Oleh: Pdt Daniel Taruli Asi Harahap
Hari ini komen Ruma Metmet menembus angka 4000 buah. Ruma Metmet sendiri genap setahun baru 26 November yang akan datang. Bagi saya, melampaui jumlah pengunjung yang sekarang kurang lebih 800-900 per hari kerja (400-500 orang di akhir pekan dan hari libur) , komen-komen inilah yang paling menyenangkan sekaligus membahagiakan hati.
Jujur, komen-komen dari para kawan dan handai taulan ini jugalah yang membuat juga Ruma Metmet ini semakin ramai dan hidup. Ya, kadang saya membayangkan Ruma Metmet ini tidak lagi sebuah bale sunyi di pinggir telaga, namun sudah lebih mirip lepau sederhana yang terselip di belantara kota dimana banyak orang datang untuk berdiskusi, berdebat, “bertengkar” atau sekadar bercakap-cakap tak terlalu penting dengan sesamanya. Ya, di sebuah kehidupan moderen yang sarat dengan problematika dan dinamika yang sering melelahkan mungkin ini suatu kebutuhan dan Ruma Metmet adalah satu tempat memenuhinya.
Selain berterima kasih, saya pikir saya juga harus meminta maaf. Kadang ada komen yang “terpaksa” saya tidak loloskan karena berbagai pertimbangan, atau terpaksa saya penggal beberapa bagiannya. Biasanya jika saya menganggap komen itu sebagai suatu serangan pribadi kepada pembaca lain, atau penilaian saya bisa menjadi masalah besar bagi saya di kemudian hari di dunia nyata. Namun anehnya jika serangan pribadi ke saya, sepanjang tak memakai bahasa kasar atau istilah kami di Medan “cakap kotor” justru saya loloskan. Namun bagaimana pun Ruma Metmet ini tetap web pribadi dan dikelola seorang diri, sebab itu saya akui bisa sangat subjektif dan protektif. Yang terakhir ini, misalnya saya sampai sekarang tak berani mengubah setting pemuatan komen otomatis. Maaflah, spam memang bisa dicegah, namun saya tidak kuat jika tiba-tiba ada yang marah-marah dan lepas kontrol menulis.
Satu lagi, web ini juga hobi (pekerjaan utama saya: pendeta jemaat), sebab itu mohon maaf juga jika kadang saya telat meng-approve komen.
Saya mengaku sejak kecil pembaca Tempo. Iklan majalah itu “enak dibaca dan perlu” telah merasuk ke hati saya. Sebab itu saya ingin sekali Ruma Metmet ini selalu enak dibaca dan perlu, termasuk komen-komennya. Sebab itu saran saya kalau menulis komen tak perlulah terlalu banyak kata-kata pendahuluan dan penutup, misalnya: amang yth, syalom, jbu, gbu, mauliate dll. Langsung saja ke poinnya.
Sekali lagi, bagi saya 4000 (empat ribu) komen yang kawan-kawan torehkan itu sungguh berharga dan banyak. Ruma Metmet atau rumah mungil ini menjadi kaya sekali karenanya. Terima kasih.
Pdt Daniel Taruli Asi Harahap
Share on Facebook
Mestinya sih kami para pembaca rumametmet ini yang berterima kasih Amang, sudah mendapatkan berbagai pengetahuan dan pengajaran juga renungan yang setiap hari bagai siraman air sejuk di hati dan bisa menguatkan di kala gundah. Dan semua itu kami dapatkan tanpa membayar… gratis
, malah yang punya rumah sering diserang lewat comment2 pedas namun selalu berbesar hati.
Sekarang rasanya gak lengkap kalo gak buka rumametmet tiap hari. Janganlah pernah berhenti menulis di rumametmet ini Amang, sekalipun mungkin suatu saat nanti Amang sudah menjadi pucuk pimpinan di gereja kita tercinta ini, HKBP. Thanks a lot !
Sebagai salah seorang dari sekian ratus orang milis rumametmet,
sangat sadar dan tahu diri juga kalau website rumametmet adalah milik pribadi yang bisa di akses publik, karena itu sangat rela dan sangat iklas juga kalo ada kata yang harus di ” sensor” atau malah tidak ” ditayangkan”. Hak edit pun mutlak ada di tangan pemilik. Dengan kata lain EXISTENSI rumametmetpun, sadar atau tidak sadar, suka atau tidak suka, senang atau tidak senang, semua ada di tangan pemilik rumametmet yaitu Pdt DTA.
Sebuah diskusi tetaplah sebuah diskusi..butuh kesiapan mental untuk bersedia di kritik oleh para komentator. Citra, wibawa, sahala, ataupun reputasi tak akan berkurang oleh 1000 kritikan negatif. Tetapi..,1 kritikan positif sangat bisa membangun diri kearah yang lebih baik. Maka jangan menutup diri dari kritikan.
Daniel Harahap:
Kritiklah daku maka kau akan kutanggap.
Sudah berbuah banyak. Songon gombar ni jeruk i. Mau 4000, 10000, dst, saya tidak terpengaruh. Yang berpengaruh buat saya adalah saya sudah menjadi orang yang ketergantungan (bah, narkoba?): ketergantungan terhadap rumametmet. Mari kita berkarya menembus batas kemampuan kita.
Dari pasien yang sedang menunggu dokter yang sedang meracik obat (renungan).
Daniel Harahap:
Mungkin lebih baik diumpamakan sarapan pagi aja. Dan kadang sarapan pagi itu terlambat.
Seperti apakah kita harus melukiskan renungan harian? Sarapan pagi, obat, vitamin, atau koran? Yang jelas saya tak suka membayangkannya sebagai obat. Bayangan saya semua orang yang datang ke Ruma Metmet ini adalah orang-orang sehat, baik dan semangat.
Hidup terus Ruma metmet, memang seperti iklan Tempo “enak dibaca dan perlu” dan tidak Martuhor
. Banyak tambah pengetahuan dan pencerahan. Jamita yang lugas, mudah dimengerti karena bahasa yang sederhana dan pas dengan realitas sehari hari kehidupan Jemaat Tuhan.
Hidup Ruma Metmet!!!!!!! ^_^
Maju Terus…Pantang Mundur
Websitenya sungguh memberkati, terutama masalah mengatur anak-anak yang bisa dicontoh, contoh: Rapat Keluarga, bersabar menanti giliran, mengatur uang jajan, dsb. Comment dari Amang…..renyah, singkat, jelas, padat dan nggak bertele..tele
Aktivitas Amang yang luar biasa juga sangat membutuhkan stamina yang luar biasa. Saya mengajak teman-teman sekalian berdoa buat kesehatan Amang Pandita kita ini. We proud having You.
Daniel Harahap:
Ya itulah yang paling saya butuhkan. Saya sudah mendekati “uzur” dan harus lebih serius menjaga kesehatan.
Bagi saya di Amerika ini, renungan harian saya jadikan cemilan malam sebelum tidur dan sarapan pagi. Maklum berbeda (tertinggal) pas 12 jam. Di Jakarta lagi sarapan pagi, di Baton Rouge saya makan pada malam sebelumnya. Kemudian, paginya saya santap lagi. Jadi untuk sarapan pagi pasti tidk pernah terlambat.
Molo boi, dibaen ma RUMAMETMET AWARD amang, award diberikan bagi
1. pembaca yg rajin memberi komentar,
2. komentar yg bersifat membangun
3. komentar yang lucu
Hadiah dapat berupa
1. Piknik melihat angsanya Pdt DTA
2. Piknik ke Gunung sindur
ima da tutu…
bermacam blog yg pernah kita baca, rumametmet ini yg paling positif (menurut saya). blog lain banyak tapi debatnya kadang tidak ada juntrungnya, akhirnya kita hot diawal.. terus capek sendiri dan tidak pernah visit lagi.
Mudah-mudahan rumatmetmet menjadi tempat diskusi yg enak, ringan dan terbuka. Seperti lapo di kampung saya, hanya saja pengunjungnya tidak saling bertatap mata, tapi bertatap hati. Caturnya di ganti alkitab. Makan dan minumnya renungan harian, gitarnya diganti komen-komen yg beragam, yang punya lapo ramah melayani, pemegang sahamnya Yesus Kristus. Semua gratis pulak.. termasuk internet connectionnya bagi yang dibayari company. hehehe. Hidup rumametmet !!!
selamat bang.
kurasa ini salah satu web yang paling banyak dikunjungi dan pengunjungnya juga setia kembali berkunjung. satu toko online yang sangat terkenal di kalangan ibu2 tidak sebanyak ini stats pengunjungnya. ada pula satu web dokter yang sangat dikenal dan ramai pengunjungnya, statsnya juga masih dibawah ruma metmet.
berarti tulisan di ruma metmet dirasa enak dibaca dan perlu, makanya pengunjungnya rajin berkunjung dan tambah ramai. teruslah berbagi berkat amang lewat tulisan, biar tambah banyak berkat-berkat online kami terima, hehehe.
Bravo Rumametmet…enak dibaca dan memang perlu
informasi dan narasi serta jamitanya sangat baik..kiranya bisa menjadi inspirasi bagi yang lainnya
jayalah rumametmet
Bagi saya rumametmet seperti secangkir kopi di pagi hari. Sebelum memulai aktivitas, harus minum secangkir kopi. Kadang2 jg kopinya terasa pahit, ketika melalui renungan itu kita sepertinya ditegur keras. Seperti kata Amang, tetaplah menjadi pendeta kecil di halaman rumput belakang HKBP (cmiiw) tp dengan ide2 dan pemikiran yang besar. We love it.
Daniel Harahap:
Benar. Saya sudah 17 tahun menjadi pendeta kecil yang ditugaskan bekerja di halaman belakang HKBP.
ya lebih enak buka ruma metmet dari buku renungan yang lain, alasan saya karena ruma metmet dikomentari, bisa kita tanya apa yang kita tidak mengerti, kemudian yang di sajikan dan yang tersedia adalah renungan hari ini, sementara kalau buku renungan dan almanak, kadang kita suka baca sampai 1 minggu kedepan, terus tidak bisa bertanya tentang perkataan dan maksud dalam renungan tsb. namun yang terpenting isi tulisan ruma metmet menyetuh, mengena, dan selalu baru.
Cuma kadang kadang dunia ini hati-hati kalau sudah terkenal dan sangat disanjung sangat di idolakan bahkan kalau sampai terlalu banyak yang fans berat berbahaya kalau masih jatuh tidak apa-apa tapi bisa dipanggil cepat-cepat Misalnya :
1 Sukarno dulu diagungkan tapi akhirnya…
2.Suharto juga dipuja akhirnya..
3.Bruce Lee..terlalu di idolakan terlalu di puja akhirnya…
4.John Lenon terlalu di puja terlalu di idolakan…akhirnya..
5.Nike ardila terlalu di idolakan terlalu di puji akhirnya…
6.KH.Zainuddin MZ.Sejuta umat tapi jatuh karena srakah main politik.. jadi jgn main politik pak DTA biarlah jadi orang bersih
7.A.A.Gim terlalu di puji ,terlalu di sanjung sampai melebihi Presiden akhirnya jatuh karena perempuan…
8.Taufik Safalas terlalu disanjung orang ,dinantikan,di puja penggemar akhirnya….dan banyak lagi,mungkin sesorang tidak boleh terlalu di puja terlalu di sanjung atau terlalu di hormati orang lain bahaya…tapi saya tidak menghakimi ya..cuma agar hati-hati aja.biarlah seperti yang di katakan pak DTA yang normal-normal aja , tapi mohon maaf dan mohon ampun kepada Tuhan jika komentar ini salah.
Daniel Harahap:
Thx untuk pujian dan terutama untuk peringatannya. Doakan saya supaya tidak tergoda masuk partai dan menjadi caleg.
Quote Amang DTA:
… atau terpaksa saya penggal beberapa bagiannya.
Saurdot:
Saya salah seorang komentator yang pernah kena ‘sensor’. Untung cuma sekali saja. Yang pasti bukan karena ‘cakap kotor’. Pikiran saya saat itu, ‘Ternyata ada sensor-sensor segala! Kenapa disensor, ya?’ Jawabannya telah diberikan melalui artikel ini dan dipertegas oleh Amang Rudi Juan Sipahutar.
Komentar untuk rumametmet:
Terkait ide: Cemerlang! Tak terduga!
)
Terkait kritik: Amang DTA tak usah disangsikan lagi. Manuver-nya cukup siiip bahkan kadang-kadang bisa menohok balik. Jelas! Tegas!
Terkait popularitasnya; Sampai saat ini rumametmet menempati urutan pertama di ‘bookmarks’-ku.
Akhir kata: Selamat buat rumametmet dan semoga tetap menjadi tempat yang tepat untuk ‘peselancar’ yang mencari kesegaran di tengah hiruk-pikuk kehidupan. GBU. (eh.. maaf nggak boleh ya
Daniel Harahap:
Sebenarnya komen yang paling banyak saya edit adalah dari kawan2 saya anggota jemaat dan parhalado hkbp serpong. Alasan saya sederhana saja: persoalan yang bisa diselesaikan di darat jangan dibawa-bawa ke dunia maya.
Dan turut mendoakan amang DTA , agar dalam setiap pelayanannya tidak akan mencuri kemulian Allah tetapi semata hanya untuk hormat dan kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus.
Semoga Rumametmet ini bisa membawa manfaat bagi banyak orang, dan mari kita semua menjaganya supaya tetap eksis….
renungan ruma metmet saya baca dikantor, karena di rumah saya sudah membaca renungan yang telah dibuat HKBP Palembang lengkap dengan lagu dlsbnya.
semoga rumahmetmet menjadi rumah singgah yang dibutuhkan oleh jemaat yang haus akan firman Tuhan.
Gratisss gitu loh …
Obsesi pemilik rmt ini terpenuhi dgn impiannya seperti motto tempo. bahasanya ringan dan aplikatif dgn keseharian dlm penyampaian bahasa. Dan tujuannya pun relatif tercapai. Tidak salah polling thd ruma metmet dpt rating uuuaaapiiik tenaaaann. Secara pribadi saya semakin + wawasan, apalagi gue khan ikut parhalado yg msh junior.
Semakin kuat keinginan untuk lebih baik maka pengorbanan diri semakin dituntut. Semakin tinggi cita2 akan semakin banyak angin yg menggoyang. Bravo buat amang/lae pdt harahap. Tapi kok saya msh nagih janji lho yg katanya mau kirim sist keuangan dll ke email saya (arjuna_jbl@yahoo.com). Kok sampai skrg belon ada tuh. Sibuk apa lupa…?
Daniel Harahap:
Yang terakhir jawabannya: lupa. Saya pikir sudah saya kirim ke Jogja rupanya ke Solo. Barusan uang eh sistem keuangan sudah saya kirim.
Bravo Amang DTA… Bravo ‘Ruma Metmet’… Bagi pengunjung ‘Ruma Metmet’, semoga dengan atau tanpa ‘Ruma Metmet’, gairah spiritulitas kita tetap dinamis…
“Metmet” tetapi telah memberikan banyak manfaat, perenungan bahkan berkat bagi banyak orang, tidak dibatasi waktu dan tempat. Berbahagialah amang dan tetap semangat, karena nyatanya manfaat “Ruma Metmet” ini tidaklah metmet seperti namanya.
Di sela-sela waktu bekerja, di saat ingin sejenak berhenti dari aktivitas; berkunjung ke rumametmet adalah kebiasaan baru saya. Saya mendapat banyak hal dari rumametmet. Saya juga mencoba berbagi hal ini ke beberapa teman. Mauliate buat Amang DTA, semoga tuaian amang semakin bertambah-tambah dari alam maya ini
Selain pertimbangan moral/etis dan pertimbangan praktis (untuk menghindari spam) seperti yang telah dijelaskan Pak Pdt DTA di atas, saya pikir aspek hukum juga perlu menjadi pertimbangan untuk memutuskan apakah suatu komentar dimuat atau tidak.
Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 (tentang Informasi dan Transaksi Elektronik), khususnya Bab VIII, telah mengatur sejumlah muatan yang dilarang. Sanksi hukum berlaku bukan hanya untuk yang menulis muatan/komentar yang bersangkutan, akan tetapi juga kepada setiap orang yang mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya muatan tersebut. Jadi, penyelenggara blog (menurut UU tsb) juga bertanggungjawab secara hukum.
Hidup Rumametmet!
Selamat saya ucapkan, semoga rumah metmet jaya terus dan semakin diperlukan.
RUMA METMET RUMA KITA SEMUA.
Amang, inang, ompung, namboru, tulang, nantulang, lae, bere dan Parhalado dimanapun berada.
Saya punya saran nich, yuk kita sisihkan seribu rupiah perhari untuk mendukung Ruma Metmet. Yah semacam aek santetek lha. Jangan mikir macam-macam lho (Aku gak ada nepo dengan DTA). Aku hanya teringat kebiasaan ibu. Dulu jika BERKUNJUNG ke rumah tulang selalu bawa buah tangan. Padahal dari ukuran ekonomi, tulang jauh lebih berpunya dibanding kami. Dan yang saya kagumi, kedatangan ibu bukanlah untuk meminta atau meminjam sesuatu,tetapi hanya berkunjung tokh yaahh semacam say hallo lah. Jadi wajar khan kalau kita BERKUNJUNG ke Ruma Metmet…dst. Mohon dicamkan..!! ini sekedar saran. Bravo Ruma Metmet.
Daniel Harahap:
Tidak setuju! Sumbangan yang paling diperlukan untuk Ruma Metmet adalah: komentar.
Amang…ketemu lagi dengan aku si bortang ini…:)
Amang banyak kali komennya ampe 4000, gimana klo kita masukin ke MURI aja…Tema nya BLOG DENGAN COMMENT terbanyak?
Semangat Amang jangan Pantang menyerah, ALLAH melihat kok Apa yang udah Amang perbuat.
Semoga commentnya tambah banyak dan topik yang diangkat pun semakin banyak…menurut cara pandang Kristen…
ya kalau dipikir2, saya berkunjung ke sini karena selalu disambut hangat sama pemilik rumahnya..
jarang saya ketemu orang yang berprofesi seperti amang itu baik, rendah hati dan tidak sombong, apalagi mau capek-capek ngurusin website begini
Bagi saya Rumametmet adalah tipikal gereja yang sesungguhnya, yang selalu terbuka kapan pun kita datangi, yang terbuka bagi siapa saja, yang pendetanya setiap saat melayani, yang pendetanya setiap pagi menyapa dan membekali jemaatnya berangkat menuju pertempuran kehidupannya.
Doa kami: Terima kasih Tuhan, engkau telah memberikan kami seorang NaposoM yang selalu mendampingi kami dgn firmanMu, sertailah Dia selalu agar dapat tetap bersama-sama kami. Amin
Daniel Harahap:
… yang pendetanya seorang manusia biasa tak kunjung sempurna, dan tak malu menyingkapkan kegalauan dan kerapuhannya….
Rumametmet memberikan banyak sekali pembelajaran, tidak saja pembelajaran mengenai Firman Tuhan, tetapi juga pembelajaran mengenai kehidupan sehari-hari. Apa yang Amang tulis mengenai kehidupan sehari-hari sungguh-sungguh sangat memberi contoh dan teladan yang layak diikuti oleh para pembaca Rumametmet.. Wajar kalau Rumametmet menjadi salah satu tujuan paling pertama untuk membaca renungan ataupun posting-posting yang lain dibanding blog-blog lainnya..
Semoga tetap eksis dan terus membawa berkat bagi banyak orang.. Selamat!
wah rupanya ruma metmet akan ultah pada 26 nov ntar ya amang? sama dengan ultah saya yang ntar, pas pula ke 26 tahun. Saya suka sekali ruma metmet ini. banyak kasi info pada muda-mudi, terutama tentang hubungan antar manusia dan lawan jenis, terima kasih amang, krn telah menguatkan banyak muda-mudi. sehingga kami yang terkadang rapuh ini bisa bangkit kembali. salam buat keluarga amang.
Daniel Harahap:
Kalau begitu, selamat mempersiapkan ulang tahun juga merryna.
Puji Tuhan. Saya menemukan ruma ini dari ruas saya. mauliate ma di Tuhan. Dipargogoi ma hamu.
Selamat atas keberhasilan Rumametmet menjadi suatu daya tarik dalam memberikan kontribusi firman Tuhan dalam keseharian..semoga menjadi saluran berkat bagi kemajuan pelayanan Amang…
Selamat ulang tahun Rumametmet yang ke 2, 26 november 2009, semoga makin banyak pengunjung dan pelayanan amang Pendeta DTA makin diberkati Tuhan Jesus. (boleh nggak kasih ucapan sebelum wakunya ?)