Almanak Kamis 27 November 2008:
Sebab di sini kita tidak mempunyai tempat tinggal yang tetap, kita mencari kota yang akan datang. (Ibrani 13:4)
Alkitab berulang kali mengatakan bahwa hidup kita di dunia ini hanyalah sementara. Tidak selama-lamanya. Sebab kita kelak akan masuk ke sorgaNya dan itulah tempat kita yang permanen atau kekal. Pertanyaan: jika memang hidup kita di dunia sementara atau temporer sifatnya apakah dan bagaimanakah seharusnya sikap kita?
Disinilah kita mesti berhati-hati. Ayat hari ini tidak boleh ditafsirkan sebagai ajakan menjauhkan diri dari kehidupan
dunia atau tidak perduli lagi kepada apa yang terjadi di dunia ini (baca: realitas kehidupan sosial, ekonomi, budaya dan politik). Kesementaraan sebab itu tidak boleh dijadikan pembenaran sikap acuh tak acuh terhadap persoalan-persoalan masyarakat dan juga rumah tangga atau pribadi. Kita ditempatkan Tuhan di kota atau desa dimana kita hidup, dan di negeri dimana kita menjadi bagiannya, adalah untuk berinteraksi, berkarya dan berusaha. Memakai bahasa gambaran dunia bagi kita adalah seperti laut bagi ikan.
Lantas apa yang mau dikatakan ayat hari ini? Jangan terlalu terikat atau lengket dengan dunia ini sebab kita masih memiliki kehidupan yang lain yaitu sorga. Jangan biarkan dunia ini menghalangi kita mencari dan datang, beriman dan hidup dalam Allah. Satu lagi: Jangan jadikan hidup di dunia ini dengan segala kebaikan dan keindahannya sebagai tujuan akhir atau satu-satunya. Sebab sesudah kita mati atau meninggalkan dunia ini pun kita masih memiliki kehidupan dalam Allah.
Doa:
Ya Allah, arahkanlah hidup kami ke masa depan bersamaMu. Engkau telah menempatkan kami di dunia ini. Sebab itu ajarlah kami berkarya di dunia, di desa atau kota, dan di negeri dimana kami berada. Biarlah kami menjadikan hidup kami di dunia ini sungguh-sungguh bermakna dan mendorong banyak orang memuliakan Tuhan. Berkatilah kami, ya Allah, agar kami dapat mewarnai dan menerangi serta menggarami dunia ini dengan kasihMu. Demi Kristus. AMIN.
Pdt Daniel Taruli Asi Harahap
Share on Facebook
Dunia memang penuh dg cobaan dan tantangan, kadang2 begitu indah dan membuat kita lebih memilih dunia daripada Tuhan tp dg ayat hari ini, kita diajarkan agar menjadi garam dalam dunia bukan menjadi ikan doang yg cuma bisa berenang mengikut arus, mauliate amang DTA, JBU
Tantangan besar dalam hidup adalah diri sendiri, yang terkadang dan mungkin selalu mengikuti arah dunia. Kiranya kita di beri hikmat untuk membedakan mana arah yang dikehendaki oleh Tuhan.
Pertanyaannnya adalah bagaimana kita dapat mengenal dan memahami kehendak Tuhan itu dalam dunia ini dalam diri kita? Apalagi ditengah kondisi yang tidak “baik” saaat ini bahkan mungkin masa yang akan datang.
Doa: Tuhan beri petunjukMU bagi kami yang berada dalam kegalauan hidup.
Surgo i sambulonta do i. Itu kata buku ende. Menurut saya maksudnya kira-kira begini: apa yang kita lakukan di dunia harus tetap bertujuan untuk memuliakan TUHAN, bukan memuliakan diri sendiri.
Jangan seperti beberapa orang. Ada yang mati-matian mengejar jabatan di dunia ini hanya untuk memuliakan dirinya. Hal ini dilatarbelakangi oleh HASANGAPON yang diajarkan oleh ompunta sijolojolo tubu.
Terima kasih untuk amang DTA dan firman renungan hari ini yang begitu indah dan bermakana bagi hidup kita semua yang menjadi pegangan kita masing-masing dalam kehidupan sehari-hari.
Terlebih cobaan dan godaan hidup saat ini yang amat saat keras dan kuat untuk mengajak kita untuk lebih memilih dunia daripada mengikut Tuhan, Namun dengan firman ini kita boleh lebih mengerti dan lebih taat lagi. JLU
Renungan ini mengingatkan kita sebagai orang Kristen supaya tetap berbuat baik dan benar serta kasih sepanjang kehidupan kita di dunia ini, karena akhir hidup ini bukan di dunia ini.
Entah apa yang terjadi di dunia sekarang ini, Terrorisme di Bombay India, Kudeta di Thailand, Krisis keuangan global… hmmmpphh…
KJ. 266 ADA KOTA YANG INDAH CERAH
Ada kota yang indah cerah, nampaklah bagi mata iman:
rumah Bapa di sorga baka bagi orang yang sudah menang.
Reff :
Indahnya saatnya kita jumpa di kota permai. Indahnya
saatnya kita jumpa dikota permai.
Nun di sana bersama teman kita nyanyi pujian merdu,
selamanya sentosa tent’ram, rasa duka terhapus penuh.
Pada Bapa, Pemurah kita patut bersyukur tetap:
tiap hari kasihNya besar, hidup kta teriring berkat.
Renungan ini mengingatkanku bahwa selama ini tujuan ku hanya dunia saja. Lupa bersyukur kepada Nya, lupa bahwa ada hidup lagi setelah hidup di dunia. Terima kasih renungan hari ini membawaku untuk kembali aktif bersyukur kepada Allah Bapa. Semoga menajdi berkat untuk semua orang. Tuhan memberkati.
Syalom rumah mettmet. Penyair mengatakan hidup penuh liku liku ada suka ada duka jikalau hidup sementara bertobat lah sebelum ajal merenggutmu.Songon panangko Borngin do harorona
Ternyata nggak semua yah marga Harahap itu muslim. Dulu waktu SMA adik kelas saya juga boru Harahap. Dia juga Kristen. Mamanya boru Menado.
When you can live forever, what do you live for?
Ini saya cuplik dari ide sebuah film, saat ini sedang box office di USA, yang (seperti biasa) memanfaatkan kelarisan buku cerita Sthepenie Meyer yang laku hingga 17 juta kopi. Twilight.
Pagi ini, mata saya tak sengaja membaca iklan itu di sebuah harian. Seandainya saya diberi hidup tak berkesudahan, apakah yang akan saya lakukan? Saya temukan dalam diri keinginan manusia sejati dalam hakekatnya setelah jatuh dalam dosa. Mengumpulkan kekayaan dan mengisi hidup dengan bersenang-senang. Tak takut lagi dengan hukuman kekal setelah kematian. Tak takut lagi dengan dosa!