Kesinambungan dan Pembaharuan dari Sipoholon

Sinode Godang HKBP telah memilih eforus dan sekretaris jenderal, yaitu Pdt DR Bonar Napitupulu dan Pdt Ramlan Hutahaean. Kemarin Sinode telah memilih 3(tiga) orang kepala departemen. Yaitu: Pdt DR Jamilin Sirait (Kepala Departemen Koinonia), Pdt DR Binsar Nainggolan (Kepala Departemen Marturia) dan Pdt Nelson Siregar (Kepala Departemen Diakonia). Komposisi kelima pimpinan ini benar-benar mencerminkan semangat kesinambungan dan pembaharuan yang dicita-citakan oleh warga HKBP. Kita menaruh harap lima pimpinan ini dapat mempersembahkan yan terbaik bagi Tuhan dan HKBP. Secara khusus mengantar gereja ini memasuki Jubileum 150 Tahun di tahun 2011 yang akan datang.

Melihat para pimpinan yang terpilih kemarin, penilaian pribadi saya telah terjadi keseimbangan baru di HKBP. Itu jelas modal besar HKBP untuk melangkah ke masa depan. Saya mengaku “prakiraan cuaca” eh perkiraan hasil sidang yang saya buat dalam posting sebelumnya rupanya salah. Sinode mengalami dinamika yang tidak terduga sebelumnya: Pdt Jamilin Sirait menjadi Ketua Departemen Koinonia, Pdt DR Binsar Nainggolan menjadi Ketua Departemen Marturia dan Pdt Nelson Siregar tetap dipertahankan oleh Sinode sebagai Ketua Departemen Diakonia. Bisa dibayangkan bagaimana hangatnya rapat-rapat Pimpinan HKBP di masa depan.

Namun aneka spektrum para pimpinan HKBP ini, sebagaimana dilansir oleh Mula, bisa juga menjadi sumber ketegangan dan masalah baru. Disinilah kita benar-benar mengharapkan bahwa pimpinan baru sungguh-sungguh komit mengalahkan kepentingan pribadi dan kelompok, menyatukan visi dan misi, serta membangun tim yang solid. Dan kita berharap bahwa pimpinan baru segera mewujudkan perbaikan sistem yang sangat nyaring diwacanakan termasuk tuntutan transparansi keuangan. Menurut saya terpilihnya kepemimpinan baru ini tidak boleh menyurutkan tekad kita menjadikan transparansi dan akuntabilitas sebagai prinsip dan sikap ber-HKBP.

Hari ini Sinode Godang akan memilih 26 Praeses dari 52 Calon Praeses yang diajukan Eforus terpilih. Eforus terpilih sendiri memilih 52 orang calon praeses itu dari sekitar 100-an nama yang diajukan oleh distrik-distrik. Jam saya menunjukkan pukul 08.11. Cuaca mendung. Namun semoga cahaya pembaharuan, kesinambungan dan pendamaian. Semoga Tuhan berkenan.

Share on Facebook

20 Responses to “Kesinambungan dan Pembaharuan dari Sipoholon”

  1. Ninggor Pardede Says:

    Huahahaha. Ternyata amang Pdt. DTA ini bukan pendeta peramal yang jitu (meleset semua, hehehe), tapi seorang pendeta pekerja yg jitu, yang mau menjadi mata dan lidah dari sebagian ruas/parhalado HKBP yg ingin perubahan kearah keterbukaan.
    Margogo ma amang dinamangula ulaon muna. Mauliate. Horas

  2. Pardamean Ronitua Says:

    Selamat buat semua sinodesten yang berhasil menjaga Sinode Godang berjalan dengan damai (sampai Jumat kemarin). Mudah-mudahan pemilihan Praeses hari Sabtu ini dan agenda-agenda lainnya sampai penutupan SG juga dapat diselesaikan secara damai.
    Selamat atas kerja keras (yang dilandasi doa) menjaga suasana damai yang membanggakan, mengingat tidaklah mudah mengelola perbedaan pendapat di forum besar dengan dinamika yang sangat tinggi, yang melibatkan hampir 1.300 orang peserta yang majemuk.
    Bila forum setinggi dan sebesar SG ini bisa berjalan dengan damai, tentu ada dasar untuk optimis bahwa forum-forum lain di HKBP di waktu-waktu yang akan datang, yang lebih kecil dan levelnya di bawah SG, dapat juga berjalan dengan damai.
    Kemampuan mengelola perbedaan secara damai adalah modal besar untuk mewujudkan pembaharuan-pembaharuan yang diharapkan.

  3. Coken060575 Says:

    Puji Tuhan, kalau Amang berpendapat begitu. Terus terang siapa pun yg terpilih saya sbg ruas biasa sgt awam dan buta mengenai figur dan kredibilitas pimpinan2 HKBP Kita. Tp menurut saya pendapat dan harapan amang pantas dijadikan acuan. Bravo Pimpinan baru HkBP , SELAMAT Memimpin.

  4. St.Ny. Tobing Simbolon Says:

    Selamat atas terpilihnya para ketua bidang Koinonia, Marturia dan Diakonia. Saya tidak mengenal dan tahu personality ke 5 bpk Pdt yang terpilih menjadi pimpinan tertinggi ini baik secara pribadi maupun dalam pelayanan di jemaat sebelumnya, tapi membaca tulisan/ulasan amg DTA dgn terpilihnya ke 3 ketua bidang tersebut seolah-olah ada “harapan baru” untuk kesinambungan. Semoga keadaan yg mungkin terjadi seperti dalam ulasan pak Mula tsbt tidak terjadi, bila mereka saling menghargai. Kita doakan terus sebagaimana renungan hari ini suatu perjuangan yang harus dinikmati, tidak boleh putus asa tapi terus berjuang, bersemangat mengutarakan pemikiran-pemikiran yang konstruktif untuk memajukan HKBP. Khususnya buat amg DTA semangatmu jangan surut menghadapi tantangan dari dalam karena amang ada didalam sistem, dan dianggap “Junior”, tidak mudah untuk menggolkan suatu pemikiran/pembaharuan. Tapi seperti pernah amg khotbahkan “berlian tetap bercahaya kemana pun dilempar”. Kami jemaat tetap mensuport ide2 yang memajukan HKBP dalam doa dan perbuatan. Semoga dalam pemilihan Praeses juga terpilih Pdt yang reformis dan yang menjadi panutan jemaat. Bravo HKBP! tetaplah berjuang!.

  5. Penentang diktator&kuasa gelap Says:

    Semoga amang sehat selalu,, dan jaga kesehatan… bisa menahan diri (seperti yang telah amang lakukan) ditengah2 banyaknya asap rokok dan kopi kental hitam di atas meja…

    regards.

  6. r.h. sibuea Says:

    Dengan tekad bulat, setelah membaca Reformata edisi90 (1-15 Sep 08)…SAYA MENCABUT DUKUNGAN SAYA kepada Ephorus HKBP, Bpk. Bonar Napitupulu ….sebelum menjelaskan persoalan HKBP Pondok Bambu ke semua jemaat dan meminta maaf….setelah kecewa saya hilang karena menimpa bekas huria saya HKBP Bandung Riau.

    SAYA JUGA MENOLAK MS (PRAESES MEDAN-ACEH) UNTUK TIDAK DIPILIH LAGI……………….sebelum kasus pelecehan dengan Inang Reni Simanjuntak, STh, transparan dan terbuka diakui dan meminta maaf. Kasus ini memalukan, jika memang cuma “isapan” jempol, kenapa ada asap jika tak ada api? Sekelas praeses terlibat “nafsu aneh” apalagi di tengah orang batak yang memegang teguh “DALIHAN NATOLU”…sungguh memalukan.

    Horasma…(saya marah!)

  7. Ch Marbun Says:

    Kalau boleh tahu Amang, dari mana bisa dikatakan berkesinambungan dan pembaruan di HKBP dengan terpilih lima pimpinan HKBP tersebut?. Entah kenapa saya merasa pesimis. Karena selama ini yang saya perhatikan belum ada yang mampu melawan kehendak ephorus.
    Hanya berpendapat.

  8. JP Manalu Says:

    Saat ini mungkin praeses seluruhnya sdh terpilih ya amang. Doa & harapan kami, praeses terpilih adalah gembala yg memiliki integritas, dan mau dan mampu menerima ‘roh’ perbaikan pelayanan di wilayahnya masing2 untuk kemuliaan nama Tuhan. Ngomong amang bgm dgn wacana ‘penyederhanaan’ distrik & resort? Sdhkah diusulkan di SG?.
    Kita bersyukur ats terselenggaranya SG DAMAI.

  9. Gartip Says:

    Sang Lima telah terpilih, sayang sekali mereka tidak berasal dari faksi yang sama…Lalu,

    “Eforus terpilih sendiri memilih 52 orang calon praeses itu dari sekitar 100-an nama yang diajukan oleh distrik-distrik…”

    Mungkinkah proses pemilihan nama-nama itu bebas dari usaha menguntungkan kelompok sendiri? Atau nama-nama itu diputuskan berdasarkan metode parjambaran? Sudahkah ke-52 nama itu memenuhi sebagian besar syarat mengusahakan HKBP yang lebih baik?

    Ach, HKBP…HKBP, berakhir di manakah jalanmu…?

    Mari berdoa, semoga Sang “Shareholder” mayoritas HKBP bisa memberi ampun untuk kita semua, yang bertelinga tetapi tidak mendengar, tidak melihat, tidak bersuara!

  10. Hendrico Says:

    “Sinode mengalami dinamika yang tidak terduga sebelumnya: Pdt Jamilin Sirait menjadi Ketua Departemen Koinonia, Pdt DR Binsar Nainggolan menjadi Ketua Departemen Marturia dan Pdt Nelson Siregar tetap dipertahankan oleh Sinode sebagai Ketua Departemen Diakonia. Bisa dibayangkan bagaimana hangatnya rapat-rapat Pimpinan HKBP di masa depan.”

    Horas Amang,

    Saya mohon diberi pencerahan tentang makna bagian tulisan di atas.
    Saya menduga bahwa mereka berasal dari faksi-faksi dalam HKBP yang berbeda kalo tidak ingin dikatakan berseberangan, entah apapun latar belakang perbedaanya. Apakah demikian adanya?

  11. St.T.R.Manurung Says:

    Kelihatannya tetapi mudah2an tidak,HKBP sedang menuju sekularisasi total dalam pemilihan fungsionarisnya dan meninggalkan sakralisasi yang seharusnya. Kalau kita lihat dalam Kis.Rasul 1:23-26, ada bagian dari jemaat yaitu memunculkan nama atau memilih Yusuf/Barsabas dan Yustus/Matias kemudian bagian dari Kepala Jemaat yaitu Tuhan Yesus menentukan/memutuskan dengan permohonan doa jemaat(Kis.1:24) sehingga Tuhan melalui undi(manjomput na sinurat), maka pilihan terakhir adalah oleh Tuhan yang adalah Raja gereja.Karena Gereja itu bukan dasar demokrasi tetapi Kristokrasi.
    Kan lebih sakral alias bukan sekuler.
    St.T.R.Manurung

  12. Antonio Siregar Says:

    Pasca terpilihnya kelima pimpinan plus para Praeses HKBP, saya mendengar begitu banyak muncul istilah: “Ini adalah Kehendak Tuhan.” Istilah ini boleh jadi benar, untuk menjaga kondisi yang kondusif di HKBP. Tetapi secara teologis, mari kita lebih berhati2 mempergunakan istilah ini, seolah2 kelima pimpinan plus para praeses yang sudah terpilih itu, adalah orang2 terbaik kehendak Tuhan? Pertanyaan saya: Apakah pemilihan di Sipoholon (1-7 September) memang benar2 diawali dan diakhiri dengan ibadah dan perjamuan kudus yang tulus? Apakah kasak-kusuk tim sukses, serangan fajar dan janji muluk2 lahan basah memang benar tidak ditemukan dalam proses pemilihan itu. Lantas ketika semuanya terpilih, kita mengatakan siapapun yang terpilih, itu adalah kehendak Tuhan, mari kita dukung dan doakan. Kita boleh2 saja mendoakan dan mendukung, tapi janganlah kita menegasikan kuasa Tuhan dengan perolehan suara di Sipoholon. Lantas seperti yang dikatakan sdr. Mula, kalau nanti terjadi konflik internal di antara mereka berlima, nah ini kehendak siapa yang memilih mereka. Kita butuh menjadi anak2 Tuhan yang boleh berpikir kritis, demokratis, dan jujur menyaksikan bahwa masih banyak kelemahan baik dalam sistem dan integritas para pelayan di HKBP. Jadi alih2 mengatakan kehendak Tuhan, lebih baik kita mohon ampun kalaupun masih kehendak manusia terjadi di proses pemilihan ini, tapi kiranya Tuhan tetap beserta para pimpinan tersebut walaupun seluruh struktur dan proses peralihan di HKBP masih berlumur kehendak manusia. Ingat, bagaimana para pelayan yang rame2 menyumbang sebongkah emas kepada pak Harto karena waktu itu hasil Pemilu selalu dianggap kehendak Tuhan. Jadi, jangan mengulang kesalahan yang sama sebelum kita mengetahui apakah memang seluruh proses berjalan dengan bersih, tulus dan hanya mengandalkan doa seperti para Rasul yang menanti2kan turunnya Roh Kudus. Selamat bagi para pimpinan HKBP yang baru.

  13. Tina Says:

    Selamat ya Amang, dari awal sampai berakhirnya sinode setidaknya dapat selesai tanpa menimbulkan pertikaian. Setelah melihat dan mendengar konflik2 yang timbul di tubuh HKBP selama ini yang tak kunjung juga diselesaikan secara iman kristiani menimbulkan konflik batin tersendiri bagi saya, moga-moga Roh Tuhan membimbing hati saya berdamai dengan figur eforus HKBP sebab dipikiran saya tentu beliau nantinya yang banyak andil mengambil keputusan dan kebijakan yang dapat mempengaruhi keutuhan pelayanan di jemaat. Mudah-mudahan kehawatiran saya ini adalah berlebihan. Harapan saya Amang Eforus yang terpilih memakai waktu dan kesempatan sebaik-baiknya untuk memperbaiki HKBP, terlebih dengan mewujudkan transparansi keuangan. Pencalonan dan pemilihan phareses, pendeta resort yang sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan di dalam Alkitab, Horas. Doa saya Amang Harahap tetap memelihara utuh tugas panggilan yang secara khusus telah Tuhan percayakan kepadanya.

  14. Rudi Juan carlos Sipahutar Says:

    CONGRETULATION SG HKBP 2008…
    Sudi atau tidak sudi, kita semua harus mau.
    Senang atau tidak senang , kita semua harus suka.

    Saya sebagai ruas HKBP harus bersyukur dan bernafas lega dengan hasil final dari SG 2008. Kendati Besar gongnya tidak sebesar gaungnya, dan besar dentuman nya tidak sebesar target sasarannya.

    Tapi saya tersentak sadar, kalo perjalanan HKBP adalah transformasi….Perjalanan jauh yang butuh waktu panjang dan pasti akan melelahkan. Ibarat metamorphosis Butterfly ,HKBP tak boleh hanya jadi ulat. Tak boleh hanya nyaman dalam tabung kepompong. Tapi berubahlah sesuai pembaharuan iman, akal budi dan ahklak. HKBP harus keluar dari ruang nyaman kepompong yang sesak, berubah menjadi kupu -kupu yang terbang indah menghiasi bumi INDONESIA.

    HKBP, Mari kita doakan, kita suarakan dan kita sikapi untuk terus mengalami pembaharuan yyang lebih baik di masa mendatang.
    Bravo SG HKBP 2008.

  15. Vincent Hutahaean Says:

    :) akhirnya Marga Hutahaean juga yg jadi sekjend…selamat!! Tuhan Yesus memberkati…

  16. Poltak Simanjuntak Says:

    Horas di Pandita i…

    Saleleng on, pianihut-ihut do tulisanmu. Jala las roha alana adong pandita ni HKBP na olo mandok daong nang pe na asing mandok olo. Alani i, laos hot do roha marnida hamu, na mambahen liputan langsung sian Sipoholon.

    Alai gabe hira na sungkun-sungkun roha, manjaha tulisanmu na on, “Kesinambungan dan Pembaharuan dari Sipoholon”. Kesinambungan na dimaksud songon dia do? Kesinambungan na hurang denggan saleleng on do mananng na so boi ni ida alai di ida hamu, songon pangula hamu di HKBP?

    Pembaharuan, songon dia? Asa binoto marnipi, managam HKBP na dumenggan di joloan ni ari.

    Godang sungkun-sungkun na so taralusan ni SG i. Kasus HKBP Pondok Bambu, Kasus HKBP Bandung Riau, Kasus Dana Tsunami, Kasus Dukungan BN terhadap Calon Bupati Taput. Songon dia do SG magalehon roha tu angka i sude???

    Horas

  17. Mula Harahap Says:

    Saya jadi tergelitik untuk memberi catatan terhadap tanggapan Lae Antonio Siregar dengan humor di bawah ini:

    Seorang Protestan, seorang Katolik dan seorang Yahudi sedang bercakap-
    cakap tentang bagaimana mengukur kehendak Tuhan dalam perbuatan
    manusia. Mereka memakai penyerahan uang kolekte sebagai contoh kasus.

    Kata Si Protestan, “Kami membuat lingkaran di tanah. Lalu uang
    kolekte itu kami lemparkan ke atas. Yang jatuh di dalam lingkaran
    menjadi bagian Tuhan, dan yang jatuh di luar lingkaran menjadi bagian
    kami…”

    Kata Si Katolik, “Oh, kalau kami lain lagi. Kami membuat garis di
    tanah. Lalu uang kolekte itu kami lemparkan ke atas. Yang jatuh di
    sisi kanan garis menjadi bagian Tuhan, dan yang jatuh di sisi kiri
    garis menjadi bagian kami….”

    Kata Si Yahudi, “Oh, kalau kami lain lagi. Karena Tuhan ada di atas,
    maka uang kolekte itu kami lemparkan dulu ke atas. Kami persilakan
    Tuhan lebih dulu mengambil apa yang menjadi bagiannya. Dan yang jatuh
    ke tanah, itulah yang menjadi bagian kami…” :-)

  18. » Jemaat HKBP Minggu Pagi Pondok Bambu Jakarta, Tuntut Hak Poltak Simanjuntak: Act Locally, Think Globally Says:

    […] Seorang pendeta menuliskan di blognya, “Melihat para pimpinan yang terpilih kemarin, penilaian pribadi saya telah terjadi keseimbanga… […]

  19. rod tobing (na manghaholongi hkbp) Says:

    I do na tutu situtu. Sangat menarik mencermati istilah yang digunakan pak DTA tersebut: KESINAMBUNGAN dan PEMBAHARUAN. Sebagai warga HKBP, aku hanya berharap:
    (1) kesinambungan terjadi hanya bagi hal-hal yang positif, itupun kalau memang masih ada (bukan yang jelek dan yang memalukan yang dilakukan oleh kroni-kroni orang jahat di HKBP)
    (2) pembaharuan akan hal-hal mengarah kepada perbaikan pelayanan, jangan takut berubah!

    Tapi, menyadari dwi-tunggal HKBP sekarang ini, aku koq masih tetap merasa pesimis ya? Keduanya (berdasarkan track record yang aku punya …) tidak mengindikasikan secuil pun harapan akan kedua hal tersebut. Mudah-mudahan aku salah … (sebagaimana pak pendeta DTA juga bisa salah dalam meramalkan para ketua dewan…)

    Horas jala gabe! Beta hamu ta tangiangkon hakabepe!

  20. Chandra Situmeang Says:

    Pembaharuan dari Sipoholon? Sipoholon ini kampungku…. hehehe:)
    Tipe orang kolerik selalu curiga…. ini mungkin yang melatar belakangi penilaian saya, makanya saya skeptis, beda dengan amang DTA yang yakin ada pembaharuan, walaupun defenisi pembaharuan disini memang tak dijelaskan dengan baik ama amang….:)
    Yang jelas, mari kita dukung pimpinan kita ini, tapi mereka bukan Superman atau Tuhan yang tak pernah salah, bagi pemahaman saya, kita tak punya kewajiban untuk mengikuti jika pemimpin kita salah. Kalo salah kita beri sanksi dengan tidak melegitimasi mereka di hati kita. Tapi masalah pindah ke gerja lain, itu sih bukan solusi walau bukan dilarang untuk dilakukan. Begitu kan anak2x muda HKBP?

Leave a Reply