BUKU TAMU (1)

November 15, 2008
By Daniel T.A. Harahap

daniel-ta-harahap-willy-harahap.JPG

____________________________________________________

Selamat Datang di Ruma Metmet.

Saya sangat bersyukur dan gembira karena Kawan-kawan bersedia mengisi buku tamu yang tersedia. Tinggalkanlah nama, pesan-kesan, atau kritik serta saran atau apa saja. TERIMA KASIH atas kunjungannya ke Ruma Metmet. Sering-seringlah berkunjung. Mari kita terus rayakan kehidupan: cinta, harapan dan kemerdekaan.

LIHAT DAN ISI BUKU TAMU: (klik)

Horas

Pdt Daniel Taruli Asi Harahap

 

 

Kritik dan saran juga boleh disampaikan lewat email: harahapdaniel@yahoo.com

 

Kembali ke halaman muka

_____________________________________________________
Share on Facebook

236 Responses to BUKU TAMU (1)

  1. John on July 9, 2008 at 11:58 am

    website yg bagus..
    sangat realistis & objektif..

    saya br buka web ini & sangat menyukainya..

  2. Torang P on July 9, 2008 at 1:19 pm

    Horas. Perkembangan teknologi membuat banyak hal lebih mudah. Terima kasih, amang memanfaatkannya untuk menjangkau banyak pihak dan tidak hanya yang seiman. Kiranya Tuhan tetap memberikan hikmat dan pengharapan yang senantiasa baru buat amang dan semua umatnya untuk melakukan hal-hal yang baik.

  3. Christony Harahap on July 10, 2008 at 10:44 am

    Horas Amang! Salam kenal.
    Saya sering dengar nama DANIEL HARAHAP, tapi baru kali ini bisa berkunjung ke Web-nya. Semoga bisa menjadi sumber informasi bagi generasi HKBP. Maaf Amang kalau saya mau tanya sedikit ya.

    ……Mengapa di HKBP jarang(hampir tidak pernah) dibicarakan/ dikhotbahkan mengenai ROH KUDUS. Seolah-olah itu hanya milik gereja Pentakosta atau Kharismatik saja. Bagaimana pandangan HKBP mengenai Roh Kudus, Hidup Baru dan Bahasa Roh

  4. iyut nababan on July 11, 2008 at 9:50 am

    Salam kenal buat semua…..
    Semoga Rumah Metmet bisa menjadi sumber informasi dan inspirasi bagi semau yang membacanya, terutama sekali informasi mengenai ajaran Kristus yang membawa damai di tengah-tengah kondisi dunia yang “panas. nudah terprovokasi dan terutama miskin hati dan kasih”

  5. Chandra Situmeang on July 12, 2008 at 3:47 pm

    Semoga menjadi sesuatu yang berharga untuk menjaga HKBP tetap berjalan sesuai dengan pimpinan Tuhan.

  6. Santinove Nainggolan on July 14, 2008 at 8:58 pm

    Salam tuk setiap pribadi yang singgah di rumah ini.. terutama untuk pemiliknya yg selalu sedia “open house” :) melayani kami-kami yang haus akan firman Tuhan dan mengenal lebih dalam akan HKBP. Aku berharap, kawan-kawan semua bisa tetap bertahan dalam satu Gereja, bukan karena Gereja itu besar-mewah-nyaman, pendetanya pintar berkotbah, atau jemaatnya cantik-cantik dan ganteng-ganteng.. tetapi semata-mata karena kita melihat dgn mata rohani kita, bahwa Gereja tempat kita berada saat ini adalah bagian dari keluarga kita.. jangan hanya berharap Gereja yang akan menumbuhkan iman kita, tapi belajarlah untuk bertumbuh imanmu dari dalam dirimu sendiri, karena ada Yesus didalamnya, sehingga imanmu tersebut akan menumbuhkan Gereja mu dan “keluarga besar jemaat di Gerejamu”.. ingat lagu sekolah minggu jaman dulu :p “.. bukalah pintunya, lihat di dalamnya, Gereja adalah orangnya..”

  7. theresia tiurniari samosir on July 15, 2008 at 8:24 pm

    terus terang ak gak begitu tahu mengenai adat batak atau sejenisnya…..
    kalo boleh dibilang hingga umur saya 24 tahun,atau saat ini….
    kedua orang tua saya belum mangadati.
    dan arti dari mangadati itu sendiri baru saya ketahui seminggu yang lalu…
    dengan adanya rumametmet ini saya jadi lebih banyak tahu….
    more bless for amang Pdt Daniel Taruli Asi Harahap

    more bless for you father……
    for your family
    for your spirit
    for your health,,,

  8. MRB on July 16, 2008 at 11:56 am

    salam kenal pak pendeta…

  9. pandulo on July 19, 2008 at 2:42 pm

    God bless for pak pendeta……maju terus….

  10. Samuel Hutagalung HKBP on July 20, 2008 at 8:30 pm

    nice web…
    terima kasih, pak pendeta telah membuat web seperti ini…

    saya punya bbrp usul, mungkin pak pendeta bisa menambahkan beberapa fitur dalam lembaran homepage, sperti instan shoutout ataupun link2 penting yang berkaitan dengan kekristenan… sehingga web ini pun saling berhubungan informasi dengan web lain…..

    Daniel Harahap:
    Thx. Tampilan Ruma Metmet memang belum optimal. Tanpa kehilangan kesederhanaannya, Ruma Metmet memang harusnya bisa sedikit berdandan. :-)

  11. Ninggor Pardede on July 21, 2008 at 3:08 pm

    Salam. Mauliate ma disaluhut haradeon muna tetap melayani sian dunia maya on

  12. Nanty. S on July 21, 2008 at 4:15 pm

    Horas Amang
    Mauliate godang, sude angka renungan2nya dohot artikelnya.

  13. BENJAMINS SIBARANI on July 21, 2008 at 5:53 pm

    Horas…..
    Semoga Rumametmet semakin berkembang….
    Tuhan memberkati amang…..

  14. JP Simangunsong on July 22, 2008 at 12:10 am

    Horas…Amang, Salam kenal
    Semoga Amang dan keluarga sehat – sehat saja dan ruma memetnya juga semakin diminati.
    Ada sedikit permintaan Amang.
    Kalau boleh ……. ada ruangan khusus untuk renungan sesuai dengan evangelium dan epistel minggu depan, misal : minggu depan minggu X dung trinitatis. Ev. Daniel 5 : 1- 10, Ep. Galatia 5 : 15 -21. Mauliate Amang, Moga – moga dikabulin.

  15. Alden Sihaloho on July 22, 2008 at 8:24 am

    Horas Amang,
    Semoga amang baik-baik aja bersama keluarga. Minta tolong amang kalau ada bahan sermon untuk Minggu ini.
    Terima kasih banya. Salam, Alden Sihaloho KALTIM.

    Daniel Harahap:
    Terima kasih atas masukannya. Saya tidak janji. :-)

  16. tiurha sagala on July 22, 2008 at 10:56 am

    horas amang,
    amang, aku guru sekolah minggu yang masih perlu bimbingan
    mau kah amang mengajari aku….
    terima kasih amang.

    daniel harahap:
    tiur, mending kita sama-sama belajar saja.. :-)

  17. henry aritonang, plembang on July 22, 2008 at 1:58 pm

    Apo kabar, Amang!
    Sengajo ini pake bahaso plembang, mengingatke gawe lamo kito di dusun sini. Untuk pengunjung lain, termasuk budak2 plembang salam kenal be. Horas.

    Daniel Harahap:
    Henry, aku idak pacak lagi bahaso plembang, payo pake bahaso indonesia baelah oiii… :-)

  18. chika on July 23, 2008 at 5:48 pm

    ga sengaja aku buka Ruma Metmet ini, soalnya aku bukan orang batak n bukan juga dari HKBP, dapat alamatnya dari Google. Setelah dibaca, keren abizzzz…
    Tuhan memberkati pelayanan n keluarga bapak. (makasih banget bapak, renungan-renungannya kasih aku kekuatan baru dalam segala hal).

    Daniel Harahap:
    Saya hampir saya melambung ke udara membaca sanjungan Chika. Ya, rajin-rajin datang Chika. Rumah Mungil ini terbuka untuk semua orang baik. :-)

  19. Delora L.Toruan on July 23, 2008 at 7:58 pm

    Webnya bagus amang, rasanya saya seperti bersalah sebagai jemaat HKBP Serpong kog ngak tau kalau pendetanya punya website, setelah saya buka satu persatu saya sampai terkagum-kagum. Umur saya hampir setengah abad dan saya besar jadi jemaat HKBP baru kali ini melihat sebuah karya pendeta berupa website yang bagus.
    Sukses buat amang dan keluarga, semoga Tuhan selalu memberi hikmat dan inspirasi dalam berkarya dan khususnya website ini dapat berkembang lebih jauh. Saya berharap setiap orang yang membaca renungan amang merasa diberkati.

    Saran saya, gimana kalau alamat website ini dapat dicantumkan di halaman depan warta jemaat agar semua jemaat HKBP Serpong dapat mengetahui keberadaan website amang ini, mungkin saja masih ada jemaat yg belum mengetahui. Tuhan kiranya memberkati pelayanan amang dan terimakasih atas renungan-renungannya.

    Daniel Harahap:
    Inang, ini website pribadi saya dan bukan website resmi HKBP Serpong. Rencana HKBP Serpong (dikoordinir Dewan Marturia) akan membuat website resmi HKBP Serpong. Anggap sajalah website ruma metmet ini “rumah pendeta” yang sederhana dan selalu terbuka. :-)

  20. henry aritonang, plembang on July 25, 2008 at 10:11 am

    Mang (maksudku Amang, bukan Mamang), saya kan baru liat-liat ruma metmet. Jadi belum semua. Mana masih gaptek lagi (Amang udah lebih 10 tahun, aku baru 2 bulan…). Udah pernah belum Amang angkat topik tentang okultisme. Banyak beredar, tapi jarang dibahas secara Kristen apalagi HKBP.
    Tengkyu Mang!

    Daniel Harahap:
    Ah Hen, kayak belum kenal aja. Manalah kutahu berurusan dengan dunia yang begituan. Aku cuma bisa membahas yang kelihatan dan normal-normal saja. :-)

  21. Richard Naibaho on July 25, 2008 at 4:31 pm

    Horas amang !
    Anak Medan do au , mauliate amang dgn “ruma metmet”nya
    Semoga makin jaya rm-nya, amang juga diberkati dan sehat-sehat aza.

  22. Laura Tobing on July 25, 2008 at 4:52 pm

    Horas amang…..
    Senang sekali bisa baca renungan melalui situs rumah metmet ini. Semoga bisa menjadi berkat bagi banyak orang dan membawa kita semua semakin dekat kepadaNya.

    Btw, kansultasi by jaringan pribadi bagaimana ya???
    Mungkin suatu saat saya ada pertanyaan, dan amang bisa membantu… :)
    Terima Kasih

    Tuhan Memberkati

  23. liberty on July 26, 2008 at 9:39 am

    Horas amang, maaf baru sekarang saya isi buku tamunya, padahal sudah sekitar 6 bulan ini menjadi menu bacaan hampir tiap hari. Pada kesempatan ini saya mohon maaf khusus kepada amang DTA sebab pada waktu tugas di Palembang amang dulu pernah saya bohongi dan kepada Tuhan saya mohon ampun. Permohonan maaf ini saya sampaikan karena selalu menganjal di hati saya setiap melihat gambar wajah pak DTA. Mungkin bapak tidak mengingatnya lagi tapi jika bapak mengingatnya dalam kesempatan ini saya mohon maaf.

    ruma metmet ini banyak mempengaruhi pola pikir dan perilaku pembacanya dan juga menambah wawasan untuk hidup lebih baik,mengajak untuk lebih sering membaca firman Tuhan untuk itu terimaksih semoga ruma metmet jalan terus dan bisa menjadi jembatan kebaikan untuk kita semua.

    Daniel Harahap:
    Saya bertugas di Palembang 1991-1996. Itu adalah salah satu periode yang paling indah dalam hidup saya. Ada terlalu banyak pengalaman menyenangkan khususnya dengan naposobulung yang sampai sekarang tidak bisa saya lupakan. Namun saya benar-benar lupa atau memang tidak merasa bahwa saya pernah juga dibohongi. :-) Walaupun begitu saya memberi maaf dan sekaligus meminta dimaafkan seandainya saya juga pernah melakukan kesalahan (dan saya lupa dimana, kapan, dan kepada siapa saja). Mari kita bersama-sama hidup bergembira dalam pengampunan Tuhan. :-)

  24. r.h. sibuea on July 26, 2008 at 10:41 pm

    saya kira memang perlu amang kita kupas tentang “ocultism” karena dasar kepercayaan iman kepada Kristus adalah memahami okultisme. Dengan memahami hal tersebut kita tahu bahwa saat ini cara-cara iblis sangat tipis bahkan transparan bedanya dengan ajaran Kristus. Contoh kasus “penyembuhan alternatif dengan menggunakan alkitab dan alquran, orang menyebutnya ilmu putih”. Bahkan ada sms mengutip alkitab dengan embel-embel kirimkan minimal 10 teman anda jika tidak bencana akan mengenai anda! Masih ada orangtua berpendapat semua agama sama….dll

    Maaf amang..
    kel. raya hasiholan sibue/tiurma br. manihuruk
    yoel hans hamonangan sibuea (1), zefanya christira deardo sibuea (2)
    graha raya bintaro, cluster fedora J.12/23 regensy, paku jaya serpong
    mengingat keluarga kami…adalah doa bagi kami..amin.

    Daniel Harahap:
    Saya tidak tertarik membahas okultisme karena menganggapnya tidak terlalu penting. Lebih baik mengajari warga jemaat beriman kepada Kristus dan memakai akal sehatnya, bersikap rasional dan wajar serta normal2 saja. :-)

    Ya saya akan mengingat keluarga pak siboea dalam doa-doa saya.

  25. Rafles Siregar on July 28, 2008 at 3:04 pm

    Horas Amang,

    saya kagum dengan tulisan2 amang di wadah ini.
    pertama, saya sangat apresiasi ini sebagai langkah progresif yang patut dikembangkan, terutama dari kalangan pendeta.
    kedua, saya sangat apresiasi ini sebagai upaya membenahi kehidupan kekristenan khususnya jemaat HKBP, yang memang banyak disorot.

    hidup teknologi!
    menjadi berkat bagi kita :D

    Mauliate Amang.

  26. Andry Simanjuntak on July 30, 2008 at 9:01 pm

    HORAS BANG….
    MaNTAP & luar biasa dashyat khotbahnya, mencharger kembali kekosongan di hati dan pikiran kita.
    Mudah2an semakin banyak anak2 Tuhan yang berkarya seperti ini.
    kalo ada mungkin ditambain renungan harian gt Bang.
    Jadilah berkat bagi semua orang

    Daniel Harahap:
    Renungan harian sudah ada. Namanya: Almanak Hari ini.

  27. JP Simangunsong on July 31, 2008 at 12:58 am

    Dari semua tulisan Amang mengenai HKBP, mungkin semuanya hal-hal yang patut untuk dilakukan dan diuji kebenarannya, namun apakah ini bisa terlaksana ? Saya sendiri sudah mencobanya Amang kalau berargumentasi dan berpendapat dengan teman sesama pelayan maupun dengan uluan kami, tapi apa hasilnya ? Nol besar ….Amang, semuanya bergantung dengan siapa kita berbicara, mayoritas suara, yang lebih tua lebih didengar, dihormati walaupun salah, parmargaon, dan banyak hal lainnya. Jadi saya harus mengalah dan mengikuti suara terbanyak. Namun setelah diuji dan dilaksanakan pendapat mereka semuanya hasilnya nol besar. Jadi kadang saya tak ambil pusing Amang, yang penting adalah bahwa saya sudah mengatakan yang baik dan benar walaupun pendapat saya tidak diterima.

  28. sihomb on July 31, 2008 at 9:00 am

    tuk rekan-rekan klient rumametmet, saya kasi koment sedikit.
    kita doakan, semoga amang DTA tetap dijadikan Tuhan saluran berkat buat kita. Dengan demikian agar kita lebih fokus mengangkat pujian kepadaNya dibanding kepada Amang DTA. (jadi terlalu tinggi nanti amang DTA, jatuhnya sakit sekali….)

    http://rapmengkel.wordpress.com
    sihombing par surabaya kedongdong

    Daniel Harahap:
    Setuju sekali. Buku tamu ini memang bukan kolom puja-puji untuk pemilik rumah, tetapi lebih untuk ruang kesan dan pesan, kritik dan saran, tanggapan dan harapan, atau apa saja yang terlintas di hati kawan-kawan. Memuji isi rumah atau si pemilik tidak dilarang namun takkan dianjurkan. “Memaki-maki” si pemilik juga boleh asalkan tidak pake omong jorok. Hanya membaca-baca saja sambil komen apa saja dalam hati juga baik. Membantu dana ruma metmet bukan dosa namun bukan kewajiban sama sekali. Ini negeri merdeka dan kita hidup di jaman reformasi! Hahahahaha. :-)

    Namun di atas semua itu saya mau bilang TERIMA KASIH kepada semua kawan-kawan yang telah membesarkan dan memperindah rumah mungil rumah metmet ini. Horas tujuh kali!

    Koreksi: pengunjung ruma metmet bukan klient atau pasien, tetapi para tetangga dan sahabat, orang-orang sehat dan bahagia. :-)

  29. O. Pasaribu on July 31, 2008 at 9:27 am

    Saya sangat salut dengan tulisan-tulisan Amang Pendeta di rumah metmet ini, begitu banyak. Saya bertanya dalam hati, kapan ya amang pendeta ini memepersiapkannya. Apa mungkin karena keluarga jauh sehingga tidak ada yang ‘mengganggu’. Lain sekali dengan pendeta Resort kami di pinggiran Jakarta juga, hanya untuk membuat satu tulisan saja di renungan harian tidak ada waktu katanya. Ceritanya begini: gereja kami baru membuat buku Renungan Harian (edisi Perdana), yang ditulis oleh pendeta, parhalado dan lain2 yang punya kemampuan untuk itu. Tapi pas saya buka, tidak ada tulisan Pendeta Resort, baik itu renungan maupun untuk kata sambutan. Yang ada malah tulisan dari pendeta luar. Saya tanya Tim Redaksinya kenapa tidak ada tulisan Pendeta Resort, katanya waktu diminta untuk menulis, amang pendeta ini bilang tidak sanggup untuk menghadirkan tulisan sampai tgl deadline, sehingga diminta untuk bulan September aja (edisi ke 2, tapi jawabannya itu juga tidak sanggup karena sibuk dengan persiapan Sinode Godang. Pada hal bulan Agustus saja belum masuk. Begitulah ceritanya. Ma’af amang kok jadi curhat.

    Daniel Harahap:
    Jangan-jangan pendeta resornya jadi anggota “TS” (“tim sukses”) calon eforus yang akan maju di Sinode Godang mendatang, sehingga sibuk kampanye kesana-kemari. Atau yang lebih parah: jangan-jangan (semoga saya salah) beliau tidak baca Almanak tiap hari. :-)

    Sewaktu anak-anak di Serpong, atau saat saya di Palembang bersama anak-anak, atau rapat ke Samosir, renungan harian di Ruma Metmet jalan terus kok. Sebenarnya membuat renungan harian tidak butuh waktu banyak. Toh kita hanya menuliskan apa yang kita baca dan renungkan secara pribadi dari ayat harian di Almanak. Berbeda dengan membuat sermon parhalado atau kotbah minggu, terus terang untuk membuat renungan harian di Ruma Metmet saya tidak pernah membaca buku secara khusus.

  30. gunung on July 31, 2008 at 11:27 am

    Horas Amang!
    Moga amang terus berkarya dan berkarya dalam nama Tuhan.
    Tuhan memberkati.

  31. flora on July 31, 2008 at 11:29 am

    Horas amang.. Moga amang, keluarga dan yg sering nangkring disini diberkati Tuhan. Amiin.. :)

  32. Hendrawan on August 1, 2008 at 1:06 am

    HORAS . . . . .!
    Saya sangat bersukacita dengan menemukan blog ini.
    saya percaya ini menjadi berkat bagi banyak orang
    semoga ini menjadi sarana komunikasi bersama dan bertumbuh bersama ditengah kehidupan ini.

  33. Kartika Simamora on August 1, 2008 at 11:50 am

    Dear Amang Pandita,
    seneng deh mampir ke sini..banyak yang bisa dibaca-baca + direnungkan
    semoga sehat selalu sekeluarga ya Amang, supaya bisa terus berkarya. Amin.

  34. Dutides Bonar M Simbolon on August 1, 2008 at 12:45 pm

    Bagai “Rusa masuk kampung” demikian perasaanku terpana akan blog RUMAMETMET ini.
    Demikian mulutku ternganga dan wajahku terperana akan isinya, sehingga tidak tahu akan mengucap kata……..
    Namun hatiku berbisik dan berdoa untuk kemajuan RUMAMETMET……
    Tuhan memberkati amang DTA Harahap dan pelayanannya dan kelurganya…….Amin.

  35. j.bargain on August 1, 2008 at 4:47 pm

    Kulo nuwun nggih.. selamat jumpa di rumametmet yang bagus ini.. rumanya metmet tapi isinya bagus. Mengomentari Pak O.Pasaribu ttg Pendeta Ressort nya. Sabar ya Pak.. mmg yang namanya tulis menulis ini gak semua bisa “sekarang’. Tapi mungkin kalau sdh terbiasa nanti Pak Pendetanya bisa juga, bahkan mungkin lebih hebat dari yang suka nulis sekarang.. Beri semangat ya.. Biasanya pertamanya jauh lebih sulit.
    Dan mengenai tanggapan DTA atas komentar O.Pasaribu..sy pikir itu bukan type DTA yg saya kenal.

    Daniel T.A. Harahap:
    Saya lagi capek dan flu berat! :-)

  36. ALDO WAFE SIDABUTAR on August 1, 2008 at 8:25 pm

    Saya bangga melihat Pak pendeta, ternyata Bapak pendeta yang satu ini bukan hanya marjamita,seperti Pendeta yang lain. Ternyata di balik itu Pendeta kita ini punya keahlian di bidang IT,and mungkin tidak hanya itu. Walau pun bapak kita ini uda tua tapi daya imajinasinya dan kreativitasnya juga masih kuat. Semoga Bapak Pendeta di berikan Allah Bapak Kita di surga kesehatan, dan panjang umur


    Daniel Harahap:
    Terima kasih Aldo atas doanya. Saya kini jelang 45 tahun. Memang sudah tidak muda, tetapi belum tua. :-)

    CATATAN DARI PENJAGA RUMA METMET:
    Berhubung Buku Tamu ini sudah penuh, jika ada pesan atau kesan, catatan dan harapan, kritik dan tanggapan, dapat ditorehkan di Buku Tamu yang baru.

    Terima Kasih.