudah mulai tua: kita sudah pernah bertemu? <img src='http://rumametmet.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Emin</title>
		<link>http://rumametmet.com/2008/11/27/tentang-perayaan-natal-surat-terbuka/comment-page-2/#comment-6063</link>
		<dc:creator>Emin</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 09:51:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=1465#comment-6063</guid>
		<description>Ahhh...tapek dech....
Pendeta ama jemaat sama aja, saling memaksakan pendapat. Lebih baik tunggu keputusan dari pimpinan (atau rapat pendeta dech....) jadi tidak perlu sampai tegang urat leher.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ahhh&#8230;tapek dech&#8230;.<br />
Pendeta ama jemaat sama aja, saling memaksakan pendapat. Lebih baik tunggu keputusan dari pimpinan (atau rapat pendeta dech&#8230;.) jadi tidak perlu sampai tegang urat leher.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: t.m.sihombing</title>
		<link>http://rumametmet.com/2008/11/27/tentang-perayaan-natal-surat-terbuka/comment-page-2/#comment-6038</link>
		<dc:creator>t.m.sihombing</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 01:03:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=1465#comment-6038</guid>
		<description>setuju banget natal dilaksanakan pada tgl 25 s/d 6 Januari, sosialisasi dan pelaksanaan sbb:  natal kategorial hanya sekolah minggu 2 kali dan natal bersama(naposo/remaja,ama,ina,wilayah) satu kali, jadi natal dilaksanakan hanya memakan waktu 3 hari .dan juga dapat memangkas biaya natal yg begitu besar, seperti salah satu HKBP di Jaktim biaya Natalnya 110 juta rph. kan lebih baik dipergunakan sebagian utk pelayanan diakonia atau disumbangkan memperbaiki gereja yang tidak mampu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setuju banget natal dilaksanakan pada tgl 25 s/d 6 Januari, sosialisasi dan pelaksanaan sbb:  natal kategorial hanya sekolah minggu 2 kali dan natal bersama(naposo/remaja,ama,ina,wilayah) satu kali, jadi natal dilaksanakan hanya memakan waktu 3 hari .dan juga dapat memangkas biaya natal yg begitu besar, seperti salah satu HKBP di Jaktim biaya Natalnya 110 juta rph. kan lebih baik dipergunakan sebagian utk pelayanan diakonia atau disumbangkan memperbaiki gereja yang tidak mampu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ramli SN Harahap</title>
		<link>http://rumametmet.com/2008/11/27/tentang-perayaan-natal-surat-terbuka/comment-page-2/#comment-6035</link>
		<dc:creator>Ramli SN Harahap</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Nov 2008 19:38:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumametmet.com/?p=1465#comment-6035</guid>
		<description>Karena Alkitab sendiri tidak menuliskan tanggal kelahiran Yesus yang pasti, maka peristiwa perayaan natal merupakan peristiwa yang dirayakan sejak tahun 1100. Perayaan ini menjadi mentradisi dan oleh para pakar teologi menyusun tata cara merayakannya dengan memulai dari masa-masa adventus 4 Minggu. Dan hal ini diikuti oleh orang Kristen yang kemudian. Namun belakangan ini tradisi Natal lebih menonjol dari tradisi Adventus. Apakah menjadi berdosa jika orang Kristen lebih menonjolkan perayaan Natal? Dan orang yang merayakan Adventus adalah orang yang paling benar? Bukan soal dosa dan tidak berdosa dalam hal ini yang menjadi fokus kita. Tetapi bagaimanakah kita menjadikan Kristus lahir terus-menerus di hati kita itulah Natal itu sendiri. Perayaan itu hanyalah merupakan sarana untuk mengingatkan kita untuk kembali melahirkan Yesus di hati kita. Oleh sebab itu, janganlah kita habiskan energi kita hanya membahas seputar kapan sebaiknya Natal kita rayakan? Yang terpenting adalah lahirkah Yesus di hati kita setiap saat atau hanya pada bulan Desember saja Yesus mengisi hati kita masing-masing.
&lt;em&gt;
Daniel Harahap:
Kalimat terakhir menyesatkan. Yang benar Yesus lahir di Betlehem pada masa pemerintahan Kaisar Agustus dan Kirenius menjadi wali negeri Siria. Peristiwa kelahiran Yesus adalah peristiwa historis (walau tidak diketahui tanggalnya). Jangan dibuat kelahiran Yesus menjadi abstrak. Merayakan Natal mengikuti kalender (baca: bukan suka-suka) tidak berarti mengabaikan Yesus di hari-hari lain. Satu lagi: yang harus dirayakan setiap minggu adalah kebangkitan Yesus!&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Karena Alkitab sendiri tidak menuliskan tanggal kelahiran Yesus yang pasti, maka peristiwa perayaan natal merupakan peristiwa yang dirayakan sejak tahun 1100. Perayaan ini menjadi mentradisi dan oleh para pakar teologi menyusun tata cara merayakannya dengan memulai dari masa-masa adventus 4 Minggu. Dan hal ini diikuti oleh orang Kristen yang kemudian. Namun belakangan ini tradisi Natal lebih menonjol dari tradisi Adventus. Apakah menjadi berdosa jika orang Kristen lebih menonjolkan perayaan Natal? Dan orang yang merayakan Adventus adalah orang yang paling benar? Bukan soal dosa dan tidak berdosa dalam hal ini yang menjadi fokus kita. Tetapi bagaimanakah kita menjadikan Kristus lahir terus-menerus di hati kita itulah Natal itu sendiri. Perayaan itu hanyalah merupakan sarana untuk mengingatkan kita untuk kembali melahirkan Yesus di hati kita. Oleh sebab itu, janganlah kita habiskan energi kita hanya membahas seputar kapan sebaiknya Natal kita rayakan? Yang terpenting adalah lahirkah Yesus di hati kita setiap saat atau hanya pada bulan Desember saja Yesus mengisi hati kita masing-masing.<br />
<em><br />
Daniel Harahap:<br />
Kalimat terakhir menyesatkan. Yang benar Yesus lahir di Betlehem pada masa pemerintahan Kaisar Agustus dan Kirenius menjadi wali negeri Siria. Peristiwa kelahiran Yesus adalah peristiwa historis (walau tidak diketahui tanggalnya). Jangan dibuat kelahiran Yesus menjadi abstrak. Merayakan Natal mengikuti kalender (baca: bukan suka-suka) tidak berarti mengabaikan Yesus di hari-hari lain. Satu lagi: yang harus dirayakan setiap minggu adalah kebangkitan Yesus!</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

