Menyingkap Kebenaran. (Juga Bahaya)

October 31, 2008
By Daniel T.A. Harahap

Almanak Jumat 31 Oktober 2008:

lamp.jpg

Dialah yang menyingkapkan hal-hal yang tidak terduga dan yang tersembunyi, Dia tahu apa yang ada di dalam gelap, dan terang ada pada-Nya. (Daniel 2:22)

Ayat hari ini adalah doa seorang bernama Daniel dari masa lalu, yang memuji Tuhan Allah karena memberinya hikmat dan pengetahuan untuk mengetahui apa yang tidak diketahui semua orang. Alkisah Raja Nebukadnezar bermimpi dan tidak seorang pun yang dapat mengetahui isi mimpinya (apalagi artinya) sebab itu raja murka dan mengancam hendak membunuh semua orang pintarnya. Daniel dan kawan-kawannya berdoa memohonkan hikmat Tuhan dan mendapatkannya. Tuhan memberitahukannya apa sebenarnya yang dimimpikan Nebukadnezar dan apa maknanya.

Tanpa harus berpretensi menjadi penafsir mimpi, atau tanpa harus menyangkal penemuan ahli psikologi bahwa mimpi sangat berkaitan dengan pikiran bawah sadar (sebab itu dianggap wajar dan logis saja), kita mau memahami ayat hari ini sebagai ajakan untuk mencari hikmat kepada Tuhan Allah. Dia dapat dan mau menolong kita menyingkapkan hal-hal tersembunyi, tidak terduga atau tidak terpikirkan banyak orang. Secara khusus Tuhan Allah menolong kita menyingkapkan atau membukakan kebenaran. Menarik jadi renungan, jika banyak orang ingin menyembunyikan atau merahasiakan, Tuhan Allah justru suka menyingkapkan dan membukakan.

Hari ini bertepatan dengan peringatan Reformasi Gereja yang dicanangkan hampir 500 tahun lalu oleh Martin Luther. Tuhan Allah jugalah melalui RohNya yang menginspirasi Marthin Luther menemukan kembali kebenaran Alkitab yang lama tersembunyi dan membukakannya kepada seluruh jemaat. Dengan demikian kita kembali kepada sumber dan dasar kita yaitu Alkitab, anugerah Allah dan iman kepada Kristus. Marilah kita juga memohon kepada Tuhan Allah hikmat untuk menyingkapkan hal-hal yang tersembunyi dalam kehidupan ini, membukakan hal-hal yang tidak dipikirkan dan diduga banyak orang, dan menjelaskan apa yang bagi banyak orang sangat gelap.

Doa:

Ya Allah, Engkaulah sumber hikmat dan pengetahuan. Karuniakanlah kami hikmat agar kami dapat tahu dan paham hal-hal yang benar, baik dan indah. Mampukanlah kami menjunjung dan membela apa yang benar dan baik serta indah itu. Beri kami kemampuan khusus untuk membuka hal-hal tersembunyi dan tidak terduga, yang seharusnya dapat bermanfaat atau malah sebaliknya bisa membahayakan hidup kami. Ya Tuhan, adikanlah kami arif namun tetap jujur dan rendah hati. AMIN.

Pdt Daniel Taruli Asi Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

5 Responses to Menyingkap Kebenaran. (Juga Bahaya)

  1. Mamoto Gultom on October 31, 2008 at 9:34 am

    Renungan hari ini sungguh luar biasa dalam meyikapi kehidupan kita sehari-hari terutama bagi saudara kita yang berada di Tapanuli Utara yang sekarang lagi bergumul dengan konflik kejadian Pilkada yang dianggap mengecewakan. Allah adalah kebenaran, dan Dia lah kebenaran itu. Kebenaran itu hanya bisa kita dapatkan apabila kita memakai prinsip kejujuran, arif dan rendah hati dan selalu takut akan Tuhan sebagai kebenaran. Semoga renungan hari ini bergema bagi saudara kita yang di Tapanuli Utara dan yang rusuh paska pilkada.

  2. Kimron Manik on October 31, 2008 at 9:50 am

    Yang menjadi pertanyaan saat ini, adakah pada saat ini orang yang seperti nabi Daniel? yang memiliki hikmat dan pengetahuan untuk mengetahui yang tidak diketahui semua orang? Dan bagaimanakah kita meyakini, jika ada pemimpin agama kristen tertentu yang mengatakan bahwa Allah telah bernubuat kepadanya?

    Daniel Harahap:
    Pertanyaan terakhir: setiap nubuat atau kotbah, pernyataan atau pendapat harus diperhadapkan dengan pemahaman Alkitab, hati nurani dan akal sehat.

  3. Tiarma Hutagalung on November 11, 2008 at 6:16 pm

    sepertinya aku mengenal Kimron Manik (Kibo)….anak SMA 2 Siantar kan? apa kabar?

  4. Paul Gultom on December 5, 2008 at 1:52 pm

    Horas amang! Mengapa sekarang HKBP tidak pernah merayakan hari Reformasi lagi? Maksudnya membuat ibadah/kebaktian khusus pada tgl 31 Oktober. Seingat saya dulu pernah diadakan (pada malam hari). Saya sangat berharap jangan sampai kita melupakan peristiwa bersejarah tsb. Jangan2 remaja dan pemuda HKBP sekarang sudah banyak yang tidak mengenal siapa Martin Luhter, sang pahlawan iman tersebut.

  5. f.e on December 27, 2008 at 9:18 pm

    klo dah pasti … bisa kenapa tidak disingkap asal jangan kita jadi yang tersingkap. yang suka menyingkap so pasti oarng-orang yang betul – betul bersih…. bukan badannya aza, jiwanya juga. gimana Amang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*