Sarikat Gadong Manginsir

October 27, 2008
By Daniel T.A. Harahap

gadong-manginsir.png

Oleh: Daniel Taruli Asi Harahap

Serikat ubi jalar? :-) Jangan tertawa dulu. Saya serius. Sudah beberapa hari ini saya terpikir hendak membentuk sebuah organisasi dengan badan hukum: perhimpunan. Ingat: bukan Yayasan bukan pula Perseroan atau Koperasi, tapi Perhimpunan. Namanya muncul tiba-tiba saja di benak saya. Bahasa Bataknya: Sarikat Gadong Manginsir. Bahasa Indonesianya: Serikat Ubi Jalar. Lho?

Tenang dulu, mari saya jelaskan. Ubi jalar atau dalam bahasa Batak “gadong manginsir” adalah tanaman umbi-umbian. Batangnya menjalar rendah di tanah dan menumbuhkan akar-akar baru yang kelak menjadi umbi yang membesar dan enak dimakan. Seperti itulah saya bayangkan organisasi perhimpunan ini: membumi, merendah, merambat kemana-mana dan berbuah lebat di dalam tanah. Tak terpandang namun nyata. Ubi jalar bisa tumbuh di hampir semua tanah. Tentu saja yang paling baik di tanah gembur berpasir. Satu lagi: usia ubi jalar ini pendek saja. Sesudah itu tanaman mesti dibaharui lagi. Begitu pulalah organisasi yang hendak didirikan ini.

Apakah tujuan organisasi Sarikat Gadong Manginsir (boleh disingkat SGM) ini? Membantu gereja, sekolah dan desa di Tanah Batak. Namun pengalaman saya tujuh belas tahun melayani sebagai pendeta gereja Batak, orang Batak sering sangat sulit fokus dan berkonsentrasi kepada satu bidang usaha atau pelayanan, atau terlalu banyak maunya. Maaf, persis seperti Pertamina atau TNI tercinta di jaman Orde Baru: ingin melakukan segala-galanya kecuali tugas utamanya. :-) Sebab itu saya rancang organisasi ini harus rendah hati membatasi tujuannya dengan hal-hal yang kongkret saja, secara khusus kepada satu hal saja: menyumbang komputer. Apa? Ya, menyumbang komputer. Saya mimpi ada sebuah organisasi yang kerjanya khusus menyumbang komputer untuk gereja, sekolah dan desa di Tanah Batak.

Sebelum organisasi ini terbentuk, sebab itu saya sudah menyampaikan amanat kepada bakal pengurus Sarikat Gadong Manginsir: jangan berpretensi melakukan segala-galanya. Jangan berpolitik. Jangan campuri urusan gereja dan desa apalagi kurikulum sekolah. Cukuplah bantu mereka dengan komputer saja. Lebih banyak lebih baik. Sebanyak-banyaknya. Dan terkoneksi dengan internet.
Saya tahu betul orang Batak suka tanya. Karena itu saya duluani saja bertanya: kenapa harus komputer? Jawabnya: komputer sangat dibutuhkan pada jaman sekarang dan nanti. Untuk bisa eksis di jaman ini apalagi jaman esok gereja, sekolah atau desa harus punya komputer. Dan celakanya itulah yang tak ada atau hampir tak ada di jemaat, sekolah dan desa Tapanuli atau Tanah Batak. Daripada asal bicara saja atau “holan hata” mari kita bantu mereka dengan sesuatu yang konkret.

Bagaimana cara membagi komputer itu agar tidak berkelahi? Bukankah di Tanah Batak ada banyak sekali gereja, sekolah dan desa dan semua sering sekali berkelahi karena urusan pembagian yang tidak adil? Gampang saja: undi saja. Hahaha.

Dari mana dananya? Ya, orang Batak kan langsung suka tanya-tanya soal uang. Tak apalah. Jawabnya: dari iuran (guguan) anggota. Ditambah sumbangan dan usaha. Namun intinya: iuran anggota. Organisasi yang bernama Serikat Ubi Jalar atau Sarikat Gadong Manginsir ini tidak boleh seperti parpol ecek-ecek yang mengharapkan dana APBN untuk menunjang operasinya. Atau seperti LSM yang kerjanya cuma menghiba-iba ke luar negeri sana. Tidak. Sarikat Gadong Manginsir harus menjadi organisasi sejati, yang kelak akan dicatat dalam sejarah lokal dan nasional sebagai salah satu kontributor moderen civil society di Indonesia. Ah alangkah hebatnya.

Setiap anggota SGM karena itu harus dikenakan uang pangkal, iuran dan sumbangan. Untuk menguji keseriusan saya mengusulkan uang pangkal masuk menjadi anggota SGM Rp 500.000. Iuran Rp 100.000/ bulan atau Rp 1.200.000 per tahun. Tidak ada salah ketik di sana. Itu artinya jika SGM punya anggota seribu orang, organisasi ini sudah punya dana dari uang pangkal Rp 500 juta dan dari iuran anggota Rp 1.2 milyard per tahun. Dana itulah yang dipakai untuk membeli komputer untuk disumbangkan. Pengurus tidak boleh menerima gaji dan diatur tidak boleh menerima tiket atau voucher hotel dll dari perusahaan komputer yang menang tender.

Sebagai perhimpunan, tentu Sarikat Gadong Manginsir harus punya AD dan ART. Saya sedang mencoba menyusun draftnya. Nanti kita akan minta masukan dari ahli hukum dan notaris. Saya sendiri tidak ingin menjadi Ketua. Cukuplah saya menjadi anggota saja, atau kalau perlu menjadi penasehat, untuk mengatakan bahwa ini bukan organisasi pendeta apalagi gereja, tetapi perhimpunan orang-orang baik dan sederhana berdasar iman dan kasihnya.

Banyak hal hendak saya tuliskan. Namun sementara itulah dulu. Saya mengajak kawan-kawan untuk bersama-sama mewujudkan perhimpunan ini. Mungkin inilah salah satu sumbangan kita bagi Tanah Batak dan Indonesia tercinta. Saya tunggu komentarnya. Bagi kawan-kawan yang ingin berbakti kepada kampung halaman melalui suatu organisasi sosial moderen yang akuntabel, transparan dan terpercaya mari kita wujudkan Sarikat Gadong Manginsir ini.

Horas!

Pdt Daniel T.A. Harahap

ubi-jalar-3.jpg

Share on Facebook

61 Responses to Sarikat Gadong Manginsir

  1. Mula Harahap on October 22, 2008 at 5:50 pm

    Inilah yang disebut dengan gerakan “civil society”. Tapi menanamkan kesadaran dan percaya diri kepada kepada orang banyak dan biasa-biasa bahwa mereka bisa melakukan sesuatu yang berarti (bukan hanya mengharap bantuan “tauke” di DN/LN) adalah sebuah urusan yang membutuhkan ketekunan dan perjuangan luarbiasa.

    Kyai Haji Ahmad Dahlan sudah melakukannya dengan Muhamadiyah-nya. Barangkali baik juga kalau kita belajar dari mereka.

  2. Andra & my Backbone on October 22, 2008 at 5:53 pm

    saya mau ikut.

    Daniel Harahap:
    Terima kasih Andra. Jika organisasi rakyat bernama Sarikat Gadong Manginsir ini berdiri nama Anda tercata sejarah di daftar anggota no 2. :-)

  3. rumanav on October 22, 2008 at 6:25 pm

    Sy ikut iyurannya aja.

    Daniel Harahap:
    Maaf iuran hanya untuk anggota saja. Untuk yang bukan anggota hanya boleh memberi sumbangan tidak mengikat. Terima kasih atas sumbangannya. :-)

  4. Hermin on October 22, 2008 at 7:02 pm

    Saya mau daftar .

    Daniel Harahap:
    Puji Tuhan. Jika organisasi ini jadi, ito Hermin Siagian anggota nomor urut 3. :-) Saya masih mencari-cari contoh AD/ART perhimpunan (LP3ES, Carolus, Boromeus, PBHI, Muhamadiyah dll) sebagai bandingan. Sementara kita godok disini dulu, nanti kalau sudah setengah matang, kita rencanakan pertemuan di darat untuk meresmikan organisasinya dan melakukan berbagai aspek legal lainnya.

  5. Easther Agung on October 22, 2008 at 7:59 pm

    berawal dari tanah batak,menjalar ke seluruh penjuru negri…impian yang ‘tidak mustahil’ untuk diwujudkan oleh kita bersama..izinkanlah saya mengajukan diri untuk boleh ikut ambil bagian dalam perhimpunan ini amang..

    Daniel Harahap:
    Oh Tuhan maha baik. Easther Agung kelak jadi anggota nomor 4. :-) Saya makin optimis serikat rakyat ini berdiri. Belum 24 jam sudah 4(empat) orang mengajukan diri jadi anggota. Dari uang pangkal dan iuran 4(empat) anggota saja sudah bisa terbeli dua komputer.

  6. Joice.butarbutar on October 22, 2008 at 10:29 pm

    I’m In..

    Daniel Harahap:
    Mujizat telah terjadi di tangan Tuhan. Saya memposting gagasan Serikat Ubi Jalar ini tadi sekitar pukul 16.00. Sekarang pukul 20.30. Sudah ada lima orang yang menyatakan diri ikut. Berarti sudah tiga komputer dapat disumbangkan ke Tanah Batak. Mulialah nama Tuhan, cukuplah bagi kita damai dan sejahtera saja.

    Catatan: Joyce Butarbutar kelak anggota SGM (Sarikat Gadong Manginsir) nomor 5. :-)

  7. Joice.butarbutar on October 22, 2008 at 10:34 pm

    Putri putri saya ikutan juga katanya..
    Josephine dan Jessica Lumbantoruan. Ide yang bagus, mudah mudahan ada yang mau jadi pengurus yang benar2 tulus, agar semuanya mulus dan mencapai sasaran demi kemajuan bangsa kita..Indonesia (batak khususnya).

    Daniel Harahap:
    Josephine anggota urutan nomor 6 dan Jessica L Toruan anggota urutan 7. :-)
    Tentang pengurus nanti kita godok di darat. Pokoknya kita harus menjadikan kejujuran dan ketulusan sebagai nilai dan prinsip yang dianut oleh semua anggota dan pengurus anggota serikat ini. Saya percaya, apalagi jika bapaknya si Josephine dan Jessica membantu, kita akan bisa membuat Serikat Gadong Manginsir ini menjadi organisasi moderen yang benar-benar transparan, akuntabel dan dapat dipercaya. Walaupun nama organisasinya sangat ndeso atau huta-huta. :-)

  8. John Hutapea on October 22, 2008 at 11:20 pm

    Saya mau daftar .

    Daniel Harahap:
    Pak John Hutapea nanti anggota urutan no 8. :-)

  9. Daniel T.A. Harahap on October 23, 2008 at 7:06 am

    Saya sudah mencoba merumuskan visi dan misi organisasi Sarikat Gadong Manginsir ini:

    Visi: agar seluruh Tanah Batak penuh dengan komputer dan terkoneksi kepada internet.

    Misi: membantu gereja, sekolah dan desa di Tanah Batak memiliki komputer dan berkoneksi internet.

    Bagaimana? :-)

  10. elumban on October 23, 2008 at 7:15 am

    Ikut juga Amang.

    Daniel Harahap:
    Siiip ma kasih. Namun jika organisasi ini jadi nomor berapa ya? Oh ya, Pak Elumban anggota no: 9. :-)

    Saya sedang menyusun konsep AD/ART-nya terutama prinsip-pirinsipnya. Nanti kalau sudah jadi kita harus bertemu di darat. Sarikat Gadong Manginsir, walaupun namanya “kampungan”, tetapi harus menjadi organisasi moderen yang terdaftar di lembaran negara.

  11. elumban on October 23, 2008 at 7:32 am

    Gadong manginsir ke mana-mana utk berbuah.Daunnya yg hijau sangat enak dijadiin lalapan.Gadong berkembang dgn “andor”nya,tidak perlu pupuk khusus utk bertanam gadong ini, ibarat didiamin begitu saja Gadong pasti tumbuh dan berbuah.
    Penyediaan komputer bolehlah menjadi salah satu buah dr SGM, sedangka visinya barangkali bisa dikoreksi: “Gadong di manapun pasti tumbuh dan berbuah”

  12. JP Manalu on October 23, 2008 at 7:32 am

    Ide yang sederhana tapi dapat diterapkan, dan jika ini bisa berhasil saya yakin SGM ini bisa dijadikan sebagai role-model untuk pembentukan organisasi sejenis. Jika SGM ini berhasil, hemat saya inilah salah satu wujud nyata penciptaan masyarakat “Madani” ala rumamet-met. Teruskan amang. Untuk penggemar setia rumametmet, mari kita dukung gagasan sederhana ini. Cuma satu hal yang barangkali perlu kita perhatikan bersama, menurut pengamatan saya ada 2 kecenderungan di sebagian kalangan kita yang bisa menjadi faktor penghambat untuk berjalannya SGM ini, yakni:

    1. Di awal pembentukan segalanya bisa “indah” (ada pameo Batak : (maaf) mohop-mohop te ni manuk) tetapi dalam hal “menguri-uri” (merawat dan atau meneruskan secara telaten) tidak sebaik orang Jawa (misalnya). Hal tersebut saya amati dari bagaimana cara HKBP di Solo dan salah satu Gereja Kristen Jawa (GKJ) di Solo mencukupi kebutuhan pembangunan dan biaya operasional gereja. Di HKBP melalui pesta pembangunan (dengan pengerahan segala energi; biasanya sekali setahun), sedangkan GKJ melakukannya dengan sangat “cool” yakni melalui program “jimpitan” (setiap hari, setiap keluarga menyisihkan sebagian uang dan disimpan dalam sebuah celengan, kemudian “majelis” menjemput celengan tersebut sambil melakukan kunjungan pastoral). Dan mereka melakukan hal tersebut secara berkesinambungan, tidak hanya semangat di awal saja.

    2. Ada juga kecenderungan dari sebagian kita orang Batak, ketika uang tersebut masih dalam “hayalan” kita masih bisa “sepaham” tapi begitu uang tersebut sudah “nyata”, mulai-lah muncul suara-suara yang menyimpang dari ide awal (ego-nya mulai kentara). Tetapi saya yakin dengan banyak memperbandingkan dengan lembaga-lembaga sejenis seperti ditulis amang Pdt. DTA di atas, “hamaolon” tersebut dapat kita atasi bersama.

    Demikian dulu amang pendapat saya, dengan ini saya ikut mendaftarkan diri di SGM tersebut.

    Daniel Harahap:
    Saya mulai dari yang terakhir. Amang St JP Manalu berarti nanti anggota nomor urut 10 :-)

    Saya membayangkan Sarikat Gadong Manginsir organisasi sederhana, persis seperti namanya. Tujuannya hanya terbatas dan pendek saja: menyumbang komputer dan koneksi internet untuk gereja, sekolah dan desa di Tanah Batak. Tentu jika semua gereja, sekolah dan desa di Tanah Batak sudah memiliki komputer dan koneksi internet organisasi ini harus bubar. (nanti kita bentuk lagi yang lain). Berhubung tujuan organisasi hanya satu, yaitu membantu komputer, dan sumber dana organisasi hanya satu yaitu uang pangkal dan iuran anggota serta sumbangan (menurut saya organisasi ini tidak boleh buka usaha) maka kita harus membuat di aturan bahwa anggota yang tidak membayar iuran sekian lama harus rela keluar dari organisasi ini. Sebab tujuan organisasi ini memang hanya sederhana: menghimpun orang yang mau dan mampu membantu Tanah Batak dengan komputer. Menjawab apa yang Amang Manalu katakan, tentu saat mendaftar uang pangkal harus diserahkan juga iuran tahunan (boleh dicicil). Uang pangkalnya Rp 500.000 dan iurannya Rp 100.000 per bulan.

    Saya sadar semua ini butuh perjuangan dan ketekunan, terutama doa. Namun sebuah perjalanan besar tetap dimulai dengan satu langkah kecil. Suatu bangunan tetap diawali dengan peletakan batu pertama. :-)

  13. Joice.butarbutar on October 23, 2008 at 8:21 am

    Oh gitu ya..Pak Pendeta, nanti saya sampaikan ke Bapaknya si Josephine dan Jessica. Mudah2an anggota nya makin bertambah ya..memang hal2 seperti ini yang selalu kami rindukan ada di jemaat kita (bangsa ini)..peningkatan kualitas hidup, kualitas berpikir. Masalah nama..justru menurut saya unik dan sangat bagus..maklum keluarga kami pecinta ubi jalar, termasuk peliharaan kami mereka “ubitarian.” (kepentingan pribadi lagi nih..) menurut suami, itu yang membuat otak kita pintar..he.he.. (perlu diteliti juga kayaknya). Kemarin pas lihat gambarnya saja saya sudah tertarik untuk membacanya, maklum memang 2 hari sekali kami merebus gadong ini..jadi sangat familiar..

  14. Daniel T.A. Harahap on October 23, 2008 at 8:30 am

    Daftar Urut Calon Anggota Sarikat Gadong Manginsir:
    (1) Pdt Daniel T.A. Harahap
    (2) Anwar Chandra (Andra)
    (3) Hermin Siagian
    (4) Easther Agung
    (5) Joice Butarbutar
    (6) Josephine Lumbantoruan
    (7) Jessica Lumbantoruan
    (8) John Hutapea
    (9) Elumban
    (10) St JP Manalu
    (11) Togar Hasibuan
    (12) Indra Siallagan
    (13) ……

  15. indra siallagan on October 23, 2008 at 8:44 am

    saya pasti ikut Amang!

    Daniel Harahap:
    Wah tambah lagi. Belum 24 jam sudah 12 orang yang daftar. Semoga segera kita wujudkan dengan berkongkres di darat. :-)
    Lae Indra Siallagan bakal anggota nomor urut 12. :-)

  16. mey moyna h purba on October 23, 2008 at 8:54 am

    bagaimana cara nya memberikan sumbangan amang,kalau orang nya ada di sumatera: pematang siantar city man!!!!!

    Daniel Harahap:
    Bayangan saya organisasi ini berkedudukan di Jakarta. Namun tentu saja anggotanya tidak harus di Jakarta. Ini jaman moderen. Nanti kita atur di Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga tentang rapat anggota online dll. Jika organisasi sudah berbadan hukum maka tentu saja sudah dapat membuka rekening bank a.n. Sarikat Gadong Manginsir (bukan a.n. pribadi pengurus atau penggagas). Silahkan transfer saja sebanyak-banyaknya sumbangan kelak. :-)

    Alai ambal ni hata, mey moyna tidak mendaftar jadi anggota? Atau hanya ingin menjadi donatur saja?

  17. barita hutabarat on October 23, 2008 at 8:54 am

    Saya mau jadi anggota!

    Maaf, saya mau koreksi (blm tentu benar): Kalau terjemahan bahasa Indonesianya adalah “Ubi Jalar” berarti bahasa Bataknya adalah “Gadong Jirir” bukan “manginsir”. Apalah arti sebuah nama, tetapi kalau ada yang lebih tepat, kenapa tidak? Terimakasih.

    Daniel Harahap:
    Secara formal memang disebut Gadong (Man)Jirir, namun dalam bahasa sehari-hari lebih sering disebut Gadong Manginsir. :-) Artinya sama saja. Manginsir = manjirir = merambat. :-)

    Okelah Lae Barita Hutabarat kelak nomor urut anggota 13. Saut do hape hutanta markomputer dohot mar-internet bah! :-)

  18. Theresia Hutasoit on October 23, 2008 at 9:13 am

    Ikut amang, tp terdaftar a.n suami sj… :-)

    Daniel Harahap:
    Praise the Lord! St Todung R Siagian nomor urut 14. :-)

  19. Gerda Silalahi on October 23, 2008 at 9:18 am

    count me in. boleh gak minta nomor jadi. hehehe, udah kaya daftar caleg yah?
    serius aku ikutan bang. hidup SeGaMa (serikat gadong manginsir). kalo SGM disangka susu balita ntar :)

    Daniel Harahap:
    Gerda Silalahi nomor urut 15. :-) SGM, SeGaMa, atau apalah, atau sebut saja Serikat Gadong. :-)

  20. lisma natalia on October 23, 2008 at 10:43 am

    aku juga harus ikut mendukung kemajuan tanah batak..
    jadi saya anggota no berapa ya??
    harus segera kita realisasikan

    Daniel Harahap:
    Lisma kelak anggota nomor urut 16 :-)

  21. anju gultom on October 23, 2008 at 11:44 am

    ikut Amang

    Daniel Harahap:
    Oke thx. Anju Gultom nomor urut 17. :-)

  22. Rina Anggreani Sinambela on October 23, 2008 at 11:56 am

    Rina daftar ya, Amang.
    Semoga Misi: membantu gereja, sekolah dan desa di Tanah Batak memiliki komputer dan berkoneksi internet terwujud. Terbayang….

    Daniel Harahap:
    Rina Angreani Sinambela bakal anggota no 18. :-)

    Mari bermimpi. Dan mimpi itu akan jadi kenyataan. Kurang dari 24 jam sudah ada 18 orang yang menyatakan diri ikut bergabung dalam “serikat ubi jalar” ini. Jika uang pangkal Rp 500.000 maka artinya begitu terbentuk organisasi ini sudah punya dana Rp 9 juta hanya dari uang pangkal. Iuran atau guguan Rp 100.000 per bulan, atau Rp 1,8 juta. Artinya: jika hari ini organisasi terbentuk minimal sudah dua komputer langsung bisa disumbangkan ke Tapanuli tanpa banyak omong. :-)

    Saya bayangkan nanti ada semacam panitia nominasi untuk menentukan sejumlah lembaga (gereja, sekolah, desa) yang sangat membutuhkan komputer dan koneksi internet di kampung. Lantas berhubung kemampuan serikat terbatas, penentuan dipilih dengan dengan sistem undian. Adil kan? :-)

  23. Rina Anggreani Sinambela on October 23, 2008 at 12:12 pm

    Semoga jika sudah terwujud, yang menerima dapat memanfaatkannya dengan maksimal dan Tano Batak bisa melek komputer :) )

  24. Abdi Dharma Ginting Suka on October 23, 2008 at 12:31 pm

    Ini hanya penyediaan komputer atau termasuk internet bang? kalau ada internetnya mahal kali untuk kecamatan karena tidak terjangkau sama kabel. Jadi harus pakai satelit. Biaya Internet dengan memakai pemancar ke satelit (VSAT) bisa kena Rp 4 juta s.d Rp 5 juta per bulan. Belum ongkos pasangnya yang bisa Rp 10 juta per lokasi. Itupun maksimal hanya untuk 5 PC. Kalau lebih dari situ jumlah PC nya, bisa lelet internetnya. Mengamuk pula pemakainya nanti he..he..

    Daniel Harahap:
    Sebaiknya membantu komputer termasuk koneksi internet. Ya pakai koneksi internet pra-bayar yang biasa-biasa sajalah seperti telkomsel, indosat, pro xl dan lain-lain yang sinyalnya sudah masuk ke kampung2. Nantilah dipikirkan dan diatur. Yang penting idenya disepakati dulu: memasukkan sebanyak-banyaknya komputer dan koneksi internet ke kampung-kampung kita. :-)

  25. ruly on October 23, 2008 at 1:09 pm

    saya ikut amang..
    cm saya kepikiran bbrp hal dr segi teknis ;
    pertama koneksi internet di bonapasogit di tempat yg perlu dijangkau mgkn belum ada.. klu nyumbangnya ke gereja or sekolah yg ada di kota kecamatan, mgkn mereka bs beli sendiri :D

    pengadaan komputer SGM termasuk printer, modem dan biaya koneksi bbrp bulan, jd teman2 yg di bonapasogit dpt melihat dan merasakan sendiri manfaatnya. mungkin biaya ini bs dipress dari pengadaan hardware komputer yg standar dulu.

    komputernya jg pakai free and open software, jgn bajakan.. ntar SGM dikejar2 m$, lagian pasti lebih murah.. (inang2 mode on) :D

    mengenai SDM yg ngajarin dan siapa yg benerin komputer klu rusak, yah pasti bisa diajarin, bisa disertakan buku panduan pengenalan komputer, sistem operasi, program2, troubleshooting sederhana dan antivirus (lagian ga mungkinlah dpt macem2 virus klu ga browsing kemane2 huehehe). dibuat soft file standard utk seluruh komputer dan diprint juga kyk modul, dibuat oleh SGM sendiri, pst bnyk temen2 trmsk saya yg bersedia ngebantuin buatnya amang.

    Daniel Harahap:
    Ruly Sihombing nanti nomor anggota 19. :-) Soal teknis nanti dibicarakan, saya pikir teman-teman bisa mengaturnya dengan baik termasuk pembuatan panduan singkat (bahasa batak?). Kita juga bisa mengajak kawan-kawan di PI Del Laguboti bekerjasama. Jangan bayangkan kecamatan di Tapanuli dengan di jawa. Banyak sekali gereja dan sekolah di kecamatan di sana tak punya komputer.

  26. Bang Poltak on October 23, 2008 at 1:20 pm

    Saya dengan senang hati bergabung di SGM. Senang rasanya ada yg peduli dengan adik2 di Tanah Batak agar terbuka terhadap ICT.

    Daniel Harahap:
    Puji Tuhan. Nanti Bang Poltak nomor urut anggotanya no : 20. :-)

  27. Abdi Dharma Ginting Suka on October 23, 2008 at 1:40 pm

    Cocok kali itu bang. Di Tana Toraja (Tator) ini sudah jalan. Tapi masih sebatas untuk sekolah-sekolah. Itupun masih di Rantepao. Kalau didistribusikan internet ke kampung agak susah karena banyak bukit-bukit yang menghalangi. Selain itu di Rantepao yang ada hanya sinyal GSM (khusus voice) jadi belum bisa pakai internet pra bayar. Sinyal CDMA, GPRS dan 3G belum masuk kesana (Mudah-mudahan di Kampung kita sudah masuk).

    Mula-mula para penggagas ini buat Seminar Pengembangan Internet untuk Pendidikan di Tator. Dikumpulkannya dulu petinggi-petinggi asal Tator yang menjabat di perusahaan penyedia Internet. Baru keluarlah berbagai kesepakatan. Sekarang sudah jalan di Rantepao.

    Daniel Harahap:
    Kalau sudah urusan yang rumit-rumit ini jangan kasi ke “pendeta gadong” kayak aku. :-) Kita serahkan saja kepada ahlinya. Pokoknya kita mau Tanah Batak penuh dengan komputer dan semua terkoneksi ke internet. Bagaimana caranya terserahlah.

  28. Bang Poltak on October 23, 2008 at 2:20 pm

    @Abdi Dharma: Tenang aja bang. Kan masih ada VSAT.. :-)

  29. Royn J.K. Sinaga on October 23, 2008 at 2:54 pm

    Aku ikut amang mendaftar amang,
    Mohon Infonya kalo SGM ini sudah jadi di bentuk

    Daniel Harahap:
    Wah Tuhan terus mengirimkan orang-orangNya untuk bergabung kerja keras menghujani Tanah Batak dengan komputer. Terima kasih. Roy JK Sinaga bakal anggota nomor urut 21. :-)

  30. Rudi Juan Sipahutar on October 23, 2008 at 5:02 pm

    Walaupun saya belum punya pendapatan tetap, tetapi perkenankanlah saya ikut mendaftar dengan anggota nomor urut 33 ya Bang DTA. Saya yakin pasti nomor sebelum saya akan terisi penuh. Sungguh!

    Daniel Harahap:
    Maaf, nomor urut tidak bisa dipesan. Rudi Juan Sipahutar nomor urut 22. :-) (mirip-mirip kan?) :-)

  31. Saurdot on October 23, 2008 at 5:03 pm

    Saya ikut jadi Anggota. Kapan mulai bayar-bayarannya? Kemana dikirim iurannya setiap bulan?

    Daniel Harahap:
    Thx. Lae Saurdot nomor urut 23. Soal bayaran dulu. :-) Organisasinya mesti dibentuk dulu secara legal. Pokoknya nanti kita buat sistem keuangannya rapih, transarapan dan akuntabel serta bisa diakses setiap saat.

  32. daniel simanjuntak on October 23, 2008 at 5:48 pm

    karena saya masih mahasiswa, miskin pulak, maka saat ini cuma bisa bantu2 dikit saja dn bukan sebagai calon anggota :)

    Dahulu kami pernah membahas pembentukan perkumpulan berbadan hukum (dasar hukum: staatblaad 1870:64 tahun 1870 dan Pasal 1653-1665 Kitab undang-undang hukum perdata).

    syarat-syaratnya:

    Syarat substansial:
    - Didirikan oleh beberapa orang.
    - Mempunyai anggota.
    - Kekayaan awal dipisahkan dari kekayaan pendiri.
    - Kekayaan awal tidak ditentukan.

    Syarat formal :
    - Salinan akta Notaris bermeterai 1 eksemplar.
    - permohonan pengesahan pendirian perkumpulan ini diajukan ke Menkumham cq dirjen AHU.
    - Foto copy Surat Keterangan Domisili Perkumpulan dari Lurah/Kepala Desa.
    - NPWP atas nama Perkumpulan.
    - Bukti pembayaran PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak)
    - Bukti pembayaran pengumuman dalam Tambahan Berita Negara dari Percetakan Negara Republik Indonesia.

    jika draft AD/ART sudah ada mungkin bisa di lempar di forum ini dahulu dan kita bisa sama-sama menajamkannya sebelum di bawa ke “meja hijau” :)


    Daniel Harahap:
    Dalam AD & ART biasanya ada anggota kehormatan, yaitu mereka yang dianggap sangat berjasa kepada organisasi. Bukan hanya dalam soal uang. :-) Terima kasih atas masukannya. Kalau boleh bantulah dengan mengirimkan contoh AD dan ART perhimpunan. Saya terutama ingin sekali mempelajari bagaimana caranya agar tujuan organisasi tidak mudah ditelikung atau dibelokkan oleh para oportunis kelak sehingga mengecewakan anggota2 yang berhati tulus menyumbang. :-)

  33. daniel simanjuntak on October 23, 2008 at 6:38 pm

    say gak pegang bang,,cuma tadi saya minta contoh sama teman dari jakarta. dia bilang dia akan kirim tapi mungkin baru sabtu ini. nanti akan saya kirim begitu sampai. ini hanya untuk contoh saja. sebenarnya kalau kita ke notaris, notaris sudah punya lengkap draftnya, nanti para pendiri tinggal mengisi sesuai keinginan pendiri saja dan kemudian mengeceknya sebelum di finalisasi.

  34. Pangaranto on October 24, 2008 at 5:23 am

    Horas..dengan sukacita, saya ikut mendaftar. Satu tujuan, tanpa susah2, berakar dari holong dan niat yang tulus…

    Daniel Harahap:
    Mauliate. Swandi Manurung nomor urut: 24. :-)

  35. Hedmon Tampubolon on October 24, 2008 at 11:58 am

    Visioner!
    Menurut saya cita2 amang sangat visioner, namun dalam komen saya ini ada beberapa hal yang perlu dicermati. Kita tdk boleh gegabah dalam menanggapi atau menyikapi suatu hal. Perlu dipertanyakan, apakah SDM nantinya yg akan mengoperasikan komputer, internet, pake modem dan yg terkait ke situ sudah siap utk menerima hal tsb. Saya bukan pesimis, tp kita jg harus real.

    Perlu disusun dg rapi siapa yg akan menerima “bantuan” SGM nantinya, sehingga tdk terjadi ketimpangan. Artinya dibuat kriteria yg akan menerima bantuan SGM dan tingkat prioritas. Mungkin lebih baik SGM memberi sumbangan yg “lebih diperlukan” misal memperbaiki gedung sekolah yg rusak, melengkapi alat peraga sekolah, mendirikan pustaka sekolah + bukunya dll.

    Kalau utk gereja, dibantu pembangunannya, beli bangku, toga para sintua, pengadaan inventaris yg diperlukan, kalau belum ada listrik-SGM beli mesin genset. Bukan saya bilang komputer tidak perlu, tp mungkin komputer menyusul kalau semua udah ready. Gimana mau berinternet-listrik dan jaringan belum ada?
    Nah diatas tsb hanya berupa tukar pikiran dari saya, niat baik tetap didukung, tapi belum sebagai calon anggota.

    Daniel Harahap:
    Banyak sekali hal yang dibutuhkan. Banyak harapan dan keinginan. Namun kemampuan terbatas. Kita harus memilih. Sarikat Gadong Manginsir memilih satu bidang saja: menyumbang komputer. Bidang lain dikerjakan teman lain.

  36. Saurdot on October 24, 2008 at 12:33 pm

    Jangan SeGaMa. Takut jadinya, sega ma! SGM bagus, memang jadi seperti merek susu bayi. Susu untuk Tano Batak naung tarulangi. Anggiat maduma bangsoki.

  37. Parlindungan Hsb on October 25, 2008 at 11:31 am

    Saya memberanikan diri untuk ikut.

    Daniel Harahap:
    Amang Parlindungan Hasibuan nomor urut 25. :-)

  38. [...] yang kebetulan pendeta, melakukan terobosan dengan mendirikan sebuah serikat yang beliau sebut Sarikat Gadong Manginsir. Yang secara harafiah berarti, serikat ubi jalar. Oleh pak Pendeta, organisasi ini diniatkan untuk [...]

  39. A Napitupulu on October 27, 2008 at 11:45 am

    Saya jangan dilupakan ya…ikut daftar!

    Daniel Harahap:
    Anggiat Napitupulu nomor urut anggota : 26. :-)
    Kepada kawan-kawan sabar dulu ya. Kita akan cari waktu yang pas untuk ketemu di darat mengkonkretkannya.

  40. Hengki Tampubolon on October 27, 2008 at 7:58 pm

    Aku ikutan jadi anggota SGM ya Amang. Juga istriku Dewi Fiona Sirait dan ke 3 anakku Jeremy, Jordy dan Jason (Tri-J) Tampubolon. Tapi Amang, aku juga ada usul:
    1. Karena SGM ini mempunyai tujuan mulia, maka seharusnya didirikan untuk jangka waktu yang tidak terbatas, dan oleh karena itu, kita harus punya tujuan jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Maksudku begini, kalau memang tugas pertama yaitu membantu Gereja, sekolah dan desa di Tanah Batak memiliki komputer dan terkoneksi internet (aku sebut tujuan jangka pendek SGM) sudah bisa direalisasikan, mengapa SGM ini harus dibubarkan dan kalau kita punya tujuan lain harus membentuk sarikat-sarikat lainnya? Menurutku, itu tidak efisien dan efektif dan akan memakan biaya yang besar (minimal biaya pendirian dan pembubarannya) untuk pembentukan sarikat-sarikat sejenis lainnya (berdasarkan pengalamanku selama bergaul dengan Amang, aku yakin, setelah program ini terealisasi, pasti banyak lagi ide-ide segar yang akan Amang lontarkan, juga oleh para anggota SGM lainnya). Agar SGM ke depan dapat tetap fokus dan tidak seperti, maaf, PERTAMINA, TNI, dll (di masa Orba), maka aku sarankan perlu dibuat tujuan-tujuan tadi secara jelas beserta waktu pelaksanaannya. Aku berharap, SGM ke depan bisa menjadi lembaga semacam Muhamadiyah dll.
    2.Karena di awal tadi Amang mengatakan bahwa tujuan SGM adalah untuk membantu gereja, sekolah dan desa di Tanah Batak, maka saranku, “Membantu Gereja, sekolah dan desa di Tanah Batak” itulah yang menjadi visi SGM.
    3. Misi SGM: “Membantu Gereja, sekolah dan desa di Tanah Batak memiliki sarana dan prasarana yang mendukung pelayanannya”.

    Daniel Harahap:
    Wah wah, mantap, puji Tuhan, SGM langsung tambah 5(lima) orang bakal anggota:
    Hengki Tampubolon : nomor urut 27
    Dewi Fiona Sirait L nomor urut 28
    Jeremy Tampubolon: nomor urut 29
    Jordy Tampubolon : nomor urut 30
    Jason Tampubolon : nomor urut 31
    Saya setuju saja. Pokoknya tujuan dasar tidak berubah, juga filosofinya: memberi bantuan spesifik dan konkret. :-)

  41. Erpesim on October 28, 2008 at 2:06 pm

    Bravo! Jumlah anggota yang trus bertambah.Suatu bukti konkrit Amang DTA benar2 sdh jadi Ikon Gagasan dan pembaharuan di masyarakat Batak khususnya HKBP. Saya maunya langsung ikut aja, tp common sense saya bilang koq program ini sifatnya “aji mumpung”, “populis” serta “disorientasi”. Terutamanya gagasan ini muncul dari seorang Pendeta HKBP yang sedang naik daun, sangat talent dan piawai membawa suara Tuhan. Alai basa2 ni Tuhan doi Amang,ate?
    Jangan sampai kata orang muda Uji coba “MM”, Merendah untuk Meroket.

    Ada 3 aspek yang perlu dikaji ulang:
    1. Biaya opererasional Komputer & Internet, spt : pulsa, perawatan dll akan lebih dominan daripada sekedar pengadaan Komputer dan Jaringannya. Bgmn dgn kemampuan bayar? Bgmn dgn Pelatihan utk Basic knowledge?
    2. Web atau situs yang dikunjungi akan terbuka lebar seperti samudera luas. Menurut statistik mostly surfingnya di dunia berbahaya spt entertain& leissure. Dampak negatif “Culture shock”, sapa tanggung jawab?
    3.Personifikasi amang DTA dlm SGM akan sangat menonjol dan pasti everybody akan “apa2 DTA”. Pada saat Amang lepas (sesuai pribadi Amang yang suka merendah dan tidak mau tampil), mk oknum “sipanggaron” akan merejalela dan merusak. Lagian langkah ini pasti dianggap manuver politik/k ekuasaan oleh petinggi HKBP.

    Pujian teman2 terhadap Amang DTA sebenarnya sah2 saja dan itu faktual tp saya pikir Inti respek saya sebenar-benarnya adalah sebatas talenta dan potensi Amang DTA dalam metode pembahasan dan kedalaman Firman Tuhan yang menyegarkan dan membumi. Saya pikir sekarang ini apa yang Amang peroleh baru tahap buka pintu hati dan memperoleh respek Jemaat dan simpatisan. Istilah Pelayanan baru sebatas memulai Penginjilan belum Penggembalaan. Mudah2an saya salah dan ini cuma “pikiran cupat” saya aja.Tapi menurut saya, program ini buat Amang koq nggak manfaat malah bisa menghambat dan menjebak. Tidak mengurangi rasa hormat saya,sedikit sumbang saran agar Program ini tetap berjalan spy dapat dikemas dalam bentuk membangun dan “menjalankan” (ada aspek kontrol) Warung Internet Gratis.

    Daniel Harahap:
    Salah satu tuduhan kepada banyak pendeta di Jakarta adalah “mereka tidak perduli dengan Tapanuli”. Namun ketika ada pendeta mencoba “perduli dengan Tapanuli” dia dituduh “kurang kerjaan”, “bikin manuver politik”, “aji mumpung” dan “disorientasi”. Ah susah kali pun hidup ini. :-)

  42. Saurdot on October 28, 2008 at 3:14 pm

    Mauliate ma di hamu Amang Erpesim di pengantar ceritamuna i. Berilah pendapat tanpa menyenggol kesana kemari.
    “Saya mengenal diriku dengan baik”.
    1. Adalah orang yang tidak ingin merendahkan orang lain; dan punya prinsip menghargai setiap orang dengan pemikiran sendiri dalam keunikannya masing-masing; Marilah menghargai sesama! Apalagi sesama halak hita.
    2. Termasuk orang yang kritis terhadap suatu program dan sering menyusun suatu proposal di kantor untuk proyek; Jangan menganggap rendah orang lain!

  43. Gerda Silalahi on October 29, 2008 at 9:57 am

    terinspirasi dari lagu glenn friedly yang kujadikan judul cerpenku yang belum rampung itu :
    JADILAH JAWABAN, BUKAN HANYA UCAPAN alias UNANG HOLAN HATA

    Daniel Harahap:
    Tapi Gerda, sering aku berpikir pertanyaan lebih penting daripada jawaban. :-)

  44. Erpesim on October 29, 2008 at 12:41 pm

    Saya sangat yakin bahwa apa yang saya sampaikan mungkin tidak lazim dan bisa menimbulkan misinterpretasi.Tapi sy jg yakin Amang DTA adalah Orang yang bijak dan mampu membedakan isi dgn kulit.Jadi Amang Saurdot jangan terlalu sentimentillah.Saya salut dgn niat kepedulian Amang DTA dgn “Oh Tano Batak” dan yakin Ide spontanitas Amang DTA ini adalah murni karena Kasih Tuhan.

    Saya punya pengalaman yang sama (format berbeda) dan membuat evaluasi program2 pedesaan dalam kerangka “mencerdaskan kehidupan bangsa”. Kesimpulan saya sampai hari ini program2 tsb tidak pernah maksimal dan seperti main kembang api. Meriah sebentar dan habis itu senyap, selanjutnya bersih2. Saya salut dan kita harus akui bhw Pribadi sekelas amang DTA di masyarakat Batak khususnya di HKBP adalah langka.Blog ini sdh dan sedang menjadi berkat buat kita semua dan awal yang sangat baik untuk menghasilkan Halak Kristen Batak yang lebih diberkati . Dan untuk memaintance Blog ini spy tetap eksis dijamin tidaklah mudah belum lagi pelayanan Amang DTA sbg Pendeta Ressort dgn setumpuk program. Semoga Hidup Amang DTA tidak jadi susah tetapi sebaliknya Tetap diberkati Tuhan.

    Daniel Harahap:
    Hidup saya sejak kecil sudah susah Lae. Saya sudah pengalaman dengan kesusahan. Di tengah kesusahan sekalipun selalu ada dan banyak berkat tersembunyi :-) Tentang Sarikat Gadong Manginsir, justru untuk menghindarkan fenomena “kembang apilah” saya masih terus konsolidasi sebelum mengajak kawan2 yang sudah kommit untuk bertemu didarat mewujudkannya. Namun saya berani menjamin bahwa sebagian besar nama-nama yang setuju membentuk SGM itu sudah teruji komitmennya justru karena hatinya sangat tulus dan sederhana.

  45. JP Manalu on October 29, 2008 at 2:18 pm

    Untuk Amang (Inang?) Erpesim,
    Soal biaya koneksi dan dampak negatif keberadaan komputer semisal leisure dll, saya hingga saat ini masih yakin bahwa tahapan seleksi dan yang berkaitan dengan itu; dalam pembagian komputer itu “nantinya” tetap harus dijalankan. Artinya proses “undi” yang ditawarkan amang Pdt DTA berlaku bagi calon peserta yang sudah “layak” diberikan komputer. Soal biaya, dampak negatif dll (masih sangat banyak yang bisa kita kemukakan, kalau tujuan kita hanya untuk memperpanjang masalah), hemat saya, mengingat program ini digagas dari webnya seorang Pdt yang mencoba memberikan perhatian kepada orang-orang yang membutuhkannya dan didukung oleh sebagian orang yang pada umumnya memberikan perhatian kepada gereja, marilah kita coba yakini, bahwa gereja-gereja dan sekolah yang akan menerima komputer dimaksud sudah DEWASA, sehingga tentunya penggunaannya nantinya terutama untuk peningkatan pelayanan di gereja dan masyarakat pendidikan. Soal biaya misalnya, kita berpengharapan, dengan keberadaan komputer tersebut, akses keluar misal harga-harga komoditi pertanian diketahui oleh petani-petani kita di bona pasogit sana, sehingga mereka tidak hanya menjual komoditi pertaniannya tanpa dilengkapi dengan data atau informasi. Jika petani di sana memperoleh “benefit” langsung dari keberadaan komputer tersebut, saya masih yakin, mereka akan memberikan ucapan syukur ke gereja. Pengamatan saya, sebagian besar orang Kristen Batak masih mendahulukan pemberian ucapan syukur ke gereja jika dia memperoleh rezeki! Sekalipun gereja tidak “terlibat langsung” dalam proses perolehan rezeki dimaksud! Apalagi jika gereja terlibat langsung melalui informasi harga-harga sebagaimana saya misalkan di atas?.
    Mari kita dukung terus SGM melalui doa dan masukan-masukan untuk perbaikan tata kelola sarikat kelak.

  46. DSB on October 30, 2008 at 8:16 am

    Saya sangat mengerti manfaat internet. Walaupun waktu itu suami saya baru meninggal, dan anak saya yg paling tua, laki-laki, baru kelas 2 SMP dan saya termasuk keluarga yang pas2an, saya berusaha untuk mendapatkan sambungan internet di rumah.

    Walaupun waktu itu masih kelas 2 SMP, anak saya itu saya ajak berdiskusi tentang rencana saya untuk mengganti komputer lama dengan komputer yang lebih canggih dan mendapatkan line internet. Saya bicarakan hal itu beberapa kali selama kurang lebih 2 bulan sambil memberitahukannya tentang hal2 yang dapat dilihat melalui internet baik yg bermanfaat maupun yg mengganggu. Saya sering menasihatinya agar nanti internet digunakan hanya untuk hal2 yg positif (padahal internetnya belum ada waktu itu, hmm). Dia sangat senang walau belum percaya akan keseriusan saya. “Masa sih mampu?” pikirnya. Mungkin karena bosan dgn nasihat saya (baca: ketakutan saya), dia sampai bertutur “mom, nanti kita pasang salib deh di atas komputer, hehehe”.

    Akhirnya tibalah internet di rumah. Awalnya saya batasi waktunya cuma 1 jam per minggu (pake line telepon). Ternyata dia lebih cepat mahir, bahkan dia tahu siapa yang menang di F1 racing sebelum menonton di TV (soalnya siaran tunda). Ya, tahunya dari internet.

    Selesai SMP, dia mencoba SMA di Magelang, sementara kami di Sumatera. Ketika baru tiba di rumah dari tes di Magelang, dia langsung online dan berteriak bahwa dia lulus tes (SMA tsb sangat maju dibanding yang lain). “Luar biasa” saya pikir. Setelah tamat SMA, dia kuliah di Yogyakarta dan sekarang sedang menunggu diwisuda.

    Saya senang saya punya kesempatan waktu itu menasihatinya tentang penggunaan internet sebelum kami mendapat sambungan. Memang saya tidak menjamin bahwa dia tidak pernah membuka situs yang “macam2″. Tapi saya berhasil (?) menanamkan tanggung jawab padanya dan ketangguhan mental. Hal itu tertanam di dalam pikirannya, terbukti dia tangguh dan bertanggung jawab menyelesaikan studinya dengan nilai yang sangat baik.

    Mental pengguna harus dipersiapkan. Pengkajian pada aspek nomor 2 yang disampaikan oleh sdr Erpesim perlu dipikirkan. Mungkin di sinilah Pak DTA harus lebih banyak berperan. Saya yakin Pak DTA telah memikirkannya, yaitu mempersiapkan mental halak hita dalam menggunakan internet. Tidak banyak orang yang bermental tangguh, apalagi di huta (?). Tidak ada pula jaminan bahwa mereka tidak akan membuka situs2 “berbahaya”, tapi paling tidak mereka telah dipersiapkan.

    Daniel Harahap:
    Emangnya di kota banyak orang bermental tangguh? :-) Kenapa mereka dianggap aman-aman saja bermain internet? Menurut saya dengan membangun kesadaran, kewaspadaan dan kekebalan media tidak ada hal yang terlalu ditakutkan. Memakai bahasa lain: internet lebih banyak manfaatnya dari mudaratnya (juga di kampung). :-)

  47. MM timbo on October 30, 2008 at 9:23 am

    bravo DSB,
    bahkan mental pengguna untuk “mengetahui manfaatnya dari mudaratnya” perlu dipersiapkan. Mentang-mentang gratisan ntar gak dirawat (fisik nya) kan sayang.. kalo line internetnya dipakai buka situs2 “berbahaya” ya biarin ajalah… saya lagi tunggu nomer cantik amang **lagi pikir-pikir**

    Daniel Harahap:
    Saya percaya pada dasarnya semua orang (termasuk diri saya) adalah orang baik dan bertanggungjawab, dan akan semakin baik jika diberi kesempatan dan semakin bertanggungjawab jika diberi kebebasan dan kepercayaan. Kenapa belum apa-apa sudah takut orang kampung akan lihat situs “berbahaya”? Jika yang dimaksud situs berbahaya adalah situs porno, ah paling2 cuma seminggu dua minggu melihatnya karena penasaran, lama-lama kan bosan juga. :-)

  48. Friska on November 5, 2008 at 2:11 pm

    Amang, saya ikut daftar dalam program ini ya! kalo boleh nanya, program ini resmi dimulainya kapan? (pembayaran uang pangkal nya kapan?) biar tau mempersiapkan :-)

    Daniel Harahap:
    Sedang digodok. Nanti setelah pertemuan pasti ada undangan. :-)

  49. Andra & my Backbone on November 12, 2008 at 1:11 pm

    Amang pendeta, alangkah baik bila diberikan shortcut untuk tulisan ini. Sehingga bila calon anggota ingin memeriksa perkembangannya, tidak usah sibuk mencari-cari.

  50. Saurdot on November 13, 2008 at 2:47 pm

    Perlu diangkat lagi topik ini. Jangan sampai terlupa akibat tenggelam oleh artikel-artikel yang terus-menerus masuk. Saya sendiri hampir lupa!

    Daniel Harahap:
    Saya tidak lupa. Menunggu musim hujan selesai eh minggu-minggu partangiangan. Tenang saja Lae, saya percaya komitmen kawan2 tidak pudar. :-)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*