Sarikat Gadong Manginsir (Pertanyaan 2)

October 23, 2008
By Daniel T.A. Harahap

ubi-jalar-2.jpg

Tanya:
Biaya operasional diambil dari mana dananya? (Riris, milis HKBP)

Jawab:

Daniel Harahap:
Pertanyaan bagus. :-) Saya membayangkan tidak dari uang pangkal dan iuran (guguan) tetapi dari sumbangan lain. Uang pangkal dan iuran murni digunakan untuk menyumbang komputer ke Tanah Batak. Selain itu dengan bantuan kawan2 saya pikir bisa disusun suatu organisasi yang benar-benar ramping dan hemat (termasuk klausul rapat pengambilan keputusan secara online) sehingga biaya operasional dapat ditekan. Terakhir: pengurus diatur tidak menerima gaji atau honor. Yang menerima gaji atau honor hanyalah pegawai.

Share on Facebook

5 Responses to Sarikat Gadong Manginsir (Pertanyaan 2)

  1. lisma natalia on October 23, 2008 at 10:35 am

    setuju amang…
    mari kita majukan masyarakat di Indonesia ini khususnya orang Batak…
    jadi kapan kita mulai amang??

    Daniel Harahap:
    Lisma Natalia no 16. Tapi, sabar sedikit lagi ya. Konsep AD/ARTnya sedang digodok. Kalau sudah hampir matang akan ada undangan pertemuan di darat.

  2. Andy Harahap on October 23, 2008 at 10:59 am

    Untuk menjadi anggota, mungkin saya belumlah memiliki kemampuan yang cukup. tapi klo untuk menyumbang sekedarnya, pasti saya akan ikut walau jumlah dan kapan masih belum bisa ditentukan (tanya istri dulu) :-)

    Karena saya ada di Bali, bisa nggak saya ikut nyumbang tenaga? Apakah pengurus itu harus domisili di Jakarta? saya kebetulan sudah menjadi purchasing di PMA http://www.johnhardy.com selama 5 tahun, apa ini bisa terpakai?

    Daniel Harahap:
    Soal sumbangan tanpa menjadi anggota, terima kasih luar biasa. :-) Pertanyaan apakah pengurus harus di Jakarta atau bisa di kota lain, tentu mesti dikaji dalam-dalam. Bagaimana ya? Saya belum mampu menjawabnya.

  3. JP Manalu on October 23, 2008 at 11:26 am

    Daniel Harahap:
    Soal sumbangan tanpa menjadi anggota, terima kasih luar biasa. Pertanyaan apakah pengurus harus di Jakarta atau bisa di kota lain, tentu mesti dikaji dalam-dalam. Bagaimana ya? Saya belum mampu menjawabnya.

    Kalau rapatnya bisa on-line melalui chating atau fasilitas lain, hemat saya, pengurus di kota lain (selain Jabodetabed), sah-sah saja, malah dalam pandangan saya; kalau kita sudah sepakati bahwa tujuan SGM adalah untuk menyediakan komputer, supaya pelan tapi pasti seluruh gereja dan sekolah di Tapanuli bisa terhubung ke internet, maka perwakilan pengurus di sana juga jelas harus ada. Soal laporan keuangan, saya pernah dikirimi laporan penerimaan dan pengeluaran beasiswa yang digagas oleh salah seorang Pdt HKBP untuk pemberian beasiswa di salah satu daerah “pinggiran” di Tapanuli sana. Fasilitas yang diberikan adalah dengan cara memforward seluruh transaksi dari rekening penampung beasiswa dimaksud yang diperoleh dari rincian transaksi yang dapat diperoleh dari fasilitas internet-banking.

    Daniel Harahap:
    Mungkin para ahli hukum bisa memberi masukan. Apakah secara legal proses pengambilan keputusan dalam rapat organisasi sudah bisa dilakukan melalui email/ sms/ teleconference. Maklumlah “pendeta gadong” pengetahuannya sangat terbatas. :-)

  4. Fred on October 23, 2008 at 1:35 pm

    Usaha yang bagus,
    maaf saat ini belum bisa ikut, belum cukup mampu jadi lihat-lihat dulu, nanti akan ada saatnya ikut berpartisipasi juga.

    Daniel Harahap:
    Dukungan doa dan hati yang tulus lebih besar nilainya dari uang segunung.

  5. Parlindungan Hsb on October 25, 2008 at 11:47 am

    Pengalaman saya menunjukkan bahwa sering kali ide yang spontan bisa diwujudkan namun yang disiapkan jauh-jauh hari malah tidak jadi-jadi.

    Karena itu – mungkin – ide dan konsep ini harus diwujudkan dalam waktu yang tidak terlalu lama agar idenya tidak menjadi basi. Saya melihat semangat orang sudah mulai kendor. Darimana melihatnya? Ya dari posting ini. Ketika ide ini pertama kali diwacanakan, 20-an orang langsung mau “in”. Tapi ketika ada beberapa pertanyaan yang harus diurun rembug, kok malah baru 4 orang yang reply sesudah 2 hari diposting. Tugas calon anggota untuk calan lembaga – kan bukan hanya kasih dana, yang paling penting kan pemikiran. Untuk itu, saya berharap semua kita yang sudah menyatakan ‘in” harus kasih buah pemikirian untuk semua pertanyaan dan masalah yang muncul dalam proses pembentukan lembaga ini. Kalau hanya amang dta saja yang pusing sendiri, bisa marah jemaat hkbp serpong, kareja pdt-nya sibuk ngurusin sgm, sehingga waktunya ngurusin hkbp serpong jadi berkurang.

    Daniel Harahap:
    Tenang saja Lae. Tidak perlu diburu-buru. :-) Waktu juga sering menjadi alat yang paling baik menguji komitmen. Organisasi yang mau kita bentuk adalah perkumpulan orang-orang yang mau menyumbang secara rutin dengan rela dan sadar (plus bangga) kepada Tanah Batak. Sebab itu memang yang dibutuhkan adalah orang yang kommit memberi dan bukan mau memberi karena emosi atau dipanas-panasi. :-) Selain itu pembentukan organisasi ini tidak bisa di dunia maya tetapi harus di darat. Kita akan set waktu untuk bertemu. Satu hal: sebagian besar nama yang menyatakan diri ikut sudah saya kenal baik komitmennya.

    Tugas utama saya tetap pendeta di hkbp serpong. Keikutsertaan saya di SGM adalah pribadi, sama seperti keikutsertaan saya di punguan marga atau parsahutaon. :-)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*