Terima kasih kepada Panitia Pemilihan yang benar-benar memiliki stamina tinggi. Melalui penghitungan hasil suara yang memakan waktu lebih dari enam jam akhirnya Sinode Godang HKBP menetapkan 26 (dua puluh enam) praeses baru HKBP, yaitu:
1. Pdt David Farel Siboea
2. Pdt Ezron Tampubolon (sebelumnya Praeses Toba)
3. Pdt Mori Sihombing
4. Pdt DR Lukman Panjaitan
5. Pdt Debora Purada Sinaga (Perempuan pertama Praeses di HKBP)
6. Pdt Pieter Hutapea
7. Pdt Bihelman Sidabutar (sebelumnya Praeses Jawa-Kalimantan)
8. Pdt Tendens Simajuntak
9. Pdt RT Munthe
10. Pdt Marolop Sinaga
11. Pdt Effendi Purba
12. Pdt RJ Simamora
13. Pdt Diapari Simangunsong
14. Pdt Victor Sihotang
15. Pdt Pdt Bonar Nababan
16. Pdt Parulian Sibarani
17. Pdt Raffles Lumbanraja
18. Pdt Tionggar P Nababan
19. Pdt SMP Marpaung
20. Pdt Eliezer Siregar
21. Pdt Armada Sitorus
22. Pdt Pasu Nainggolan
23. Pdt Marudur Tampubolon
24. Pdt TM Hasugian
25. Pdt Saur Simanjuntak
26. Pdt Sahat M Silitonga
Para praeses baru ini kita harapkan benar-benar akan menjadi motor penggerak distrik-distrik dan pengawal HKBP.
Share on Facebook
Slmt mlayani kpd praeses tpilih, khususnya u/pdt.S.M.P. Marpaung yg dtg dr medan.smg dpt mberi pmbharuan u/distrik 19 jkt 2 yg dpimpinnya trutama u/mnylesaikan mslh2 yg ad di bbrp huria di dstrik jakarta 2.dan tntunya prhatian u/naposo dtingkatkan lg.
Daniel Harahap:
Praeses baru terpilih. Pimpinan HKBP belum rapat. Kok kalian sudah tahu Praeses SMP Marpaung ke Distrik 19 Jakarta Dua? Ada bocoran, saluruan khusus, atau ramalan?
Disamping memilih Ephorus, Sekjen, para Ketua-ketua Departemen dan para Praeses, apakah tidak ada lagi produk Sinode Godang yang menarik untuk diketahui?
Bagaimana HKBP menilai posisinya–katakanlah selama 5 tahun mendatang–dalam relasi dengan masyarakat,bangsa dan negara? Bagaimana HKBP menilai kehidupan beragama di Indonesia? Bagaimana HKBP menilai hubungan antar organisasi gereja di Indonesia? Bagaimana HKBP membangun spiritualitas umat di tengah negara-bangsa yang sedang mengalami berbagai perubahan ini? Bagaimana HKBP memandang praktek-praktek korupsi, pelanggaran hak asasi manusia, pelecehan terhadap hukum, pengerusakan lingkungan dsb?
Saya mendapat kesan bahwa Sinode Godang HKBP terlalu terpukau dan tertumpu hanya kepada urusan menetapkan orang-orang yang akan menjalankan roda organisasi, dan terlalu sedikit memberikan perhatian terhadap sistem dan landasan yang akan dipakai oleh orang-orang itu untuk bekerja.
Daniel Harahap:
Terus terang Sinode Godang ini hanya menghasilkan kepemimpinan HKBP empat tahun mendatang. Kami tidak bergumul apa-apa tentang “nasib” warga HKBP apalagi bangsa ini. Sedih tapi itulah kenyataannya. Dan kenyataan itu membuat saya merasa sangat kecil.
seorang pendeta perempuan menjadi praeses – pertama kali dalam sejarah, pertanda baik untuk memulai pemahaman kesetaraan jender bagi organisasi HKBP dan suku batak tentunya.
Horas Amang DTA. perasaan “kecil” amang juga kami rasakan, ketika SG HKBP hanya memilih pimpinan, tidak serta merta membahas arah palayanan. Pada kesempatan ini, kami “sungguli” kembali Amang, kecewa/sedih boleh, putus asa ? No way. Perjuangan masih panjang, sekecil apapun kita, dengan iktikad baik memperjuangkan perubahan demi kemajuan HKBP, pasti akan ada hasilnya. Kita telah berupaya, dan khusus mengenai “hasil”, sesuai dengan buku ende no 373, itukan mutlak hakNya, yang empunyai HKBP ? Selamat ber”retreat”, semoga dapat memulihkan stamina Amang.
Isu Efek Domino
Setelah terpilihnya ephorus, maka pendeta yang telah pro dengan Ephorus terpilih mulai mengambil langkah untuk menjadi ‘pelayan tuhan’ ditempat ‘strategis’.
Adanya lobi-lobi dan Request diberbagai tingkatan. Hal ini sepertinya mulai menular di kepengurusan Gereja, bahkan terkadang keluar dari perkataan pendeta-pendeta kita.
Bagi ‘gereja’ dengan potensi yang baik menjadi incaran para hamba tuhan ini. Inilah yang dimaksud dengan efek domino, apabila diatas bergerak maka sampai ke ujung akan terimbas. “”"”Menyedihkan”"”"”
Kami bersyukur kepadaMu, ya Allah… orang-orang yang menyerukan namaMu menceritakan perbuatan-perbuatanMu yang ajaib. “Apabila Aku menetapkan waktunya. Aku sendiri akan menghakimi dengan kebenaran.” (Mazmur 75:2-3)
Walaupun demikian adanya, saya yakin para Pendeta yang seutuhnya melayani Tuhan akan melayani kapan saja dan dimana saja Tuhan inginkan, karena mereka lebih mengenal Allah dalam Hikmat dan Wahyu yang diberikan Tuhan, sehingga mata hati menjadi terbuka, dan melihat begitu dashyatnya kuasa-Nya dan warisan Tuhan kepada kita. (Efesus 1:15-19)
Kini para jemaat HKBP sudah jauh lebih bijak menyikapi hasil Sinode kali ini (terlebih pada karakter orang batak yang banyak diubahkan Tuhan).
Saya berharap dengan terpilihnya :
Ephorus : Pdt. DR Bonar Napitupulu
Sekretaris Jenderal : Pdt. Ramlan Hutahaean)
Kepala Departemen Koinonia : Pdt. DR Jamilin Sirait
Kepala Departemen Marturia : Pdt. DR Binsar Nainggolan
Kepala Departemen Diakonia : Pdt. Nelson Siregar
Beserta Sinode 26 (dua puluh enam) praeses baru akan membuat para jemaat Tuhan di HKBP berlomba-lomba mencari Tuhan.
“Saat engkau menolong seseorang, jangan memikirkan bagaimana engkau melakukannya. “Lakukan saja” dengan “tenang dan rendah hati”. Itulah cara Tuhan, yang menyembunyikan engkau dalam kasih, bekerja di balik layar, menolongmu. Matius 6:3-4″
Pendapat saya bagi amang-amang Pimpinan HKBP, tidak perlu pusing-pusing mencari metode, cara, inspirasi, rumus, langkah-langkah. apapun istilah lainnya.
Sebab apabila Allah sudah menganugerahkan Hikmat dan Wahyu, Roh Kudus akan bekerja dibalik layar menolong kita untuk memberi metode, cara, inspirasi, rumus, langkah-langkah mewujudkan rencana Tuhan sesuai kehendak-Nya. Maka yang perlu dilakukan adalah menjadi dekat dengan Tuhan dan selalu mendapatkan Hikmat dan Wahyu-Nya.
Mari bersama-sama kita lihat bagaimana kehidupan para pendeta yang dekat bahkan bersahabat karib dengan Tuhan, dan demikian juga yang sebaliknya.
Selamat atas terpilihnya mereka sebagai Praeses. Pdt. DF Sibuea >>> kenal nih… Pdt. M. Tampubolon >>> Praeses Riau kan amang?, Pdt. SM. Silitonga >>> sempat Pdt. di Ress Bandung Riau kan??? Koq jadi menebak2 yah ?
Beberapa pdt yang saya kenal, semoga dapat membawa perubahan kepada HKBP… Bekerja keras untuk mengetahui kebutuhan distrik masing-masing… Bukan saja hanya berkunjung seremonial pesta Hut Ressort atau Pesta Pembangunan saja, tetapi lebih dalam lagi tahu apa yang ada di gereja… Yang paling getir nih amang, mengadakan rapat Distrik, tetapi uang Kas Distrik tidak mencukupi, diminta HKBP tempatan mengadakan, tetapi minta menginap di Hotel berbintang 5 dan kamar yang menengah lagi harganya ditambah sewa auditoriumnya dengan hanya bilangan pendeta yang tidak sebanding dengan besarnya auditorium.. Seperti saya selalu katakan, belajar dari kesalahan masa lalu untuk maju ke depan… Semoga sih dijadikan pelajaran… Kalau tidak, mungkin bisa dibilang bermuka tebal???
4 tahun ke depan… Mungkin Amang DTA saja mencalonkan diri sebagai unsur pimpinan (entah itu Ephorus, Sekjen, Kadep atau Praeses)
Daniel Harahap:
Ya. Mungkin juga 8 tahun ke depan.
Horas ma di Amang Pandita nami. Setuju do ahu songon sukkun – sukkun ni Amang Mula Harahap.. Sai dipargogoi Debata ma Amang Daniel laho manjugulhon akka na denggan tu HKBP on. GBU
Mauliate ma tu Tuhanta molo marnida angka praeses songon na sinurathon di ginjang an. Marhutur do nangkin tarontongku asa anggiat unang na di bagasan rohangkon saut gabe praeses, hape las toho ndang adong goarna huida.
Anggiat angka si habiaran Debata ma sude praeses na baru on. Angka na roa na binahen deba praeses na salpu unang ma tarulang muse. Sai diingot nasida ma na parhobas ni Tuhan i do nasida. Unang mabiar tu jolma.
Horas jala gabe! Beta hita pedenggan hakabepe!
Sudah saatnya Hkbp menerapkan good management and clean governance. Di sampin prinsip dan nilai kristiani yang mendasari pengelolaan HKBP sudah seharusnya Organisasi HKBP dikelola dengan prinsip TRANSPARANSI, AKUNTABILITAS, RESPONSIBILITY, INDEPENDENCY dan PRINSIP FAIRNESS.
Tujuannya agar PENINGKATAN PELAYANAN PUBLIK (JEMAAT) DAN MENANGKAL BAHAYA KKN DI MASA KINI DAN MASA YANG AKAN DATANG.
Secara ringkas kelima prinsip tersebut dapat didefenisikan sbb:
1. Transparansi, yaitu keterbukaan dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan dan keterbukaan dalam mengemukakan informasi material dan relevan mengenai Organisasi HKBP.
2. Kemandirian, yaitu suatu keadaan di mana Organisasi HKBP dikelola secara profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh/tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan Aturan dan Peraturan yang berlaku dan prinsip-prinsip organisasi gerejawi yang sehat.
3. Akuntabilitas, yaitu kejelasan fungsi pelaksanaan dan pertanggungjawaban organ sehingga pengelolaan Organisasi HKBP terlaksana secara efektif.
4. Pertanggungjawaban, yaitu kesesuaian di dalam pengelolaan Organisasi HKBP terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip organisasi gerejawi yang sehat.
5. Kewajaran (fairness), yaitu keadilan dan kesetaraan di dalam memenuhi hak-hak stakeholders yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Semoga bermanfaat bagi kita untuk kemuliaan Tuhan Yesus Kristus, Amin
Dari
St.Drs. Toga Sihombing, Ak.MM
(Parhalado HKBP Resort Medan Kota)
Daniel Harahap:
Amang, di Sinode Godang kemarin saya gagal meyakinkan sinodesten untuk menjadikan transparansi dan akuntabilitas sebagai prinsip dan sikap HKBP. (apa boleh buat, hanya bisa sebatas dicatat di notulen saja). Namun saya pikir kita harus tidak bosan-bosan menyuarakan hal ini. Saya pikir paska sinode godang ini strateginya mungkin harus diubah, yaitu mendesak jemaat, resort dan distrik melakukan transparansi keuangan. Jika semakin banyak jemaat dan resort (apalagi distrik) yang melakukannya saya pikir pusat “mau tak mau” akan melakukannya juga. Dalam sebuah percakapan informal dengan sekjen terpilih saya mengatakan jika pusat mau membuat laporan keuangan ke huria2 (walau tidak dicantumkan di aturan) saya perkirakan pemasukan ke pusat bisa naik sampai 500%.
Sebagai orang Batak bukan ruas HKBP, yang sangat terkesan bagi saya dalam mengikuti sinode godang HKBP baru-baru ini adalah sikap gentlement mantan Sekjen WTP Simarmata pasca sinode godang yang langsung memberi selamat dan dukungan bagi kepemimpinan Ephorus yang baru…
Sebuah contoh keteladanan sifat kepemimpinan yang sangat Kristani. Semoga para calon pemimpin HKBP yang akan datang meniru sifat beliau.
Salam hormat buat Ephorus baru dan Pdt. Simarmata…
Horas,
Petrus Sitohang/ br Purba (Amani Gloria)
Siapa pun Ephorus, Sekjend, para Praeses dsb yg dipilih, say akoq pesimis HKBP ini akan menjadi lebih baik….
Selamat atas rampungnya dengan selamat dan sukses Sinode Godang HKBP 2008, dan telah terpilih Pucuk Pimpinan HKBP periode 2008 – 2012, yang dikomandani oleh Pdt Dr. B. Napitupulu. Semoga di bawah kepemimpinan beliau yang kedua ini, HKBP semakai damai, tidak “sangar” lagi dimata umat lain. Tuhan memberkati.
Secara khusus saya mengucapkan Selamat kepada Bapak Pdt TM Hasugian yang telah terpilih sebagai salah satu Praeses HKBP. Cuma saya tidak tahu di distrik mana Pdt Hasugian ditempatkan, yang penting dengan tanggungjawab yang baru ini, kiranya Pdt Hasugian dapat bertugas dengan baik, yang mengayomi seluruh umatnya, terutama dari segi keimanan, dan juga sebagai pembawa damai dan kesejukan bagi umatnya, bukan justru membawa kekeruhan dan keributan. Tuhan meberkati. Selamat bertugas, horas dan njuah-njuah.
amang aku baca di rumametmet , kok aku juga pesimis sama amang
pemilihan sinode godang yg kalian agung-agungkan itu , telah terpilih dengan sangat politis yg dilakukan dengan voting. amang seolah-olah gimana gitu.
aku dengar Amang juga melakukan begitu di HKBP serpong, saya dengar semua . jadi mana bisa dipegang amang, katanya semua pemilihan pengurus, parartaon, bendahara , sintua resort amang lakukan dengan voting dan kelompok yg besar yang menang.
jadi marilah kami jemaat diajari untuk jujur dan tidak munafik apakah amang buat rumahmetmet ini topeng atau untuk susksesi sinode berikutnya.
mohon amang lebih fair dan tidak mempolitis semuanya. maaf kalau kata-katanya tidak sopan, agar kita semua melakukan yg benar dan bisa jadi panutan.
Daniel Harahap:
Saya sedang siap-siap ke bandara hendak pulang ke Serpong. Nanti saya jawab.
Kepada Sdr Tro yang baik, menurut saya tidak ada yang salah dengan sistem voting (suara terbanyak) baik yang terjadi di sinode godang kemarin maupun yang dilakukan amang DTA di Serpong. Saya sebagai pendeta juga pernah melakukannya di HKBP Sidoarjo ketika memilih dewan dan seksi2 di jemaat. Terus terang saya sendiri tertarik dengan prinsip “Manjomput na sinurat,” walaupun belum pernah dicoba. Tapi mungkin suatu saat kita bisa mencoba dengan seleksi calon yang ketat. Kembali kepada isu voting (suara terbanyak), menurut saya itu baik2 saja selama prosesnya tidak dikontaminasi oleh isu uang (serangan fajar), janji2 tempat basah atau posisi yang lebih baik. Untuk sebesar sinode godang HKBP, isu-isu diatas “mungkin” saja bisa terjadi (Ndang diida mata alai dijalo tangan). Tapi kalau untuk tingkat jemaat (HKBP Serpong atau Sidoarjo contohnya), para funsionaris yang terpilih bukan saja harus mengorbankan waktu, uang dan tenaga untuk pelayanan barunya itu. Apalah pelayanan basah di Serpong atau Sidoarjo? Malah di HKBP Sidoarjo, hampir semua jemaat yang menang di voting malah menolak jabatan-jabatan tersebut karena mereka merasa tidak sanggup! Walhasil cape lah lagi pendetanya mangelekelek supaya mereka mau menerima tugas tersebut. Jadi intinya, kalau mau voting, voting lah dengan proses yang selalu memohon bimbingan Roh Kudus. Di jemaat sekecil Sidoarjo (yang warganya sedang menuntut keadilan akibat kerakusan perusahaan milik Bakrie yang menenggelamkan sebahagian tanah Sidoarjo akibat lumpur), sebelum voting kami selalu mulai dengan ibadah dan doa pribadi plus saat teduh dari seluruh peserta dipimpin pendeta. Tapi tidak ada salahnya jika suatu saat kita mencoba sistem manjomput na sinurat plus.