Tuhan dekat

October 25, 2008
By Daniel T.A. Harahap

Almanak Sabtu 25 Oktober 2008:

TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepadaNya, pada setiap orang yang berseru kepadaNya dalam kesetiaan (Mazmur 145:18)

Alkitab tidak mau mengajak kita pusing-pusing dengan penjelasan panjang-lebar dimana persisnya sorga itu dan Tuhan Allah berada sesungguhnya. Alkitab juga tidak mau mengajak kitapusing dengan penjelasan teoritis spekulatif tentang apa dan bagaimana hakikat Allah yang tidak kelihatan dan tak terjangkau itu. Alkitab hanya mengajak kita percaya dengan sederhana dan mengalam kehadiranNyai: Tuhan Allah selalu ada dalam kehidupan kita. Dia dekat kepada semua orang yang berseru kepadaNya.

Orang yang lapar membutuhkan makanan dan bukan teori tentang makanan. Orang yang haus butuh minuman segar dan bukan penjelasan rumit tentang unsur-unsur yang membentuk air. Orang yang kesakitan ingin disembuhkan. Begitu jugalah orang yang membutuhkan kehadiran Tuhan segera menolong tidak mementingkan uraian panjang-lebar tentang apa dan siapa Allah itu dan bagaimana eksistensiNya. Alkitab menjawab kebutuhan dan kerinduan kita kepada Tuhan justru dengan pernyataan sederhana: Tuhan dekat. Jumpailah dan sapalah Dia. Mintalah kepadaNya. Bergantunglah kepadaNya.

Bagi kita yang sedang memiliki pergumulan berat, kerinduan dan penantian yang sangat kuat, dan mengalami masalah yang banyak renungan hari ini sungguh menghibur dan meneguhkan hati. Tuhan dekat kepada kita semua yang berseru kepadaNya. Dia mendengar kita dan melihat kita sebab Dia tak pernah jauh dari kita, apalagi meninggalkan kita sendirian. Sebab itu mari kita kuatkan hati kita dan kembali bangkit. Dia ada dan bersama kita sekarang juga.

Doa:

Ya Allah, kepadaMulah kami berseru, jawablah kami. Lihatlah dan dengarkanlah pergumulan bathin kami. Jawablah penantian, kerinduan dan keinginan kami yang terdalam. Balutlah luka-luka di hati kami. Ya Allah, Engkau Penolong yang setia. KepadaMulah kami menyerah. Dalam Engkau kami hidup dan bersukacita. AMIN.

Pdt Daniel Taruli Asi Harahap

Kembali ke halaman depan:

Share on Facebook

8 Responses to Tuhan dekat

  1. jonathan on October 25, 2008 at 7:40 am

    Saya ingin tahu bagaimana mengasihi Tuhan Allah dengan segenap jiwa,segenap pikiran dan segenap akal budi, atau dengan kata lain contoh tindakan seseorang yang tergolong mengasihi Tuhan dengan segenap jiwa,segenap pikiran dan segenap akal budi.

  2. DSB on October 25, 2008 at 7:43 am

    Mampukan aku untuk melihat dan merasakan keberadaan dan kedekatanMu ya Tuhan. AMIN.

  3. John Hutapea on October 25, 2008 at 9:55 am

    “Orang yang lapar membutuhkan makanan dan bukan teori tentang makanan. Orang yang haus butuh minuman segar dan bukan penjelasan rumit tentang unsur-unsur yang membentuk air. Orang yang kesakitan ingin disembuhkan. Begitu jugalah orang yang membutuhkan kehadiran Tuhan segera menolong tidak mementingkan uraian panjang-lebar tentang apa dan siapa Allah itu dan bagaimana eksistensiNya. Alkitab menjawab kebutuhan dan kerinduan kita kepada Tuhan justru dengan pernyataan sederhana,Tuhan Dekat.”

    Uraian amang DTA diatas artinya Langsung melakukan hal yang Kongkrit dengan yang kita butuhkan (dibutuhkan seseorang) bukan Teori Apalagi Hipotesa, :)

  4. ARIF SIPAYUNG on October 25, 2008 at 10:26 am

    Mauliate Amang, Pencerahan hari ini menguatkan aku.
    “Orang yang lapar membutuhkan makanan dan bukan teori tentang makanan”
    “Setiap hari aku selalu membaca almanak di rumametmet Amang dan selalu mencerahkan”

  5. Rina Anggreani Sinambela on October 25, 2008 at 11:46 am

    Renungan yg men glhibur, Amang.

  6. Rina Anggreani Sinambela on October 25, 2008 at 11:47 am

    Renungan yg men menghibur, Amang.

  7. Agus Panggabean on October 26, 2008 at 4:13 pm

    Saya meragukan kedekatan Tuhan pada yang berseru padaNYA.

    Karena doa-doa orang Barat di tahun 1970-an tidak dijawab oleh Tuhan, mereka kecewa. Akhirnya mereka tinggalkan gerejanya masing-masing. Ada yang menjadi sekuler/ateis, ada yang menjadi muslim, ada yang menjadi buddhist, dll.

    Daniel Harahap:
    Apakah mereka memang benar-benar berdoa? :-)

  8. Saurdot on October 27, 2008 at 1:08 pm

    Terima kasih TUHAN. Engkau ternyata hanya sejauh doa!

    Daniel Harahap:
    Jauh atau dekat?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*