MARI MERAYAKAN NATAL (4)

October 8, 2008
By

christmas-ball-1.jpg

31. Tanya:
Saya ditugaskan menyampaikan kata sambutan pada saat perayaan natal kantor. Bagaimana cara membuat kata sambutan natal?


Jawab:

Pertama-tama: organisirlah dulu ide-ide di kepala Anda. Pakailah secarik kertas dan tuliskanlah pokok-pokok yang hendak Anda sampaikan. Kata sambutan natal pada hakikatnya adalah ucapan selamat natal dan bukan ceramah tentang natal. Ingat: Anda jangan bikin kotbah kedua. :-)Secara singkat kata sambutan bisa dibagi 3(tiga) bagian: (1) ucapan selamat (2) inti pesan natal (3) harapan-harapan. Tuliskanlah seluruh yang hendak Anda sampaikan itu dan kuasailah apa yang hendak Anda sampaikan.

Kedua: tampillah dengan tenang. Cara yang paling baik menenangkan diri adalah dengan menarik nafas teratur dan berulang. Tataplah seluruh mata hadirin (jangan pandang ke langit-langit atau ke benda) dan senyumlah. Biasanya senyum membuat kita rileks dan suara lebih lembut. Selanjutnya berdirilah tegak sempurna namun tetap rileks.

Ketiga: sampaikanlah kata sambutan tanpa harus membacanya. Disiplinlah mengakhiri kata sambutan. Pesan khusus: jangan sekali-kali memakai kata sambutan untuk mengecam atau menyerang seseorang.

32. Tanya:

Bagaimana caranya agar ketika menyampaikan pidato natal saya didengarkan dan orang tidak berisik?

Jawab:

Pidato atau kata sambutan natal kita didengarkan tergantung dari banyak faktor:

Pertama: faktor pribadi kita. Semakin besar wibawa dan kharisma pribadi kita maka hadirin semakin mau pula mendengarkan kita. Jika kita memiliki kekuasaan atau jabatan tinggi maka itu juga sedikit-banyak akan membuat orang lain diam pada saat kita bicara. Lantas bagaimana jika kita adalah orang-orang biasa saja? Tampillah apa adanya. Kepribadian yang baik dan karakter yang kuat juga bisa membuat orang lain mau diam dan mendengarkan kita.

Kedua: carilah entry point atau jalan masuk. Kita bisa memulai pidato kita dengan pertanyaan retorik memancing: apa gunanya sebenarnya kita bernatal? Atau memulainya dengan pernyataan seruan: natal sudah tiba! Artinya jangan memulai pidato dengan gaya formal “Bapak/Ibu/Sdr/Sdri yang terkasih…Dalam rangka perayaan bla-bla-bla”.

Ketiga: pergunakanlah bahasa yang sangat dimengerti dan dihayati oleh hadirin, dan tentunya juga oleh Anda sendiri. Jika Anda sangat memahami apalagi menghayati dengan baik apa yang Anda sampaikan maka orang lain juga akan lebih mudah memahaminya dan karena itu tenang mendengarkannya.

Keempat: sampaikanlah pesan natal yang menyentuh kehidupan (tanpa menceritakan diri Anda sendiri). Natal adalah berita tentang Allah yang mengunjungi umatNya di bumi. Manusia berbeda-beda dan bermacam-macam, namun di dasar batin semua manusia adalah sama. Jika Anda menyampaikan pesan natal yang menyentuh hati Anda sendiri (tanpa memamerkan diri Anda) maka orang lain akan sangat suka.

Kelima: semakin banyak orang yang hadir, maka pidato Anda harus semakin singkat pula. Itu rumus.

33. Tanya:
Apakah perayaan natal harus diisi dengan kata sambutan? Tidak cukupkah dengan ibadah saja?


Jawab:

Kata sambutan pada saat natal sebenarnya adalah ucapan selamat natal. Kita memberikan kesempatan kepada seseorang atau beberapa orang berbicara menyampaikan salam natal kepada hadirin atau mewakili kita semua. Masalahnya yang sering terjadi dalam perayaan natal kata sambutan terlalu banyak dan klise sehingga menjadi sangat membosankan. Sebab itu kita perlu mempersiapkan sebaik-baiknya apa, siapa, dimana, kapan, dan bagaimana memberikan kata sambutan natal itu.

34. Tanya:

Bagaimana merumuskan tema natal?

Jawab:

Tema natal sebenarnya adalah suatu ungkapan yang hendak mengekspresikan seluruh semangat, harapan dan pesan perayaan natal itu sendiri. Biasanya tema natal dikutip dari ayat Alkitab (seluruhnya atau sebagian), dituliskan seadanya atau dibahasakan ulang, atau rumusan baru dari beberapa bagian ayat Alkitab. Namun merumuskan tema natal sebenarnya adalah pekerjaan sulit dan membutuhkan pergumulan dan permenungan. Sebab itu cara yang paling mudah adalah mengambil tema natal yang telah dirumuskan oleh PGI & KWI. Tahun ini tema natal itu adalah: Hidup bijaksana, adil dan beribadah (Titus 2:12). Keuntungan mengambil tema natal PGI & KWI ini kita mendapat renungan dari ayat itu. Saran saya: ikuti saja tema natal PGI & KWI. Itu terbit melalui pergumulan panjang gereja-gereja.

35. Tanya:

Mengapa banyak drama natal selalu bertemakan pertobatan?

Jawab:

Sebenarnya inti berita natal bukanlah pertobatan manusia tetapi penebusan yang dilakukan Allah. Walaupun kedua hal itu terkait, namun inti berita natal sebenarnya bukanlah karya atau kesalehan manusia tetapi kasih dan pekerjaan Allah. Pertobatan hanyalah tanggapan atau respons manusia kepada kasih dan pekerjaan penyelamatan Allah itu.

36. Tanya:

Di lingkungan kristen-batak natal seakan-akan identik dengan pembacaan ayat-ayat Alkitab oleh anggota jemaat atau hadirin. Bagaimana caranya agar hadirin tidak bosan dengan acara pembacaan ayat-ayat Alkitab oleh banyak orang itu?


Jawab:

Pertama: ayat-ayat bisa dipilih dari bagian-bagian Alkitab yang jarang dibaca. Kedua: jumlah ayat yang dibaca jangan terlalu banyak. Ketiga: ayat agar dibagikan jauh hari dan setiap pembaca dilatih untuk membaca dengan baik (ingat: membaca untuk diri sendiri sangat berbeda dengan membaca untuk orang lain). Ketiga: pengaturan dan dukungan teknis yang baik (maju ke depan, mik, posisi berdiri dll).


(bersambung)

Pdt Daniel T.A. Harahap

Home: http://rumametmet.com/

Share on Facebook

Tags: , , , , , , , , ,

4 Responses to MARI MERAYAKAN NATAL (4)

  1. erin on November 11, 2008 at 1:06 pm

    Saya terbeban menjadi mc natal di fakultas. Sebenarnya yang melatar belakangi saya adalah karena dari dulu ke dulu mc itu hanya baca aja..bukan memimpin ibadah dan menikmati Tuhan. Salahkah saya dalam hal ini? kalo saya renungkan saya sebenarnya takut.. takut mencuri kemulian Tuhan…tlg berikan saya saran Amang…

  2. Regina on December 15, 2008 at 1:28 pm

    Pdt Daniel T.A. Harahap ,, terima kasih ,,
    Mudah-mudahan jawaban yang Anda berikan dapat membantu saya dalam menghadapi hari esok ,, ( khususnys mengenai Kata Sambutan )
    Amin .. ^-^

  3. putri on December 9, 2009 at 5:57 am

    mohon dibuatkan kata sambutan untuk perayaan natal persekutuan wanita dengan tema KelahiranNya melayakkanku sebagai hamba.

    daniel harahap:
    bikin sendiri saja dengan pikiran dan bahasa sendiri saja. pasti lebih layak dan indah di hadapan Tuhan. :-)

  4. Dutori siregar on September 17, 2010 at 12:07 am

    Cara penulisan yang benar bagaimana ya’
    shalom atau syaloom?
    Tolong dong

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*